Medical Check Up di Bangkok

Aside

badut sirkus Sepagian hari ini gue habiskan buat medical check up resmi dari kantor. Ga hanya kantor gue, tapi semua company dibawah grup ini dan _semua_ orang dijadwalkan buat ikutan *medical check-up* ini.
Menarik juga, pertama karena ini hal yang lain dari rutinitas, kedua yah pengen tau aja, gue sebenernya sehat ga sih. Terakhir gue medical check-up rasanya tahun 2000 di *Jakarta*, dalam rangka dapet kerjaan pertama trus harus di check buat kepentingan asuransi.
_Medical check up_-nya di lakukan di “Samitivej Sukumvit Hospital”:http://www.samitivej.co.th di daerah Sukumvit, tepatnya di Sukumvit Soi 49, deket Thong Lo.
Rumah sakitnya keren dan mewah. Karena pertimbangan pengen jadi destinasi untuk medical travel, emang rumah sakit-rumah sakit di *Bangkok* sekarang pada demen berdandan, mengiklan dan mengundang orang banyak buat pada dateng ke tempatnya.
Ceritanya saingan sama *Singapore*, buat ngasih layanan medis yg berkualitas, dengan doktor berlisensi international yang berbahasa inggris, tapi dengan harga yg lebih murah _kalo_ dibandingkan ama harga di negara asalnya, misalnya di *US* dan *Eropa*.
Dan tentu aja *Thailand* punya keunggulan tersendiri yaitu, layanan segala macam prosedur operasi _kecantikan_ πŸ˜€
Pagi-pagi jam 08.00 harus ada di Rumah Sakit-nya, setelah lewat lobby dengan gaya hotel bintang 5 dan dibawa masuk sama seorang _usher_ gue akhirnya nyampe ke *Wellness Center*, tempat medical check up akan dilakukan.
Ambil _urine sample_, _blood sample_, ukur berat dan tinggi, cek mata, tekanan darah, xray akhirnya selesai. Dan langsung sarapan karena lapar, ga boleh sarapan.
Abis makan, semuanya nunggu di sebuah kamar konfrensi, ada suguhan lagi sambil satu-satu nunggu dipanggil untuk ketemu dokter.
Sambil nunggu, ada semacam _short course_ tentang _good posture at work_ (all conducted in Thai! hehe) dan ada dua presentasi _sales pitch_ lagi tentang operasi mata *LASIK* dan… operasi _kecantikan_ hehe..
Anyway, hasil testnya? Rada-rada ga menarik, liver, heart, blood pressure, kidney, kolesterol, HIV, normal, normal, normal, normal, normal, negative .. semuanya normal (itu sehat ya berarti) tapi maksud gue normal kan berarti _biasa_ ya. Kalo kategori nilainya jelek, normal, bagus, nah, ternyata gue *normal* semua, nilainya rata-rata, ga ada yg nilainya bagus. πŸ™‚
Tapi untuung deh artinya gue masih sehat-sehat aja. Masih sekian tahun lagi, kali gue ketemu dokter yang mungkin ngeliat gue dengan rada khawatir dan mulai nangis tersedu-sedu… (loh hehe)
Dipikir-pikir cepet banget hasilnya. Di test dari jam 08.00, jam 10.00-an hasilnya udah ada lagi. Padahal gue rada mengharap testnya seharian.
Anyway, setelah itu kepikiran ama gue kenapa yang namanya medical _check up_ itu ga termasuk kesehatan MENTAL?
Maksudnya, kondisi mental udah pasti sama pentingnya dengan kondisi tubuh kan. Bahkan untuk beberapa kasus lebih penting. Tapi kenapa ga di cek?
Kalo kita bisa tahu, oh kolesterol kita tinggi nih bahaya, harus jaga makanan, harus kurangin makan dari 3 kali sehari jadi 3 kali seminggu ( _misalnya_ ).
Kan harusnya kita juga perlu tau, _oh kamu mendekati gila nih, hati-hati aja_.
Atau kamu mendekati kondisi _multiple personality disorder_, dengan siapa saya berbicara ya sekarang…
Atau, kamu punya karakter yang licik dan suka berbohong punya potensi jadi koruptor atau politikus busuk …
Atau, kamu punya gejala *blog obsesif kompulsif* dimana dalam sehari kamu ngecek blog kamu 5 menit sekali buat liat orang udah komen atau belum… πŸ˜€
Atau, kamu punya kecenderungan mendapat rangsangan seks ketika melihat badut sirkus…
Dan lain lain dan lain lain
Harusnya kan ada test-test yg didesain untuk itu. Sehingga kita bisa tau, kondisi kesehatan, tidak hanya tubuh tapi juga MENTAL.
Kalo ada indikasi gejala _SAKIT_, baik fisik atau mental kita jadi bisa tahu sebelum menjadi PARAH.
_Atau sebelum kita jadi minta pasangan kita buat dandan kayak badut sirkus…_

