Going Home

going-home-indonesia.jpg

 
 
 
 
 
 
 
_All my bags are packed, I’m ready to go_
_I’m standin’ here outside the door_
_I hate to say this but I have to say goodbye_
_Oh babe, I hate to go…_
Akhirnya saat ini tiba juga.
Setelah tinggal selama hampir 5 tahun di Bangkok, kami sekeluarga insya Allah akan berangkat nanti malam untuk mengejar pesawat tgl 15 April hari Minggu jam 02.30 dini hari. Kalau semua lancar, jam 06.00 paginya, kita sudah mendarat di Cengkareng, Jakarta, kembali di Indonesia tercinta.
Nita hampir selesai studi doktoralnya di “AIT”:http://www.ait.ac.th, tinggal tahap-tahap terakhir, dan akan kembali ke Bangkok beberapa kali, insya Allah juga rencananya selesai tahun ini.
Tapi kami memutuskan untuk kembali dulu ke Indonesia, dan merajut pengalaman baru disana. Karena sejak menikah belum pernah rupanya kami tinggal bersama di Indonesia dalam waktu yang lama.
Bertemu teman-teman lagi, bertemu keluarga lagi, memanggil lagi tempat yang dulu merupakan rumah kembali menjadi rumah dan bukan tempat berlibur pendek setahun sekali.
 
Lima tahun ini banyak yang kami lalui di negeri siam ini. Menyaksikan kudeta di Thailand, peringatan 60 tahun raja Bhumibol bertahta, berteman dan berkenalan dengan budaya orang. Dari yang hidup berdua jadi bertiga. Dari sebuah pasangan jadi sebuah keluarga. Teman-teman, wajah-wajah dan kenalan baru datang dan pergi. Menyaksikan nomor celana yang membesar secara kontinyu dan tepersona melihat rambut putih yang makin menyubur. Dan pengalaman yang paling luar biasa, “Gaga lahir, membayi, belajar merangkak, berjalan hingga berlari”:http://www.flickr.com/photos/enda/sets/1618800/.
Semuanya kini, melihat kembali ke belakang, terasa cepat dan penuh kenangan.
 
Lucu rasanya 5 tahun yang lalu, gue tanpa rencana jelas mau ngapain di Bangkok kecuali menemani istri sekolah memutuskan untuk pindah kesini. Kira-kira 6 bulan kirim lamaran kesana sini akhirnya dapat tempat kerja juga. Dan bulan Maret kemarin jadi bulan terakhir dimana gue kerja disitu.
Kali ini kembali ke Indonesia, juga belum ada rencana jelas dan pasti mau ngapain, yang pasti kembali dulu dan mencoba lagi dari awal. Mencari sesuatu yang belum berhasil ditemukan, seperti kata Bono. :p
Di luar negri kita terus menerus diingatkan pada berita-berita kurang enak dari Indonesia, tapi juga dalam intensitas yang sama membuka mata kita pada begitu banyak hal yang kita miliki dan yang harus kita syukuri yang sudah tersedia.
Mudah-mudahan untuk yang terbaik juga kepulangan kami ini nantinya.
 
Permohonan maaf ingin kami ucapkan sebesar-besarnya, tentu banyak kesalahan yang sudah kami lakukan selama kami di sini, juga mengucapkan banyak terima kasih untuk banyak teman-teman di Bangkok.
Terutama untuk “keluarga Abednego”:http://abednego.blogsome.com/, Tinus dan Jeng Rini, bukan saja sebagai teman yang luar biasa tapi juga sebagai inspirasi keluarga bahagia dan bagaimana menjadi orang tua yang tetap _kewl_. πŸ˜€ “Teman-teman di AIT”:https://listserv.ait.ac.th/mailman/listinfo/ait-indo dari dulu hingga sekarang, teman-teman di “Permitha”:http://groups.yahoo.com/group/permitha/, teman-teman di “IndoBangkok”:http://groups.yahoo.com/group/indobangkok/, bapak-bapak dan ibu-ibu di “KBRI Bangkok”:http://www.kbri-bangkok.com/. Juga teman-teman di kantor Mono Group, tempat gue menghabiskan waktu berjam-jam tiap hari bekerja sambil main Internet, 5 tahun ini. πŸ˜€
 
