Kita Tidak Harus Bahagia

Aside

bahagia.jpg

_Happiness is wanting what you have –Anonymous_
Hidup ini pendek dan cuma sekali. Manfaatkan sebaik-baiknya. Optimalkan semaksimum mungkin.
Jangan disia-siakan. Ngapain hidup menderita. Ngapain hidup tidak bahagia.
Lakukan yang bisa kamu lakukan. Ambil langkah-langkah untuk berubah.
Karena hidup cuma sekali. Karena waktu kita pendek.
Karena untuk apa hidup kalo tidak bahagia?
Siapa yang ingin menderita? Semua orang ingin bahagia.
Betul?
Betul?
Jadi kita lahir dan ada disini untuk bahagia?
Betul?
Betul?
Kata siapa?
Kata kamu? Kata dia?
Kata Tuhan?
Saya ga ingat Tuhan bersabda: _”Jadilah kamu mahluk-mahluk yang berbahagia!”_, atau _”Carilah kebahagiaan ke negeri Cina!”_
Apakah Tuhan ingin kita bahagia? Atau cukup sekedar berhamba?
Kalo kamu memang ingin tahu, sini saya kasih rahasia.
Adam dan Hawa tidak hidup bahagia.
Hidup untuk bahagia tidak dimula dari mereka.
Tapi baru jadi kata, saat Amerika Merdeka.
Ya, “di tahun 1776”:http://en.wikipedia.org/wiki/Declaration_of_Independence_%28United_States%29, baru 230 tahun yang lalu. Saat mereka menulis, “[“Life, liberty and the pursuit of happiness”:http://en.wikipedia.org/wiki/Life,_liberty_and_the_pursuit_of_happiness]” di naskah proklamasinya.
*Pursuit of Happiness* katanya, adalah hak dasar, hak hidup manusia. Kita harus bahagia kata para _founding fathers_ negara Amerika.
Karena untuk apa kalo tidak bahagia? Karena untuk apa kabur jauh-jauh dari daratan Eropa. Kalo tidak bahagia?
Sebelum itu, manusia _tidak harus_ bahagia.
Sebelum itu, kita tidak berpayah-payah mencari tahta, harta dan wanita yang katanya bikin bahagia.
Sebelum itu, ada nilai-nilai lain selain bahagia, ada cerita lain selain kebahagiaan.
Ada kepahlawanan, ada pengorbanan, ada kematian, ada tragedia, ada romi dan julia.
Karena itu, cuma Ratu dan Raja yang masuk dalam cerita-cerita rakyat.
Karena itu, cuma dongeng yang diakhiri dengan “mereka hidup bahagia selamanya”.
Manusia tidak hidup dalam cerita anak-anak. Dan itu dimengerti dengan bersahaja.
Dimengerti bahwa ada yang lebih dari kebahagiaan dalam hidup manusia.
Lalu haruskah sekarang kita mengejar kebahagiaan?
Pantaskah kita mengedepankan hak kita untuk bahagia?
Bolehkah kita beralasan, bahwa kita tidak bahagia dan karenanya…
Sepatutnyakah kita meminta tidak kurang dari kebahagiaan? Dan tidak lebih dari kebahagiaan?
Sebagai seorang wanita.
Sebagai seorang pria.
Sebagai manusia.
Pantaskah? Bolehkah? Sepatutnyakah?
Karena toh hidup cuma sementara. Dan ada banyak pilihan mengangkasa.
Jadi kenapa tidak?
Lagipula.
Apa kalo tidak bahagia?
_Mungkinkah cuma hidup sederhana, bersahaja dan berhamba?_
_Mungkinkah cuma hidup merdeka, pencarian kebenaran dan fakta serta realita?_
_Mungkinkah cuma istri, anak, suami dan keluarga?_
 
_*Catatan*_: Selamat hari kemerdekaan Indonesia ke 61, 17 Agustus 2006. Semoga kita semua selalu bahagia dan merdeka! Jangan lupa nasihat orang bijaksana: Carilah kebahagiaan ke Amerika! ๐Ÿ˜€

31 Tahun Hari Ini

Aside

Dering telepon di pagi hari
Tiup lilin ulang tahun bersama istri
Dan anak bayi
Makin tua dan makin dewasa
Makin terbuka mata
Makin butuh doa
Dan semoga makin baik juga
Semuanya.
Amien.

Institut Teknologi Blogging

Aside

wisudawan-institut-teknologi-blogging.jpg

_The whole purpose of education is to turn mirrors into windows. –Sydney Harris_
*_*Di bawah ini adalah salinan teks pidato wisudawan terbaik pada upacara wisuda angkatan pertama _Insitut Teknologi Blogging_ hari Sabtu, 28 Oktober 2015*_*
 
Bapak Rektor, Ibu Dekan, Bapak Ketua Jurusan dan pembimbing saya yang saya hormati.
Kedua orang tua saya yang saya cintai dan teman-teman wisudawan yang saya banggakan.
Empat tahun yang lalu kita berkumpul bersama disini untuk menerima sebuah pendidikan. Hari ini menandai sebuah tonggak dalam pencarian tersebut. Sebuah titik kulminasi dari empat tahun pembelajaran, waktu yang lewat dimana kami bertambah dewasa dan berbagi kenangan di saat yang sama.
Saatnyalah sekarang kita bersama-sama melakukan refleksi atas apa yang telah kita lalui dan kita pelajari.
Hari ini saya mendapatkan tanggung jawab tugas berat tersebut, dan saya ingin mengucapkan terima kasih pada Institut yang telah memberikan saya kehormatan besar dan kesempatan ini untuk berdiri di hadapan bapak, ibu dan teman-teman semua.
 
