Dibawah ini adalah tanggapan singkat tentang komentar pengamat multimedia Roy Suryo terhadap komentarnya mengenai blog yang dimuat di Media Indonesia, Rubrik Teknologi, Kamis 6 Januari 2005 dengan judul berita “‘Blog’, Sarana Informasi Alternatif” [URL: http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2005010602351018]
Kutipan berita:
“…Tetapi, pengamat multimedia Roy Suryo menyarankan pengakses internet untuk lebih percaya kepada situs-situs resmi daripada weblog. Alasannya, nilai pertanggungjawaban dari pembuat blog masih terbatas dan sumber penulisannya tidak bisa ditentukan. “Blog itu satu tren saja. Jadi, seperti agenda yang bisa ditulisi macam-macam. Saya melihat blog sendiri kebanyakan masih berupa katarsis atau tempat curahan emosi,” ungkap dosen UGM ini kepada Media kemarin…”
Walau bukan kutipan verbatim wawancara dan dengan tidak menutup kemungkinan perubahan editorial, dapat ditangkap dua inti pernyataan Roy Suryo tentang blog yaitu:
1. Blog tidak dapat dipercaya, tidak ada pertanggung jawaban penulis, kebanyakan berupa tempat curahan emosi [katarsis]
2. Blog adalah sebuan tren
Dibawah ini adalah tanggapan terhadap pernyataan diatas:
I. MEDIA BLOG, ANTARA FORMAT DAN ISI
Blog (kependekan dari Weblog) didefinisikan secara singkat sebagai website yang menampilkan posting satu atau lebih individu dalam susunan kronologis (dimana biasanya posting terbaru ditempatkan diatas).
Sebagai media yang baru adalah lumrah bagi banyak orang awam yang tidak familiar dengan format ini untuk mengeneralisasi dan mencampurkan pengertian blog sebagai format dan blog sebagai media dengan informasi khusus.
Blog sebagai format adalah bentuk terbaru dari hasil evolusi perkembangan format-format media yang terus menerus berlangsung di Internet.
Secara analogis, blog dapat disejajarkan dengan format-format media lain seperti Televisi [audio, video], Radio [audio], Koran dan Majalah [tulisan].
Karena sebab diatas, maka adalah aneh untuk menyatakan ketidakpercayaan terhadap sebuah format.
Ketika Roy Suryo menyatakan bahwa “Blog tidak dapat dipercaya”, maka saudara Roy telah membingungkan masyarakat dengan mencampuradukkan antara blog sebagai format dan isi dari blog itu sendiri.
Analogikan dengan pernyataan “Televisi tidak dapat dipercaya”, karena televisi sendiri adalah sebuah alat elektronik yang bisa menyajikan suara dan gambar. Sehingga bukan terhadap “televisi” (sebagai format) kita tidak percaya, tapi kita tidak percaya terhadap isi yang disajikan oleh televisi.
Blog sebagai format, sebaliknya justru telah mendunia dan diadopsi serta diagung-agungkan sebagai format media baru yang efektif, murah dan mudah digunakan.
Format blog telah diadopsi oleh banyak kalangan, individu maupun organisasi untuk berbagai tujuan karena karakteristiknya yang mudah digunakan, permanen, cepat dan informatif.
Dari keperluan hubungan masyarakat [Public Relation] dunia bisnis, kampanye politik, pemberitaan [jurnalisme] hingga pengorganisasian massa telah dilakukan dengan menggunakan format blog.
Tanpa menutup mata, karena sifatnya yang mudah dan murah tadi, blog juga digunakan sebagai alat komunikasi pribadi sehari-hari oleh banyak orang, sehingga banyak juga blog yang berisi cerita pengalaman atau pemikiran pribadi maupun luapan emosi.
Walaupun begitu, tidak diperlukan intelegensia tinggi untuk membedakan kredibilitas informasi yang dibutuhkan ketika kita berhadapan dengan suatu blog. Dan adalah salah untuk mengeneralisasi isi semua blog sebagai tempat curahan hati.
