Tunggu saatnya teman, tunggu saatnya

PERSETUJUAN ANTAR KITA
Ayo! Kita semua yang tidak mengecap dewasa di saat ORBA, kasi tangan mari kita bikin JANJI.
Kita sudah cukup lama dengar orang lain bicara. Komentator, politisi, ahli, artis, media dan entah siapa.
Dipanggang diatas api orang-orang tua (panaass), digarami laut orang-orang tua (assiiin)
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945 sampai sekarang, hampir 60 tahun berlalu.
Kita melangkah ke depan, menunggu sabar, bersiap-siap membuat barisan kita sendiri, TIDAK LAGI berdiri di sisi siapa-siapa.
Kita sekarang api! Kita sekarang laut!
Kita semua! Kau dan aku SATU ZAT SATU URAT
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar. DAN AKAN berlayar.
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh.
_Modifikasi tanpa ijin dari puisi PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO-nya Chairil Anwar, terinspirasi oleh pertanyaannya “oom wibie”:http://www.livejournal.com/users/amsterdamjunky “piye hasilnya kok masih gitu-gitu aja pemilu”_