Tentang Disiplin

tentang disiplin

_What it lies in our power to do, it lies in our power not do. –Aristotle_
Waktu di kampus gue punya temen yang namanya Disiplin Bersama, beliau ini anak Teknik Geologi dari Sumatera Utara yang suka ngumpul di himpunan gue [Sipil]. Orangnya ga besar ga kecil, rambutnya gondrong dan berjenggot, nyeremin mungkin buat orang lain, tapi ga kalo kita udah kenal.
Gue ga pernah nanya apa arti namanya karena rasanya cukup jelas. Gue cuma bisa mengira-ngira bahwa orang tuanya menginginkan beliau tumbuh besar menjadi orang dengan DISIPLIN tinggi _atau yang disekitaran itulah_.
Saat itu, ga susah rasanya mendefinisikan apa itu DISIPLIN karena _itu dia lagi ada di depan_, lagi ngopi sambil nongkrong. Dan setiap kali ada rapat sok penting di himpunan yang menekankan bahwa kita harus punya DISIPLIN, maka kami akan mudah menjawab, loh kita punya kok, mungkin dia sedang ada di kost-annya. Hehe.
_Katanya_, defisini dari DISIPLIN adalah kemampuan melalukan apa yang kamu TIDAK SUKA.
Hal mana yang merupakan kemampuan penting saat kita dewasa dan menjadi bagian dari masyarakat, karena niscaya, ketika saat itu datang, banyak banget hal yang harus kita kerjakan yang kita tidak suka.
Definisi lain dari DISIPLIN yang sama adalah, ketika kita mengalahkan/menguasai diri sendiri.
Dengan mencapai sebuah tingkat DISIPLIN maka kita berarti telah berhasil menguasai diri kita sendiri bisa membuat diri kita sendiri untuk melakukan hal-hal yang kita tidak suka.
Rupanya, secara alamiah kita cuma ingin melakukan hal-hal yang kita suka aja. Dan ini berbahaya [!!] untuk kita sendiri dan untuk orang lain.
Makanya kita harus mengalahkan diri kita sendiri, kita harus _berperang_ dengan diri kita sendiri supaya kita berhasil dan mau melakukan hal yang kita tidak suka tadi.
Lucunya, ketika kita melakukan hal yang tidak suka tadi, kita merasa jadi orang yang lebih baik, _we feel better_, karena kita telah MENANG! Kita telah berhasil mengalahkan diri sendiri, kita merasa lebih tinggi daripada mereka yang cuma bisa suka-suka melulu.
Dan ini berlaku di kehidupan kita, dilatih dari kita kecil hingga sekarang dalam berbagai bentuk dan format.
Bangun pagi ku terus mandi.
Berdo’a sebelum makan dan minum.
Menurut pada Ayah dan Ibu.
Pergi sekolah setiap hari.
Duduk manis di bangku kelas.
Mengerjakan PR [arrrrrrrgh!].
Solat lima waktu.
Semuanya adalah bentuk latihan DISIPLIN dengan satu tujuan, membuat kita BIASA.
Ketika kita TIDAK BERPIKIR lagi ketika kita mengerjakan hal yang kita TIDAK SUKA maka, latihan DISIPLIN telah berhasil, dan apa yang kita tidak suka tadi telah menjadi KEBIASAAN.
_Kita menjadi biasa, tanpa berpikir, mengerjakan hal yang kita tidak suka._
_Rupanya_, DISIPLIN memiliki kemampuan istimewa membuat kita _berhenti berpikir_ dan menyelamatkan kita dari _hidup cuma suka ria_.
Padahal kalo ditanya gue yakin dia ga maksud, _orangnya ga besar ga kecil, rambutnya gondrong dan berjenggot, nyeremin mungkin buat orang lain, tapi ga kalo kita udah kenal._
 

51 thoughts on “Tentang Disiplin

  1. kayaknya ciri2 orang yg bernama disiplin bersama itu sama dengan teman saya namanya disiplin bersama juga, geologi juga dikampus gue, aktn gue…mungkin kita bisa definisikan kata disiplin bersama dengan berbagai makna..tapi kita tidak tau isi hati disiplin bersama tentang namanya tsb…

  2. mas klo da org yg bilng bahwa disiplin menjadi kunci kesuksesan menuju masa depan tu bener g’ siie?tyus pa alasana?????????

  3. Disiplin adalah kemampuan seseorang untuk taat peraturan yang merupakan komitmen bersama untuk mencapai tujuan yg dicita-citakan bersama/kebaikan bersama, peraturan pada hakekatnya adalah untuk kepentingan bersama/kelompok/masyarakat/negara/bangsa/nasional. kesulitan melaksanakan disiplin bila seseorang terlalu mementingkan diri sendiri, bila ini terjadi maka statement sdr Enda bahwa disiplin adalah harus mengerjakan yang tidak enak, maka berarti orientasi hanya untuk diri sendiri dan bukan kepentingan bersama. Bangsa yang tidak disiplin terdiri dari orang-orang yang mementingkan diri sendiri. Sdr Enda maaf, saudara sangat Naif dan terlalu sederhana mendefinisikan disiplin.

  4. Disiplin itu identik ma tentara. Ma dosen yang feodal. Ma Orang2 tua yang 2 generasi diatas kita yg dulunya pernah kuliah diajarin ma dosen Belanda. Ma sekolah2 semi militer. Ma orang2 yg potongan rambutnya cepak ato pendek rapi. Ma yg suka pake baju dimasukin. Ma yg selalu punya agenda dan agendanya terlaksana sesuai rencana.

