Sedikit Cerita Tentang GVO Summit di London

Aside

_Mumpung masih di tahun yang sama :)_

Reuters HQ Building, Canary Wharf, London

Seperti di cerita “posting sebelumnya”:http://enda.goblogmedia.com/global-voices-2005-london-summit.html, tgl 10 Desember kemaren gue mendapat kesempatan untuk diundang dan mengikuti Summit ke dua dari “Global Voices Online”:http://cyber.law.harvard.edu/globalvoices yang mana merupakan projek dari “Berkman Center for Internet & Society”:http://cyber.law.harvard.edu/home/, fakultas Hukum Universitas Harvard, Amerika.
Summitnya yang kedua dilaksanakan di Kantor Pusat “Reuters”:http://www.reuters.com, di London, hampir tepat setahun setelah ide pembentukan dari Global Voices ini dicetuskan.
Kurang lebih 80 orang hadir kebanyakan blogger dari berbagai belahan dunia ditambah lagi beberapa orang dari NGO dan mainstream media.
 

With the name card

Di kesempatan ini gue sempat berkenalan langsung dan bercakap-cakap dengan “Jeff Ooi”:http://jeffooi.com/ blogger dari Malaysia, “Bun Tharum”:http://tharum.blogspot.com/ blogger Cambodia dan juga “Beth Kanter”:http://beth.typepad.com/ yang ngeblog ttg Cambodia, “Dina Mehta”:http://radio.weblogs.com/0121664/ blogger dari India, “Mohamed Marwen Meddah”:http://www.subzeroblue.com/ dan “Eman Abu-Khadra”:http://aquacool.blogspot.com/ pasangan suami istri dari Tunisia.
“Pat Hall”:http://ruphus.com/blog/ dengan Blogamundo projeknya, yang mencoba membuat _social translation tool_ (belum launch), “Ory Okolloh”:http://www.kenyanpundit.com/ blogger Kenya, “Jordan Seidel”:http://www.pol-blog.blogspot.com/ blogger dari Polandia, “Roba Al Assi”:http://andfaraway.blogspot.com/ blogger dari Yordania, Roby Alampay dari “South East Asian Press Association”:http://www.seapabkk.org/ yang berbasis di Bangkok dan “Boris Anthony”:http://bopuc.levendis.com/weblog/ yang ngurusin Web GVO
Selebritis blogger, “Robert Scoble”:http://scobleizer.wordpress.com/ dari Microsoft juga hadir di sesi siang dan “Dan Gillmor”:http://bayosphere.com/blog/dangillmor pengarang ?We the Media? yang mana gue “berhasil foto bareng”:http://flickr.com/photos/enda/74075179/in/set-1618677/ hehe.
Dan tentunya ketemu dan kenalan dengan “Rebecca MacKinnon”:http://rconversation.blogs.com/rconversation/ dan “Ethan Zuckerman”:http://www.ethanzuckerman.com/blog yang mendirikan GVO ini.
Tujuan summit ini tentunya selain evaluasi satu tahun projek ini sudah berjalan juga untuk membahas apa yang perlu dilakukan kedepan dalam kaitannya dengan membangun komunitas blog di masing-masing negara.
Gue rasa sih salah satu tujuan summit juga buat berkenalan langsung secara pribadi _face to face_, sedang proyek lanjutan, koordinasi dan lain sebagainya toh bisa melalui Internet. Kalo udah ketemu kan lebih gampang.
Diskusi berlangsung seru dan intens dalam 4 session, yang bawa laptop ngeluarin laptopnya [thanks to reuters ada WiFi di ruangan], laporan langsung dan ambil “foto-foto”:http://flickr.com/photos/tags/globalvoices/ yang langsung di upload ke flickr.