Blog sebagai format dan isi blog sebagai media karenanya berbeda dan harus dibedakan.
II. BLOG BUKANLAH TREN
“Tren” [Trend] yang kami tangkap dari pernyataan Roy Suryo didefinisikan sebagai suatu kecenderungan sementara atau musim yang akan hilang atau berganti.
Ada dua kecenderungan arah pergerakan ketika sesuatu yang baru muncul, akan ada seterusnya atau akan hilang. Ketika dia hilang, maka kita bisa mengatakannya sebagai tren (musim), seperti model fashion tertentu. Ketika tetap ada, maka antara dia menggantikan apa yang sudah ada, atau memiliki fungsi komplementari dari apa yang sudah ada.
Dari sisi ini, dengan keunggulan format blog, keberagaman penggunaan format serta kenyataan bahwa blog adalah hasil evolusi dari berbagai eksperimen penggunaan media di internet maka adalah sangat kecil kemungkinan blog akan hilang di masa yang akan datang, justru sebaliknya.
Kecenderungan yang dapat kita lihat sekarang adalah makin bertambahnya jumlah blog dengan beragam pengguna serta penggunaan. Selain blog biasa kini juga sudah muncul Photoblog, MP3blog, Videoblog, Moblog [mobile blog] dan lain-lain
Di Amerika Serikat, menurut laporan terbaru Pew Internet & American Life Project, di akhir 2004 blog telah mengokohkan diri sebagai bagian dari budaya online. http://www.pewinternet.org/PPF/r/144/report_display.asp
Pembaca blog melonjak hingga 58% pada 2004 dimana kini 27% dari pengguna internet adalah pembaca blog.
Blog bukan saja telah dinobatkan sebagai “Words of the year 2004” oleh penerbit kamus kenamaan Merriam-Webster [http://www.m-w.com/info/04words.htm], bahkan ABC News di Amerika menobatkan Bloggers [para pemilik dan penulis blog] sebagai “People of the Year 2004” [http://abcnews.go.com/WNT/PersonOfWeek/story?id=372266&page=1].
Berbagai blog milik perusahaan besar dan bahkan media bermunculan setiap hari. Dari Microsoft hingga IBM memiliki fasilitas blog untuk mengkomunikasikan internal perusahaan mereka.
Keberadaan blog seterusnya ditentukan oleh keunggulan dan sifatnya, apakah dia akan menggantikan media yang lama atau akan bersifat komplementari dengan media tradisional.
Keunggulan Blog sebagai media baru didukung oleh faktor-faktor dibawah ini:
1. Murah, membuat blog murah dan tidak memerlukan resource yang besar 2. Mudah, mengurus blog sederhana dan tidak rumit 3. Cepat, informasi yang diterbitkan dalam hitungan detik sudah bisa diakese oleh audiens yang tidak terhingga. 4. Statis dan permanen, fakta dan informasi dalam blog dalam dirujuk dan berupa text sehingga dapat dikutip dan mudah dilacak 5. Sindikasi, blog dilengkapi dengan fasilitas sindikasi yang memungkinkan pembacanya membaca berbagai blog dengan mudah
Dari fakta-fakta diatas didukung dengan makin besarnya [bukan makin sedikit] pengguna komputer dan internet, serta pergerakan kebudayaan dan teknologi umat manusia yang makin bersender pada informasi maka tidaklah jauh dari kebenaran prediksi bahwa format blog dan blog itu sendiri serta turunannya tidak akan hilang seperti musim dalam waktu dekat ini [tren], bahkan sebaliknya eksperimen, kebutuhan dan kemajuan teknologi akan mengeksploit dan mengeksplor format blog menjadi media-media baru yang belum lagi bisa kita perkirakan sekarang ini.
Beberapa link:
A. Blog perusahaan [corporate blog] diantaranya:
- Microsoft http://www.microsoft.com/communities/blogs/PortalHome.mspx
- IBM http://www-106.ibm.com/developerworks/blogs/index.jspa
- Google http://www.google.com/googleblog/
- Yahoo! Search http://ysearchblog.com/
- General Motors [GM] http://smallblock.gmblogs.com/
- SUN Microsystem http://blogs.sun.com/roller/
- etc.
