I pledge allegiance to my flag and the republic for which it stands, one nation, under God, indivisible, with liberty and justice for all
Kalimat “Sumpah Kesetiaan” yang dibacain ama anak-anak sekolah Amerika tiap hari diatas baru aja di coret kalimat Under God-nya dua minggu lalu sama Fifth Circuit Supreme Courts karena kata itu dianggap gak konstitusional.
Gak konstitusional? Keren ya. 🙂 Para founding fathers Amerika emang sebel banget kayaknya ama penindasan agama yang buat mereka kabur dari negara-negara asalnya dan pada datang ke Amerika.
Baca artikel slate ini buat latar belakang sejarahnya. Ternyata kata under God itu baru ditambahin tahun 1954 gara-gara Amerika lagi gandrung-gandrungnya ama agama karena lagi musuhan ama Soviet yang komunis (komunis=atheis???). Versi awalnya yang ditulis sama Francis Bellamy seorang sosialis di tahun 1892 emang dimaksudkan sebagai ekspresi patriotisme, bukan ekspresi keimanan. Perhatiin gak, bahkan “Sumpah Kesetiaan” itu ga mentioned sama sekali tentang United States-nya sendiri. Gue juga bisa baca sumpah yang sama dengan maksud buat Negara gue sendiri. 🙂
Anyway, ini jadi masalah rame, terutama buat mereka yang religius atau sok religius di Amerika sana. Pendapat gue sendiri? Pisahin agama ama negara. Kepentingan campur aduk antara Agama dan Politik bikin gue ngeri. Gue ngerasa (dan belum berubah sampe skrg) kalo Agama bekerja paling baik di level pribadi. Ada yang punya pendapat lain?
to justin> orang GAM juga gak bodo2 amat. soalnya kalo di Medan masih hukum Indonesia. Kalo diadain perundingan mereka keselamatannya terancam. ya mereka mau perundingan di luar negri lah, yang pergerakan indonesianya terbatas… btw, NAD tidak sediistemewakan itu. kenapa kebanyakan presiden dari suku jawa? kenapa irian jaya jadi Papua dan dapet otonomi khusus? kenapa batam free trade dengan singapore? kenapa pembangunan jakarta sangat maju dan yang lain kurang?… setiap daerah punya keistimewaannya sendiri kan? dan pasti ada alasannya…
to bayu>
Sebaiknya gerakan kiri di Indonesia mulai bergerak aktif agar mendapat kepercayaan dari rakyat Indonesia. Pastinya akan banyak kecaman kan? Sebaiknya kita ajari mereka seperti apa kehidupan yang adil dan makmur yang ideal tanpa mereka harus tahu kalau itu adalah komunis.
Agama vs Negara??
Jd inget aceh. Temen gw prnh bilang, aceh skrg jd mirip Vatican ; “negara didalam negara”. Gmn gak mantep coba, dalam rekonsiliasi perdamaian di helsinki kmrn, slh satu kesepakatannya, bhw aceh dikasi kebebasan sndiri untuk menjalin hub diplomatik scr privasi otonomi, dengan negara lain. Waduh..,gmn kl aceh ngejalin hub kerjasama ama negara penghasil marijuana laen ya? Hehe..,jd nyasar kemana-mana.
Tp kl mikirin kata2 tmn gw td, rd bener jg loh. Skrg jg ada kebijakan baru di Aceh, yaitu hukum cambuk. Nah jd rd nyambung kan?
Setau gw, ud 2 kali (kyknya pst lebih deh!), televisi nampilin berita ini. Yg terakhir gw liat, cewek yg dicambuk, trus doi pingsan. Duh, kcian..
Yg pengen gw tanyain disini, dimana & gmn sikap pemerintah indonesia atas kebijakan hukum cambuk di aceh ini? Dan dasarnya apaan?