summit on going

Sayang acaranya cuma satu hari, dan seperti ide yang tercetus saat summit berlangsung, harusnya kita punya kesempatan untuk memecah diri dan mendiskusikan masing-masing masalah/ide dalam kelompok-kelompok kecil. _Well maybe next year. :)_
Beberapa hal yang gue dapet dari summit tersebut:
* _Belum pernah gue ngerasa blog dianggap seserius ini :)._ Ga ada lagi phase harus nerangin, oh blog itu ini loh dan ini bukan trend (!). Satu ruangan, hampir semua blogger dan semua menyadari potensi kekuatan media baru ini. Ini pertama kalinya seumur hidup gue ngeblog. Mungkin next time kita kopdar, atau blogger Indonesia ngumpul, kita bisa nyadarin kekuatan baru yang ada dalam _alat_ yang kita kuasai ini.
* _Mainstream media yang ngerti menyadari hal diatas._ Itu kenapa Reuters berepot-repot nyediain ruangannya di hari Sabtu buat dipake. Media Inggris lain juga hadir di ruangan, “BBC”:http://www.bbc.co.uk/ dan “The Guardian”:http://www.guardian.co.uk/ dengan tekun ngikutin dan ikut menyumbang dalam diskusi. _Media di Indonesia_ mau ikut take notice?
* Ada diskusi tentang persaingan antara jurnalis dan media yang ujungnya berkesimpulan, masing-masing pihak bisa saling berkontribusi satu sama lain. Blogger butuh jurnalis dan jurnalis butuh blogger. Blogger adalah alternatif sumber informasi lain dengan potensi luar biasa. Blogger ga punya _resouces_ besar untuk melakukan _indepth investigation_ atau melawan tuntutan hukum mungkin, tapi punya kebebasan lebih dalam merilis informasi yang dia punya.
* _Ada 10 juta pengguna Internet di Indonesia, tapi estimasi jumlah blogger Indonesia cuma sekitar 10 ribu._ Baru 0.1% jumlah blogger di Indonesia. Masih banyak banget potensi blogger Indonesia bisa berkembang, apakah dengan dukungan media, apakah dengan penyebaran informasi lebih banyak tentang _blogging_ atau dengan penyebaran panduan membuat blog/alat membuat blog yang lebih mudah (dalam bahasa Indonesia)
Dan sehubungan dengan kasus “Herman Saksono”:http://hermansaksono.blogspot.com/ terakhir, akan lebih mudah kalo memang blogger Indonesia punya semacam asosiasi serius dengan dukungan tim legal dll. Supaya blogger lebih terlindungi.
_Tapi sebelum itu, kalo ga salah ada temen yang janji nih mau merilis sebuah projek blog yang bisa ngasih gambaran lebih jelas tentang kondisi dan perkembangan blogger, apakah jumlahnya, apakah kualitasnya di Indonesia [hehehe, ditunggu, dan kalo perlu bantuan, siap ngebantu]_
Habis sehari summit itu, besok dan lusanya tentu gue jalan-jalan di London :p. Ternyata London ga sedingin yang gue bayangin. Makasih buat “Aditya Pradana”:http://360.yahoo.com/profile-nZ42cxE6dLZOCoH9zgUyguud di Nottingham yang udah nganterin jalan-jalan dan jadi fotografer pribadi selama di London. 🙂 Juga buat “Ndun”:http://mementoes.blogspot.com/ dan “Mira”:http://www.friendster.com/user.php?uid=5642079 untuk infonya serta buat “keluarga Abednego”:http://abednego.blogsome.com/ di Bangkok buat supportnya. 🙂
Terakhir tentu ga usah diucapin lagi buat Nita dan Gala, papanya pergi lima malem ya Ga? Makasih ya papanya udah boleh pergi. 🙂
Foto-foto selama di London, bisa dilihat di sini: “Flickr London Set”:http://flickr.com/photos/enda/sets/1618677/
Ringkasan hasil GVO Summit bisa dibaca di posting oleh Rebecca di sini: Global Voices Summit: “Emergence of a Conversation Community”:http://cyber.law.harvard.edu/globalvoices/2005/12/13/global-voices-summit-emergence-of-a-conversation-community/
Dan kalo berminat mendengar diskusi selama summit, bisa download file mp3 [podcast] di sini: “session 1”:http://cyber.law.harvard.edu/globalvoices/2005/12/15/podcast-global-voices-summit-session1/, “session 2”:http://cyber.law.harvard.edu/globalvoices/2005/12/15/podcast-global-voices-summit-session2/, session 3 “[part1]”:http://cyber.law.harvard.edu/globalvoices/2005/12/15/podcast-global-voices-summit-session-3-part-1/ “[part2]”:http://cyber.law.harvard.edu/globalvoices/2005/12/15/podcast-global-voices-summit-session-3-part-2/, session 4 “[part1]”:http://cyber.law.harvard.edu/globalvoices/2005/12/15/podcast-global-voices-summit-session-4-part-1/ “[part1]”:http://cyber.law.harvard.edu/globalvoices/2005/12/15/podcast-global-voices-summit-session-4-part-2-2/
_Gue ngomong di session 3 tapi jangan di denger malu! heheheh_

