Sejak Kecil

Aside

Sejak kecil aku lahir dengan nama orang sumatra, dari sebuah marga yg cukup terkenal lagi. Ayahku memakai nama itu, juga kakak dan adik2xnya. Begitu juga sepupu-sepupuku.
Walu begitu aku selalu ingin jadi orang Sunda. Mungkin karena aku lahir di tanah Pasundan, besar dan tumbuh disana. Teman-temanku semua orang sunda (ya mungkin ga semua kali ya) dan juga berbahasa sunda.
Saat aku SD aku bermimpi didatangin Kang Ibing dan Aom Kusman. Sejak itu aku berketetapan untuk benar2x menjadi orang Sunda, entah kapan.
Ayahku pasti kecewa bila mengetahui hal ini, karena sebagai anak paling besar aku seharusnya menjadi penerus nama tersebut dan juga contoh bagi adik-adikku. Tapi mudah-mudahan Ibuku akan mengerti.
Baru kali inilah aku berani menyampaikan keinginanku yang mendalam ini dan walaupun begitu tetap saja aku belum bisa memberanikan diri untuk benar2x menyatakan diri pindah menjadi orang Sunda.
Mungkin suatu saat nanti.
πŸ˜€

*NOTES 18 Okt 2005*, dua tahun lewat setelah tulisan diatas ditulis:

Berhubung, posting ini masih saja menerima komen, maka saya memutuskan untuk dikasih keterangan ini.

Posting diatas merupakan posting parodi dari posting seorang blogger lain dalam kasus yang lain. Saya sendiri, walau memang setengah berdarah Sunda, sangat mencintai kenyataan bahwa saya menyandang sebuah marga dan mencintai marga itu pula.

Tidak ada niat untuk merubahnya. Sekali lagi, posting diatas hanya parodi yang harus diliat pada konteks dimana posting tersebut dipublish.

Jangan salah sangka lagi yaaa. πŸ˜€

Scramble and Scrabblog

Aside

Kaalu saampi wuatkku
‘Ku mau tak snoaerg kan meryau
Tdiak jgua kau
Tak pleru sdeu sdean itu
Aku ini bnaantig janlag
Drai knynuamplua tubreang
Bair plreuu mmebeuns kiulktu
Aku tteap mranaedg menejnarg
Lkua dan bsia kaubwa brlraei
Barrlei
Hnigga hianlg pdeih prei
Dan aku aakn liebh tiadk prledui
Aku mau hduip sbieru thaun lgai
Maert 1943
Ciarhil Awanr”
Fees like to scramble anything? Go here: Word Scrambler Thing
Hehe..
Btw masih tentang blogging, buat yang suka maen SCRABBLE, sekarang ada SCRABBLOG! πŸ˜€
So so Monday..

Blog Adaptation.

