We are the ones we have been waiting for. -Barack ObamaThis is me. Barack Obama, Presiden Amerika Serikat. Orang no 1 di negara paling dominan di planet ini saat ini.
Saya sibuk setiap harinya. Banyak urusan yang harus saya selesaikan. Dari masalah ekonomi hingga jaminan kesehatan. Dari masalah perusahaan pada bangkrut sampai perdamaian dunia.
Entah kenapa, rupanya saya harus ikut ngurusin semua itu. Mungkin karena kita perlu tempat mengadu, mungkin karena manusia perlu bersatu.
Jadi di sinilah saya, ngurusin semua itu.
Saya, Barack Obama, ayah saya Kenya, ibu saya Kansas. Kakek nenek saya dari Hawai.
Waktu kecil, saya tinggal di Jakarta, Indonesia. Di Menteng tepatnya.
Jakarta cuma jadi bayangan buat saya. Jadi setting background di foto-foto yang saya masih suka lihat, ketika saya kangen dengan ibu saya.
Tidak banyak yang saya ingat tentang Jakarta, umur saya 6 tahun waktu itu. Ada rumah, ada sekolah, ada kehidupan dan ada ibu. Tempat saya bertanya.
Saya kangen ibu saya, kangen untuk dipeluk dan ditenangkan waktu saya bertanya padanya, "Ma, kenapa saya berbeda dengan anak-anak lain di sekolah?"
Ibu saya bilang karena kamu istimewa, dan dia pandang saya, menguatkan saya.
Saya tidak sedih padahal, saya cuma ingin tahu, "Ma, dimana ayah kandung saya?", Saya suka dengan Papa Lolo Soetoro dan sayang dengan adik saya Maya Soetoro, tapi saya ingin tahu juga tentang ayah. Hanya ingin tahu.
Dan ibu akan bilang, suatu saat kamu akan tahu, suatu saat kamu akan mengerti.
Dan saya akan tersenyum, karena ibu juga tersenyum. Suatu saat saya akan mengerti dan saya percaya. Saya kan masih anak-anak waktu itu.
Empat tahun lamanya saya tinggal di Jakarta. Sejak saya pergi, tidak banyak yang saya tahu lagi tentang Indonesia.
Saya masih bisa bahasanya. Sedikit-sedikit. Saya masih hapal namanya. Dan dalam banyak kesempatan, saya masih sering teringat akan kehidupan kami saat itu.
Dan itulah dia. Kehidupan.
Kehidupan yang membawa saya ada di posisi ini sekarang. Kehidupan juga yang membawa ibu dulu tinggal di Jakarta.
Dan kini, kehidupan juga yang akan membawa saya kembali di Jakarta lagi.
Saya akan datang dengan pengawalan, dengan jabatan, dengan wartawan. Akan ada pidato, janji dan sensasi.
Akan banyak negosiasi, kepentingan dan seremoni. Itu pasti.
Tapi mudah-mudahan juga. Akan ada kesempatan untuk saya melihat lagi Jakarta. Untuk melihat lagi kehidupan kami yang dulu.
Untuk jalan di tempat saya berjalan dan berlari dulu. Untuk berkenalan dengan teman yang saya pernah kenal dulu.
Untuk mencium, bau yang pernah saya hirup dulu. Untuk makan, makanan yang pernah saya rasakan dulu.
Karena kali ini saya tidak hanya datang.
Kali ini juga. Saya.
Pulang.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Barack Obama, Presiden US ke 44 dijadwalkan untuk berkunjung ke Jakarta, Indonesia tanggal 20-22 Maret 2010.Ikut terus info terbaru tentang kehadiran beliau dan selama melakukan kunjungan bisa didapat dengan menjadi Fans di Facebook Page US Embassy Jakarta
Berikan sedikit rasa tentang "kehidupan" yang dulu Barack pernah rasakan, pilihkan makanan Indonesia apa yang perlu dia coba saat dia di Jakarta dengan memberikan vote di sini: Sarankan makanan untuk dicoba Presiden Obama!
Klik di sini untuk bergabung di Facebook Group Indonesia for Obama
Continue reading Coming Home.
Youth obsession with popularity — Nothing like a marketing exercise and a blog post to start a dialog about youth obsession with of popularity. Nice. #ririndumin (March 9, 2010 9:13 AM / comments)
"Popular opinion is the greatest lie in the world" kata Thomas Carlyle, sejarawan Inggris yang hidup di abad ke 19.
Datangnya dari orang kebanyakan, orang-orang biasa, yang kita lihat sehari-hari, tapi tidak pernah kita sentuh.
