No man is an island


Di film About a Boy, tokoh utamanya Will, yang dimaenin Hugh Grant ngebuka film itu dengan sebuah narasi pake kalimat itu. “No man is an island..
Kata-kata itu adalah kata-katanya seorang penyair Inggris, John Donne, yang lengkapnya gini:
No man is an island, entire of itself; every man is a piece of the continent, a part of the main; if a clod be washed away by the sea, Europe is the less…any man’s death diminishes me, because I am involved in mankind…
Walo maksudnya John Donne adalah bahwa manusia ga bisa hidup sendiri, di film itu, Nick Hornby penulis novel yg dijadiin film About a Boy (novel lainnya dia yg dijadiin film juga adalah High Fidelity, a must see movie) ngegunain kalimat itu buat ngegambarin maksud yang beda.
Will tokoh utama di film itu adalah cowok umur 38 tahun, ga punya anak, ga punya istri, idup sendiri dan GAK KERJA, tapi udah cukup kaya karena dapet duit dari royalty lagu yg ditulis bokapnya yang udah meninggal.
Yang dia kerjain setiap hari adalah nonton TV, beli CD, dengerin musik, seminggu sekali cukuran ke salon mahal, main bilyard, ke pub, kencan, beli baju/sepatu keren dan pada dasarnya ga ngerjain apa-apa. “I do nothing” dia bilang.
Ga ada tanggung jawab, ga kerja, ga ada achievement apa-apa, ga ada hubungan apa-apa, ga repot ama siapa-siapa dan ga ngerepotin siapa-siapa juga.
Dan Will bilang, “I am an island”. Walo ada saying yg bilang “No man is an island”, Will bilang, “I am an island”. What a life.
Apa idup gitu menyenangkan? Gue ga tau. Ada kemungkinan menyenangkan, dan keliatannya emang menyenangkan. Tapi gue ga tau.
Di film itu, emang akhrnya Will nyadarin bahwa ternyata dia lebih bahagia ketika dia punya sesuatu, atau seseorang yang lain dari hanya dia sendiri, di kehidupannya dia itu. Dan pesan akhir film itu tentu aja adalah bahwa siapapun kamu, dan gimana pun enaknya kamu idup sendiri, kamu akan lebih bahagia kalo kamu punya orang lain buat ngeshare kehidupan kamu itu.
But…, sometimes I wonder, dan mungkin siapapun (khususnya cowok) yang liat kehidupan Will di film itu atau baca bukunya juga bakal wondering, sebenernya gimana sih rasanya idup seperti itu?
Ga ada tanggung jawab, ga ada apa-apa. Ga ada beban buat apa-apa, ga ngerjain apa-apa. Hidup dan dunia ini cuma akan lewatin kamu dan ga bakal berubah karena kamu ga ngapa-ngapain…
Tapi, tentu aja, pertanyaan lainnya adalah, emang bakal ada perubahan yang bakal kamu bikin?
Kadang gue mikir bahwa segala sesuatu emang sudah begini dari sananya, sudah diatur seperti ini dan akan seperti ini sampe akhir jaman. Ga akan ada yang berubah.
Dan kalo memang ternyata ga akan ada yang bener-bener berubah, apa salahnya hidup seperti Will?