Posting perdana di Blog baru

Aside

Hi semua, sudah hampir sebulan sejak posting terakhir di “blog yang lama”:http://enda-aseli.tripod.com dan _announcement_ bahwa gue bakal pindah ke blog yang baru.
Sudah sebulan setengah dari posting yang gue cerita kalo gue beli domain baru dan punya hosting di sebuah server.
Dan _here it is_, ini hasilnya dari semua itu. Selamat datang. πŸ™‚
Blog ini juga “Goblog Media.com”:http://www.goblogmedia.com belum 100% beres, bakal ada link-link yang masih _broken_ dan kayaknya kalo dibuka di browser lain selain IE masih kacaw lay out blog ini, tapi atas dukungan orang-orang terpenting πŸ™‚ dan keinginan tidak tertahankan (yeah right hehe) untuk ngeblog lagi, maka di hari Jumat ini diputuskan buat secara _official_ ngebuka blog ini.
Kenapa begitu lama? Beberapa orang nanya ama gue. Yah, karena pada dasarnya gue emang pemalesan, kedua banyak kerjaan di kantor lagi banyak, ketiga ada beberapa hal yang harus dipelajari dulu di “Movable Type”:http://www.movabletype.org ini supaya kelakuannya bisa sesuai ama keinginan gue.
Perubahan yang terjadi, kalo boleh cerita dikit, kira begini:
“GoblogMedia.com”:http://www.goblogmedia.com akan jadi blog tentang dunia per-blog-an, berita, tools, link dan lain-lain. Dia juga bakal jadi semacam *doorway* ke beberapa blog yang men- _share_ domain yang sama.
Ada blog “gue”:http://enda.goblogmedia.com, ada blognya “nita”:http://nita.goblogmedia.com dan ada blog “Gosip Kita”:http://gosipkita.goblogmedia.com blog bareng dengan beberapa pengisi yang kira-kira isinya berita-berita “keluarga” tentang para Blogger.
Itu untuk saat ini, di masa tidak jauh di depan, mudah-mudahan bisa bertambah dengan beberapa Blogger lainnya. πŸ™‚
Idenya sebenernya datang ketika gue menyadari bahwa hosting gue ini akan banyak terbuang kalo cuma dipake sama gue aja. San sistem Movable Type ini sangat memungkinkan juga untuk multi-blog, hingga lahirnya ide *Goblog Media.com*.
Perubahan teknikal lainnya yaitu hosting pindah dari hosting gratisan di “Tripod.com”:http://tripod.com, blog engine gue pindah dari “Blogger.com”:http://www.blogger.com ke blog engine yang di install di host kita sendiri yaitu “Movable Type”:http://www.movabletype.org, termasuk di dalamnya comment system juga pindah dari “YACCS”:http://rateyourmusic/yaccs ke _built in_ comment systemnya MT ini.
Semua entry di Blogger.com dan comment di YACCS juga berhasil gue export ke blog baru ini.
“Movable Type”:http://www.movabletype.org kalo boleh ngasih komentar adalah system yang jauh lebih _powerful_ daripada Blogger.com, banyak kustomisasi yang bisa kita kerjakan, plugins yang bisa kita tambahkan di ditulis oleh begitu banyak programmer dan kelebihan-kelebihan lainnya yang mungkin nanti sedikit-sedikit mau gue ceritain juga.
Anyway, sebagai penutup gue mau ngucapin terimakasih buat beberapa pihak.
* “Blogger.com”:http://www.blogger.com tentu aja yang udah nyediain tempat buat blog gue selama beberapa tahun ini. _We have some good times and bad times_ πŸ™‚
* Hossein Sharifi, di “YACCS”:http://rateyourmusic/yaccs yang udah ngasih fasilitas komen dia dengan gratis dan bantuin gue nge-eksport komen gue disitu.
* “Tripod.com”:http://tripod.com yang udah ngasih host untuk bertahun-tahun pula.
* “Movable Type”:http://www.movabletype.org yang sudah bekerja dengan cantiknya.
* “Stop Design”:http://www.stopdesign.com yang ide desainnya gue curi.
* “Floating Tutorial”:http://css.maxdesign.com.au/index.htm yang udah baik hati ngasih tutorial tentang CSS
* Dan tentunya dukungan dan pengertian dari orang terdekat gue. πŸ™‚
Status blog ini sendiri akan SELALU dalam perkembangan dan perbaikan. Jadi mohon maaf kalo masih ada yang kurang2x sempurna.