Karena siapa yang akan mendengar nasihat dari sang office boy saat kita bingung mau nonton special show yang mana di JavaJazzFest minggu ini, misalnya?
Atau pendapat dari sang tukang parkir tentang produk mobil paling canggih atau paling ramah lingkungan?
Opini populer karenanya adalah sebuah produk massal, seperti mie instant. Cepat saji, dengan rasa standar dan harga murah. Dan tidak baik jika dikonsumsi terus menerus.
Opini populer juga tidak peduli tentang mana yang benar dan mana yang betul. Opini populer memuja kesesaatan, simbol bala, dan air mata.
Keadilannya adalah keadilan yang populer, pemihakannya adalah pada insting kita yang paling kuno.
Itu kenapa sang jagoan bisa melanggar hukum dan James Bond bisa membunuh dengan izin.
Itu juga kenapa penjahat pasti buruk rupa dan sang putri pasti berakhir dengan sang pangeran di akhir cerita.
Karena sesaat, maka paketnya harus lengkap dan menghibur. Penampilan lebih penting daripada isi. Bungkus lebih menarik daripada substansi.
Karena sesaat. Maka kedalaman hanya buang-buang waktu. Durasinya hanya cukup mengisi ruang yang dangkal, tapi tetap full color, bahkan kalau bisa 3D.
Tapi begitu rendahkah opini populer? Bukankah popularitas berarti disukai oleh orang banyak? Dan apa yang disukai oleh orang banyak tidak bisa jelek.
Dan karena tidak bisa jelek, maka berarti BENAR (is right). Dan karena benar maka kita mencampurbaurkannya dengan BETUL (is true).
Dan oh begitu menyenangkan ketika kita populer. Menjadi populer membukakan pintu lebih banyak. Menjadi populer menghemat waktu untuk tidak menerangkan berulang kali.
Menjadi populer memberikan kebahagiaan bagi orang banyak. Membuat orang banyak menjadi lebih baik. Membuat orang banyak hidup DENGAN lebih baik. Lebih SUUPPEERRR.
Ririn Dumin misalnya. Ririn ingin jadi bintang. Karena menjadi bintang berarti menjadi populer.
Untuk menjadi bintang Ririn ngeblog dan memasang video-video amatir yang ia buat, memohon (dan bercerita) tentang keinginannya menjadi seorang bintang
Ririn seperti anak muda jaman sekarang, tidak pusing keliling kota atau ikut manggung di SMA-SMA
Ririn menggunakan Facebook dan Twitter untuk berpromosi. Kita bisa menjadi temannya atau fans-nya.
Kita bisa melihatnya dalam video minta di-casting atau saat Ririn menunjukkannya kebolehan ber-acting.
Tapi.
Justru itu.
Karena kemudian.
Begitu salahkah menjadi populer? Begitu salahkah kemudian ketika kita INGIN populer?
Begitu salahkah ketika anak-anak kita, lahir, menangis dan ingin menjadi peserta Indonesian Idol?
Hidup ini singkat. Jalani hidup dengan maksimal. Eksis, narsis, be populer.
Karena rupanya, menurut opini populer, menjadi populer juga berarti menjadi dicintai.
Karena rupanya, menjadi dicintai, adalah cita-cita kita semua, terutama cita-citanya Ririn Dumin.
Datangnya dari orang kebanyakan, orang-orang biasa, yang kita lihat sehari-hari, tapi tidak pernah kita sentuh.
Karena siapa yang akan mendengar nasihat dari sang office boy saat kita bingung mau nonton special show yang mana di JavaJazzFest minggu ini, misalnya?
Atau pendapat dari sang tukang parkir tentang produk mobil paling canggih atau paling ramah lingkungan?
Opini populer karenanya adalah sebuah produk massal, seperti mie instant. Cepat saji, dengan rasa standar dan harga murah. Dan tidak baik jika dikonsumsi terus menerus.
Opini populer juga tidak peduli tentang mana yang benar dan mana yang betul. Opini populer memuja kesesaatan, simbol bala, dan air mata.
Keadilannya adalah keadilan yang populer, pemihakannya adalah pada insting kita yang paling kuno.
Itu kenapa sang jagoan bisa melanggar hukum dan James Bond bisa membunuh dengan izin.
Itu juga kenapa penjahat pasti buruk rupa dan sang putri pasti berakhir dengan sang pangeran di akhir cerita.
Karena sesaat, maka paketnya harus lengkap dan menghibur. Penampilan lebih penting daripada isi. Bungkus lebih menarik daripada substansi.