Aside

Gelas kopinya yang kosong menyadarkan dia bahwa dia sudah duduk cukup lama. Sejenak dia berhenti membaca kembali apa yang dia tulis di layar monitor. Wajahnya berubah-rubah, menampilkan bingung dan bosan berganti-ganti.
Apa menulis blog selalu sedemikian sulit? Biasanya tidak begitu. Kepalanya mengangguk-angguk dan dia kembali menulis. Seorang teman muncul di taskbar, bagiah bawah layar. Hmmm, kebiasaan mengetuk atau menyapa teman sekarang sudah benar-benar berubah, saat ini lewat Yahoo Messanger, dua orang teman bisa berada sekaligus ratusan kilometer jauhnya dan juga seperti berada di meja yang berdampingan.
Kopi yang dia minum masih terasa enak dilidahnya, walau sudah dibuat dari tadi pagi. Kini tulisannya mulai lancar mengalir. Menulisi blog dan menjadi seorang blogger memang tidak butuh banyak keahlian, jika dia memiliki sesuatu untuk disampaikan maka sampaikanlah, sederhana. Dia tersenyum karena sudah menyadari apa yang ingin ditulisnya tadi.
“Lalu apa lagi?” pikirnya. Kembali dia berpikir, bermain-main dengan cincin di kelingking kanannya, melihat jam, dan dia kembali menulis.
Enda nama Blogger ini, Mas Enda atau Bang Enda, teman-teman blogger lainnya yang lebih muda biasa memanggilnya. Atau Enda saja untuk teman-teman yang lain. Dan saat ini dia sedang berusaha menulis di Blog yang dia miliki. Mejanya yang tidak rapih terlihat kosong hari ini. Enda memajukan kembali kursinya dan kembali memaksa dirinya menulis kembali.
“Ah, apa sih sebenernya yang mau gue tulis?” tanya Enda dalam hati, frustasi, dan dia berpikir bahwa hal yang paling sulit untuk ditulis adalah ketika kamu tidak memiliki hal untuk ditulis.
“Ok, Nda” pikirnya, “Stop men-distract diri kamu sendiri dan stop melihat-lihat website orang lain untuk sementara dan teruskan tulisan kamu” dia mendorong dirinya sendiri.
Ayo mulai menulis lagi, dan dia pun mulai lagi menulis. Di layar komputernya, huruf demi huruf muncul dalam warna biru, membentuk kata, kata membentuk kalimat dan seterusnya.
“Apa ya yang tadi pengen gue tulis?” Enda berusaha memfokuskan kembali jalan pikirannya.
“O ya, gue tau, kenapa gue tidak menulis tentang proses seorang Blogger yang sedang berusaha menulisi Blognya?” Dia menghembuskan nafas dan mengerenyitkan dahinya, seakan berpikir apakah itu ide yang cukup bagus atau tidak.
“Hmm, ya kenapa tidak?” Keputusan cepat diambil olehnya dan dia kembali mulai menulis. Kini dengan wajah yang lebih cerah.
Sambil berpikir Enda mulai mencoba-coba melihat arah jalan pikirannya. Kira-kira apa yang bisa dia tulis? Dia butuh seorang Blogger yang bisa dia jadikan contoh, tapi seseorang yang dia kenal cukup baik sehingga dia bisa mengetahui proses Blogger tersebut ketika menulis Blog.
“Kenapa ga menulis tentang gue sendiri?” Sebuah ide muncul di kepala Enda. Seperti ada sebuah lampu bohlam menyala di kepalanya. “Ide bagus!” Enda mengulangnya lagi. “Ok gue akan nulis tentang proses ketika gue menulis.” dia memutuskan.
Dan dia pun mulai menuliskan apa yang ada di kepalanya.
“Enda, Blogger ini biasa dipanggil” tulisnya. Kata-kata mulai muncul di layar komputernya. “Dia mulai dengan duduk di depan komputer dan mejanya, seperti yang dia lalukan sepanjang hari.”
Dia membaca kalimat diatas sejenak dan kembali meneruskan tulisannya.
“Gelas kopinya yang kosong menyadarkan dia bahwa dia sudah duduk cukup lama. Sejenak dia berhenti membaca kembali apa yang dia tulis di layar monitor. Wajahnya berubah-rubah, menampilkan bingung dan bosan berganti-ganti.”
“Apa menulis blog selalu sedemikian sulit? Biasanya tidak begitu.” Enda menuliskan pengalamannya sendiri ketika dia menulisi blognya. Dia kembali menulis.
“Kepalanya mengangguk-angguk dan dia kembali menulis. Seorang teman muncul di taskbar, bagiah bawah layar. Hmmm, kebiasaan mengetuk atau menyapa teman sekarang sudah benar-benar berubah, lewat Yahoo Messanger sekarang dua orang teman bisa berada sekaligus ratusan kilometer jauhnya, tapi juga seperti berada di meja yang berdampingan.”
Dia kembali memainkan cincin di tangan kanannya. “Lumayan” pikir Enda, setidaknya tulisannya tentang seorang Blogger bernama Enda ini sudah dimulainya.
Setidaknya, dia kembali merasa, sudah ada yang dia tulis hari ini. Dia berdiri, meregangkan tubuhnya dan pergi ke WC dengan wajah penuh kepuasan. Setelah kembali nanti, dia akan meneruskan menulis kembali.
Terinspirasi dan teradaptasi dari mind-boggling film yg keren abis Adaptation. (2002). Garapan pasangan Spike Jonze dan Charlie/Donald Kaufman.
Komen udah jalan!….
πŸ™‚