Tentang Mahluk Introvert

introvert.jpg

_Introverts is a minority in the regular population but a majority in the gifted population.” –Jonathan Rauch_
Waktu *Jonathan Rauch* menulis artikel dengan judul “Caring for Your Introvert”:http://www.theatlantic.com/doc/200303/rauch di bulan Maret tahun 2003, dia ga menyangka sama sekali kalo artikelnya itu jadi begitu sangat populer dan menerima begitu banyak respon.
Saking populernya artikel tersebut, hingga di bulan Februari 2006, diturunkan artikel susulan berupa interview dengan Jonathan Rauch, dengan judul “Introverts of the World, Unite!”:http://www.theatlantic.com/doc/200602u/introverts.
Ya artikel awalnya sekarang sudah jadi semacam Introvert Manifesto, sebuah deklarasi, sebuah _rallying milestone_ dari para introvert sebagai kelompok yang tidak dimengerti dan dianggap aneh, dimana para introver berkata CUKUP!, kami juga ingin dimengerti. πŸ™‚
Di jaman penuh toleransi ini, dimana kita meng-adjust diri terhadap semua preferensi individu, baik itu seksual, hobby, gaya hidup, maka toleransi terhadap para introvert memang terasa tertinggal di belakang.
Stigma masyrakat modern adalah selalu, ekstrovert baik, introvert buruk. Mereka dengan tipe personaliti ekstrovert akan lebih sukses daripada mereka yang introvert. Lebih populer, lebih punya banyak teman dan simplenya lebih bahagia dalam hidup.
*Jonathan Rauch*, seorang yang mengaku seorang introvert, dalam artikelnya diatas membantah hal tersebut. “Kami, para introvert memang berbeda, tapi kami juga manusia biasa katanya. Dan kalau saja kamu (para ekstrovert) mau mengerti kami, maka kita bisa hidup berdampingan dengan lebih damai.” πŸ™‚
Tapi lalu apa itu Introvert dan apa itu Ekstrovert dan darimana mereka datang?
“Malcom Gladwell”:http://gladwell.typepad.com/gladwellcom/, dalam tulisannya di NewYorker, September 2004 dengan judul “Personality Plus”:http://www.gladwell.com/2004/2004_09_20_a_personality.html yang membahas, bener ga sih _personality test_ bisa mengukur kepribadian seseorang, mengungkap sedikit tentang sejarah dari test yang menggolongkan apakah seseorang itu Introvert atau Ekstrovert yang namanya Myers-Briggs Test atau lebih populer dikenal sebagai “Myers-Briggs Type Indicator (M.B.T.I.)”:http://en.wikipedia.org/wiki/Myers-Briggs_Type_Indicator
*Myers-Briggs Test* dirumuskan oleh seorang ibu rumah tangga yaitu *Katharine Briggs* di Washington DC, pada tahun 1920an yang mengamati perbedaan kepribadian dari dirinya dan anaknya *Isabel Briggs* dengan menantunya *Clarence Myers* yang sangat kontras.
Setelah beberapa tahun pencarian, akhirnya ibu katherine mendapat penjelasan tentang perbedaan tersebut dari teori *Carl Jung* tentang psikologi personality dan ia kemudian membuat test untuk menentukan tipe personality kita.
Ada 4 kategori personality yang ditentukan oleh Myers-Briggs test yaitu: _[(I)ntroversion/(E)xtroversion, i(N)tuition/(S)ensing, (T)hinking/(F)eeling dan (J)udging/(P)erceiving.]_
Jadi hasil dari test, kita akan tahun apakah seseorang memiliki kombinasi _Introvert, Intution, Thingking, Judging_ = *INTJ*, misalnya.
Yang jadi masalah dari *Myers-Briggs Test* menurut Gladwell, adalah pengkategorian ini terlalu _deterministik_, kita harus termasuk dalam salah satu kategori, sedangkan menurut *Jung* personality itu adalah suatu yang _kontinyu_, jadi kita bisa jadi ada diujung ekstreme ekstrovert misalnya, atau justru hanya sedikit introvert.
Kembali ke artikelnya *Jonathan Rauch*, menurut kalo kamu memiliki seorang teman yang Introvert, cobalah untuk mengerti kepribadiannya. Jangan selalu mendorong-dorongnya untuk ngomong lebih banyak, atau disuruh bergaul.
Seorang introvert, senang akan kesunyian dan tidak terlalu suka berinteraksi tanpa maksud dengan orang banyak.
Ini yang menurut dia salah satu *perbedaan mendasar dari seorang Introvert dan Ekstrovert*.
Seorang ekstrovert akan senang berkomunikasi, ngobrol, berbasa-basi dengan orang banyak tanpa ada informasi yang memang perlu untuk dikomunikasian.
Untuk seorang ekstrovert, bahasa adalah alat untuk bersosialisasi.
Sedang untuk seorang introvert, apa point-nya ngobrol, basa-basi kalo tidak ada yang mau disampaikan? Dia hanya akan bicara dan ngomong kalo memang ada informasi yang ingin dia sampaikan. Bahasa untuknya adalah alat untuk menyampaikan informasi.
Dan kalo memang tidak ada informasi, _maka diam tidak apa-apa_. Dua orang di satu tempat berdekatan, tanpa bicara satu sama lain itu oke-oke aja.
 