Karena sesaat. Maka kedalaman hanya buang-buang waktu. Durasinya hanya cukup mengisi ruang yang dangkal, tapi tetap full color, bahkan kalau bisa 3D.
Tapi begitu rendahkah opini populer? Bukankah popularitas berarti disukai oleh orang banyak? Dan apa yang disukai oleh orang banyak tidak bisa jelek.
Dan karena tidak bisa jelek, maka berarti BENAR (is right). Dan karena benar maka kita mencampurbaurkannya dengan BETUL (is true).
Dan oh begitu menyenangkan ketika kita populer. Menjadi populer membukakan pintu lebih banyak. Menjadi populer menghemat waktu untuk tidak menerangkan berulang kali.
Menjadi populer memberikan kebahagiaan bagi orang banyak. Membuat orang banyak menjadi lebih baik. Membuat orang banyak hidup DENGAN lebih baik. Lebih SUUPPEERRR.
Ririn Dumin misalnya. Ririn ingin jadi bintang. Karena menjadi bintang berarti menjadi populer. Untuk menjadi bintang Ririn ngeblog dan memasang video-video amatir yang ia buat, memohon (dan bercerita) tentang keinginannya menjadi seorang bintang
Ririn seperti anak muda jaman sekarang, tidak pusing keliling kota atau ikut manggung di SMA-SMA
Ririn menggunakan Facebook dan Twitter untuk berpromosi. Kita bisa menjadi temannya atau fans-nya.
Kita bisa melihatnya dalam video minta di-casting atau saat Ririn menunjukkannya kebolehan ber-acting.
Tapi.
Justru itu.
Karena kemudian.
Begitu salahkah menjadi populer? Begitu salahkah kemudian ketika kita INGIN populer?
Begitu salahkah ketika anak-anak kita, lahir, menangis dan ingin menjadi peserta Indonesian Idol?
Hidup ini singkat. Jalani hidup dengan maksimal. Eksis, narsis, be populer.
Karena rupanya, menurut opini populer, menjadi populer juga berarti menjadi dicintai.
Karena rupanya, menjadi dicintai, adalah cita-cita kita semua, terutama cita-citanya Ririn Dumin.
Indonesia Adoption Law — and other countries, compiled by Department of States, US (January 29, 2010 8:57 AM / comments)
2009 in numbers: 126m blogs, 27.3m tweets/day, 350m FB members — and did you know 81% from 90 trillion email sent in 2009 was spam? (January 25, 2010 7:07 AM / comments)
Bill Gates is blogging — after start tweeting a few days ago, @billgates can't just stop there, right? (January 21, 2010 11:50 PM / comments)
Indonesia is Facebook 2nd fastest growing countries — More interesting Facebook stats inside (January 21, 2010 11:32 PM / comments)
Blogger Indonesia
<font size="6">Lost in Punch-Drunk Adaptatio
• '
• *) Unser Zuhause
• - pages of my life -
• .. Minda Indra ..
• ...
• ... di sela-sela gegas gesa
• ..:: a n o m a l i ::..
• ..:=Dunia Kecil=:..
• ..tera di sesela gegas-gesa
• .: comel :.
• .::Almost 25::.
• :: Ipul Anwar | Blog Pencerahan Asli Indonesia Blogger ::
• :::: my blog.packer journal ::::
• ::brain of D::
• ::my days::
• ::s i m p l i c i t y::
• [ Dunia di Musim Hati ] :: sajak-sajak Agung Yudha
• [ endhoot ]
• [ ivo setyadi ]
• [Pensil Patah]
• [waterflow] perahu kertas
• A journal of a not-superman human...
• aaqq.net
• Academic Works
• adinoto's blog
• Admin Juga Manusia 2.0 (tm)
• ALbelly | .SLacKBLoG
• Andreas Harsono
• Andry S Huzain
• ANGELINA SONDAKH's diary...
• Anjar Priandoyo
• Anymatters
• ARAZEVA
• Arif Kurniawan as Bangaiptop
• Arif's Scrapbook
• Assyaukanie.com
• balance towards zero point
• bambumuda
• BananaTalk
• Basa-Basi
• Benny Chandra dot com
• Beranda t4 Berbagi
• Betti Alisjahbana's Journal
• Bianglala
• bleu
• Blog ini sudah pindah ke http://www.nexusnexia.com
• blog.sepatumerah.net
• blog@indosiar.com, tiatira.Blog.Indosiar.Com On Indosiar.com
• The Bloginning
• blognya roi
• bloGombal
• blogombal
• bLub : "Sailing to My Green World"
• Braunschweiger
• Budiono Darsono
• BudiPutra.com
• C E R I T A
• cabe merah
• Cafe kecil di sudut jalan ...