Global Voices 2005 London Summit

Aside

GV-London05.png

_We believe in free speech: in protecting the right to speak — and the right to listen. We believe in universal access to the tools of speech… –Global Voices Manifesto_
Kalo semua lancar insya Allah, besok tengah malem gue akan berangkat direct flight dari *Bangkok* ke *London* buat menghadiri rapat tahunan ke dua dari “Global Voice Online”:http://cyber.law.harvard.edu/globalvoices. 🙂
GVO 2nd summit ini yang mana akan diadakan di kantor pusat “Reuters”:http://today.reuters.com/news/default.aspx, pada hari Sabtunya, 10 Desember di daerah “Canary Wharf”:http://en.wikipedia.org/wiki/Canary_Wharf.
Global Voice Online adalah proyek non-profit dari “Berkman Center for Internet & Society”:http://cyber.law.harvard.edu/home/ di Harvard Law School. Di co-founded bersama oleh “Ethan Zuckerman”:http://www.ethanzuckerman.com/blog/ dan “Rebecca MacKinnon”:http://rconversation.blogs.com/rconversation/
Dimana dengan dilandasi kesadaran bahwa begitu banyak “suara” yang muncul di dunia ini, dipacu dengan kemajuan teknologi dan Internet khususnya BLOG, maka sudah sepatutnyalah jarak bahasa yang memisahkan “percakapan” ini mulai sedikit demi sedikit diperdekat.
Global Voice Online karenanya mencoba memposisikan diri sebagai jembatan antara sekian banyak blogosphere di dunia ini. Supaya _setiap suara_ terdengar.
Sebagai kontributor untuk Indonesian Blogosphere di Global Voice Online, adalah kehormatan tersendiri buat gue untuk di undang dan mendapat dukungan biaya perjalanan dan akomodasi untuk hadir di summit ini.
Terutama karena gue belum bergabung begitu lama [baru sejak September], baru “posting beberapa kali”:http://cyber.law.harvard.edu/globalvoices/author/enda/ dan cukup _surprise_ karena saat bergabung gue ga tau bakal ada summit seperti ini.
Anyway, gue cukup excited untuk pergi secara ini pertama kalinya gue ke London. Mudah-mudahan London ga terlalu dingin, summitnya diperkirakan bakal asik dan dijadwalkan beberapa celebrity blogger akan hadir seperti “Robert Scoble”:http://scobleizer.wordpress.com/, Microsoft Blogger, “Hugh Macleod”:http://www.gapingvoid.com [Gapingvoid] Founding developer Blog Engine “WordPress”:http://wordpress.org, “Matthew Mullenweg”:http://photomatt.net/ juga pengarang “?We the Media?”:http://wethemedia.oreilly.com/, “Dan Gillmor”:http://bayosphere.com/blog/dangillmor (“list lengkap attendees”:http://cyber.law.harvard.edu/globalvoices/global-voices-2005-london-summit/global-voices-2005-attendees/)
Sayang untuk kali ini cuma berangkat sendiri [_mudah-mudahan nanti bisa pergi bareng ya hon, gala_ :)], dan mudah-mudahan semua lancar sampe pulang lagi ke Bangkok.
Gue bakal ngeblog, cerita, “foto-foto”:http://www.flickr.com/photos/enda/ tentang summit dan perjalanan gue ini disini: “Enda’s GVO 2005 London Summit”:http://gvo2005london.blogspot.com/
Gue juga minta doa restu dari semuanya [hihi kayak naek haji] dan bermanfaat perjalanan ini, ga cuma buat gue aja tapi juga buat dunia blog Indonesia.
Terakhir, secara yg baru pertama ke London, dan dalam kata-katanya Joey Tribbiani di Friends Season 4 Finale: _It’s London Baby!_ :p
 
*Lebih banyak tentang GVO:*
* Info lengkap tentang the summit: “Global Voices 2005 London Summit”:http://cyber.law.harvard.edu/globalvoices/global-voices-2005-london-summit/
* “About Global Voice Online”:http://cyber.law.harvard.edu/globalvoices/top/about-global-voices/
* “Global Voice Online Manifesto dalam Bahasa Indonesia”:http://cyber.law.harvard.edu/globalvoices/wiki/index.php/GVC/0.2/id