  5. btw, emangnya berdoa sebelum makan, nurut sama ortu, solat 5 waktu termasuk hal2 yang loe gak suka dan kepaksa loe kerjain supaya jadi KEBIASAAN?

  6. Kok negatif amat kamu menilai disiplin. Coba, kalau pengarang atau seniman nggak disiplin, mana karyanya bisa selesai? Padahal yang dia kerjakan sama sekali bukan “tidak kreatif”. Memang, kita sering “dipaksa” melakukan sesuatu yang nggak kita sukai atas nama disiplin. Tapi dalam melakukan sesuatu yang kita suka atau yang kita anggap baik dan berguna pun kita mesti disiplin. Dasar kebanyakan orang memang cenderung malas.

  7. Sori, agak OOT, mas Enda:p.
    Mo nanya gimana kabar Katleeya McIntosh di Thailand? Kasihan cakep2 dikecam:p. gabung aja di indo sini ama sarah Azhari….
    Salam buat teh Nita ya..
    Dulu ngajarnya enak, meski sekarang gak kepake karena saya nyasar di consumer goods:p
    Yudhi

  8. Salam kenal. Nice blog, so many inspiring topics, and so many interesting articles to read. Sure i will come to this blog again. Can I link your blog? until the, u take care.

  9. Disiplin itu gampang banget secara teori tapi kalau prakteknya bergantung juga dari kultur hidup orang tsb dan lingkungannya.
    Lingkungan juga punya pengaruh besarrr..

  10. tidak nge-jumi padahal lagi punya, itu yg disiplin pisan mah!!(atow mungkin irit aja yah nda?!!) 😀

  11. Tapi, kira2, disiplin bertentangan nggak ya dengan kreativitas?
    Kalau contoh disiplin adalah “duduk manis di kelas”, kayaknya malah mendorong anak jadi gak kreatif, karena harus menampilkan imej penurut, patuh pada aturan, dll.
    Padahal kreativitas itu ‘kan justru karena adanya dorongan ngeyel, “to think outside of the box” kata wong sono sih.
    Jadi, disiplin yg oke itu perlu dijelasin juga yg kayak gimana dong Enda, supaya kreativitas orang gak jadi korban gitu loh.

  12. Hm.. disiplin?? pengen, tapi koq….??? huehehehe… pokoke kan niat dari diri sendiri ya, Bang? kalo mau disiplin, karena artinya sanggup melakukan yang tidak kita mau, siapa yang ga mau sih, sanggup?? kan positif, tuh.. 🙂

  13. Bener banget nih!
    Kalau kita di jalanan yang macet terus dikelilingi motor-motor yang bersliweran seenaknya, kadang kita suka bete dan ngomel2 sendiri,
    “Duh bangsa kita tuh gak disiplin banget!”
    Tapi giliran ada kesempatan yang menguntungkan diri kita sendiri (seperti pas macet, tapi kita tetep jalan padahal lampu merahnya udah merah), kita terus melakukannya padahal sebenarnya kita tahu itu ngeganggu orang lain… dan menjustifikasi tindakan kita dengan bilang,
    “Ahhh…. kalau gak gitu, kapan sampainya?”
    Ck ck ck
    Indonesia.
    Biadab kok manja? 😛

  14. oh, yg namanya DISIPLIN BERSAMA itu ada beneran ya orangnya? Kirain cumen rekaan-nya Enda..
    Belio ikutan FS ga? 🙂
    *Penasaran*

  15. disiplin: sesuatu yang selalu dibicarakan panjang lebar guru bimbingan karir, tapi entah mengapa tidak pernah berhasil menurunkan angka murid yang dikenai detention.

  16. orang genius krn disiplin, orang mskpn pinter klo ga disiplin ga bisa genius.. jadi genius itu bukan bakat2 amat tapi krn disiplin.. saya ga genius bukan krn ga pinter, tapi males disiplin.. hehe, sok nyari pembenaran neh..

  17. orang genius krn disiplin, orang mskpn pinter klo ga disiplin ga bisa genius.. jadi genius itu bukan bakat2 amat tapi krn disiplin.. saya ga genius bukan krn ga pinter, tapi males disiplin.. hehe, sok nyari pembenaran neh..

  18. Hmm…all those memories are still in my mind..
    Amrlah kita…DISIPLIN BERSAMA GINTING ! (ke yogyaa nyokk nemuin dieee)

  19. malays phrase “melentur buluh biar dari rebungnya”! means to make someone to be discipline, it’s happen when they still child… mudah untuk dilentur 😉

  20. harus disiplin….
    bangun pagi2…
    terus ngejunk
    abis itu mandi…
    nge junk lagi
    sarapan…
    abis itu ngejunk…
    bla bla bla

  21. lha kalo ngeblog ?
    misal : seminggu minimal sekali ato sehari nyobak menuhin quota 3 kali posting.
    apa itu juga disiplin ? hehe..

  22. jadi dulu PEMDA ada Gerakan Disiplin Nasional harusnya dengan konsep di atas, mewajibkan karyawan Pemda melakukan kegiatan misalnya melayani masyarakat dengan baik, mengatur transportasi dengan baik, membuat sistem yang lebih baik dll, jangan GDN menjadi Gek Diuk Nundutan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.