Gw jg gak tau kronologis jelasnya, gmn sampe hukum cambuk bs terlegitimasi di aceh? Dan stlh gw pikir2 lg, gw rasa jawabannya cuma satu. Inget kan sebutan aceh sbg “negeri serambi mekah” dan syariat isalam-nya? Yup..,itu dia! Di Indonesia, ada daerah yg bernama NAD, yg memiliki supremasi hukum yang istimewa (dan diakui!) pemerintah Indonesia, yang nggak dimiliki oleh daerah lain di Indonesia. Nah, disinilah kontroversi yg gw maksud.
Selain itu, kedua, dia ud disebut Daerah Istimewa. Trus knp Jogja nggak bikin daerah kerajaan sendiri? Ketiga, apa ini ada kaitannya dengan perubahan nama aceh mnjd NAD? Jujur, ampe sekarang gw gak tau ama itu artinya NAD. Apakah NAD itu jg mngandung makna bhw aceh akan menjadi daerah/propinsi sekuler? Trus knp bali, yg jg mempunyai sebuah keyakinan mayoritas, knp gak tertarik jg buat bikin daerah/propinsi sekuler? Sebutan baru ; “negeri seribu pura”, misalnya?
Keempat (ya ampun, banyak amat..!), sejauh mana sih kehebatan GAM, sampe buat rundingan aja mesti bela2in jauh2 ke luar negeri? Apa gak bs di medan aja, kan lebih deket dr aceh drpd jauh2 ke finlandia? Ngeboros2in duit negara aja!
Jujur, ampe skrg gw msh bingung aja, apa sih istimewanya aceh, sampe mereka begitu dianakemaskan ama pemerintah Indonesia? Kl ini dikaitin sebagai “hadiah” atas musibah tsunami kmrn, koq jd agak2 gak masuk akal. (Sori bgt, dalam hal ini gw amat sangat bersimpati se-dalam2nya atas musibah yg menimpa rakyat aceh).
Akhir-akhir ini kita sering sekali melihat spanduk2 besar yang bertuliskan “Awas Komunis!!!” Tanggapan masyarakat? komunis itu adalah pembunuh, komunis itu jahat, komunis itu pengacau dll, tanpa tahu apa sebenarnya komunis itu. Komunisme itu khan cuma konsep suatu masyarakat menurut marx dimana keadlian terjadi dan kesenjangan antar kelas masyarakat dapat dihilangkan, yang kalau saya lihat lagi lebih dalam, ternyata, tidak jauh beda dengan konsep masyarakat adil sejahtera seperti yang didambakan banyak orang, dimana tidak terjadi lagi penghisapan yang menyengsarakan sesamanya, semuanya adalah satu masyarakat. terus terang, ada beberapa teman kampus saya yang secara terang2an menyebut dirinya seorang sosialis-komunis. dan apakah mereka adalah orang jahat, pembuuh dan tidak bermoral? tidak! mereka malah lebih baik dari kebnyakan orang, sekali lagi, komunisme cuma konsep dalam pemikiran saja. selama ii kita terjebak dalam doktrin2 yang hanya menyebutkan bahwa komunis itu adalah jahat dan buruk, tanpa tahu, apa yang sebenarnya kita hindari….. jadi tidak beralasan jika pada saat ini banyak poster yang vertuliskan awas komunis!! saya tidak memandang komunis sebagai musuh, karena ada banyak musuh yang sebenarnya (real terjadi) harus dituntaskan, seperti kemiskinan, pelanggaran ham, keadilan bagi perempuan, kebebasan pers, penggusuran…dll. kalau komunis…. mmmm itu adalah koonsep pemikiran. di negara ini, pada saat seseorang memberi makan masyarakat yang miskin, maka mereka akan dianggap sebagai seorang santo. tapi sebaliknya, pada saat seseorang menanyakan mengapa masyarakat menjadi miskin dan ingin melakukan perubahan atas penyebab kemiskinan tersebut yaitu ketidakadilan dalam sistem, maka dia akan disebut komunis dan harus disingkirkan (ingat peristiwa romo mangun pada kasus kedung ombo dan kali code, atau marsinah, atau pramudya ananta toer). kenapa masyarakat hanya dibentuk agar menjadi pribadi yang pasif saja? yang dibentuk hanya menerima apa yang diberikan? masyarakat hanyan terjebak pada pembodohan dan irasionalitas yang sudah sangat akut. takut akan komunis? mmm tidak beralasan… lebih baikkita memfokuskan diri pada masalah yang real terjadi dan mengambil bagian atas solusi masalah2 tsb…
