Antara Baik dan Benar

Aside

classroom1.jpgBahasan kita hari adalah tentang tentang BAIK dan BENAR. *_What’s good_* dan *_what’s right_*
Sebelum kita mulai, ada yang sudah tau *apa bedanya baik dan benar?* Kamu yg gondrong dan jenggotan. Iya kamu yang paling belakang, kamu tau apa bedanya baik dan benar? Ga tau, kalo gitu tolong dimatikan rokoknya dan aduuuuh kamu itu, ini ruang kelas, coba dipake bajunya.
Mungkin yang lain ada yang tahu? Baik, benar? Apa bedanya?
Ok, saya kasih contoh. *Membunuh*, adalah salah alias tidak benar. Sepakat?
Bagaimana kalo membunuh *Hitler*? Kita tahu keberadaan Hitler membuat banyak orang sengsara, jadi misalnya sebelum PD II, kita membunuh Hitler, itu salah atau bisa dibenarkan? Membunuh tetap salah, tapi apakah itu tindakan baik? Baik untuk umat manusia? *[_Is it good for the rest of people in the world if somebody murdered Hitler?_]*
Ok, masih pada bingung kayaknya. Contoh lain.
Coba kamu, iya kamu yang gondrong dan jenggotan, bisa kamu mandikan *ayam* kamu itu di luar. Iya tolong dikeluarkan ayamnya.
Ok, contoh lain.

Continue reading

Giliran kamu

Aside

Giliran kamu dong yang nulis disini, jangan gue terus. πŸ™‚
Bayangin kamu jadi gue (hua ha ha ha) apa yang bakal kamu tulis di blog ini.
Tulis di komen, nanti gue masukin di postingnya blognya (nanti jadi ada dua dua dong? Di komen dan di postingnya. Ya biarin aja hehe)

*INI VERSI-NYA ERLY 14:00 on 26 March 2004*
_komentar gue adalah hheuekhekehke hi hi hi hi hi_

p(kutip). Minggu-minggu terakhir ini gue lagi senang mengikuti perkembangan Pemilu dan kampanye. Ya, memang di Bangkok ini beda rasanya dibandingkan dengan suasana yang gue mungkin rasain kalau gue di Indonesia.

Gak ada pawai massa partai yang biasa muter-muter seharian, gak ada spanduk-spanduk partai, dan katanya juga banyak tempelan pamflet foto caleg di mana-mana. Andalan gue untuk selalu catch-up dengan berita Pemilu adalah melalui internet.

Dan ternyata cukup banyak juga berita alternatif yang gue dapat di Internet, yang mungkin lebih *informatif* dibandingkan selebaran kampanye. Dari berita-berita itu sebagian gue tulis di “blog ini”:http://pemilu2004.golbogmedia.com/.

Selain itu, sebenarnya banyak juga ide lainnya di kepala gue yang pengen gue tuangin di “blog gue yang baru ini”:http://www.goblogmedia.com/. Tetapi belum sempat. Kadang gue juga baca blog-blog lainnya di GoBlogMedia seperti punya “Nita”:http://nita.goblogmedia.com/, “erly”:http://grayarea.goblogmedia.com/, dan juga “GosipKita”:http://gosipkita.goblogmedia.com/. Gue juga sempat *blogwalking* ke blog-blog lainnya dan ngasih komen yang agak-agak garink.

Sebenarnya sempet sebel juga karena kemarin teman-teman yang baca blog Nita mengira cerita tentang sabun itu true story. Padahal itu kan *fiksi*, sumpah! Hehehe? Tapi itu berarti isteri gue memang jago bikin cerita fiksi, yang rasanya real banget seperti true story. I love you “hon”:http://nita.goblgomedia.com/ !

Anyway, it?s weekend everybody. Gue masih punya beberapa jam lagi di kantor, doing some stuff, dan browsing tentunya. Tetapi yang penting besok gue *liburrr!*. Mungkin gue bakal tidur-tiduran di rumah, atau nonton dvd sama isteri, or whatever.

