Mas Budi Putra wartawan Tempo memutuskan untuk menjadi Full-Time Blogger. Selamat buat mas Budi, sayang kita tidak tahu rencana beliau mewujudkan blogger penuh waktu ini seperti apa? Kottke melakukan hal yang sama tahun 2005, dalam artian mencari penghidupan semata-mata dari blognya dan menyerah setahun kemudian.
| | Comments (5)

5 Comments

anak medan said:

iya tuh.kok heboh banget sih. mas budi aja bilang gak keluar penuh dari tempo. masih kerja untuk blog tempo. jadi apa sih pengertian full time blog itu? sebagai yang rajin ngamati blog saya kira banyak tuh yang "full time blogger". termasuk mas enda ini. peace all!

Budi Putra said:

Jawaban lengkap saya sudah ada sebagai update di posting saya soal ini: http://www.thegadgetnet.com/2007/03/05/jadi-blogger-profesional-sebuah-pilihan/

Soal Kottke, saya sudah pernah baca dulu sekali. Tapi saya lebih suka menggunakan contoh orang yang berhasil ketimbang yang gagal. Tidak ada yang bisa kita kerjakan kalau kita hanya mematut-matut contoh yang gagal.

Salut kalau dengan keputusannya sebagai full time blogger yang mendapat uang hidup dan makan dari aktivitas blogging. Masih nggak ngebayang sih,..

JararSiahaan said:

blog bukan cuma media-tanpa-sensor; blog telah menjadi malaikat penolong dan tempat meneduhkan nurani bagi jurnalis yang masih punya rasa malu.

media di indonesia, terutama koran-koran daerah, adalah mesin-uang bagi para bunglon, pemeras, politisi, dan pelacur idealisme.

kurindukan suatu hari nanti, koran yang begitu akan mati; sebab mereka sering membunuh kebenaran. kuimpikan detik ini, setiap warga akan menulis dan mengedit beritanya sendiri.

blog adalah tempat di mana hati nurani bisa merdeka.

salamku untuk semua jurnalis indonesia; jangan bohongi nuranimu.
jarar siahaan di tepi danau toba.
bataknews.wordpress.com

Saya juga pernah gagal gara2 costnya tinggi buat bikin original content spy bisa bersaing sama blog2 Amrik.

Someday saya ingin coba buat 200 mini Web sites, costnya juga gede, tapi break event dalam 6 bulanan. (http://www.jennieforindonesia.com/?p=90)

Masih lagi cari funding dulu. That's the worst thing about doing business in the United States. High cost and mesti original to compete with the others.

~ Jennie

Leave a comment

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on March 6, 2007 2:56 PM.

Tourists greeted with "Anjing goblok!" in Bandung was the previous entry in this blog.

Komunitas Pencinta Kecap Bango is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Join My Community at MyBloglog!
 
Powered by Movable Type 4.01