Pertanyaan

pertanyaan.jpg

_”I refuse to answer that question on the grounds that I don’t know the answer” –Douglas Adams_
Punya anak tentu mengubah banyak hal. Diantara banyak hal itu salah satunya yang kepikiran sama gue adalah bagaimana secara otomatis otak si ayah dan ibu memasukkan faktor anak dalam semua pertimbangan dan keputusannya sekarang.
Setiap hal yang kira-kira ada di depan mata dipersiapkan dan dibayangkan.
Bagaimana nanti kalo dia sudah besar? Apa yang akan dia suka? Yang dia tidak suka? Bisa ga nanti dia diatur? Akan aman ga nyimpen DVD-DVD lagi di rak bawah?
Dan banyak persiapan, pertanyaan dan bayangan lagi yang muncul. _Yes, some are concerns, but mostly happy thoughts_ hehe.
Kalo buat gue, diantara banyak persiapan menghadapi Gala besar nanti, adalah bagaimana menyiapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin dia tanyakan.
Pertanyaan-pertanyaan besar. _BIG-LIFE-CHANGING-QUESTIONS_.
Bagaimana menjawabnya. Bagaimana menerangkannya.
Gue yakin para bapak-bapak yang udah lebih berpengalaman pasti udah biasa ditanyain anak-anaknya. Cuma daripada nanti gue bisa jawab _”Tanya aja sama mama!”_ dari sekarang gue udah mereka-reka kira-kira jawaban gue bakal seperti apa, sudut pandangnya dari mana, se-elaborate apa kedalaman bahasannya, dan misalnya apa gue akan memberi jawaban pasti atau gue cuma akan memberi _hint-hint_ aja dan membiarkan dia mencari kesimpulan sendiri.
Hal-hal semacam itulah.
Untuk pertanyaan “ringan” gue akan menggantungkan diri pada kemampuan gue berimprovisasi aja, jadi gue cuma mempersiapin jawaban buat pertanyaan-pertanyaan yang “penting-penting” aja, seperti:
_*Kenapa ada bayi?*_
_Gini Ga, hampir semua spesies di dunia ini terdiri dari dua jenis kelamin, yaitu jantan dan betina. Masing-masing kelamin dibedakan oleh alat kelaminnya. Di spesies kita manusia kita menyebutnya Laki-Laki untuk mereka yang berkelamin jantan dan Perempuan untuk yang berkelamin betina._
_Dua jenis kelamin ini dibutuhkan agar setiap spesies bisa melakukan proses reproduksi, agar spesies ini tetap langgeng, karena kita memiliki periode waktu hidup yang terbatas. Proses reproduksi yang melibatkan dua jenis kelamin inilah yang menghasilkan sebuah mahluk baru dengan spesies yang sama._
_Mahluk baru ini yang kita sebut bayi._
_Jadi kesimpulannya, bayi datang karena manusia tidak hidup selamanya._
 
_*Kenapa ada orang miskin?*_
_Gini Ga, pertama kita harus tau apa definisi miskin tadi. Secara sederhana kita bisa definisikan bahwa miskin berarti kekurangan. Ini adalah hal yang lucu karena dengan teknologi yang sudah kita, sebagai spesies capai, sebenarnya sumber daya untuk memenuhi kebutuhan manusia sudah berlebih._
_Karena itu penyebab kemiskinan adalah bukannya tidak ada benda untuk dikonsumsi, tapi akses terhadap benda-benda ini yang secara sengaja dan tidak sengaja dibuat terbatas dan dibatasi._
_Ini terjadi karena KATANYA persaingan diantara manusia itu bagus untuk seluruh umat manusia, dan yang namanya persaingan akan selalu menghasilkan mereka yang menang dan mereka yang kalah._
_Jadi kesimpulannya, kemiskinan adalah buatan manusia sendiri, dan keberadaannya sampai sekarang karena sengaja diadakan._
 
_*Tuhan itu apa?*_
_Gini Ga, Tuhan adalah sebuah konsep yang mengatakan bahwa ada seorang Pencipta yang menciptakan seluruh isi alam semesta ini. Alam semesta sendiri adalah sebuah ruang yang sangat luas hingga berada di luar imajinasi kita untuk membayangkannya._
_Celakanya, tidak ada buku panduan dan _howto’s_ yang menerangkan kenapa alam semesta ini ada. Pengetahuan yang kita kumpulkan sampai sekarang juga belum bisa menjelaskan hal ini, terciptanya alam ini aja kita baru mengira-ngira dan masih diperdebatkan._
_Begitu dashyatnya alam semesta ini hingga manusia berasumsi bahwa PASTI ADA maksudnya kenapa alam ini muncul disini. Pasti ada maksudnya, pasti ada yang membuat._
_Jadi Tuhan itu adalah ketidaktahuan, Ga._
 
Sampai disini, gue harus berenti dan merasa ga sanggup lagi jadi seorang ayah yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan anaknya. Untung gue melihat sebuah sisi cerah dari masalah yang _akan_ gue hadapi ini dari *pengalaman gue sendiri* waktu kecil.
RASANYA YAA, rasanya nih, gue waktu kecil dulu ga pernah nanya pertanyaan-pertanyaan seperti itu. :p
Pertanyaan gue paling cerdas waktu kecil biasanya melibatkan permintaan untuk dibeliin buku atau maenan, dan dalam format seperti ini:
_”Beliin ITU boleh ya bu? Ya bu? YA BU? Yabu yabu? Yabuya? buyabuyabuyabuyabuyabuyabuyabuyabuyabuyaaaaaaaaa?”_
Dan rasanya gue inget jawabannya dulu juga ga ribet-ribet amat. 😀
Jadi dari situ gue berasumsi kalo nanti anak gue juga ga akan mengajukan pertanyaan yang susah-susah amat.
Dan lagi, kalo emang iya dia nanya pertanyaan yang begitu mengagetkan sampe gue ga bisa jawab, gue punya jawaban ampuh buat dia. _One answer to answer them ALL!_
_”Papa, Tuhan itu apa?”_
_”Tanya aja sama mama sana!”_
:p