Hari mungkin hari terakhir kamu bakal jalan-jalan di Internet ngeliatin blog orang sebelum hari Idul Fitri dateng dan pada dapet libur seminggu dan baru masuk kantor lagi minggu depan.
Jadi di kesempatan ini gue dan keluarga kami yang kecil ini mau mengucapkan Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
Kalo ada kesalahan atau ada apa-apa yang kerasa ga enak yang pernah gue tulis di blog ini maka gue minta maaf ya.
Selamat mudik, selamat kumpul sama keluarga, selamat libur (buat yang dapet libur), semoga lebaran kali ini menyenangkan buat semuanya. π
UPDATE: Hari H+2, 26 November 2003.
Hari ini udah ngantor lagi gue, kangen juga ama suasana lebaran di Indonesia. Kue-kue dan makanan lebaran, jalan-jalan silaturahmi, ngupdate berita ama keluarga2x yang ketemu setahun sekali dengan pertanyaan yang sama setiap tahun (Kuliah gimana? hehe), SRIMULAT dan lain-lain (In my case, my family lebaran ritual, a trip to nice little family town 2 hrs from Bandung, Garut π )
Anyway, disini cukup menyenangkan kemaren, pagi-pagi bangun bikin kopi di coffee maker gue yang baru (huhuuuyy! π ), sholat ied di KBRI Bangkok, open house, salam-salaman, makan-makan, trus untuk mengoptimalkan bus yang udah disediain seharian juga dalam rangka merayakan lebaran (baru ngerti gue kenapa kebun binatang sebelah kampus gue suka penuh kalo lebaran) maka kita ngadain short trip to Pattaya.
Cerita lengkap dan foto-fotonya ada di blognya Nita.
Milis sepi, Friend List Yahoo messenger gue juga sepi. Huaaah masih suasana lebaran π dan ngantuknya masih ngantuk2xnya bulan puasa. π
Temanya masih sama: Maaf lahir batin buat semuanya. π
Muda dan Keterbatasan
Aside
I am not young enough to know everything. -Oscar Wilde.
Gue yakin Oscar Wilde udah ga muda lagi waktu dia ngomong kalimat diatas. Dengan bilang seperti itu dia mau bilang bahwa kayaknya waktu kita muda, kita rasanya TAHU semua.
Waktu MUDA rasanya gue tahu semuanya, bisa ngapain aja, bisa ngerjain semuanya. Gue bahkan agak-agak khawatir dengan begitu banyak orang muda juga yang seumuran ama gue, karena gue takut, jangan-jangan bakal ga kebagian kerjaan kita-kita ini, ga kebagian tempat kita-kita ini, karena satu orang kita saja sudah bisa mengerjakan SEMUANYA.
The world is your oyster!
Hari ini hari milikku, juga esok masih terbentang….
Ga ada rasanya satu hal pun yang kalo dikasih kerjaannya ke gue bakal gue tolak dan bakal gue bilang kalo gue ga mampu. APAPUN bisa gue kerjain, APAPUN bisa gue jawab.
Kepercayaan diri yang menggila, bisa apa saja, punya pendapat untuk semua hal dan tahu SEMUANYA.
Young people know EVERYTHING.
Gile betapa salahnya gue waktu itu heheh.
Karena yang sebenernya terjadi adalah..
* * * * * * * * SPOILER * * * * * * * *
Buat yang masih muda (dibawah 23 tahun) lebih baik JANGAN baca!
* * * * * * * * SPOILER * * * * * * * *
The more you get older, the more you think and realize about your own limitations.
Bener peribahasa yang bilang bawah makin sedikit kita tahu, makin sedikit kekhawatiran kita, makin berani kita (kalo ini bukan pribahasa, maka gue yg pertama bikin pribahasa ini hehe).
Makin banyak kita tahu, makin kita tahu bahwa apa yang kita tau sebenernya ga ada apa-apanya, dan makin banyak keterbatasan kita untuk tau semuanya, untuk bisa semuanya.
Dan satu-satunya cara (buat gue) supaya kita tahu, kita harus ngalamin sendiri. Ga ada guna kalo dibilangin ama orang lain. Waktu gue masih muda itu, emang gue mau denger kalo ada yang bilangin ke gue, bahwa lo tuh belum tau apa2x? Hehe.. sumpah ga akan gue dengerin pasti.
Tapi memang begitu kenyataannya.
Sedikit demi sedikit, hari demi hari, satu keterbatasan demi satu keterbatasan dikenalin ama gue. Dan mulailah gue menandai keterbatasan gue itu. Oh gue bisa ini, gue bisa itu. Itu gue ga bisa, itu mending jangan gue, sampai akhirnya, gue bayangin, di hari gue lebih tua nanti, dunia gue makin jelas. Disini kamu berada, dalam dunia kamu, diantara batasan-batasan kamu. Proses mengenali diri gue sendiri lagi.
Mengenal keterbatasan-keterbatasan gue. Dibantu oleh orang-orang terdekat gue.
Dan saat itu mungkin gue akan menemukan kepercayaan diri gue lagi.
Congrats buat Adhit yang udah nerbitin novel komedinya yang pertama “JOMBLO” hehe. Tidak lama lagi kecacatan cowok-cowok Universitas Negri Bandung bakal ngetop dan jadi bahasan dalam wacana budaya Indonesia. π Congrats juga buat rencana penempatannya di negri yang jauh. Recana nikah jangan dilupain. π
Beli bukunya di toko buku terdekat (masih terdistribusi di sekitar jakarta) dan lihat sinopsis dan cuplikannya di blognya Adhit.