Akhir-akhir ini kita sering sekali melihat spanduk2 besar yang bertuliskan “Awas Komunis!!!” Tanggapan masyarakat? komunis itu adalah pembunuh, komunis itu jahat, komunis itu pengacau dll, tanpa tahu apa sebenarnya komunis itu. Komunisme itu khan cuma konsep suatu masyarakat menurut marx dimana keadlian terjadi dan kesenjangan antar kelas masyarakat dapat dihilangkan, yang kalau saya lihat lagi lebih dalam, ternyata, tidak jauh beda dengan konsep masyarakat adil sejahtera seperti yang didambakan banyak orang, dimana tidak terjadi lagi penghisapan yang menyengsarakan sesamanya, semuanya adalah satu masyarakat. terus terang, ada beberapa teman kampus saya yang secara terang2an menyebut dirinya seorang sosialis-komunis. dan apakah mereka adalah orang jahat, pembuuh dan tidak bermoral? tidak! mereka malah lebih baik dari kebnyakan orang, sekali lagi, komunisme cuma konsep dalam pemikiran saja. selama ii kita terjebak dalam doktrin2 yang hanya menyebutkan bahwa komunis itu adalah jahat dan buruk, tanpa tahu, apa yang sebenarnya kita hindari….. jadi tidak beralasan jika pada saat ini banyak poster yang vertuliskan awas komunis!! saya tidak memandang komunis sebagai musuh, karena ada banyak musuh yang sebenarnya (real terjadi) harus dituntaskan, seperti kemiskinan, pelanggaran ham, keadilan bagi perempuan, kebebasan pers, penggusuran…dll. kalau komunis…. mmmm itu adalah koonsep pemikiran. di negara ini, pada saat seseorang memberi makan masyarakat yang miskin, maka mereka akan dianggap sebagai seorang santo. tapi sebaliknya, pada saat seseorang menanyakan mengapa masyarakat menjadi miskin dan ingin melakukan perubahan atas penyebab kemiskinan tersebut yaitu ketidakadilan dalam sistem, maka dia akan disebut komunis dan harus disingkirkan (ingat peristiwa romo mangun pada kasus kedung ombo dan kali code, atau marsinah, atau pramudya ananta toer). kenapa masyarakat hanya dibentuk agar menjadi pribadi yang pasif saja? yang dibentuk hanya menerima apa yang diberikan? masyarakat hanyan terjebak pada pembodohan dan irasionalitas yang sudah sangat akut. takut akan komunis? mmm tidak beralasan… lebih baikkita memfokuskan diri pada masalah yang real terjadi dan mengambil bagian atas solusi masalah2 tsb…
Buat erly ->
Makanya orang amriknya pada bingung, trus abis keputusan itu apa? In god we trust-nya mau dihapus juga? hehe..
Buat gembel -> Kira-kira maksudnya satu bangsa tidak terpisahkan dibawah Tuhan.. kire-kirenye sih begituu.. 🙂
Buat alfa -> buat di soviet dulu sih emang kayaknya komunis=atheis, tapi pandangan komunis=atheis itu sebenernya beda, orang bisa atheis tanpa harus komunis dan juga sebaliknya, komunis sbg konsep ekonomi menghasilkan atheisme sbg implikasi kesekiannya aja.. imho 🙂
komunis=atheis, karena di paham komunis itu setiap individu hanya boleh patuh pd negara, tidak kepada yg lainnya. gua rasa begitu.
one nation indivisible under God
artinya apa ?.. heheh .. gue kurang ngerti artinya..tuh
Ada org yg pernah komentar: kenapa Indonesia gak pernah bisa keluar dari krisis ekonomi, sedangkan Amerika makin kaya aja? Soalnya walaupun Amerika sekuler, tapi di duit dolar mereka ada tulisan “in God we trust”… ;p