Here we are now, entertain us!
–Smells Like Teen Spirit Lyrics, Nirvana (Nevermind)
Lirik lagu diatas kayaknya neriakin dan nyimpulin generasi kita sekarang (minimal generasi gue) yang suka disebut Generation X.
Ini kami sekarang sudah datang, ENTERTAIN US!
Generasi yang digambarkan sebagai generasi yang malas dan kurang rasa tanggung jawab (slacker), sinis, dan ga berpengharapan dan frustasi. Hidup dibesarkan oleh musik alternatif, film indie, pop culture, video game, computer, internet dan kini BLOGS. Generasi yang pulang ke rumah dan baru bertemu orang tuanya di malam hari. Generasi yang tidak sabar. Generasi dengan short-time attention span.
Jika generasi sebelum Generation X disebut dengan baby boomers (mereka yang lahir antara 1946-1964), maka Generation X adalah generasi mereka yang lahir antara 1965-1980. Gue, kamu, dia dan kita yang saat ini berumur 30-an dan 20-an tahun. Kita yang dibesarkan di kurun waktu 70-an dan 80-an.
Muncul pertama sebagai judul buku karangan Douglas Coupland, “Generation X: Tales for an Accelerated Culture” , Generation X kemudian menjadi populer sebagai penamaan sebuah generasi yang tidak mengenal perang dunia besar yang hidup ditengah lingkungan yang serba ada dan berubah pesat.
We have chase cars and clothes, working jobs we hate so we can buy SHIT we don’t need.
We’re the middle children of history, man. No purpose or place.
We have no Great War. No Great Depression. Our Great War’s a spiritual war… OUR GREAT DEPRESSION IS OUR LIVES.
— Tyler Durden, Fight Club
Kita adalah, kata Stephen Abbott di sitenya tentang Gen X, adalah generasi yang sangat concerned terhadap financial dan emotional security. Generasi yang realistik dan jujur terhadap perjuangan kita menghadapi perubahan dunia yang makin kehabisan sumber dayanya, masyarakat yang makin tua dan budaya yang masih di dominasi oleh generasi sebelum kita.
Secara singkat, kita adalah generasi yang masih mencari-cari identitasnya dengan satu kepastian bahwa identitas tersebut TIDAKLAH SAMA dengan identitas orang-orang tua kita.
Entertain us! Kata Kurt Cobain. Kami sudah melihat semuanya, kami butuh dihibur dan kami butuh dihibur sekarang! Maka jejali kami dengan produk-produk baru yang berwarna-warni, cell phone yang baru setiap dua bulan, model dan trend yang berganti setiap kali kami bangun dari tidur.
Iklan yang baru setiap minggu, berpuluh-puluh majalah yang membahas setiap hal kecil, game dengan versi baru setiap dua minggu, channel dan acara TV yang harus berubah-rubah.
Apapun itu jika kami sudah melihatnya minggu lalu maka ITU adalah BASI. Beri kami sesuatu yang baru setiap saat. Make us AMUSE.
Kami tidak sabar, dan kami butuh dihibur. Jejali kami dengan pesan dan pikiran-pikiran baru. Buku, Film, Musik, yang berbeda dan makin beda dan dalam jumlah yang BANYAK
Kami Generasi X dan kami tidak sabar.
ENTERTAIN US!
Oh ya dan buat kamu yang masih dibawah 20 tahun, Generation Y (or is that,”why?”). TUNGGU GILIRAN.
Wuaah
Aside
Wuaah capek dan senang
tapi sekarang
kembali
ke kehidupan
rutin.
Kita jalan dan
waktu
diam
Mudah-mudahan
tidak kan terlalu
rutin dan tetap berarah
ke suatu tujuan
“Go confidently
in the direction
of your dreams.
Live the life
you’ve
imagined.”
— Thoreau
17 Agustus-an kedua di Bangkok
Aside
You can only protect your liberties in this world by protecting the other man’s freedom.
You can only be free if I am free. –Clarence Darrow
The day turn out OK. Seperti biasa kita ngerayain 17-an di KBRI lengkap dengan makanan-makanan Indonesia: Bakwan Malang, Gulai Daging, Rujak Cingur, Gudeg Komplit. Ga lupa juga pembagian-pembagian hadiah, buat para pemenang lomba-lomba yang udah diselenggarakan sebelumnya.
Hadiahnya lumayan ternyata, voucher2x belanja seharga 500 baht-an, sekitar Rp 100 ribu. π Dan yang tentu aja ditunggu-tunggu lucky draw alias door prize alias hadiah untung-untungan. Selain voucher2x belanja (Rp 200 – Rp 300 ribu) ada juga souvenir-souvenir, kulkas, TV 29″ dan… tiket Garuda BKK-JKT buat dua orang!