B. Blog milik media:
- Guardian [UK] http://blogs.guardian.co.uk/online/
- Fast Company http://blog.fastcompany.com/
- etc.
C. Artikel dari OJR [Online Journalism Review, websitenya Annenberg School for Communication, University of Southern California.]:
- “Blogging as a Form of Journalism” http://www.ojr.org/ojr/workplace/1017958873.php
- Weblogs: A New Source of News http://www.ojr.org/ojr/workplace/1017958782.php
Comments (3)
Enda, dikirim aja ke salah satu media cetak.. ;)
Posted by Ben | February 1, 2005 1:47 PM
Posted on February 1, 2005 13:47
Sebagai WARGA UGM, Roy Suryo itu jadi kebanggaan lho! Prestasi ngubek-ubek politik ampe foto selingkuh Gusdur bisa jadi salah satu keusilan ilmiah yang amat keren. Hati-hati makanya kalo lagi mesraaa! dilarang bawa kamera !Titik ! Sebagai mahasiswanya gue perlu donk ngebela ! tapi kalo si dia gak bisa buat IP gue naik ya, sukurlah kalo gitu heee :> dunia itu selalu ada pamrih !iseng itu hanya istilah menyembunyikan pamrih. Tiap perbuatan punya tujuan. Gitoh.
Posted by wisnu keren | January 17, 2006 10:47 AM
Posted on January 17, 2006 10:47
Soal Keputusan Dirjen Pos dan Telekomunikasi
Roy Suryo Minta Maaf
Jakarta, Kompas
Pengamat multimedia Roy Suryo hari Jumat (23/11) mendatangi Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Dirjen Postel) Djamhari Sirat di Kantor Ditjen Postel di Jakarta, untuk meminta maaf.
Di hadapan pers, usai pertemuan petang itu, Roy mengaku telah melakukan kesalahan interpretasi terhadap ketentuan Keputusan Dirjen Postel Nomor 199/Dirjen/2001 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Jasa Internet Telepon untuk Keperluan Publik.
Karena kesalahan interpretasi Roy terhadap butir 3 Pasal 9 keputusan itu, pers-termasuk Kompas-mengutip Roy dengan menyebutkan, setiap penyelenggara jasa telepon Internet untuk publik wajib menyetorkan dana Rp 10 milyar ke rekening Dirjen Postel.
Padahal, dalam butir 3 itu jelas tertera: "... pemilik izin prinsip wajib pula menyertakan deposit tunai sebesar Rp 10 milyar sebagai jaminan kelangsungan pelayanan kepada publik, yang disimpan di bank yang telah direkomendasikan oleh Direktur Jenderal."
"Saya salah interpretasi ketentuan dalam keputusan itu. Karena itu, saya minta maaf. Saya juga jelaskan kepada Pak Dirjen bahwa dengan pernyataan saya itu, saya tidak bermaksud menunjuk atau mendiskreditkan nama baik Pak Djamhari," kata Roy.
Menanggapi pernyataan seperti itu, Dirjen Postel Djamhari Sirat menyatakan bahwa sekarang semuanya sudah jelas, sehingga pihaknya menganggap persoalan sudah selesai.
"Ya, karena Pak Suryo sudah memberi klarifikasi seperti itu, ya, cukuplah. Sudahlah. Selesai," kata Djamhari, yang sebelumnya mengancam untuk mengajukan tindakan hukum, baik terhadap Roy Suryo maupun terhadap Kompas.
Sebelumnya, Djamhari menjelaskan bahwa keputusan tanggal 6 September 2001 itu sebetulnya sudah ditunda melalui Keputusan Dirjen Postel Nomor 199A/Dirjen/ 2001 tertanggal 19 September 2001. (vik)
Posted by jojo | February 27, 2006 12:46 PM
Posted on February 27, 2006 12:46