*Have a nice weekend!*

Continue reading

Kita Beda (Mbe jeung Kuda)

Aside

Dalam tatanan sosial, prinsip _equality_ atau _egalitarianism_ adalah salah satu prinsip penting di jaman modern ini. Prinsip inilah yang jadi dasar pijakan *demokrasi* bahwa semua orang dianggap sama, punya hak yang sama (satu suara) dan tidak boleh dibeda-bedakan.
Tidak boleh ada diskriminasi berdasarkan agama, ras, jenis kelamin atau apapun. Tidak ada *kelas* dalam masyarakat, tidak ada kasta seperti di India. Semua orang sama.
_Nice isn’t it?_ πŸ™‚ Kamu mungkin akan berargumentasi bahwa hal diatas cuma dalam teori dan banyak praktek yang tidak sejalan dengan teori itu. Mungkin.
Yang lucu, baru gue sadari, bahwa dalam *tatanan pribadi*, teori _equality_ atau kesamaan itu bukan saja _mungkin tidak dipraktekkan_, tapi bahkan *salah* sama-sekali.
_We are totally differentiates people that are around us._ We *discriminate*, there are *no* _egalitarianism rationale_ when we are talking in the *individual level*.
Coba kamu liat di sekeliling kamu ada siapa aja? Bukankah adalah sebuah kenyataan bahwa kita selalu meng-[_assign rating_] hubungan kita pada setiap orang?
Kita *mengkelas-kelaskan* orang-orang disekeliling kita. Ada yang kita _deket_ ada yang jauh, ada yang sahabat, ada yang _kenal gitu-gitu aja_.
Temen, yang namanya temen, ada temen rumah, temen kantor, temen sekolah, temen lama, temennya temen, temen maen, temen blog, temen ceting dan seterusnya, dan seterusnya.
Bahkan dalam kelompok yang namanya *keluarga* pun kita membuat kelas-kelas. Ada yang namanya ayah, ibu, adik, kakak, ISTRI, mertua, kakak ipar, adik ipar, paman, bibi, keponakan, keluarga deket, keluarga istri, keluarga jauh, keluarga jauh banget, keluarga ga kenal πŸ™‚
Dan bukan saja kita membedakan dan membagi orang-orang di sekeliling kita pada kelompok-kelompok, kita juga _memperlakukan_ mereka berbeda, kita *mendiskriminasikan* mereka berdasarkan kedalaman atau kedekatan mereka pada kita.
Contohnya, gue cuma _have sex_ sama istri gue aja (atau ama pacar gue dalam kasus lain) dan itu special, khusus gue bedain buat istri gue aja. Karena dia BEDA.
Gue cuma *curhat* sama temen gue si A dan B aja, bukan aja karena mereka emang enak di curhat-in tapi juga karena mereka yg paling tahu gue dan paling gue percaya, gue ga curhat ama orang lain lagi, misalnya.
Dan seterusnya, dan seterusnya.
Kalo rate-nya 1-10, maka si A buat gue adalah 8, si B 4, si C mungkin 6.5 dst.
Kita bahkan bisa membuat *All Time Top 10 List of the Most Important Person In My Life* berdasarkan penilaian ini.
Di jaman Internet, _direct connection_ dan dunia-maya-everything-goes ini, social network seperti “Friendster”:http://www.friendster.com got it *wrong*.
Bukan berapa *banyak* (kuantitas) temen di list kita (di dunia maya dan dunia nyata) yang penting, tapi justru berapa dalam dan berarti (kualitas) hubungan kita dengan temen-temen itu.
_Feature_ penting ini yang seharusnya ada dari awal di “Friendster”:http://www.friendster.com, fitur dimana kita bisa _membeda-bedakan_ orang disekitar kita, me-rate orang berdasarkan tingkat penting tidaknya orang tersebut pada kita, dan kita pada orang itu.
Karena kita ternyata _memang_ membeda-bedakan orang walau bagaimanapun para pejuang persamaan hak ingin menyadarkan bahwa semua orang sama.
Jangan percaya kalo ada yang bilang kita ini SAMA! _Egalitarianisme adalah *mitos* di level individual._
Kita masing-masing *beda* ([_mbe jeung kuda, mbe dicangcang, kuda dipecut, cangcut_]) dan berbeda untuk orang lain.
Dan sambil sama-sama kita pikirin kenyataan ini serta mempersiapkan email protes ke Prenster mari sama-sama kita tulis Top 10 List orang penting kita tadi yuk heheh. πŸ˜€