Noda Kemanusiaan

noda kemanusiaan

Akhir tahun lalu gue sempet nonton “The Human Stain (2003)”:http://www.imdb.com/title/tt0308383/ yang maen *Anthony Hopkins* dan *Nicole Kidman*. Film yang berasal dari novel dengan judul yang sama ini bercerita tentang hidup seorang kulit hitam, yang saking putihnya warna kulitnya, dia bisa berpura-pura dan akhirnya mengambil identitas serta hidup sebagai seorang kulit putih. Kenyataan yang dia sembunyikan selama hidupnya.
“Philip Roth”:http://en.wikipedia.org/wiki/Philip_Roth yang menulis novel ini [gue belum baca] _kind of a big deal_ di US sana. Buku-bukunya yang dianggap sebagai sastra sana, banyak yang mendapat penghargaan. Filmnya sendiri _yah_ biasa aja buat gue. Ga _gimana gitu_. Maksudnya gue ga nangkep _what so big deal about the story?_ 🙂
Setelah baca-baca dari sumber lain baru gue ngerti apa yang dia maksud dengan “Human Stain”:http://en.wikipedia.org/wiki/The_Human_Stain disitu.
Setiap novel yang ditulis Philip Roth dimulai dengan sebuah IDE. Dalam “Human Stain”:http://en.wikipedia.org/wiki/The_Human_Stain, IDE-nya adalah bahwa setiap manusia dalam masanya dia berjalan di muka bumi ini selalu dan setiap saat meninggalkan noda, meninggalkan sisa.
Dari napas yang kita keluarkan, dari jejak langkah yang kita tinggalkan, dari partikel kulit yang kita jatuhkan, dari rambut yang jatuh, dari suara yang keluar dari mulut kita.
Manusia modern karenanya punya *”jatah” lebih* dalam usaha penodaan segala yang murni dan bersih di bumi ini.
Setiap pikiran yang kita utarakan adalah “noda” kita di bumi ini. Setiap gambar, setiap kata, setiap tulisan adalah “kotoran” kita yang kita tinggalkan untuk generasi yang akan datang.
Apalagi di jaman ini.
“Noda” itu jadi segala sesuatu yang tercecer atas nama kita.
Kalo kamu seorang komentator, setiap komentar yang kamu keluarkan. Kalo kamu seorang pejabat, setiap janji yang kamu gantungkan. Kalo kamu seorang jurnalis, “setiap berita”:http://www.detik.com yang akhirnya terbit dan dibaca banyak orang. Kalo kamu seorang pemusik, setiap lagu yang kamu senandungkan. Kamu kamu seorang lelaki, setiap rayuan yang kamu kumandangkan.
Kalo kamu seorang penulis, setiap buku yang kamu terbitkan. Kalo kamu seorang _filmmaker_, setiap film yang kamu produksi [sukses [“Janji Joni”:http://nikimovie.blogspot.com/2005/01/janji-joni-beratnya-perjuangan.html]-nya jok hehe]. Kalo kamu seorang penyair, setiap puisi yang kamu ciptakan.
Setiap gosip yang kita sebarkan, setiap email yang kita forwardkan, “setiap upaya kita”:http://secandri.com/blog/2005/01/10/pelawak-sejati-salut/ “dalam mencari kepopuleran”:http://yulian.firdaus.or.id/2005/01/10/roy-suryo-memancing-di-air-duka/.
Kalo kamu seorang blogger, setiap entry yang kita post-kan.
Ah.
Kenapa harus mulai peduli?
Mungkin gue mulai tua.
 
 
_Selamat tahun baru semua. Di tahun baru ini gue akan mencoba mengurangi jumlah kotoran yang gue bagikan ke kamu semua. :)_
_Nothing was solved when the fight was over, but nothing mattered. -Fight Club_