Lari dari kenyataan

human were born to run

_Someday girl I don’t know when_
_we’re gonna get to that place_
_Where we really want to go_
_and we’ll walk in the sun_
_But till then tramps like us_
_baby [*we were born to run*]_
— “Born to run”, Bruce Springsteen
 
Dua minggu lalu, seperti yang diberitakan oleh “New York Times”:http://www.nytimes.com/2004/11/17/health/17cnd-run.html dan media lain, dua peneliti di US, *Dr. Dennis M. Bramble* (University of Utah) dan *Dr. Daniel E. Lieberman* (Harvard) melaporkan bahwa manusia modern, seperti gue, kamu dan kita ini dibedakan (atau terbedakan) dari species lainnya terutama karena kemampuan kita untuk… *berlari*.
_We were born to run_, dan bukan saja _born to run_ tapi kemampuan _to run_ itu sendiri yang memungkinkan kita seperti kita sekarang ini.
Menurut mereka, dari hasil analisa fosil ditemukan bahwa dimulai dari sekitar *2 juta tahun yg lalu*, mulai muncul kemampuan pada genus HOMO untuk berlari.
DAN rupanya, kemampuan untuk berlari ini *PENTING* (dan baru disadari), karena ketika kita bisa berlari maka nenek moyang kita dulu (yg sudah pasti [_orang pelaut_]) bisa berburu dan mencari makan dalam radius yang lebih luas, dan kemudian membawa makanan lebih banyak serta ber-protein tinggi yang membuat otak kita berkembang lebih besar.
Langkah proses evolusinya kurang lebih seperti ini:
*Kemampuan berlari* >> *Makanan berprotein tinggi* >> *Otak lebih besar* >> *Bisa ngeblog*. (hehe)
Menurut kedua peneliti tadi, dimulai dari 2 juta tahun lalu itu, keluarga *genus Homo* (Sakti dan Nino contohnya), dimulai dari *Homo erectus* bisa berlari dan berbeda secara anatomi karena dilengkapi oleh:
* Kaki yang panjang dan ramping
* Tangan yang lebih pendek
* Ruang rusuk yang lebih sempit
* Tengkorak (yg rupanya) dilengkapi dengan fitur anti _overheating_ 🙂
* Otot leher, yg menstabilkan tengkorak waktu berlari; dan
* *Gluteus maximus* = otot pantat! untuk kentut (hehe), eh maksudnya untuk menstabilkan tubuh saat kita condong kedepan untuk berlari.
Kamu boleh percaya boleh ga. Boleh meragukan boleh ga. Tapi hal yang membuat *gue yakin* terhadap hasil penelitian tersebut justru bukan hal yang disebutkan diatas.
Setelah dipikir-pikir lagi, ternyata, *[_we ARE born to run._]*
Kita, *manusia modern*, menghabiskan hidup kita dalam keadaan berlari.
_Lari dari keluarga, lari dari teman-teman, lari dari lingkungan, lari dari janji, lari dari tagihan._
_Lari ke film terbaru yang baru diputer di bioskop, lari ke album *U2* yang baru keluar, lari ke game *Half Life 2* yang baru dirilis, lari menuju gaji yang lebih besar, lari ke mobil yang lebih bagus, lari ke henpon model terbaru. Lari dan lari._
Kita, manusia modern, _either_ menghabiskan waktu *”lari dari”* atau *”lari menuju ke”*.
Sedikit waktu kita sisakan untuk “berjalan” dan menikmati pemandangan sekitar dan banyak waktu kita habiskan untuk berlari dari sesuatu atau menuju suatu tempat.
*Kita ingin pergi atau sampai dan berada ditempat lain secepatnya.*
Dan _we can’t help it_, buktinya temuan dua peneliti diatas.
Dalam proses evolusi secara *anatomi*, kita _survive_, berketurunan dan menjadi species dominan karena kita berlari.
Dan liat diri kita sekarang.
Dalam kehidupan, proses evolusi berlari itu juga terjadi. Cuma yang berlari yang akan _survive_, berketurunan dan menjadi species dominan.
Karena yang lain akan ketinggalan, dibelakang.
Terutama kamu, yang hobi larinya sejenis dengan jenis lari favorit gue.
*Lari dari kenyataan*.
 
 

37 thoughts on “Lari dari kenyataan

  1. Whats up, I I came across your website on google and browse pretty much all your other pages. I just added you to my Google News Reader. Keep up the fantastic job. Look forward to reading more from you in the future. You know, I have to tell you, I really enjoy this website and the insight from everyone who participates. I find it to be refreshing and very informative. I wish there were more blogs like it. Anyway, I felt it was about time I posted, I?ve spent most of my time here just lurking and reading, but today for some reason I just felt compelled to say this.

  2. sejauh-jauhnya manusia berlari dan lari dari kenyataan pada akhirnya akan ‘capek & berhenti’ karena tidak ada satupun orang yang mampu terus berlari dan berpaling dari kenyataan. menurut gw nih, satu-satunya jalan agar bisa menikmati hidup ini adalah mengukur kemampuan diri sendiri untuk berlari dan mensyukuri kenyataan hidup. jalan yang sulit untuk ditempuh memang, tapi itulah ‘seni’nya jadi Manusia.
    horas, Bang! 🙂

  3. masak sih kita dilahirkan untuk berlari, nda ? buktinya, tiwi selalu diteriakin mama… “jalan ajah kenapa sih, jadi anak perempuan kok senengnya lari-larian ?!” nah ??

