Gangguan yang menyenangkan

Aside

bull.jpg

Uaah.. jam makan siang, ga makan siang dan ngantuk.
*Ramadhan* tahun ini berarti bulan puasa ke tiga gue sama “istri”:http://nita.goblogmedia.com di *Bangkok*. Yang juga kurang lebih lebaran ketiga juga yang kita habisin ga bareng keluarga dan temen, seperti tahun-tahun sebelumnya.
Setiap tahun, gue selalu me-welcome-i bulan ini sebagai _gangguan yang menyenangkan_ dari keseharian yang gitu-gitu terus.
Sesuatu yang begitu mendasar dan berbeda yang mempengaruhi segala sesuatunya.
Hari kerja dilalui tanpa kopi, lebih terlambat ngantor dan lebih ngantuk dari biasanya.
Dan kalo disini, ditambah, ga ada libur panjang dan.. ga ada THR (hehe, siapa bilang kerja di Indonesia ga enak?) πŸ™‚
Tapi kebayang ga sih, kalo ga ada bulan puasa, maka tahun ke tahun punya kemungkinan terlewatkan begitu aja, dan tau-tau kita bangun di sebuah pagi dan bingung, bertanya-tanya kemana setiap tahun itu lewat.
Minimal dengan adanya _gangguan_ ini, sebuah sesuatu yang men-[_disrupt_] kehidupan normal, kerangka berpikir kita (minimal gue) jadi lebih sensitif.
 
_lebaran sebentar lagi.._ πŸ˜›

Ketika kamu membaca ini

Aside

Masa depan

*Ketika kamu membaca ini*, yang terbayang adalah kamu sudah sebesar aku. Kamu adalah kamu yang insya Allah akan hadir bersama kami tahun depan, dan aku, adalah aku yang selalu ingin menjadi temanmu.
Hampir *30 tahun* ([_yes, contrary to popular belief, I am nearing that age heheh_]) aku hadir disini, dan aku hampir ga punya bayangan apa-apa tentang bagaimana kehidupan saat aku lahir.
Tahunnya adalah tahun *1975*, tahun saat *Jaws* membuat *Steven Spielberg* abadi di dunia perfilman, tahun dimana *The Ramones* dapet perusahaan rekaman dan *The Sex Pistols* terbentuk, tahun saat *The Bee gees*, *The Eagles* dan *David Bowie* mengeluarkan album yang bukan _re-release_ atau pake kata _”The best of…”_ di sampul album mereka dan tahun dimana _”retro”_ belum punya arti seperti sekarang.
Dan nanti, saat kamu sebesar aku, saat kamu punya kehidupan kamu sendiri, mungkin kamu juga bertanya-tanya tentang bagaimana *kehidupan sehari-hari saat kamu lahir*, bagaimana dunia waktu kamu baru hadir?
_So here it is, a little something about our life._ Mudah-mudahan *30 tahun* lagi dari sekarang, saat kamu _search_ di *Google* (yes *Google* will still be there!), entah gimana, kamu menemukan tulisan ayahmu ini, *30 tahun* yang lalu:
 
