
_Beberapa hari yang lalu gue menemukan email misterius ini di inbox gue. Hari ini gue memutuskan untuk mempostingkannya disini._
—– Original Message —–
From: <editor@****.worldnet>
To: “whoevew” <whoever@g****.com>
Sent: Thornday, October 05, 3768 9:19 PM Planet Bumi
Subject: Untuk kamu yang mau baca
REQUEST FOR URGENT BUSINESS RELATIONSHIP
FIRST, I MUST SOLICIT YOUR STRICTEST CONFIDENCE IN THIS TRANSACTION. WE ARE TOP OFFICIAL OF THE FEDERAL GOVERNMENT CONTRACT REVIEW PANEL WHO ARE INTERESTED IN IMPORATION OF GOODS INTO OUR COUNTRY WITH FUNDS WHICH ARE PRESENTLY TRAPPED IN NIGERIA….. _HE HE HE, KIDDING!_
Bolehkan saya untuk memulai lagi. Ehm, ehm.
Di bawah ini adalah cerita tentang dunia tempat saya tinggal dengan segala isinya. Sebuah planet dalam jaringan alam semesta yang tidak jauh berbeda dengan tempat tinggal kamu yang kamu sebut planet bumi.
Kita tidak pernah berhubungan sebelum ini, kamu belum bisa melihat dan berkomunikasi dengan kami. Dan kami belum _perlu_ untuk menghubungi kamu (selain email ini). Tapi selain jarak yang memisahkan kita ratusan juta tahun cahaya, rupanya kita tidak jauh berbeda.
Di bawah ini adalah cerita tentang kami.
Di tahun 3021, peradaban manusia (supaya mudah saya akan menggunakan istilah manusia juga) di dunia kami sudah berlangsung dan berkembang cukup lama. Populasi manusia sudah cukup banyak dan kami tinggal berkumpul di kota-kota besar yang melayang di atas tanah.
Teknologi, ekonomi dan kebudayaan kami cukup maju dan masalah lingkungan belum ada. Keluarga, bapak, ibu, anak hidup berdampingan dalam hubungan sosial yang dekat satu sama lain di dalam rumah-rumah pribadi.
Atmosphere planet cukup hangat untuk hidup tanpa alat pemanas dan cukup sejuk untuk ditinggali. Singkatnya kehidupan kami cukup menyenangkan dan tidak jauh berbeda dengan kehidupan di planet bumi dengan satu pengecualian, dunia kami hanya terdiri dari dua warna: HITAM dan PUTIH.
Untuk waktu yang lama tidak ada yang merasa hal ini aneh. Sepanjang yang kami tahu beginilah kondisi semua kehidupan di dalam dan diluar alam semesta, HITAM dan PUTIH, hingga suatu hari.
Di tahun 3368, di satu kota di belahan utara planet kami ditemukanlah sebuah warna KUNING. Tidak ada yang tahu dari mana warna KUNING ini berasal seolah-olah dia jatuh dari langit dikirimkan oleh sebuah kekuatan kebaikan untuk kami.
Penemuan ajaib dan supernatural! Orang berbondong-bondong untuk datang, karena tidak ada yang pernah melihat warna KUNING pada saat itu, dunia kami hanya hitam dan putih. KUNING terlihat seperti sesuatu yang luar biasa, hampir-hampir agung.
Tidak lama orang-orang yang sudah melihat warna kuning ini dengan mata kepala sendiri mulai merasakan pengaruhnya pada diri mereka. Mereka percaya bahwa KUNING dikirimkan untuk mereka dan ada maksud kenapa mereka yang menerima warna KUNING tersebut.
Kota itu pun menjadi terkenal sebagai warna KUNING, dan orang-orang yang tertarik pada warna KUNING berkumpul disitu untuk belajar dan mengenal apa sebenarnya arti dari warna tersebut. Sebagian menjadi sangat ahli tentang KUNING dan menjadi sumber rujukan bagi mereka yang ingin tahu. Sebagian lagi menyatakan diri percaya bahwa KUNING ditakdirkan datang pada mereka dan menjadi bagian dari hidup mereka.
Dua puluh tahun setelah itu, di tahun 3388, di tempat yang tidak jauh. Ditemukan sebuah warna lain lagi. Warna HIJAU.
Kembali orang berbondong-bondong untuk melihat warna baru ini. Ya kita sudah memiliki HITAM, PUTIH dan KUNING, tapi ini baru! Ini warna HIJAU!
Apa artinya warna yang baru ini? Apa pengirim HIJAU ini sama dengan pengirim KUNING? Kenapa dia ditemukan disini?
Kembali pertanyaan-pertanyaan memenuhi kepala mereka yang hadir disitu. Antusiasme dan keingintahuan untuk mempelajari warna ini pun hadir kembali. Orang berkumpul, belajar, menganalisa apa arti dari HIJAU.