• café salemba
• Caranita Says, "Bla... Bla.. Bla!"
• catatan ::: In The Line :::
• Catetannya Wongiseng
• Catur PW.Com
• celebrating life
• chibialfa can't draw
• Chipping in
• CopyPaste: My Online Scrapbook (blog formerly known as 'Helpless
• Coret Moret Amal
• Daily Lesson
• the Days After
• Delicate, Delightful, Delicious
• di pelipir zaman
• Di Sini
• Dian Sastrowardoyo
• diary of golda
• Diggin' my scene!
• DuckTale: Inside the mind of a LadyDucky
• Dunia Baru
• envision
• Escape to Fool's Paradise
• Everything is a Cycle
• EwinK's Trip
• fast on the slow lane
• The Fool Has Landed
• for a moment
• Gerakan Bawah Tanah - Mr. GBT
• godote's blog
• gombalkliping
• got sound?
• Gravitasi Hidup
• hagihagi
• Hear no chickens, see no chickens, talk no chickens - Home
• http://abednego.blogsome.com/feed/
• hujanpoyan
• i wrote the markup!
• IkramPutra
• Iman Brotoseno
• Inside Wicak Hidayat
• ISLAM AND POLITICS
• istri bawel
• It's My Life
• JaF's The Name
• Jakartass
• Jalan Setapak
• JalanSutera.com™
• Jay adalah Yulian
• Jonru &amp; Friends
• The Journal
• JOURNAL: Jim Geovedi
• Julius Sirait
• Just Other Stories About Freedom
• Kata Rangga
• Kelinci Putih
• Kita berempat
• koeaingdiandjingkeunsiah!
• Kumpulan Catatan
• Kuncoro++
• Lacsar's Nest
• Lady in Red
• the land of the tall green grass
• larger than life
• Le blog d'Ayu
• The Legend of Disposable Hero
• Lembaran Perjalanan
• Life in Blue Color
• Life in The Land of Pharaoh
• life's like this - avianto's journal
• lindies divulge
• Living In The Fast Lane
• loucee says...
• Manusia Kita
• Martin Manurung
• mas Fahmi v2.5
• MATA, TELINGA, KEPALA dan HATI... "Wulan Guritno" ...
• Me, Me, Me
• menapaki ruang
• Misnomer: Today, it's gonna be a good (hair) day.
• Moyas Page
• Muli's Commune
• muslimah, rawinaw.Blog.Indosiar.Com On Indosiar.com
• My Faith in Chaos
• My Hideaway
• my own blog
• My-So-Called-Jomblo-Life
• n o e g o b l o g !
• nan tak (kalah) penting
• Negeri Senja
• Neny Goes to Amrik!
• Netcrawler
• nikiwisa
• Nofie Iman
• Not a trader, just an investor
• not so egg-nymore
• noTrash
• O - reflections - C
• Obat untuk penghibur hatimu
• Oggy Permadi
• Once Upon a Weblog
• one step ahead
• The Orange Network
• Otak-otak
• P U I S I
• Pataka WebLOG
• pecas ndahe
• Permagnus.com
• petit garcon
• Pidi Baiq //// Babi Oil Oh Nguik Crot Crot Institute
• Pojok Hablayku...
• Pongkilicious WebLog
• priska the pirate
• Priyadi's Place
• punya glenn
• Puspini's Book of Laughter and Forgetting
• Re:thinking Marketing
• richoz
• richoz
• Ridwan Sanjaya - Artikel Internet
• RomiSatriaWahono.Net
• ronny.haryan.to
• Rony's Blog
• Rumah Kecil
• Rumah Tulisan
• S. P. S. S.
• saljudiparis | catatan iseng-iseng
• The Satrianto Show!
• Satrio Arismunandar - buat para rajawali dan pengembara sejati .
• Satya Witoelar
• Saylow's Blog
• SCHNEEFLOCKEN
• see through me
• serenity lounge
• Simplicity
• sLesTa [dot] com
• soaring into inevitable beauty...
• Somewhere beyond the shore
• Soulful Lady
• Spitting the world politely
• Stania's Blog: This is not my life story
• Stay Hungry. Stay Foolish.
• suami blog
• Suara Belakangan
• suara hati lilin
• The Sundanese Tragedy
• SUSAH TIDUR DOT COM
• Syahrani's Weblog - "Alive or Just Breathing?"