Jaringan Sosial

Aside

Kalo gue denger kata “Jaringan Sosial” kok yang pertama kali gue inget adalah Jaring Pengaman Sosial-ya? Alias JPS? πŸ™‚ Mungkin karena perbendaharaan kata itu udah duluan menclok di kepala.
Tapi Jaringan Sosial yang dimaksud sama judul diatas adalah terjemahan dari Social Networking, yang mana mungkin terjemahan lebih deketnya adalah Penjaringan Sosial (Kok seperti ada hubungannya dengan penangkapan wanita tunasusila?).
Social Networking lagi rame sekarang di Internet. Social Networking atau Social Software sebenernya sudah kita kenal dari dulu dalam bentuk sederhana seperti email, newsgroup, bullentin boards atau mailing list. Bentuk yang lebih baru adalah Blog tentu aja atau Wiki dimana kita membantuk jaringan teman-teman kita di dalamnya.
Bentuk yang paling baru yang lebih populer dan yang paling terkenal adalah Friendster dan LinkedIn.
Jika Friendster lebih sesuai untuk kebutuhan sosial (cari kencan, cari temen, cari cewek, cari cowok) maka LinkedIn didesain lebih untuk kebutuhan profesional, korporasi dan bisnis.
Jika di Friendster yang penting adalah foto kamu, status (single, in relationship, married, open married (wah hehe)), rekomendasi, buku favorit, film favorit, musik favorit. Maka di LinkedIn yang lebih penting adalah pengalaman kerja, skill, keahlian kamu di bidang apa dll.
Di Friendster mungkin kamu bakal menghabiskan waktu buat melototin foto-foto di network kamu dan memikirkan apa aslinya se-keceh fotonya atau tidak :), maka di LinkedIn kamu bisa search orang di network kamu dimana mungkin kamu butuh konsultasi tentang bidang kamu, ingin menawarkan suatu service, produk, merekrut orang atau mencari lowongan pekerjaan.
Keluar dari perbedaan ini, Friendster dan LinkedIn sama-sama berdasarkan pada ide Jaringan Sosial atau Social Networking tadi. Yang dulu mungkin kita lakukan dengan mengumpulkan kartu nama atau buku telepon maka dengan alat bantu Internet hal ini jadi lebih mudah dan lebih extensive lagi.
Misalnya kamu punya 10 teman, dan tiap 10 teman itu punya 10 teman yang punya 10 teman lagi yang punya 10 teman lagi, maka jaringan kamu sekarang sudah terdiri dari…. banyak teman πŸ˜€
Dan selama kamu terhubung dengan seseorang itu (dalam satu jaringan/network) maka kamu dibolehkan (di Friendster dan LinkedIn) menghubungi orang itu, kenalan, kencan, minta kerjaan atau apapun.
Tentu bakal agak sulit menerangkannya (“Eh saya kenal kamu dari si A yang temennya si B yang temennya si C yang kenal sama kamu, kamu kenal kan ya sama si C?”), tapi nevertheless kamu dalam jaringan yang sama.
Ide yang sama yang mendasari penelitian Small World-nya Columbia University ini (salah seorang penelitinya seorang blogger Indonesia -> Roby yang gue kenal dari seseorang, yg temennya kenal ama temennya, temennya Roby ini.. hehe), kini jadi lebih aplikatif (mencari kencan atau kerjaan) walau orang masih bingung bisnis model apa yang bisa diterapkan dalam jaringan sosial ini.
