aka "Bandung's Waste" sebuah blog ttg masalah persampahan di Kota Bandung.
| | Comments (6)

6 Comments

Hendra M said:

syahdan, bertemu lah 2 ekor lalat dari pasar simpang dago dan pertigaan jl ganesha - tamansari , mereka hinggap di dekat tempat sampah di belakang mesjid salman.

gawat euy, cape pisan abdi ( saya lelah sekali ) karena banyak sekali sampah nya , sudah menggunung dan mengepung kampus ITB di utara dan selatan , kalau gini terus , bisa2 5 bulan lagi , nanti mahasiswa dan dosen kalau ke kampus ,atau mereka yg akan sholat ke mesjid salman harus pakai masker,
kalau tambah parah , sampai bau gunungan sampah sampai ke mana mana, bisa2 kantin salman pun bisa sepi

di pasar simpang , jalan yg sudah macet tambah macet lagi, karena gunungan sampah padahal berapa banyak orang2 pinter dari ITB , dari mahasiswa sampai profesor yg melewati jalan tersebut , tapi tetap sampai sekarang tak ada perbaikan.

sekarang juga , warung makan favorit mahasiswa depan kebun binatang terpaksa pindah, karena tak ada pembeli yg mau datang makan ke tempat bau tsb, begitu pula di pasar simpang dago

kumaha nya ( gemana sih ) , padahal di sini teh banyak orang pinter , ahli lingkungan, ahli teknik,ahli kimia dan segala keahlian lain nya ,
tapi kok nggak bisa mengatasi masalah tumpukan sampah tsb ?

ahli kimianya mungkin bisa buat semacam cairan kimia yg hebat, yg bila dituangkan ke gunungan sampah tsb , akan membuat sampah menjadi wangi atau melumer seperti plastik terkena cairan kimia keras .

ahli lingkungan nya harusnya bisa membuat konsep pengelolaan sampah yg hebat dan terpadu , masak dari jaman buang sampah di dago atas ( dekat dago pakar ) sampai ke kasus lewigajah ,
nyewa tempat di jelekong sudah habis waktunya ,sekarang mau dibuang lagi ke cicabe di cicaheum , nanti mau dibuang ke lembah batu kapur di citatah.

masak dari dulu, nggak ada kemajuan teknologi nya ?
padalah di kota itu lah ada institut teknologi yg paling huebat....

tapi kata lalat pasar simpang, sebenarnya itu mah , tanggungjawab pemda kota Bandung ceunah , orang ITB nya nggak merasa perlu terlibat , nanti takut tersinggung orang pemda nya , lain kitu, mungkin bagi orang2 pintar di ITB , nggak begitu tertarik dg proyek sampah tsb, kecil nilainnya nggak elit lah,
mendingan ngerjain proyek di Jakarta yg berskala nasional dan gede duit nya..

kemudian rintik hujan pun mulai turun , dan kedua lalat pun menyingkir mencari tempat yg teduh

setelah tahun lalu menjelang peringatan KAA , Bandung dikepung gunungan sampah, sekarang kasus serupa terulang lagi , semoga lalat2 tsb tak protes lagi pada orang2 pinter di sekolah jalan gajah duduk yg dilihatnya tiap hari berseliweran , karena tak mampu menyelesaikan masalah sepele di dekat tempatnya sendiri

salam

Hendra Messa
bdg

airin said:

janten kumaha ateuh ieu teh? Na teu sareukseuk kitu warga itebe? Ih uyuhan weh... Da gening ngantosan Pemkot bertindak mah iraha boa...
Isin atuh ka laleur2 sareng penduduk bonbin nu aya didinya. Ceuk maranehanana teh, heran euy urang mah, tatanggaan jeung jelema palalinter tapi asa teu kaciri pinterna. Hayo weh ngabanggakeun gajah duduk, tapi ningali runtah nu ngagunduk ngadon ngadarekul wae ngagugulung tugas jeung proyek!! Runtah teh cicingkeun waelah, keun sina ngagunduk nepi ka nutupan Bonbin, meh urang2 dipindahkeun tidieu, ka tempat anu leuwih layak, era euy tatanggaan jeung "maranehna" asa kitu2 wae.

billy said:

harus gimana lagih?

devry said:

adalah tak bijak dan bersifat kekanak-kanakan dalam mengadili dan menyalahkan orang lain,banyak tuh orang-orang yang buang sampah sembarangan baru besok nya berkoar-koar dan ribut karena sampah udah menumpuk dekat rumahnya,semua hanya demi kepentingan diri sendiri ,susahnya manusia jaman sekarang tak ada kedisiplinan sama sekali tak mengerti apa itu sampah?
kita harus bisa bersikap sabar, siapa yang tak bisa bersikap sabar baiklah dia ikut proses pengangkutan sampah dan jangan cuman ribut doank
syal....

pa ogah said:

iya, tragedi leuwigajah kini telah diikuti tragedi lautan sampah.temen22 dari banyak tempat banyak sms: kumaha urang bandung teh,.. ga becus ngelola sampahnya ?" malu juga sih. Bukan tidak ada hikmah nya; setidaknya telah terjadi proses edukasi yang cukup menghenyakan banyak warga: ternyata begitu besar jumlah sampah yang kita sendiri menghasilkannya !. Persoalan sampah seyogyanya dilihat juga dari perspektif perilaku,.. attitude lah. Maka pengelolaan sampah seharusnya juga pinya pijakan kebijakan yang membidik 'aspek perilaku', dan ini bukan hal mudah: sebiah proses panjang, bukan instan !. Seperti bagaimana membuat orang melakukan pemilahan sampah yang dihasilkannya di rumah-rumah mereka... kan bukan pekerjaan sesaat, harus ada proses panjang edukasi. Persoalannya, siapa yang harus melakukan itu ? Nah persoalan 'darurat' sampah kota Bandung - karena kita semua mendaruratkannya - hanyalah 'gunung es' dari persoalan pengelolaan sampah yang buruk, yang tidak membangun perilaku baru. Memang kalau kemudian menjadi darurat, yang tampak adalah adanya persoalan kelangkaan TPA... abis tadi itu, kita masih bertumpu ke konsep pembuangan akhir, bukan pengelolaan. Dan kalo bicara TPA, itu kan hanya sepercik persoalan di hilir sebuah lingkaran systim dalam pengelolaan sampah. memang kalo mau nyelesaikan yang hilir ini, yang emergency ini - mau tidak mau haris berbicara lahan TPA, itupun gara2 kecerpbohan pengelola/pemerintah selama ini yang tidak mengelola TPA mya secara layak, ,masyarakat pun pada ogah ada TPA didekat pe,mukimannya... resistensi dimana-mana. Jadi memang ini jadi jelimet, harus diurai.

How ya doin, I I found your website on ask and read pretty much all your other posts. I just added you to my Google News Reader. Keep up the superb work. Look forward to reading more from you in the future. You know, It just so happens, I really enjoy this website and the insight from everyone who participates. I find it to be refreshing and very informative. I wish there were more blogs like it. Anyway, I felt it was about time I posted, I?ve spent most of my time here just lurking and reading, but today for some reason I just felt compelled to say this.

Leave a comment

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on April 20, 2005 3:37 PM.

Leadership Decision Making was the previous entry in this blog.

Democratizing Innovation is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Join My Community at MyBloglog!
 
Powered by Movable Type 4.01