jangan berenti cuma terima SMS aja.
| | Comments (1)

1 Comments

M.Lutfi said:

Assmu'alaikum Wr.Wb.
Yang terhormat kepada semua pejabat – pejabat, pembersar – pembesar dikalangan pemeritntah Indonesia.
Wong Cirebon.
Melihat perkembangan lebih yang ada saya selaku wong Cirebon sangat prihatin melihat keadaan lumpur lapindo yang kian hari-kian lama terus mengeluarkan lumpurnya, berbagai usaha dilakukan tetapi masih saja lumpur itu keluar baik makin besar luapannya maupun mengecil akibat bola-bola beton yang dimasukkan kedalam lubang lumpur lapindo, akan tetapi bola-bola itu meredam keluarnya lumpur hanya sementara saja, sedangkan Menurut kajian BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), butuh waktu 31 tahun agar semburan lumpur berhenti sendiri. Apakah ada cara tepat untuk menanggulangi masalah lumpur lapindo baik itu dengan cara lahiriyah maupun batiniah "secara lahiriyah yaitu dengan cara memakai otak kita untuk mengatasi masalah lumpur lapindo masih lambat karena masalah ini berkaitan alam (bumi) yang sangat besar rohnya dibanding dengan kita (manusia) yang sebagian kecil diciptakan dari unsur – unsur yang terdapat dari bumi. Dengan cara batiniah sekarang kita semua sudah banyak meninggalkan cara itu karena semua itu dianggap kuno atau apalah saya tidak tau, yang mestinya setelah saya lihat dulu sepuluh, duapuluh, dan tigapuluh tadari tahun kebelakang masih banyak masyarakat yang melakukan tirakat atau kebatinan yang wal hasil mengacu pada SQU atau keimanan akan tetapi sekarang dimasyarakat kita sekarang sudah berubah drastis yang tadinya masih banyak melakukan kebatinan sekarang beralih permainan dunia modern, itulah semua dampak dari teknologi yang setiap hari disugukan kepada kita semua selama 24 jam penuh sehingga generasi kita secara SQU selalu menurun drastis. Orang – orang yang ngerti atau wong Cirebon disebut sebagai "paku bumi" satu persatu dicabut dari permukaannya, ibarat gunung yang satu persatu pohonnya ditebang gunung itu akan gundul dan kalau hujan akan terjadi erosi dan menimbulkan banjir. Kata orang – orang yang ngerti dibidang ilmu kebatinan Cirebon adalah tempat pakunya paku bumi atau pusarnya bumi, saya sebagai orang awam hanya mengiakan saja perkataan itu karena melihat sejarah kalau Cirebon adalah pusatnya para wali Allah, sehingga benarlah jika Cirebon disebut pusarnya bumi itu pendapat saya akan tetapi tidak tau kalau pendapat orang lain berbeda. Pada tahun 2002-an katanya Cirebon akan ada bencana badai LANINA, yang akan mengguncangkan dan mengoyakkan sewilayah 3 cirebon. Akan tetapi badai LANINA itu menjauh dari Cirebon dan berlari entah kemana, setelah melihat berita katanya ke wilayah lautan Australia. Pokoknya saya tidak tau yang pasti Cirebon aman dan damai selalu amien.
Saya menerima informasi dari setiap orang Cirebon bahwasanya Cirebon dijaga oleh para wali Allah yang dulu pernah berkumpul di Cirebon dan menyebarkan islam di cierbon. Dan sampai sekarang masih ada bangunan – bangunan yang maih ada sebagai sebagai saksi bahwa Cirebon dulu sebagai tempat bekumpulnya para wali Allah. Yang disebut wali songo. Yang berjumlah Sembilan wali. Dan satu wali yang dibunuh oleh wali, karena alirannya tidah mudah di terima oleh masyarakat awam bernama syek Lemah Abang. Semua wali yang Sembilan itu apakah masih ada atau tidak yang pasti informasinya semua wali semuanya sudah meninggal, hanya Nabi Khidir saja yang sampai sekarang masih ada dan hanya orang – orang yang tertentu saja yang didatangi Nabi Khidir dalam hidupnya walau dalam sekali saja.