Pepatah mengajarkan kita akan kacang yang lupa akan kulitnya. Well, kacang yang ini melihat dan menggunakan kulitnya setiap hari, disitu ketika ia tidur, disitu ketika ia bangun, tanpa kulit maka apalah artinya si kacang ini.
Pengalaman tinggal di Bangkok 5 tahun ini adalah pengalaman yang luar biasa. Sebagai pendatang dan tamu disini, kami sekeluarga merasa diterima dengan sangat baik oleh lingkungan dan teman-teman Thai. Hampir tidak ada pengalaman buruk yang menodai susu Thailand sebelanga selama kami tinggal disini.
Dari sebuah tempat, kini Bangkok hampir menjadi sebuah _state of mind_ buat kami. Sebuah masa dimana sesuatu bermula.
Hari dapat berubah mendung dan gelap, suasana hati tidak akan selamanya ringan, jika Casablanca di remake dan mengambil lokasi shooting di Asia Tenggara, maka Humphrey Bogart akan berkata pada Ingrid Bergman, dan akan gue kutip: _We’ll always have Bangkok_. :p
 
Gue dan Nita akan pulang ke tempat dimana kami berasal, sebuah tempat yang kami panggil rumah. Mudah-mudahan Gaga akan mencintainya, seperti kami mencintainya juga.
 

53 thoughts on “Going Home

  1. Selamat datang bung Enda. Tapi kenapa blognya tidak diupdate lagi.
    Jadi bener nih kata si pakar IT, kalau blog hanya trend sesaat πŸ˜‰
    Piss

  2. welkombek ya Om, selamat pulang..semoga betah..hujan susu [susu maneh…],maksude hujan duit dinegeri orang, penakan hujan duit di negeri sendiri..kekekkekek..

  3. Selamat menghirup udara tanah air. Kampung halaman selalu lebih baik. Bukankah lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang?
    Dan semoga semenjak di tanah air semangat nge-blog Bang Enda gak akan kunjung padam.

  4. “. Mencari sesuatu yang belum berhasil ditemukan, seperti kata Bono. :p”
    I have climbed highest mountain
    I have run through the fields
    Only to be with you
    Only to be with you
    but i still haven;t found what i’m looking for
    Salam,
    penggemar Bono πŸ˜‰

  5. Selamat mas, Mudah-mudahan banyak orang seperti mas yang kembali ke tanah air dan turut serta membangun negeri…
    Saya do’akan aktifitas mas menjadi amal sholih

  6. Kap sawadikap.. Sebenarnya saya sudah lama membaca blog anda. Lebih menariknya terasa saya tak banyak orang Indonesia berada di Siam musuh tradisi orang Melayu – Malaysia.

  7. Selamat kembali ke indonesia mas, mari kita bangun negri kita tercinta ini dan semoga sampain sekeluarga di beri kesehatan selalu – Amin

  8. Kemaren2 saya koment gangguan ya bang? Pokoknya selamat datang kembali, dan silahkan menikmati kekusutan indonesia lagi…
    tapi indo sama thai da beda jauh politiknya?
    OOT: Saya udah da di blogspot lagi bos.. Link di bawah boleh diganti, he..

  9. selamat pulang enda, nita n gaga.
    5 th ini di bangkok.
    siapa tau.. 5 th lainnya di masa mendatang, di negeri asing yg berbeda. πŸ™‚
    suskes!

  10. selamat pulang.. semoga blog ini tetap bisa memberikan informasi yang berguna dari manapun si empunya berada.

  11. Hampir tidak ada pengalaman buruk yang menodai susu Thailand…

    susu? πŸ˜›
    semoga sukses juga di tanah air… πŸ˜€

  12. selamat ya mas atas kembalinya ke negeri tercinta ini…biasanya kan orang yang sudah sukses di negeri orang malas untuk balik lagi

  13. selamat ya mas atas kembalinya ke negeri tercinta ini…biasanya kan orang yang sudah sukses di negeri orang malas untuk balik lagi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.