What?

Aside

Enda Nasution
Enda Nasution is a fizzy drink that doesn’t need batteries, is completely waterproof and always points to magnetic north.
Go Blog
Go Blog is a shopping bag that plays the American national anthem and can heat a small house.
Hehekhek.. aneh-aneh aja penjelasannya. Mau dapet random definition tentang kamu? Kunjungin The Prior-Art-O-Matic ini.
Oya, ada yang lagi punya kerjaan nulis web content dalam bahasa inggris? Perlu kata-kata keren yang artinya ga jelas tapi keren? Gimana kalo “innovate impactful content” atau “exploit open-source web services” atau “strategize next-generation channels” atau “streamline compelling infomediaries“? hekhekeh.. keren tapi bullshit semua!
Cari kata-kata bullshit lainnya di web economy bullshit generator ini, useful buat content developer! πŸ˜€
(Via MeFi)

Perasaan

Aside


For you guys that haven’t been noticed, before I came to Bangkok, I used to work as Copywriter for one of the Advertising Agency in Jakarta. Dan salah satu account utama gue yang gue pegang saat itu adalah brand A Mild milik Sampoerna. Ini termasuk juga kerjaan buat events-nya A Mild yang sebagian besarnya adalah konser-konser-nya A Mild live.
Kerjaan terakhir gue buat A Mild (setelah di postpone ampir dua tahun) adalah campaign “Bukan Basa Basi” yang lagi dipasang saat ini.
Terus terang gue agak nyesel ga bisa liat hasil kerjaan akhir gue di launch. Gue cuma denger-denger aja tanggapan orang-orang dari artikel-artikel di Internet kayak dibawah ini:
Dari SwaNet.com: “Perang “Badar” Produk Massal
Dari Astaga.com: “A Mild Sekarang Tidak ‘Basa-basi’ Lagi” & “Bukan Basa-basi, A-Mild Diprotes Masyarakat Padang
Dari tiga artikel itu gue ngambil kesimpulan kalo sebagian besar yang masuk media adalah suara mereka yang berusaha merasionalisasi maksud dari kalimat-kalimat di campaign itu, yang mana ya gapapa juga sebenernya, walo kadang nimbulin perasaan surprise-ga percaya-lucu aja buat kita yang bikin karena rasanya maksudnya bukan kesana.
Hal lain yang juga penting dan biasanya ga kebahas adalah tentang perasaan. Karena campaign itu diarahin ke perasaan atau emosi orang yg liatnya, atau biasa suka disebut attitude campaign.
Nah sekarang kalo boleh gue minta tolong, buat temen-temen yg terekspos liat campaign itu secara langsung, boleh ga gue minta feedback apa yang temen-temen RASA saat liat kalimat-kalimat itu? How’s that campaign makes you feel? From the top of your mind?
Oya, juga kalo ada yang punya links ke berita lain tentang campaign A Mild ini atau punya unek-unek sendiri, kritik, makian, atau apa aja silahkan lo ditambahin. πŸ™‚
Kalimat-kalimatnya yg udah keluar antara lain:

  • Ringan sama dijinjing, berat elo yang tanggung.
  • Sahabat sejati selalu berbagi, emangnya pacar bisa dibagi?
  • Kalau dia bilang kaya, coba tanya hasil kerja keras siapa?
  • Jangan tunda besok apa yang bisa dikerjain lusa.
  • Kalau cinta itu buta kenapa pakai bikini.
  • Dari pada curang mendingan ganti peraturannya
  • Ocreh, thanks ya. πŸ™‚
    Update 09/10/02: Buat yang pengen ngobrolin iklan-iklan yang kita liat tiap hari lebih jauh, bisa gabung di milis kritik-iklan. Gratis kok! πŸ™‚
    Update 16/10/02: Iklan yang diomongin ini baru aja menang Citra Pariwara 2002, 11 October kemaren dalam beberapa katagori. Diantaranya (ini kalo ga salah, ini karena gue ga punya list lengkapnya, ada yg punya?) adalah untuk Best TV Commercial, Best Print Advertising, Best Cigarrete Commercial dan Iklan berbahasa Indonesia terbaik untuk yg pake kalimat “Ringan sama dijinjing, berat elo yang pikul”. Hehehe.. kok bisa ya. Anyway, this means, from creative point of view, at least Indonesian creative point of view, that campaign is creative enough lah… πŸ˜€

    Small Fish Big Fish

    Aside


    Setelah 3 tahun lulus kuliah ini, ngeliat temen-temen gue dan gue sendiri, masing-masing pada mulai sibuk ama kerjaannya. Ada yang kerja di perusahaan gede ada juga yang jadi boss sendiri di perusahaan sendiri yang dibangun ama temen-temen lain.
    Ngomongin soal ini biasanya terus suka keinget sama kalimat “Lebih baik jadi ikan besar di kolam kecil, daripada jadi ikan kecil di kolam besar“. Yang kira-kira artinya, ya mending kerja sendiri atau jadi boss buat diri sendiri walo perusahaan tempat kamu kerja masih kecil, daripada kerja di perusahaan multinational misalnya, tapi jadi kacung.
    Hehe.. Gue rasa sih ga ada yang bener ga ada yang salah. Semuanya keputusan masing-masing, dan seringkali gimana karakter orangnya. Cuma ada beberapa hal yg kepikiran ama gue akhir-akhir ini.
    Kalo kamu jadi “ikan kecil di kolam besar” kemungkinan besar kalo kamu orangnya bener, dalam beberapa tahun kamu udah bisa jadi “ikan besar“, atau minimal “ikan sedeng” deh :). Dan saat kamu jadi “ikan besar” ini, kamu bakal jadi “ikan besar di kolam besar” dengan segala benefitsnya.
    Sedang kalo kamu mulai dari “ikan besar di kolam kecil“, segede-gedenya “kolam kecil” kamu, rasanya tetep susah bisa sama gedenya sama “kolam besar“. Karena “kolam besar” itu udah jadi besar dalam kurun waktu puluhan tahun dan dengan modal yang ga tau datangnya darimana.
    Jadi.. kamu termasuk yang mana, atau pengen jadi yang mana? “ikan besar di kolam kecil” atau “ikan kecil di kolam besar“?
    Kalo priska sih gue tau jawabannya: “Hancurkan semua kolam dan mari kita masak semua ikan-ikan itu baik yang besar maupun yang kecil!” hakhakahka…
    Kalo gue? Gue sih mau jadi “ikan besar yang keluar dari kolam dan jalan-jalan ke Disneyland“.. hehehe..