• t . e . m . a . n . . b . a . i . k
• Tacoen Hypertexted
• things left unsaid
• This is chibi's old jpg. journal
• Tiara Lestari's Personal Journal
• to rock, not to roll !
• Treespotting
• Uneg-Uneg
• Unspun
• Village of Lost
• Vipertongue
• w a d e h e l
• Watung Blog
• Weak Ties
• Why Blog?
• Why Don't You Act Now?
• Windede dot Com
• WISNUARYOSETIO
• The World of Ime' ;)
• www.indrani.net
• {chrysalic v 5.0}
• ~berbagi kisah~
Blog Bertopik
#direktif
• 'Sarapan Ekonomi,
• ASI Terbaik untuk Bayi
• Bale Bengong
• Bandung Cantik
• Bandung High-Tech Valley
• Bandung Photobloggers
• Bandung's Waste
• Batak News - Jarar Siahaan - Penulis dari Balige Kabupaten Toba
• Beasiswa Indonesia
• berita dari kampus ITB
• Bertanya atau Mati!
• Betul-Betul Berita Bohong
• Bicararumah.com
• bitra-language-page
• Blog Jurnalisme
• Blog Lingkungan Ekonomi Bisnis Indonesia
• Blog Pemilu 2004
• Blog Tempo Interaktif
• BogorWatch
• Boulevard's Blog
• Catatan Pinggir
• Chicklit INA asli
• Comicstrip, Linux, Ruby and Chicken's Life.
• DailySocial
• Dayak Update
• DEAD TIME: KALA, a film by Joko Anwar: the director's Blog
• Deathrockstar.info
• detikINET Open Virtual Lab.
• digital marketing journal
• Dongeng Geologi
• DONT ASK ME TO SHUT UP
• Everything Indonesia
• garing+basi: kalau anda senyum bahkan ketawa berarti kami gagal
• Gen Kanai weblog
• Geografiana Blog
• Gizi dan Kuliner by Budi
• Gosip Kita
• Ilmu Hacking
• Imagi Bandung - The Daily Photo
• IMID > Internet Marketing Indonesia
• Indonesia Anonymus
• Indonesia Art News Agency
• Indonesia Buku
• Indonesia Matters
• INDONESIA'S URBAN STUDIES
• Indonesian Fashion Spot! » Blog Index
• INTELIJEN INDONESIA
• Internet Business, Strategy & Marketing Indonesia
• Jakarta Social Blog
• jangan percaya
• Jaringan.Info
• The Journal Of Persib Bandung Today
• THE KAMPRET SHOW's Site
• Kantor Berita
• KELOLA!!
• KEMENTERIAN DESAIN REPUBLIK INDONESIA
• Kritisisme Media: AG. Eka Wenats Wuryanta
• kumpulan-cerpen
• labelGombal
• The Life of Good Eaters
• Lingkungan Ekosistem Pesisir
• Mainly Science
• Media Ide
• Media Konsumen
• Nguping Jakarta
• NolBuku
• Pernak Pernik Jakarta dan Sekitarnya
• Perspektif Online - Wimar Witoelar
• Polisi oh Polisi
• projekt-heterologia
• Resepedia: Kumpulan Review Resep Masakan dan Culinary
• Resepedia: Kumpulan Review Resep Masakan dan Culinary
• sejarah kita
• Semantic Web & Web 2.0
• Sembarang.com
• Sinema Indonesia
• Stop Dreaming Start Action | Wirausaha :: Berbagi Pengalaman dan
• Suparman & Ibab
• Tausyiah275
• teenminutes
• teknoblogia
• Tukang Koran
• Viskosa Online
• wetiga.com
• whodoyouthinkheare
• WSAB
• XL-mania
Komunitas Blogger
2 tahun BloggerNgalam (2007-2009)
• Aceh Blogger Community
• Angkringan.Or.Id
• Bali Blogger Community - mai ngeblog pang sing belog
• Bandung Blog Village. Weblog Community
• Bandung Kota Blogger
• Blogger SUMUT
• BLoggerUB.com
• Borneo Blogger Community
• id-GMail
• id-GMail
• Indonesian Expatriates Forum
• Komunitas Blogger Makassar
• Kotareyog
• Loenpia dot net | Komunitas Blogger Semarang
• Merdeka.or.id
• Muslimblog 2.0
• Planet Singapura
• Planet Terasi
• TuguPahlawan.Com
• WongKito