Secara alamiah, aplikasi ini cepat menambah jumlah anggota, karena setiap anggota akan mengundang teman-temannya untuk menjadi bagian dari network-nya (sign up trus search Enda Nasution (enda(at)goblogmedia(dot)com) ya, add gue jadi Friends kamu di Friendster :D). LinkedIn mengaku punya 40,000 anggota, sedang Friendster… (ga tau gue) memiliki banyak anggota. πŸ™‚
Contohnya aja gue, saat ini gue cuma punya 10 “teman” yang tercatat (1 istri, 1 roby, 7 orang blogger (slesta, ella, pongki, ciphie, mya, hanzki, xinda, ce semuah :D) dan satu lagi mas Ronald Kuwawi, kenal di YM karena dia baca blog ini, dia yang pertama kali nge-invite gue), tapi gue punya 130,324 orang di network gue. Yang mana mungkin aja ada yang gue kenal juga diantaranya.
Setiap kamu liat profile seseorang maka kamu akan lihat bagaimana dia “terhubung” ke kamu, lewat siapa (dia ini siapanya siapa gitu louh).
Enda Budi Wati Bill Gates
Yang lucu, ada banyak orang di network gue, dimana ada empat jalur yang gue bisa terhubung ama dia, yang masing-masing jalur ekslusif satu sama lain.
Kalo kamu mau coba, selain Friendster dan LinkedIn sekarang mulai banyak website/software dengan ide yang sama misalnya Tribe dan untuk keperluan bisnis seperti Spoke, VisiblePath, ZeroDegrees atau Ryze.
Yang agak berbeda adalah iCan (beta). Jika Friendster untuk cari teman dan LinkedIn untuk mencari kerjaan, maka iCan lebih bersifat aktifisme dan politis, untuk misalnya kamu mau mencari orang yang punya kepedulian yang sama dengan kamu terhadap usaha membebaskan anjing-anjing kecil yang dijadikan bagian dari asesoris. Misalnya.
Di halaman ini masih ada banyak lagi penyedia sosial software, atau yang sekarang juga disebut aplikasi Many-to-Many, yang mungkin kamu mau coba.
Di masa depan, mungkin social networking ini bisa digabung dengan fungsi lain supaya bisa jadi lebih berguna lagi, in the mean time, sebelum ditemukan fungsi baru itu, gimana kalo kamu sign up di Friendster atau LinkedIn (buat nyang belom), invite temen-temen kamu dan mulai membangun network kamu sendiri?
Mungkin setelah kamu sign up kamu bisa ketemu temen-temen lama kamu yang ternyata temennya si A yang temennya si B yang juga temennya si…. yang temennya temen si temen. Atau kamu bisa juga kayak gue sekarang ini, cari orang yang punya SHIO KELINCI dan pengen sama-sama mendiskusikan peruntungan kita di tahun MONYEEEET! ini. πŸ˜€
UPDATE 23/01/04:
Baru dibahas kemarin ternyata sekarang Google juga ikutan me-launch layanan Social Networking-nya sendiri. Seperti diberitakan oleh CNet dan The Register, Google akan mengumumkan clone-nya Friendster dengan nama Orkut, dari nama pegawai Google yang mengerjakan proyek ini Orkut Buyukkokten.
Bedanya dengan Friendster? Keanggotaan di Orkut cuma by invitation only, hehe.. jadi harus ada temen kamu yg ikutan dulu dan nge-invite kamu. Otherwise, kamu ga bisa ikutan.
Btw. menurut Roi, seharusnya terjemahan dari Networking adalah jejaring dan bukan jaring seperti yang gue tulis diatas. Jadi Social Networking adalah: Jejaring Sosial? πŸ˜€