_We were happy._
Ini adalah masa-masa yang membahagiakan buat kami, karena kami akan kedatangan kamu.
Saat ini kami tidak tinggal di *Indonesia*, di tanah kelahiran ayah dan ibu kamu, tapi percayalah kalau hati kami selalu merindukannya sebagaimana kamu akan merindukannya nanti, dimana pun kamu berada.
Kami tinggal di sebuah kampus, setiap pagi aku pergi bekerja ke kantor dan “Nita”:http://nita.goblogmedia.com, ibu kamu, menyiapkan *roti telur* untuk sarapan, yang selalu aku makan sore hari. πŸ™‚
Sepanjang hari kami sesekali ngobrol di “YM”:http://messenger.yahoo.com dan malam hari saat aku pulang kami bertemu kembali, bertukar *gosip* sambil makan malam.
Dunia tidak lagi seindah dan sesederhana dulu (katanya), tapi kalo diperhatikan dengan jeli, kami masih *bersyukur* diberi banyak keajaiban dan keindahan hidup setiap harinya.
Kendaraan masih berjalan dengan *BBM* (yg makin mahal dan kotor) tapi di banyak tempat udara masih bersih. _The earth is still a beatiful place to live._
Negri kamu baru punya *Presiden baru*, mungkin kamu akan membacanya di buku-buku sejarah. Sepertinya dia akan bertahan dua kali masa jabatan, berarti selama *10 tahun*. Saat kamu nanti cukup umur untuk memberikan suara di *Pemilu* (Pemilu 2029), mudah-mudahan segala sesuatunya sudah lebih baik di negri kita tersebut.
Dunia masih baik-baik walau banyak orang meramalkan nasib baiknya tidak akan bertahan lama. Mudah-mudahan di tahun-tahun kedepan, kita semua akan menjadi *lebih pintar* untuk tetap memeliharanya, sehingga kamu dapat hidup normal seperti kami.
*Amerika*, satu-satunya _negara superpower_ sekarang juga tengah memilih presidennya. Itu yang mereka biasanya sibuk kerjakan, kalo mereka tidak sibuk perang dengan *teroris*. Sayang aku tidak suka kedua calon presiden disana.
Saat ini kami masih punya *kemiskinan*, masih banyak orang yang tidak seberuntung kami, masih banyak kekerasan di dunia, masih ada perang, masih ada kematian. Saat kamu besar nanti, mudah-mudahan semua ini tinggal kenangan.
Ada banyak kemajuan di bidang *teknologi* di tahun-tahun ini. *Internet* baru ada 10 tahun lamanya (iya pastinya kamu tidak bisa membayangkan kehidupan sebelum ada Internet, aku juga sama πŸ™‚ ), kemana-mana kami membawa _cellular phone_ yang pasti terlihat kuno buat kamu.
Untuk hiburan, (kamu pasti kaget) *DVD* dan *CD* masih harus dibeli! Dan ada perusahaan ini, yang kami sebut *Microsoft* yang menguasai pasar komputer dunia, yang pastinya sudah *dilarang* beroperasi di jaman kamu nanti.
Kami masih sering melihat burung liar beterbangan. *Pohon* masih berwarna hijau, *langit* masih berwarna biru, *matahari* masih satu.
Oya, dan kalo kamu bertanya-tanya, yang namanya *BLOG* baru muncul tidak lebih dari *5 tahun* yang lalu dan masih banyak orang yang tidak punya bahkan belum tahu tentang blog.
“Apa? Ah ga mungkin!”, begitu mungkin reaksimu, karena saat kamu besar nanti, mungkin memiliki BLOG sudah *diwajibkan* oleh negara dan sudah dimiliki oleh semua, tapi percayalah, saat ini baru sedikit orang yang mengenalnya.
Dan dari yang sedikit blogger itu, kami *sungguh beruntung*, berteman baik dengan banyak diantaranya.
 
Jadi itulah dia, *sepintas kehidupan* kami saat ini. Kami bersyukur masih diberi *nikmat* setiap saat, walau kadang kami tidak setiap saat mengucapkannya. Kami hidup bahagia, diantara teman-teman yang luar biasa baik dan keluarga yang luar biasa. Mudah-mudahan nanti kamu beranggapan hal yang sama terhadap kami, ayah dan ibu kamu.
_Dan saat kamu menemukan dan selesai membaca tulisan ini, telepon kami saat itu juga, karena kami rindu kamu setengah mati._

Catatan Liburan

Aside

Thailand Map

Hari ini udah hari ketiga lagi gue ngantor, udah kembali ke rutinitas yang sama dengan sebelumnya.
Sebelum mulai ngeblog lagi dibawah ini beberapa catatan tentang liburan kita kemarin. πŸ™‚
Rencana awal liburannya sebenernya ga sengaja. Gara-gara ada yang nanya tentang jalan-jalan backpacking di “milis jalan-jalan”:http://groups.yahoo.com/group/jalan_jalan/ yang “Nita”:http://nita.goblogmedia.com jawab. Gara-gara jawab itu deh, dan karena gue ngerasa kita berdua butuh liburan akhirnya kita terinspirasi buat ikut jalan-jalan juga.
Dari awal konsep jalan-jalannya memang *backpacking* (yang mana kurang lebih artinya jalan-jalan murah kali yee hehe) Bawa backpack, nginep di guesthouse2x murah dan jalan kemana-mana sendiri berdasarkan informasi yang kita dapet dari buku ataupun dari Internet.
 
 
 

samui-phuket.jpg

Rencana versi akhirnya adalah kita bakal liburan seminggu, berangkat Sabtu, pulang lagi Sabtu. Dan tempat yang bakal kita datangin semuanya lokasi pantai di daerah *Thailand Selatan*: *Koh Samui*, *Koh Pha Ngan*, *Koh Phi Phi* dan *Phuket* (koh = pulau).
Yang ngebuat rencana perjalanan, riset, anggaran dan lain-lain Nita, gue sih cuma nge-approve aja. πŸ™‚
Kebeneran kita juga pengen coba dateng ke “Full Moon Party”:http://www.funhunter.com/places/fullmoonparty.asp, _rave party_ bulanan di *Koh Pha Ngan* (pulau kecil di utara Samui) setiap _full moon_ yang legendaris di kalangan backpackers, 8.000-10.000 orang hadir di _rave party_ ini.
Setelah segala sesuatu siap (beli tiket pulang, beli backpack, perbekalan dll), jadilah kita berangkat Sabtu kemarin.

