Gelas kopinya yang kosong menyadarkan dia bahwa dia sudah duduk cukup lama. Sejenak dia berhenti membaca kembali apa yang dia tulis di layar monitor. Wajahnya berubah-rubah, menampilkan bingung dan bosan berganti-ganti.
Apa menulis blog selalu sedemikian sulit? Biasanya tidak begitu. Kepalanya mengangguk-angguk dan dia kembali menulis. Seorang teman muncul di taskbar, bagiah bawah layar. Hmmm, kebiasaan mengetuk atau menyapa teman sekarang sudah benar-benar berubah, saat ini lewat Yahoo Messanger, dua orang teman bisa berada sekaligus ratusan kilometer jauhnya dan juga seperti berada di meja yang berdampingan.
Kopi yang dia minum masih terasa enak dilidahnya, walau sudah dibuat dari tadi pagi. Kini tulisannya mulai lancar mengalir. Menulisi blog dan menjadi seorang blogger memang tidak butuh banyak keahlian, jika dia memiliki sesuatu untuk disampaikan maka sampaikanlah, sederhana. Dia tersenyum karena sudah menyadari apa yang ingin ditulisnya tadi.
“Lalu apa lagi?” pikirnya. Kembali dia berpikir, bermain-main dengan cincin di kelingking kanannya, melihat jam, dan dia kembali menulis.
Enda nama Blogger ini, Mas Enda atau Bang Enda, teman-teman blogger lainnya yang lebih muda biasa memanggilnya. Atau Enda saja untuk teman-teman yang lain. Dan saat ini dia sedang berusaha menulis di Blog yang dia miliki. Mejanya yang tidak rapih terlihat kosong hari ini. Enda memajukan kembali kursinya dan kembali memaksa dirinya menulis kembali.
“Ah, apa sih sebenernya yang mau gue tulis?” tanya Enda dalam hati, frustasi, dan dia berpikir bahwa hal yang paling sulit untuk ditulis adalah ketika kamu tidak memiliki hal untuk ditulis.
“Ok, Nda” pikirnya, “Stop men-distract diri kamu sendiri dan stop melihat-lihat website orang lain untuk sementara dan teruskan tulisan kamu” dia mendorong dirinya sendiri.
Ayo mulai menulis lagi, dan dia pun mulai lagi menulis. Di layar komputernya, huruf demi huruf muncul dalam warna biru, membentuk kata, kata membentuk kalimat dan seterusnya.
“Apa ya yang tadi pengen gue tulis?” Enda berusaha memfokuskan kembali jalan pikirannya.
“O ya, gue tau, kenapa gue tidak menulis tentang proses seorang Blogger yang sedang berusaha menulisi Blognya?” Dia menghembuskan nafas dan mengerenyitkan dahinya, seakan berpikir apakah itu ide yang cukup bagus atau tidak.
“Hmm, ya kenapa tidak?” Keputusan cepat diambil olehnya dan dia kembali mulai menulis. Kini dengan wajah yang lebih cerah.
Sambil berpikir Enda mulai mencoba-coba melihat arah jalan pikirannya. Kira-kira apa yang bisa dia tulis? Dia butuh seorang Blogger yang bisa dia jadikan contoh, tapi seseorang yang dia kenal cukup baik sehingga dia bisa mengetahui proses Blogger tersebut ketika menulis Blog.
“Kenapa ga menulis tentang gue sendiri?” Sebuah ide muncul di kepala Enda. Seperti ada sebuah lampu bohlam menyala di kepalanya. “Ide bagus!” Enda mengulangnya lagi. “Ok gue akan nulis tentang proses ketika gue menulis.” dia memutuskan.
Dan dia pun mulai menuliskan apa yang ada di kepalanya.
“Enda, Blogger ini biasa dipanggil” tulisnya. Kata-kata mulai muncul di layar komputernya. “Dia mulai dengan duduk di depan komputer dan mejanya, seperti yang dia lalukan sepanjang hari.”
Dia membaca kalimat diatas sejenak dan kembali meneruskan tulisannya.
“Gelas kopinya yang kosong menyadarkan dia bahwa dia sudah duduk cukup lama. Sejenak dia berhenti membaca kembali apa yang dia tulis di layar monitor. Wajahnya berubah-rubah, menampilkan bingung dan bosan berganti-ganti.”
“Apa menulis blog selalu sedemikian sulit? Biasanya tidak begitu.” Enda menuliskan pengalamannya sendiri ketika dia menulisi blognya. Dia kembali menulis.
“Kepalanya mengangguk-angguk dan dia kembali menulis. Seorang teman muncul di taskbar, bagiah bawah layar. Hmmm, kebiasaan mengetuk atau menyapa teman sekarang sudah benar-benar berubah, lewat Yahoo Messanger sekarang dua orang teman bisa berada sekaligus ratusan kilometer jauhnya, tapi juga seperti berada di meja yang berdampingan.”
Dia kembali memainkan cincin di tangan kanannya. “Lumayan” pikir Enda, setidaknya tulisannya tentang seorang Blogger bernama Enda ini sudah dimulainya.
Setidaknya, dia kembali merasa, sudah ada yang dia tulis hari ini. Dia berdiri, meregangkan tubuhnya dan pergi ke WC dengan wajah penuh kepuasan. Setelah kembali nanti, dia akan meneruskan menulis kembali.
Terinspirasi dan teradaptasi dari mind-boggling film yg keren abis Adaptation. (2002). Garapan pasangan Spike Jonze dan Charlie/Donald Kaufman.
Komen udah jalan!…. π
Like this:
Like Loading...