Tidak pernah sepanjang sejarah pendidikan dunia, sebuah institusi pendidikan didedikasikan sepenuhnya untuk sebuah medium. Hal ini menandakan betapa pentingnya medium tersebut, dan betapa besar potensi medium tersebut mengubah gaya hidup kita semua.
*Institut Teknologi Blogging*, adalah institusi pertama di dunia yang didedikasikan untuk mendalami, mempelajari dan memajukan media blog dari berbagai seginya dan kami sebagai wisudawan angkatan pertama dari institusi ini, hari ini hadir disini dengan penuh kebanggaan dan kepercayaan diri, siap menghadapi segala tantangan dunia luar yang seperti apapun!
_*applause*_
Blog dapat didefinisikan dengan banyak cara dan kata, tapi untuk saya, _blog adalah produk dari keingintahuan manusia_.
Blog bukanlah sebuah website pribadi di Internet seperti saat ia diciptakan, tapi lebih merupakan sebuah alat pencarian sebuah jati diri.
_Dan karena itu mempelajari blog, adalah proses mempelajari diri._
Memiliki blog adalah proses bertanya dan menjawab. Merumuskan pertanyaan dengan tepat dan menjawab pertanyaan dengan akurat adalah salah-satu keahlian hidup terpenting yang kami pelajari disini.
Pertanyaan-pertanyaan penting, dibahas dan ditanyakan karena blog. Bagaimana cara hidup yang “benar”, apakah itu masyarakat yang ideal, prinsip-prinsip apa yang seharusnya memandu sikap kita. Apakah itu sukses? Apakah itu kegagalan?
Pertanyaan-pertanyaan yang sebagian besar tak dihiraukan oleh institusi pendidikan tradisional kami dapatkan disini, bukan dalam bentuk jawaban, tapi dalam bentuk _alat dan keahlian_ untuk mencari jawaban tersebut.
Disini kami diajarkan untuk sadar bahwa pendidikan tidak pernah berhenti. Tidak pernah sempurna. Tidak pernah komplit.
Disini kami diajarkan untuk bertanya, beragu dan _berpikir_.
Disini kami belajar bukan tentang _”apa itu?_, tapi tentang _”kenapa?”_ dan tentang _”bagaimana seharusnya”_.
Disini _kami belajar untuk menjadi manusia_ dan bukan menjadi cangkang kosong roda industri.
_*applause*_
Bapak-bapak, ibu-ibu dan teman-teman wisudawan semua.
Hari ini adalah hari yang berbahagia untuk kita semua. Hari untuk dirayakan bersama. Dan hari untuk dikenang bersama.
Selesai sudah hari-hari kita berkumpul di ruang kelas, di perpustakaan, mencoba mencari bentuk, format, data, nada dan suara yang akan kita posting di blog kita masing-masing.
Selesai sudah hari-hari penuh tugas menumpuk membaca dan melakukan riset tentang blog dan selesai sudah jam-jam praktikum blog di ruang laboratorium blog yang _super-dingin_ dengan asisten yang galak.
_*applause & laughter*_
Hari ini menandai sebuah masa yang telah selesai dan sebuah periode baru yang berbeda.
Kini, kami para wisudawan *Institut Teknologi Blogging*, berkumpul disini bersama, menghadapi tantangan dan halangan baru dengan percaya diri dan keyakinan bahwa bekal, keahlian dan pengetahuan yang telah kami dapatkan disini, akan membantu dan memandu kami dalam kehidupan kami kelak.
Tugas kita lebih berat teman-teman wisudawan! Di pundak kitalah terbeban tugas berat membuktikan diri sebagai lulusan pertama Institut Teknologi Blogging, di pundak kita jugalah, terbeban tugas membuka jalan bagi adik-adik kelas kita nantinya.
Dan untuk tantangan ini, ijinkanlah saya mengutip semboyan Insititut Teknologi Blogging: _Time will tell?_
_*applause & laughter*_
Empat tahun yang lalu kami berkumpul bersama disini untuk menerima sebuah pendidikan. Dan yang kami terima adalah sebuah kesaktian.
Sekali lagi selamat untuk wisudawan angkatan pertama Insititut Teknologi Blogging!
Semoga Tuhan selalu membantu kita semua.
Terima kasih.
_*applause*_
_Catatan: “Institut Teknologi Blogging” adalah istilah yang pertama kali dikenalkan oleh [“Mas Amal”:http://direktif.web.id/]_