Kopdar bersama Keluarga Cemara

++*1. Bangkok – Surathani – Samui*++
Di *Bangkok* sebelum berangkat kita dan “keluarga Abednego”:http://ogendeba.blogspot.com/ sempet kopdaran dulu bersama “Keluarga Cemara”:http://www.keluargacemara.com yang juga tengah berlibur ke *Bangkok*. Sayang liburannya persis sama waktunya sama liburan kita hehe.
Setelah bertukar gosip blogger bentar (hehe) kita berpisah deh. Keluarga Cemara langsung ke *Pattaya*, sedang kita menuju *Khao San Road*, yang _katanya_ kiblatnya para backpackers Asia.
Kita sudah beli join tiket disitu (bus dan kapal) menuju *Samui* yang bakal berangkat *18.30* dan sampe besok pagi jam *08.00*. Harga join tiket 350 baht per orang (Rp 70 ribu).
Di perjalanan sih ok. Busnya bagus dan selain dua cewek Thailand yang kayaknya ngejar *Full Moon Party* juga, kitalah orang Asia lain di bus itu.
Setelah berhenti sekali buat makan (jam 22.00!) kita nyampe di tempat penyebrangan (pier) di *Surathani* jam *05.00* pagi. Semua harus turun dan… perahu yang bakal bawa kita nyebrang ke *Samui* bakal berangkat jam *08.00* (eng ing eng hehe).
Apa daya ya nunggu aja deh disitu jadinya.
Sampai jam *08.00* penumpang-penumpang lain makin banyak berdatangan, kurang lebih mendekati jam 08.00 kita baru deh masuk kapal. Ada 2 kapal, yang satu ke *Koh Samui*, yang satu lagi langsung ke *Koh Pha Ngan*.
Penyebrangan ke *Koh Samui* makan waktu 3 jam. Dan jam 11.00 kita sampai, langsung masuk minivan buat di bawa ke *Chaweng Beach*, pantai utama di *Samui*.
Buat minivan ini kita bayar lagi 50 baht/orang (Rp 10 ribu) dengan janji bakal dicariin bungalow yang kita mau.
Di perhentian bungalow pertama kayaknya bungalownya udah ok jadi kita mutusin nginep disitu, namanya *Chaweng Garden 3*, harganya 450 bath/semalem (Rp 90 ribu), 10m ke pantai, kamar mandi dalem dan kipas angin tersedia. Lumayan πŸ™‚
“More Bangkok-Samui Pictures..”:http://www.goblogmedia.com/gallery/Airport-Khaosan-Road-Samui

Chaweng Beach, Samui

++*2. Samui – Koh Pha Ngan*++
Sorenya kita liat-liat *Chaweng*. Tiket speed boat ke *Koh Pha Ngan* buat *Full Moon Party* besok hari dijual dimana-mana (600 baht per orang pp, mahal!).
Sore itu misi kita ada dua. Cari tiket buat ke *Koh Pha Ngan* dan tiket buat ke *Phi Phi* besok lusanya.
Dengan mengendarai sepeda motor (moda transportasi pilihan di Samui, biaya sewa 150 baht/24 jam = Rp 30 ribu dan titip passport) kita dapet tiket ferry ke *Koh Phan Ngan* buat besok dan join tiket lagi ke *Koh Phi-Phi* lusanya dengan transit semalam di *Krabi* (perubahan rencana, karena asalnya kita ga merencanakan ke Krabi).
Besok paginya, sepagian maen-maen di pantai, makan siang dan sorenya jam 16.00 kita bakal nyebrang ke *Koh Pha Ngan*.
“More Koh Samui Pictures..”:http://www.goblogmedia.com/gallery/chaweng-beach-samui