Tidak lama orang-orang pun mulai membandingkan KUNING dengan HIJAU. Apa perbedaan antara mereka? Mana yang lebih bagus? Apa arti dari masing-masing warna?
Para ahli KUNING kurang senang dengan keadaan ini, waktu mereka dan keahlian mereka telah mapan di bidang KUNING. Dengan hadirnya HIJAU maka tingkat sosial mereka pun terancam, dan mereka mulai menunjukkan kelebihan-kelebihan KUNING di banding HIJAU.
KUNING lebih terang, KUNING adalah cahaya, KUNING adalah pencerahan, kata mereka pada para pengikutnya. HIJAU mungkin bagus, tapi tidak sebaik dan _sebenar_ KUNING. KUNING adalah yang terbaik.
Sementara itu mereka yang melihat HIJAU dan lebih menyukai HIJAU tentu beranggapan lain.
HIJAU itu sejuk, HIJAU membawa kedamaian, HIJAU adalah kehidupan dan alam menurut mereka. HIJAU lebih baik dari KUNING.
Perdebatan yang sengit kadang muncul diantara mereka yang percaya pada KUNING dan mereka yang percaya pada HIJAU, tapi sementara itu peristiwa lain lagi datang.
Pada tahun 3428, 40 tahun setelah HIJAU turun dan 60 tahun setelah KUNING turun, di sebuah daerah lain, ditemukan warna MERAH.
Pada tahap ini, para pengikut KUNING dan pengikut HIJAU telah masing-masing memisahkan diri satu sama lain.
Mereka hidup di kota yang berbeda, dan kalaupun mereka hidup di kota yang sama mereka menegaskan identitas mereka dengan menggunakan simbol-simbol dengan warna masing-masing di tubuh mereka.
Pengikut KUNING akan mengecat janggut dan rambut mereka dengan warna KUNING, sedang pengikut HIJAU akan menggunakan gelang, kalung dan tutup kepala berawarna HIJAU.
Ketika MERAH datang, kembali proses yang sama terjadi. Orang datang untuk melihat MERAH, mebawanya sedikit dan menyebarkannya ke teman dan keluarga mereka.
Kembali keingintahuan dan antusiasme orang untuk mempelajari MERAH hadir. Dalam waktu yang tidak lama MERAH pun telah memiliki pengikut yang cukup banyak.
MERAH menurut mereka, berarti berani, MERAH adalah darah, sungai di tubuh kita, MERAH adalah kehormatan dan keksatriaan. Merah adalah satu-satunya cara hidup yang terhormat di planet ini.
Dalam kurun waktu seratus tahun, dunia kami yang asalnya hanya berwarna HITAM dan PUTIH telah mendapat tiga tambahan warna lagi tanpa kami tahu siapa pengirimnya dan apa sebabnya warna-warna itu hadir sekarang, mereka hadir begitu saja.
Masing-masing warna KUNING, HIJAU dan MERAH sekarang telah memiliki orang-orang yang percaya pada warna-warna tersebut, telah ada pengikutnya masing-masing.
Arti dan makna dari masing-masing warna telah mulai diformalkan agar orang tidak lupa dan lebih gampang untuk mempelajarinya. Mereka yang memformalkan ini menjadi ahli tentang warna-warna tersebut.
Membandingkan warna yang satu dengan yang lain tidak terelakkan. Diskusi dan perdebatan tentang mana warna yang paling bagus kerap terjadi dengan masing-masing pengikut percaya bahwa warnanya yang paling bagus.
Sebagian beranggapan ada maksud didalam cara penyampaian warna-warna tersebut yang tidak sekaligus. Kenapa KUNING dulu, lalu HIJAU, lalu MERAH?
Pengikut KUNING beranggapan bahwa KUNING adalah yang terbaik karena KUNING diturunkan pertama. Pengikut MERAH tentu berpendapat lain, MERAH yang terbaik karena dia diturunkan belakangan artinya MERAH diturunkan untuk memperbaiki warna-warna yang datang sebelumnya.
Sedang HIJAU beranggapan bahwa urutan mana yang turun tidak penting, tapi nilai-nilai dan makna dari warna-warna itu yang harus dijadikan patokan.
KUNING, HIJAU dan MERAH menjadi bahan diskusi dan perdebatan yang hangat di dunia kami saat itu. Masing-masing pengikut menggunakan identitas warnanya sendiri, pengikut MERAH sekarang menggunakan pakaian dengan lambang bulat berwarna merah di dadanya.
Bukan hanya orang, tapi benda milik pengikut warna pun menggunakan simbol dan warna ini. Rumah orang KUNING, akan terlihat berwarna KUNING, sedang orang MERAH mungkin mencat pintunya menjadi MERAH dan sebagainya.