Kalau emang semua wali Allah semuanya sudah meniggal apakah Cirebon dijaga oleh wali secara langsung. Menurut saya tidak paparnya "yang menjaga Cirebon dari badai LANINA adalah keturunan wali yang tidak tau dari keturunan wali siapa yang pasti menurut saya wali Allah yaitu Sunan Gunung Jati karena sunan gunung jatilah yang ada dicirebon dan meninggal dicirebon dan dari keturunanya itulah berusaha dan ber-INISIATIV bagaimana caranya Cirebon jangan sampai terkena Badai tersebut. Dan jadi pertanyaan saya apakah dimana keturunan sunan gunung jati keberadannya apakah dikalangan pesanteren apakah dikomplex pedesaan atau kah dibukit-bukit yang sepi atau dimana yah, atau mencari silsilah keturunan yang dimata masyarakatnya sanyat berguna bagi masyarakat luas baik dibidang kebatinan, pengobatan maupun apa saja yang penting bias mengatasi masalah-masalahnya dimata masyarakat ataupun pejabat yang ada dicirebon.. Sekiranya saya bias bertemu beliau saya mau meminta wangsit bagai mana cara mengatasi masalah lumpur lapindo.
Kita kembali ke lumpur lapindo, ada informasi yang mengatakan bahwasanya lumpur lapindo bagaikan sebuah keran yang mengalir tanpa ada tutupnya sehingga harus bagaimana caranya menutup keraanya dalam keadaanya arusnya yang menjalankan keran itu masih menyala. sehingga tidak mudah untuk menutup keran itu.
menurut saya, ibarat PT Lapindo mengambil minyak yang berada dibawah pipa yang berisikan lumpur panas. Dan dan PT lapindo dalam mengebor terkena pipa yang didalammya berisikan lumput pasas tersebut sehingga pipa itu bolong dan isi yang berada dalam pipa itu keluar kemana-mana untuk untuk menghindari jangan sampai lumpur panas itu keluar tanpa arah kita menutup atau menambal pipa tersebut dalam keadaan aliran listriknya masih berjalan sehingga proses penambalan akan sia-sia dan bersifat sementara, ibarat mesin air yang selangnya ditusuk oleh anak kecil pakai pisau sehingga selang itu bocor dan airnya kemana-mana sehingga selang itu susah ditambal dalam keadaan mesinnya masih jalan karena anak kecil yang menghadapi hal tersebut maka tidak tau bagaimana caranya agar air itu jangan sampai keluar dari pipa tersebut dan pipanya bisa ditambal.
Hanya orang yang ngerti saja yang bisa menambal pipa tersebut yaitu dengan cara pertama mematikan aliran atau arus listrik yang membuat air itu berjalan dan yang bisa mematikan aliran tersebut adalah orang yang telah dikasih tau sebelumnya jikalau terjadi apa – apa seperti selang air bocor oleh pemilik mesin air tersebut,. Dan kalau dikaitkan dengan lumpur panas yang keluar dari perut bumi atau keluarnya dari selang yang bocor isinya mengalir lumpur panas.
Dan logikanya dari semua semua informasi tersebut diatas adalah Hanya orang – orang tertentu saja yang telah dikasih tahu sebelumnya yang akan terjadi semua kejadian alam yang menimpa bangsa kita ini baik, itu sunami, gempa bumi ataupun lumpur lapindo yang sampai sekarang masih aktif di daerah sidoarjo. Dan hanya orang – orang tertentu saja yang bisa mendamaikan alam jangan sampai murka.
Mungkin sekian saaj pemaparan dari saya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jikalau ada kata-kata yang kurang pantas dibaca atau disimak, karena saya masih tahap belajar dalam hal merangkai kata-kata yang harus disampaikan kepada semua pihak yang terkait dengan lumpur panas pada khususnya dan semua pihak pemerintah Indonesia pada umumnya. Karena bentuk ini bukan saja berasal dari PT itu akan tetapi sebuah bentuk dari bencana alam. Yang merusak alam dan sekitarnya.
Semoga prakata ini bisa menunjukkan bagaimana mendapatkan solusinya agar Lumpur lapindo dapat diajak damai sehingga tidak memerlukan waktu sampai 31 tahun, amien.
Walamu’alaikum Wr.Wb.

Rabu 29 Agustus 2007

ttd
Wong Cirebon sing masih Awam

Leave a comment

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on June 30, 2005 4:15 PM.

The Get-Rich-Slow Scheme was the previous entry in this blog.

Singgasana 'Bapak' Blogger Indonesia is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Join My Community at MyBloglog!
 
Powered by Movable Type 4.01