Full Moon Party, Koh Pha Ngan

++*3. Full Moon Party*++
Penyebrangan ke *Koh Pha Ngan* makan waktu 45 menit (tiket 100 bath/orang = Rp 20 ribu), setiap orang di perahu kayaknya udah ga sabar buat ber-party ria.
Situasi *Koh Pha Ngan* sore itu udah kayak kampung backpackers, jalan-jalan kecil, tempat-tempat makan banyak, hampir semua backpackers disitu bule dari berbagai negara dengan bahasa yang beda-beda (btw. Indonesia udah kita absenin hehe), dan hampir semua muda dan ga hanya itu dengan muka dan bodi yang kayak model, ga cowok ga cewek hehe. Entah kenapa si party ini kayak magnet buat para backpackers ini.
Kita terus liat-liat tempat partynya (sepanjang [*Had Rin Beach*]), musik sudah mulai dipasang dan banyak orang masih berjemur.
Kita mutusin buat makan malem dulu di restoran pinggir pantai sambil nunggu party-nya mulai. Setelah gelap, orang-orang mulai berdatangan ke pantai. Setiap bar di pinggir pantai pasang musik keras-keras dan juga jualan makanan dan minuman. Tiker-tiker dan meja-meja kecil diatasnya juga tersedia di pantai.
Bir tentu tersedia dan yang rada khas adalah yg mereka sebut *”Bucket of Joy”*. Ini adalah ember kecil dengan harga 150-300 baht (Rp 30-60 ribu) yang isinya satu botol vodka, minuman energi dan satu kaleng softdrink. Kalo kita beli nanti mereka 3 minuman itu mereka campurin.
Makin malam, orang makin banyak datang, banyak juga yang datang pake speed boat dari *Samui*, sebagian joget, sebagian jalan-jalan, sebagian cari temennya. Sementara itu musik masih terus menggelegar.
Masuk ke tengah malem, mulai deh orang pada _pass out_ (entah pass out entah tidur tuh) ga bangun lagi, menggeletak diantara yang lain yg party.
Jam 02.00 pagi, beberapa pasangan (entah baru nemu atau ga) mulai sibuk sendiri di tengah orang banyak.
Semua orang bertahan di pantai sampai pagi, masuk ke subuh dan mulai terang mulai deh orang-orang foto-foto, sebagian masih nahan joget terus. Sebagian lagi yang datang pake speed boat ada juga yang pulang.
Jam *07.30* ferry paling pagi dan kita beserta para veteran fullmooners lainnya berangkat ke kembali Samui. Sebagian lain, seperti ga mau melepaskan diri dari party masih tetep sibuk di pantai.
“More Full Moon Party Pictures..”:http://www.goblogmedia.com/gallery/Full-Moon-at-Koh-Pha-Ngan

Ao Nang Beach, Krabi

++*4. Krabi*++
Setelah istirahat bentar, mandi, tidur, kita packing, check out dan makan siang. Jam 13.30 siap lagi di _pier_ meninggalkan *Samui* menuju *Krabi*. Join tiket Samui – Krabi – Phi-Phi 450 baht/orang (Rp 90 ribu).
Buat menuju *Krabi*, kita perlu nyebrang ke *Surathani* lagi (pier yang berbeda) dan naek bus dibawa ke *Tha Tong Pier*, pier waktu kita nyebrang pertama kali ke Samui.
*Phuket* dan *Samui* berada di dua belahan laut yang berbeda. Kalo *Samui* ada di *Gulf of Thailand*, sedang *Phuket* ada di *Andaman Sea*.
Disitu nunggu lagi, dan kita pesen tempat nginep di *Krabi* disitu, *Mild Bungalow*, 500 baht/malem (Rp 100 ribu) di *Ao Nang Beach*, 30 menit lagi dari kota *Krabi*.
Sampe di *Krabi* (kotanya) jam 21.00-an, jemputan kita ke Mild Bungalow dah nunggu (pick up!), jadi deh malem itu kita berdua dan 4 cewek bule lainnya naek pick up malem-malem ke *Ao Nang*.
Tempatnya enak, paling enak malah hehe, bangunan baru, spring bed, air panas, satelit tv dan walau ga pake AC, buat semua itu Rp 100 ribu semalem lumayan juga.
Pagi-nya kita maen-maen liat-liat pantai, nyewa motor lagi. Jam 12.00 kita bakal di jemput buat dibawa ke pier buat nyebrang ke *Phi Phi*.
“More Krabi Pictures..”:http://www.goblogmedia.com/gallery/Krabi