Pertanyaan

Aside

pertanyaan.jpg

_”I refuse to answer that question on the grounds that I don’t know the answer” –Douglas Adams_
Punya anak tentu mengubah banyak hal. Diantara banyak hal itu salah satunya yang kepikiran sama gue adalah bagaimana secara otomatis otak si ayah dan ibu memasukkan faktor anak dalam semua pertimbangan dan keputusannya sekarang.
Setiap hal yang kira-kira ada di depan mata dipersiapkan dan dibayangkan.
Bagaimana nanti kalo dia sudah besar? Apa yang akan dia suka? Yang dia tidak suka? Bisa ga nanti dia diatur? Akan aman ga nyimpen DVD-DVD lagi di rak bawah?
Dan banyak persiapan, pertanyaan dan bayangan lagi yang muncul. _Yes, some are concerns, but mostly happy thoughts_ hehe.
Kalo buat gue, diantara banyak persiapan menghadapi Gala besar nanti, adalah bagaimana menyiapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin dia tanyakan.
Pertanyaan-pertanyaan besar. _BIG-LIFE-CHANGING-QUESTIONS_.
Bagaimana menjawabnya. Bagaimana menerangkannya.
Gue yakin para bapak-bapak yang udah lebih berpengalaman pasti udah biasa ditanyain anak-anaknya. Cuma daripada nanti gue bisa jawab _”Tanya aja sama mama!”_ dari sekarang gue udah mereka-reka kira-kira jawaban gue bakal seperti apa, sudut pandangnya dari mana, se-elaborate apa kedalaman bahasannya, dan misalnya apa gue akan memberi jawaban pasti atau gue cuma akan memberi _hint-hint_ aja dan membiarkan dia mencari kesimpulan sendiri.
Hal-hal semacam itulah.
Untuk pertanyaan “ringan” gue akan menggantungkan diri pada kemampuan gue berimprovisasi aja, jadi gue cuma mempersiapin jawaban buat pertanyaan-pertanyaan yang “penting-penting” aja, seperti:
_*Kenapa ada bayi?*_
_Gini Ga, hampir semua spesies di dunia ini terdiri dari dua jenis kelamin, yaitu jantan dan betina. Masing-masing kelamin dibedakan oleh alat kelaminnya. Di spesies kita manusia kita menyebutnya Laki-Laki untuk mereka yang berkelamin jantan dan Perempuan untuk yang berkelamin betina._
_Dua jenis kelamin ini dibutuhkan agar setiap spesies bisa melakukan proses reproduksi, agar spesies ini tetap langgeng, karena kita memiliki periode waktu hidup yang terbatas. Proses reproduksi yang melibatkan dua jenis kelamin inilah yang menghasilkan sebuah mahluk baru dengan spesies yang sama._
_Mahluk baru ini yang kita sebut bayi._
_Jadi kesimpulannya, bayi datang karena manusia tidak hidup selamanya._
 
_*Kenapa ada orang miskin?*_
_Gini Ga, pertama kita harus tau apa definisi miskin tadi. Secara sederhana kita bisa definisikan bahwa miskin berarti kekurangan. Ini adalah hal yang lucu karena dengan teknologi yang sudah kita, sebagai spesies capai, sebenarnya sumber daya untuk memenuhi kebutuhan manusia sudah berlebih._
_Karena itu penyebab kemiskinan adalah bukannya tidak ada benda untuk dikonsumsi, tapi akses terhadap benda-benda ini yang secara sengaja dan tidak sengaja dibuat terbatas dan dibatasi._
_Ini terjadi karena KATANYA persaingan diantara manusia itu bagus untuk seluruh umat manusia, dan yang namanya persaingan akan selalu menghasilkan mereka yang menang dan mereka yang kalah._
_Jadi kesimpulannya, kemiskinan adalah buatan manusia sendiri, dan keberadaannya sampai sekarang karena sengaja diadakan._
 
_*Tuhan itu apa?*_
_Gini Ga, Tuhan adalah sebuah konsep yang mengatakan bahwa ada seorang Pencipta yang menciptakan seluruh isi alam semesta ini. Alam semesta sendiri adalah sebuah ruang yang sangat luas hingga berada di luar imajinasi kita untuk membayangkannya._
_Celakanya, tidak ada buku panduan dan _howto’s_ yang menerangkan kenapa alam semesta ini ada. Pengetahuan yang kita kumpulkan sampai sekarang juga belum bisa menjelaskan hal ini, terciptanya alam ini aja kita baru mengira-ngira dan masih diperdebatkan._
_Begitu dashyatnya alam semesta ini hingga manusia berasumsi bahwa PASTI ADA maksudnya kenapa alam ini muncul disini. Pasti ada maksudnya, pasti ada yang membuat._
_Jadi Tuhan itu adalah ketidaktahuan, Ga._
 
Sampai disini, gue harus berenti dan merasa ga sanggup lagi jadi seorang ayah yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan anaknya. Untung gue melihat sebuah sisi cerah dari masalah yang _akan_ gue hadapi ini dari *pengalaman gue sendiri* waktu kecil.
RASANYA YAA, rasanya nih, gue waktu kecil dulu ga pernah nanya pertanyaan-pertanyaan seperti itu. :p
Pertanyaan gue paling cerdas waktu kecil biasanya melibatkan permintaan untuk dibeliin buku atau maenan, dan dalam format seperti ini:
_”Beliin ITU boleh ya bu? Ya bu? YA BU? Yabu yabu? Yabuya? buyabuyabuyabuyabuyabuyabuyabuyabuyabuyaaaaaaaaa?”_
Dan rasanya gue inget jawabannya dulu juga ga ribet-ribet amat. 😀
Jadi dari situ gue berasumsi kalo nanti anak gue juga ga akan mengajukan pertanyaan yang susah-susah amat.
Dan lagi, kalo emang iya dia nanya pertanyaan yang begitu mengagetkan sampe gue ga bisa jawab, gue punya jawaban ampuh buat dia. _One answer to answer them ALL!_
_”Papa, Tuhan itu apa?”_
_”Tanya aja sama mama sana!”_
:p