Ketika sebagian orang mulai mencampurkan warna diatas dan mengatakan bahwa mereka percaya pada _semua_ warna KUNING, HIJAU dan MERAH, kemarahan para ahli warna tidak terelakan lagi.
Tidak mungkin percaya pada semua warna menurut mereka. Seseorang hanya bisa percaya pada satu warna dan tidak lebih. Warna adalah pilihan, tidak ada yang memaksa, tapi kamu hanya bisa memilih satu warna karena mencampuradukkan warna akan berakibat campur aduknya nilai dan makna dan ini tidak bagus. _Bagiku warna aku dan bagimu warna kamu._
Sejak tahun itu beberapa warna lagi datang di dunia kami. PUTIH UNGU dan BIRU ditemukan oleh orang di belahan dunia lain dan mulai menyebar juga dengan reaksi yang kurang lebih sama.
Sejak saat itu juga, satu orang hanya boleh memiliki satu warna dan warna ini biasanya diturunkan pada anak-anak kami. Orang tua yang HIJAU akan mengajarkan agar anaknya menjadi HIJAU pula. Dan begitupun yang lainnya.
Sejak saat itu dunia kami pun mulai berwarna tidak lagi HITAM dan PUTIH.
_Apa yang terjadi dengan dunia kami kemudian?_
_Bagaimana hubungan antara KUNING, HIJAU dan MERAH serta warna-warna lain?_
_Apakah akan terjadi kekerasan antara masing-masing warna?_
_[Ikuti di “email saya berikutnya”:http://enda.goblogmedia.com/tentang-warna-2.html.]_
jadi penasaran ama nih cerita, dilanjut gan, masih update gak webnya
merah sama kuning dicampur kan jadi ijo.
jadi gpp donk pilih merah campur kuning
Warna ternyta menarik juga ya..
Bagaimana hubungan antara KUNING, HIJAU dan MERAH serta warna-warna lain?
Yah kok nanya aku sih..
Hehehe
coba lebih jelas pake RGB/CMYK
trus berapa persen masing2 kapasitasnya
jadi
R:red G:green B: black
C:cyan M:magenta Y:yellow K:kuning…dzing bletak (seraya terlemparlah sendal)K: black dodolz….
oh warna-warna pada dunia…
hidup “sperti” penuh warna bukan?
tertarik dengan email kamu enda…
bagi saya, tanpa pelbagai warna akan kurang ragamnya. Sikap manusia banyak dibendung warna. Kebetulan saya sedang membuat kajian kesan warna…saya tunggu ‘cerita’ kamu seterusnya. – hanna, Malaysia.
gabungin aja semua warnanya biar bias kaya AK 😀
wah masa ga ada? sori saya agak lupa ttg komennya, tapi ga ada yg dihapus. kalo pun hilang mungkin terhapus, saat menghapus komen spam, mohon maaf.
Email berikutnya sudah datang lagi belum. Kalau datang jangan lupa share lagi yaaa…
Btw, komen saya dihapus ya, Pak? Kalau benar, berarti harus cari cara lain untuk komen disini nih, perasaan waktu itu saya komennya jujur deh.
kalau di dunia bawah laut, warna merah akan hilang terlebih dahulu sejak kedalaman 5 meter , lalu kuning di 10 meter hingga tinggal biru dan hijau di kedalaman 18 meter.. jadi sebagai kita harus menyiapkan filter merah sebagai pengganti spektrum warna yang hilang..mudahan mudahan tidak demikian untuk di dunia atas..
setelah lama kuning akan muncul lagi dengan warna lebih ceria, terus merah merah gempita
Ini cerita tentang partai-partai, ya?
*lirik2 merah,kuning dan hijau*
… ada yg janggal … bagaimana mungkin mereka yg pada awalnya disebut hanya tahu warna hitam dan putih … terus cerita berikutnya disebutkan tentang warna merah seperti warna darah mereka … artinya sebelumnya mereka sudah tahu ada warna merah (darah) … entahlah ya apakah hanya simbolik negeri ini atau sekedar cerita tidak secara pasti harus diketahui kan? … salam
Masalah warna memang agak sedikit sensi 😉
Gabungin aja seluruh warna tersebut, jamin hasilnya Putih Bersih …
merah, kuning, hijau.. yang saya tahu warna dasar bendera Jamaica. hehehe..