  4. wah jadi inget! temen aku, cewe. Ada lho yang gak tau gimana caranya lari, lari! dia gak bisa lari! 😀 iyah lari itu lho ya lari ngejar bus, dll, lari biasa maksudnya [pokoknya berlari, tau kan? ehehheh]. Pernah gw paksa lari buat sama2 kejar bus, eh dia jatuh XD

  5. Soal Lari jadi inget waktu masih SD, ribut ama temen sekolah trus abangku bilang Lari!!!!!
    —dia menghadang lawan sendirian..—
    SMA kejadian terulang… dan abang tetap bilang Lari!!!–dan dia menghadang musuhku sendirian,….—
    sekarang kalau ada masalah datang siapa lah yang akan bilang Kun…Lari…!!!!!

  6. ayo teruslah berlari!! dan berlarilah lagi …toh signal gelombang elektronik dari hape mu …dari hape koe akan terus mengejar…………..

  7. ya ya… kebanyakan manusia memang lebih senang berlari sehingga melupakan cabang2 perseorangan atletik lainnya seperti tolak peluru, lompat galah dan *lempar lembing*. 🙁
    pdhal lempar lembing adalah seni paling esensial dalam sejarah manusia berburu.

  8. artinya kalo menurut teori evolusi yg tercepat “lari dr kenyataan” yg bertahan hidup dong 😛

  9. Sorry, numpang kasih comment yach…..;-) Kalo sekarang kita2x ini memenuhi kebutuhan gizi kita dengan naik berbagai macam kendaraan/alat transportasi baik pribadi dan umum, maka beberapa ribu tahun kedepan (or prolly couple of million years from now), manusia akan “back to basic” dengan fitur2x lebih rendah dari homo erectus donk, except the fact that jauh lebih cerdas tentunya…..;-) *species apakah itu nantinya? Homo *****? Manusia dengan kaki dan lengan pendek berkepala besar?* Salam kenal, Fari Nasution 🙂

  10. Gue juga kayanya lebih sering “Lari dari kenyataan” daripada “Lari menuju kenyataan”.
    Kalo lagi enak-enak idup dalam mimpi, males banget lari ke kenyataan :P.

  11. Kemampuan berlari >> Makanan berprotein tinggi >> Otak lebih besar >> Bisa ngeblog >> addicted to bloghopping dan males keluar ruangan nyari makan hingga pesen makan aja dari internet >> kemampuan berlari menurun >> kembali menjadi makhluk bersel tunggal (hehehe ..)

  12. klu saya mah, ga perlu repot? berlari, ntar ngos?an bin kehausan…
    mending Jalan ajah, santai tapi pasti 😀
    hi hi hi hi hi….

  13. Satu yang sering dilupakan manusia selain lari adalah melompat dan meloncat.
    Tidak semua rintangan harus dilabrak dengan berlari, atau ditinggalkan sejauh-jauhnya dengan berlari, kadang lebih efektif dilompati.
    Mari melompat lebih jauh!
    Mari meloncat lebih tinggi!

  14. ga ah.. kenyataan yg mana yg dikau lari menjauh-i ? pasti lain kannn.. kenyataan ku mungkin bukan kenyataan mu.

  15. Kalo LARI jadi acuan untuk perkembangan species, seharusnya CHEETAH yang jadi penguasa bumi. You forgot 1 word. Human don’t just run, we run SMART! 🙂

  16. blog pun bermunculan bagai jamur, makin banyak, sehingga kita engga punya waktu lagi untuk BLOGWALKING.
    jadi marilah kita BLOGRUNNING, saudara2!

  17. Maka seperti skema di lipatan cover One Piece no.brapa gitu, evolusi selanjutnya dari manusia (setelah merayap – merangkak – jalan bungkuk – jalan tegak – lari dr kenyataan apa lah) adalah ambil ancang-ancang, dan loncat melayang terbang (karena ga tumbuh sayap, ya salto dan mendarat lagi). Tingkat tertinggi manusia masa kini tu kalo bukan peloncat indah atau hang glider, ya seniman yang hobi fly. Atau minimal pelamun tukang ngayal (yg paling rendah tingkat risikonya). Mungkin bloggers terletak di kategori terakhir.

  18. OOT:
    Homo Erectus bukannya homo yang ereksi mulu yah? apa Arisan ada hubungannya sama Gadis Marathon?
    *lari dikejar Enda bawa parang*

  19. lari?
    mungkin ada benernya, tapi kalau sudut pandangnya diubah jadi meraih harapan…sepatu berlampu kata jeng okke…
    tapi bener, mungkin kita semua sedang lari ya nda…

  20. hehehe, padahal lari tuh kan capek yach?
    saranku: live the moment!
    bang enda aku suka bgt blognya!!eh kita satu almamater lho tnyata: SMP 5 Bdg!kmrn baru tau pas liat testi di friendster. ohya, tau link analisis fenomena friendster ga?
    thx, lam chayank bwt adek n T’Nita

  21. ingin berbuat terbaik dalam menjalani hidup..itu termasuk lari jenis apa ya nda..lari santai, sprint apa marathon :)..ayo lari lari ikutin enda :D..bravo berlari!!…salam buat nita yaa..cerita perut gendutnya ditungguin lho ama iin 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.