Karena sebab diatas *Internet*, menjadi media yang populer bagi para introvert. _Karena di Internet sebagian besar komunikasi dilakukan untuk menyampaikan informasi_.
Mereka yang “rame” saat chatting, atau di blog-nya atau di milis atau di forum, tapi tiba-tiba pendiam saat ketemu langsung mungkin adalah seorang introvert, yang _ga tau harus ngomong apa kalo ketemu langsung_.
Jadi ada yang namanya *online extrovert*, lagipula kalo saat online tapi terus introvert, bakal berabe jadinya hehe.
 
_Kalo kamu penasaran pengen tahu tipe personality kamu, ini ada “Personality Test”:http://similarminds.com/jung.html yang bisa kamu coba._
Tapi kemungkinan besar kamu kira-kira pasti udah bisa nebak apakah kamu seorang Introvert atau Ekstrovert. Apakah kamu sering lebih banyak diam, atau seseorang yang “gaul”. πŸ™‚
*Kata “Nita”:http://nita.goblogmedia.com, gue seorang yang Introvert*. Kalo ketemu orang, atau lagi dalam kumpulan orang lebih banyak diem, kecuali kalo sama temen-temen yang udah lama deket.
“Kurang akrab”-lah gitu istilahnya. Ga _mingle_ kali yaa πŸ™‚
Yang menarik adalah, gue ga ngerasa bahwa gue introvert, rasanya ya biasa-biasa aja. Walau memang ada orang-orang lain yang lebih ekstrovert dari gue, lebih gaul, misalnya sepupu gue [halo bie! hehe] sampe gue kagum dan pengen bisa ekstrovert dan “gaul”.
Yang lucu, dari beberapa kali test-test kepribadian, justru seringnya gue jatuh pas di _tengah-tengah antara Introvert dan Ekstrovert._
Jadi buat yang ekstrovert gue pendiem, tapi buat yang introvert gue mungkin dipandang sibuk ga jelas hehe.
Makanya gue kadang-kadang basa-basi juga, kadang-kadang nyapa duluan juga. Tapi ada saat-saatnya gue pengen sendirian, dan maleeeesss banget basa-basi sama orang.
Bokap gue introvert, nyokap ekstrovert, Nita menurut gue ada introvertnya, tapi lebih ekstrovert daripada gue, terutama perhatian buat orang lainnya.
Papah, mertua gue introvert, mamah, ibunya Nita, lebih ekstrovert.
Dan gue ga tau apakah “Gala”:http://www.flickr.com/photos/nitayuanita/sets/72057594112808096/ nanti bakal jadi Introvert atau Ekstrovert.
 
Yang pasti, mudah-mudahan, abis baca posting ini, kalo kamu punya temen atau sodara yang pendiem banget *coba dimengerti*. Kemungkinan besar dia adalah seorang introvert. Buat dia usaha nyapa atau bersosialisasi butuh energi besar dan harus disengaja, atau dalam istilah di artikel *Jonathan Rauch* mengakibatkan _brain tension_.
Dan buat kamu yang memang *introvert abis* hehe, bukan berarti kamu kurang atau lebih rendah daripada yang lain. Kamu cuma berbeda aja. Dan ga ada yang salah dengan itu.
Di jaman internet, IT dan komputer ini, mungkin justru kamu yang introvert, yg *bakal bisa jadi lebih sukses*.
_Siapa yang perlu jadi MC Kondang atau artis sinetron kalo kamu bisa jadi Blogger Kondang, Raja Chatting atau Ratu Milis. Hehe._
Introverts of the World, Unite! πŸ˜€