Uhmmm..jadi penasaran imel berikutnya kayak apa?
waaa….
finally, bisa main juga ke mbah nya blogger neh…
di tunggu trusan crtanya ya
salam kenal
NILA
Bedanya putih di awal dan putih di bagian akhir tulisan apa ya ?
gmana kalau ntar muncul lagi merah marun, merah hati.. blum lagi kuning kemerah2an…hehehehe.
btw, kalau awalna mereka cuma tahu hitam dan putih, gmana mereka tahu itu yg dateng kuning?. 😉
ditunggu email selanjutnyaa kang…eheeh
kata putih berulang, metafor ber-sequel, sudah pasti enda mengalami kelelahan otak. sila pesan ke saya brainaktipator beraroma orange-juice! hihihi
btw, nice metaphor! hi metaâ„¢!
mending kolorless lah…gak usah pake kolor :p
nda, postingannya bagus 🙂
waktu lo nyinggung kuning, hijau, merah, kok gue inget 3 parpol yang ada waktu orba yah? *hahahahahhaha*
tapi, gue berpikir lagi…
dulu (banget), kita cuman kenal hitam dan putih; yang benar dan yang salah. kemudian datang kuning, yang totally different dari hitam dan putih, kita tertarik pada kuning, sehingga kita meninggalkan hitam dan putih, menjauh dari kebenaran dan kesalahan yang sesungguhnya. istilahnya, kita (kita???) lupa sama hakekat kehidupan. bahwa benar adalah benar dan salah adalah salah…
ada alternatif baru yang diyakini sebagai ‘kebenaran’ lain. padahal sebenarnya, itu bukanlah kebenaran yang sesungguhnya.
but then again, gue berpikir,…
…
…
mungkin gue terlalu berfilosofi :)):)):))
ditunggu e-mail berikutnya 😛
*birunya biru langit ato biru laut, nda??? huehuehuehuehu*
Keinginan untuk sama, sewarna, massal, menggerogoti keutuhan eksil kita. Jari-jari saya kebas, grogi baca tulisan ini.
PUTIH yg pertama sama PUTIH yg terakhir beda-nya apa ya…? atau konotasi-nya emang beda…hihihi…
kuning, hijau, baru merah?
hmm…menurut salah satu teori gelombang warna, kuning adalah campuran hijau dan merah. juga, hijau dan merah itu adalah dua warna dasar yang saling berkebalikan, karena sel-sel retina yang sensitif terhadap hijau dan merah adalah sel-sel yang sama, hanya menggunakan strategi ‘opponent coding’: coba lihat hijau yang lama, lalu lihat putih, nanti merah akan muncul. secara literal, memang hijau dan merah itu lebih ‘dasar’ daripada kuning, biru, dan bahkan putih, yang merupakan campuran dari warna-warna dasar.
tapi cerita di email ini murni metaforikal kan ya?
Ada warna yang pengikutnya paling barbar, yang paling banyak bikin onar, dimana-mana memaksakan kebenarannya yang sempit. Bikin teror, bikin rusuh, selalu merasa paling hebat.
Warna konyol itu punya pengikut setia paling banyak, karena punya kebijakan untuk membantai anggotanya yang berani berganti warna…
…. … .. .
Jadi inti cerita Enda adalah kalau kita harus belajar bertoleransi? Mungkin nanti akan banyak warna-warna baru yang sekarang belum ditemukan sekarang.
untungnya di negara saya selalu terbit pelangi setiap pagi. happy ending of the story.
…..
*menunggu datangnya warna biru
Tunggu sampai semua warna muncul secara lengkap, campur aduk secara merata, sampai akhirnya yang ada tinggal warna putih saja :).
Everybody should be able to think outside the box like you do. There, the long threads on colours whatsoever could be avoided, with full consciousness.
warna itu mewakili agama, ideologi, paham, keyakinan spiritual, iman, kepercayaan ??
mungkin maksudnya itu.., kehadiran suatu warna baru (boleh dibaca agama, ideologi, paham) selalu menimbulkan kecurigaan bagi peganut warna (boleh dibaca agama, ideologi, paham) sebelumnya ya ?
tau dari mana kalo yang mereka lihat itu adalah KUNING, bisa aja orang lain menganggap itu MERAH atau HIJAU..
ah perlu ke dokter mata, buta warna ngga ya ?: P
Sejak tahun itu beberapa warna lagi datang di dunia kami. PUTIH dan BIRU ditemukan oleh orang di belahan dunia lain dan mulai menyebar juga dengan reaksi yang kurang lebih sama.
Putih ditemukan lagi? Sempat ngilang?
hehehehehe
sbg ahli warna kuning, dan merasa jengah saat kekuasaannya terancam krn ada warna lain, merasa berbeda, dan berkelompok, itu udah sifatnya manusia. mereka di masa depan itu manusia juga kan? Ndilalah manusia memang diciptakan begitu. Adalah level berikutnya saat seseorang nggak heran, bahwa manusia memang begitu.
Hmm bener-bener bagus..buat merenung kalau dunia ini terlalu sempit tanpa toleransi
Terus ngeblog bang Enda
Yah, keduluan si Ahmad…
Kayanya posting – email ini saya kenal, pernah ada juga di planet saya – Krypton…
Tapi teteup, BAGUUEES…
He…
Pertama enggak?