Dan seperti biasa, kayak tahun lalu juga. Kita ga ada yg menang hehe. Balik dari KBRI, dengan berbatik ria dan niat yang setengah pengen dan setengah males, akhirnya jadi juga deh kita beli Camera Digital π
Yang menarik juga buat gue 17-an kemaren adalah karena, baru sehari sebelumnya gue kopdar sama temen baru gue yang kenal di Internet. Namanya Paul, dia orang Australia, anaknya udah 2 dan baru aja pindah ke BKK setelah sebelumnya di Guangzhou China sebagai guru di International School. He’s very nice and not as old as I thought hehe.. dan dia bisa Bahasa Indonesia karena pernah belajar di Yogyakarta.
Pas 17-an itu dia gue ajak juga ke KBRI, dan karena Nita sibuk mentasi Sabai Nan Aluih-nya dia yang kali ini di mirror dengan pemain yang lain, gue jadinya ngobrol-ngobrol dan makan aja sama Paul. π
Kebeneran juga (kebeneran melulu), nyokap gue lagi dateng ke BKK. Satu rombongan Dharma Wanita, 42 orang hehe.. Tour-nya dilanjutin lagi ke KL, tapi nyokap mau extend tinggal di BKK sama kita. Kebeneran deh, lebih dari satu tahun kali gue ga ketemu dan sekarang ada kesempatan tinggal bareng lagi, walaupun ga lama.
Terakhir, karena dalam hawa hari kemerdekaan, males kerja dan kecurigaan bahwa kebanyakan negara punya hari kemerdekaan di bulan Agustus, akhirnya gue cari-cari list hari-hari kemerdekaan di Internet dan ini hasil rekap statistik dari kecenderungan perilaku negara2x di dunia.
Diambil dari situs DidYouKnow.cd yang juga hasil kompilasi dari The World Factbook-nya CIA didapat list negara berjumlah 191 buah yang saat ini ada di dunia.
Negara tertua adalah Jepang yang tercatat merdeka sejak 660 BC berarti berumur 2663 tahun sedang negara termuda adalah Palau (dimana tuh?), yang baru merdeka tahun 1994, berarti baru berumur 9 tahun saja.
Dari list itu juga diketahui bahwa abad ke 20 adalah abad dimana paling banyak negara merdeka. Ada 143 negara (74.87%) merdeka di abad 20 dibandingkan dengan abad 19 yang hanya 29 negara (15.18%). Sedang sisanya merdeka sebelum abad ke 19 (17 negara) dan dua negara tercatat sudah berdiri sebelum tahun masehi, yaitu China dan Jepang, pada 221 BC dan 660 BC.
Di abad ke 20 sendiri, dekade 60an adalah tahun dimana paling banyak negara merdeka. Ada 41 negara (28.67%) merdeka di tahun 60an. Disusul dengan tahun 70an (27 negara 18.88%), 90an (26 negara 18.18%) dan 40an (16 negara 11.19%). Banyak negara merdeka pada tahun 90an, karena pada dekade ini lah banyak negara yang memerdekakan dirinya atau pecah dari Uni Soviet dan Yugoslavia.
Dan bila dilihat dari bulan dimana negara-negara ini merdeka, maka ternyata benar kecurigaan saya bahwa banyak negara yang merdeka pada bulan Agustus. Dari 191 negara, 28 negara (14.66%) merdeka pada bulan Agustus! Disusul oleh bulan Juli dan September masing-masing sebanyak 26 negara (13.61%). Sedang bulan dimana paling sedikit ada hari kemerdekaan yaitu bulan Februari, Maret dan Desember, hanya 7 negara (3.66%) di masing-masing bulan.
KESIMPULAN:
Abad ke 20 adalah abad kemerdekaan dan terlihat juga bahwa sebagian besar negara barulah merasakan kemerdekaan kurang dari 50 tahun.
Kesimpulan lain adalah bahwa, pertengahan tahun adalah waktu yang paling disukai oleh negara2x untuk merdeka, dibandingkan dengan awal atau akhir tahun. Mungkin ini dipengaruhi juga oleh cuaca. Di pertengahan tahun yg relatif lebih hangat/panas maka jiwa-jiwa para pejuang kemerdekaan mungkin rata-rata lebih panas juga dan bersemangat untuk membuat negara mereka merdeka. π
Akhir kata, mungkin mengutip kata-kata manager security-nya Microsoft, bahwa computer security adalah sebuah proses dan bukan sebuah end point dan karenanya rajin-rajinlah mendownload patch baru.
Maka mungkin begitu juga dengan kemerdekaan. Kemerdekaan adalah sebuah proses dan bukanlah sebuah end point dan karenanya selama Microsoft masih banyak bolongnya, tidak apalah kita menggunakan installer copian π
Happy Independence Day, guys. Just remember how “lucky” we are and always remember how so many people died for what we have to day. Whatever that is.