The Imagination of Power
Aside
Buat yang gemar dan sudah baca buku Sophie’s World (Dunia Sophie) tentunya nama Jostein Gaarder, pengarangnya sudah tidak asing lagi.
Jostein Gaarder, mantan guru filosofi SMA, yang berasal dari Norwegia menjadi terkenal karena Sophie’s World yang telah terjual dari 20 juta kopi.
Baru-baru ini atas kebaikan seorang teman kerja, gue sempet baca bukunya sebelum Sophie’s World yang berjudul The Solitaire Mystery.
IMHO, The Solitaire Mystery jauh lebih menarik dari Sophie’s World, juga menyentuh dunia filosofi tapi dengan gaya bahasa, pendekatan dan pertanyaan-pertanyaan sederhana yang mengena.
Ceritanya bertutur tentang seorang anak lelaki bernama Hans Thomas yang pergi bersama ayahnya ke Atena untuk mencari ibunya yang sudah pergi selama 8 tahun. Dalam perjalanannya seorang kerdil memberinya kaca pembesar dan seorang pembuat roti di kota bernama Dorf memberinya sebuah buku yang sangat mungil di dalam roti. Buku ini bercerita tentang kutukan keluarganya dan membuatnya menyadari takdirnya dan juga menyelesaikan misteri mengapa ibunya pergi menuju Atena.
Kaca pembesar, buku mini dalam roti, rainbow soda dan cerita dalam buku mini tersebut akan menjadi dasar utama dari pengertian Hans Thomas untuk memahami perjalanan yang ia lakukan dan kehidupannya.
Buku yang memenangkan Norwegian Literary Critics’ Award dan The Ministry of Cultural and Scientific Affairs Literary Prize pada tahun 1990 ini sangat menarik dan menyentuh, gabungan antara cerita fantasi dan realiti ditambah dengan pertanyaan-pertanyaan filosofis sepanjang buku.
Salah satu pertanyaan sentral dari buku tersebut, yang disampaikan dengan santai adalah tentang keberadaan kita. Kita bangun, bekerja dan hidup setiap harinya tanpa banyak memikirkan mengapa kita ada disini dan untuk apa?
Jika kita pada suatu hari bangun di suatu planet asing, tentunya kita ingin tahu mengapa kita ada disitu, bagaimana kita sampai disitu. Tapi kita telah hidup ratusan ribu tahun di planet ini tanpa banyak memikirkan (apalagi menjawab) bagaimana kita bisa ada disini? Dan untuk apa kita disini?
Buku mini yang dibaca oleh Hans Thomas bercerita tentang seorang lelaki yang terdampar di suatu pulau. Untuk mengisi waktu ia mulai bercakap-cakap dengan satu set kartu yang sempat ia bawa. Seiring dengan waktu, percakapan ini menjadi intens. Dalam IMAJINASI-nya setiap kartu memiliki kepribadian sendiri, dan memiliki hubungan unik dengan dirinya. Kartu-kartu ini menjadi temannya mengisi waktu.
Pada suatu hari, King Heart dan Jack Club, yang sudah ia sangat kenal muncul di hadapannya dalam kenyataan. Membebaskan diri dari kesadaran si lelaki (yang mereka panggil Magician) dan melompat ke dunia nyata. One beautiful morning king and jack climb out of the prison of consciousness. Sejak saat itu, setiap hari, satu demi satu kartu-kartu tersebut datang ke dunia nyata dan hidup bersama dirinya.
Kartu-kartu ini TIDAK pernah bertanya darimana mereka berasal dan mengapa mereka ada disitu, seperti juga kita. Dan seperti juga mereka berasal dari imajinasi seorang Magician maka mungkin KITA pun bermula dari IMAJINASI seorang “MAGICIAN”.
Maybe we started as a figment of someone’s imagination. Dan pada suatu hari, one beautiful morning, kita meloncat dari kesadaran-NYA dan hadir di dunia nyata. Climbing out of the prison of consciousness.
Hadir, bangun, bekerja, hidup tanpa bertanya.
Lalu siapa yang bisa bilang ini tidak mungkin terjadi pada kita.
The way I see it, kita punya media yang tepat untuk berimajinasi. BLOG.
Blog kita adalah milik kita, pikiran kita, otak kita, imajinasi kita. Kita punya KEKUATAN, punya power untuk berimajinasi seluas-luasnya disini. Potensi yang mana rasanya kurang kita gali.
Siapa yang bisa bilang kalo kita salah bila kita berfantasi, ber-IMAJINASI di blog kita. Apa yang kita tulis tidak perlu 100% benar, tidak perlu 100% kita alami. Orang-orang yang kita tulis tidak perlu 100% ada. Kita bisa tulis tentang seorang karakter yang dekat dengan kita, yang kita ajak bercakap-cakap, yang KITA kenal.
Kita bisa tulis tentang relationship kita dengan seseorang itu seperti apa yang kita MAU. Tidak perlu nyata, tidak perlu real. Dan siapa tahu, jika kita telah melakukannya cukup lama, dan cukup intens, mungkin, mungkin.. di suatu hari, di satu beautiful morning, seseorang itu bisa jump out from OUR prison of consciousness dan hadir di dunia nyata.
Who’s to say that is not possible and who’s to say that is not right?
Just be careful… when your imagination do LEAP OFF from your concsciouness, then you have to deal with it, in REALITY…