Snorkling in Koh Phi-Phi

++*5. Koh Phi Phi*++
Perjalanan ke *Koh Phi Phi* makan waktu *1.5 jam*. Di _pier_ di *Krabi* kita udah mesen tempat di *Phi-Phi* 450 baht/semalem (Rp 90 ribu) tempatnya namanya *Phi Phi Don Chukit*, juga tiket balik dari *Phi-Phi* ke *Phuket* 200 baht/orang (Rp 40 ribu).
Sampe *Phi-Phi* udah sore, kita di jemput di piernya pake grobak buat bawa backpack gue. Abis check in kita jalan-jalan deh, dan makan siang (makan bakso dasar orang Indonesia hehe) trus nyari-nyari info buat *full day tour* besok harinya.
*Phi-Phi Islands* terdiri dari 2 pulau yang berdekatan, *Phi Phi Don* dan *Phi Phi Lay*. *Phi Phi Lay* ini ga berpenghuni, tapi tempatnya *Maya Beach* (pantainya *om Priyo* yg di pelem “The Beach”:http://www.imdb.com/title/tt0163978/ itu lo) dan lokasinya asik buat *diving* atau *snorkling*.
Setelah tanya-tanya dan sama aja, akhirnya kita ikutan deh full day tour besok hari (600 baht/orang = Rp 120 ribu), dari jam 09.00 – 16.00 dengan kapal besar (2 tingkat) udah termasuk muterin pulau2x *Phi-Phi* ini, makan siang, minum, buah-buahan, peralatan snorking dan juga kayak.
Besok harinya (untung cuaca cerah) jadi deh kita ngikut tur full day itu. Cuma ada 18 orang yang ikut (untung sepi).
Perhentian pertama di *Maya Beach* (pantainya om Priyo) yang dah tentu banyak orang datang. Kita nyampe pantai dengan *kayaking* berdua, karena kapalnya ga mendarat, sedang orang lain yang pake perahu (long tail boat) atau speed boat sih sambil mendarat.
Dari situ di beberapa perhentian yang koralnya bagus kita *snorkling* atau *kayaking* (shark point, monkey beach), di beberapa perhentian lain cuma lewat aja (viking cave, loh samah bay). Perhentian terakhir di pulau kecil lagi di utara *Phi-Phi* yang namanya *Bamboo Island*.
Persis jam 16.00 kita nyampe di *Ton Sai Bay*, *Phi-Phi* lagi.
Malemnya, buat malem terakhir kita makan malem di *PP Charlie*.
“More Koh Phi Phi Pictures..”:http://www.goblogmedia.com/gallery/Phi-Phi-Island

Patong Beach, Phuket

++*6. Phuket – Bangkok*++
Ferry kita *Phi-Phi* ke *Phuket* berangkat jam 09.00. Hujan gede (untung bukan kemaren) dan entah gimana ombaknya jadi gede juga. Si petugas perahunya udah sampe ngebagiin plastik buat yang mau muntah.
Jam 11.00an kita nyampe di pier di *Phuket* dan kita rencana ngabisin waktu ini di *Patong Beach*, pantai teramai di *Phuket* sebelum pesawat pulang kita ke *Bangkok* nanti malem jam 22.00
Dari pier ke *Patong* kita naek minivan (120 baht/orang = Rp 24 ribu, kalo naek taxi tarifnya 600 baht!), di *Patong beach* kita minta diturunin di tempat ramenya aja karena kita ga punya hotel.
Kita turun di *Bang La Road* dan makan siang. Suasananya udah mirip *Pattaya*, penuh dengan bar. Untung pantainya jauh lebih bagus.
Kita nyewa kursi dan payung di pinggir pantai buat tidur. (50 baht/kursi seharian = Rp 10 ribu) dan tidur sampe sore.
Jam 18.00 kita udah pesen minivan lagi buat ke *Phuket Airport* (170 baht/orang = Rp 34 ribu).
“More Patong Beach, Phuket Pictures..”:http://www.goblogmedia.com/gallery/Patong-Beach-and-Phuket-Airport
Di airport makan malem dan nunggu _check in counter_ airlines kita (Air Asia) buat buka jam 21.00. Kita dapet tiket murahnya kali ini, cuma sekitar 800 baht/orang (Rp 160 ribu) untuk one way Phuket-Bangkok, pengen ngerasain aja naek “Air Asia”:http://www.airasia.com/ hehe.
Jadi memang ga pake tiket, ga pake no duduk, tapi pesawatnya sih ok.
Jam 22.45 pesawatnya _take off_ dan jam 00.45 kita udah nyampe *Bangkok* lagi, langsung mesen taxi buat pulang ke rumah. πŸ™‚
 
Ah liburan kita sudah habis. πŸ™‚
 
++*AFTERWORD*++
_Di posting terdahulu gue cerita tentang bagaimana gue berharap menemukan sesuatu di perjalanan ini (soundtrack ebiet g. ade, “Perjalananan ini.. ” hehe), dan ternyata kita memang menemukan “sesuatu” di akhir perjalanan ini :)_
_Sesuatu yang gue yakin membawa banyak hal baik, buat gue, buat nita dan insya Allah buat kita berdua, supaya jadi individu yang lebih baik lagi. Amien. Mohon doanya dari semuanya. :)_