{"id":463,"date":"2006-12-13T12:41:56","date_gmt":"2006-12-13T12:41:56","guid":{"rendered":"http:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463"},"modified":"2006-12-13T12:41:56","modified_gmt":"2006-12-13T12:41:56","slug":"tentang_bloggin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463","title":{"rendered":"Tentang Blogging dan Budaya Balasan"},"content":{"rendered":"<div class=\"img-shadow\"><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"blogging-counterculture-budaya-balasan.jpg\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/enda.goblogmedia.com\/images\/counterculture-budaya-balasan.jpg?resize=170%2C162\" width=\"170\" height=\"162\" \/><\/div>\n<p>_Letting a hundred flowers blossom and a hundred schools of thought contend&#8230; &#8211; Chairman Mao_<br \/>\nKalo sejak kecil kamu punya bakat melawan orang tua (awas dosa lo), atau guru atau ga percaya kata koran, majalah, tv, suka bertanya &#8220;Kenapa?&#8221; dan &#8220;Mengapa?&#8221; maka kemungkinan besar kamu punya bakat _[&#8220;Anti-authoritarian&#8221;:http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Anti-authoritarian]_. Yaitu mereka yang mengambil posisi berlawanan, apalah itu dengan konsentrasi kekuasaan dalam tokoh seorang pemimpin atau kelompok elite, atau terhadap doktrin, dogma dan kepercayaan.<br \/>\nKalo kamu punya bakat buat berpikir beda sama kebanyakan orang, menolak apa yang _umumnya sudah diterima_, ga mau ikut-ikutan apa yang lagi trend, bikin gaya kamu sendiri, percaya apa yang orang lain ga percaya dan sebaliknya ga percaya apa yang banyak orang mempercayai dengan sepenuh hati maka mungkin kamu seorang _[&#8220;Contrarian&#8221;:http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Contrarian]_. Mereka yang secara sosiologis diterangkan memiliki sikap melawan establishme dimasanya.<br \/>\nJika kamu punya salah satu bakat diatas maka kemungkinan besar kamu akan menyukai hidup ditahun 60&#8217;an di Amerika, saat gerakan &#8220;Counterculture&#8221;:http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Counterculture#1960s_Counterculture_in_the_USA (budaya balasan) bermula dan marak sebagai reaksi terhadap norma-norma _konformis_ 50an dimana segala sesuatu tampak seragam juga terhadap intervensi militer amerika di Vietnam.<br \/>\nSelama ini budaya balasan diatas terkenal karena simbol-simbolnya, para _Hippie_ berambut panjang, komunal-komunal dimana orang hidup bersama dan bikin teknologi sendiri, dan tentu juga yang paling ngetop (selain free sex!) adalah eksperimen dengan *LSD*, acid dan obat-obatan _psychedelic_ lainnya, sebagai alat meng-[_enhance_] kapasitas otak manusia.<br \/>\nKebayang kan, para _dudes_ dan _dudettes_ pada masa itu, terutama para pemikirnya adalah mereka yang _Anti-authoritarian_ dan _Contrarian_. Mereka yang memandang sebel dan curiga pada semua institusi dan establishme elites, apakah itu korporasi, pemerintah, militer, orang tua, akademisi, universitas dan agama. Mereka hadir dengan ide dan nilai-nilai baru yang tidak sama dengan generasi sebelumnya. Untuk melawan &#8220;The Man&#8221; kata *Jack Black* di School of Rock, yang berseru _power to the people!_. \ud83d\ude00<br \/>\nDan tidak itu aja, kalo kamu baca posting di blog ini, di _a thing_ yang namanya Internet ini, chatting sama temen kamu, kirim2x email ga jelas, &#8220;ngejunk di milis&#8221;:http:\/\/id-gmail.info, ngerjain tugas di komputer pribadi, maka kamu perlu berterimakasih juga sama mereka.<br \/>\n_Tech Revolution_, dari komputer pribadi, gadget, Operating System, Microsoft, iPod, Internet dan Blog (!) semua perlu berterima kasih pada _counterculture_ hampir 50 tahun yang lalu itu.<br \/>\n*[&#8220;RU Sirius&#8221;:http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/R._U._Sirius]* (bukan nama asli tentunya) seorang penulis dan musisi, menulis dalam postingnya _&#8221;[&#8220;Counterculture and the Tech Revolution&#8221;:http:\/\/www.10zenmonkeys.com\/2006\/11\/19\/counterculture-and-the-tech-revolution]&#8221;_ sebuah summary perjalanan antara _counterculture_ hingga _tech revolution_ dimana kita berada sekarang ini.<br \/>\nBerangkat dari dua buku baru yang membahas tentang perjalanan ini yaitu _&#8221;[&#8220;What the Dormouse Said: How the 60s Counterculture Shaped the Computer Industry&#8221;:http:\/\/www.amazon.com\/What-Dormouse-Said-Counterculture-Personal\/dp\/B000IOEU90\/sr=8-1\/qid=1165979425\/ref=pd_bbs_1\/102-9947389-0217722?ie=UTF8&#038;s=books]&#8221;_ karangan *John Markoff* dan _&#8221;[&#8220;From Counterculture to Cyberculture: Stewart Brand, the Whole Earth Network, and the Rise of Digital Utopianism&#8221;:http:\/\/www.amazon.com\/Counterculture-Cyberculture-Stewart-Network-Utopianism\/dp\/0226817415\/sr=8-1\/qid=1165979218\/ref=pd_bbs_sr_1\/102-9947389-0217722?ie=UTF8&#038;s=books]&#8221;_ karangan *Fred Turner*, dia menggambarkan bagaimana budaya _sharing_, penggunaan internet sekarang ini, komunitas-komunitas di Internet, riset, personal expression, budaya hacking dan development di berbagai bidang, cybernetics, enkripsi dan lain-lain lagi memiliki akar di pemikiran dan ide yang bisa ditelusuri ke _counterculture_<br \/>\n*Steve Wozniak* dan *Steve Jobs* pendiri &#8220;Apple Computer&#8221;:http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Apple_Computer adalah contoh jelas tokoh yang muncul dari budaya counterculture dan hingga sekarang Silicon Valley masih berhutang budi pada gerakan budaya balasan ini.<br \/>\nTeknologi khususnya Personal Computer (PC) hadir didasarkan pada pemikiran yang sama yaitu teknologi pribadi yang menambah kemampuan berpikir dan produktifitas manusia, sebagai alat agar manusia bisa melihat lebih dari apa yang bisa kita lihat biasanya, sama seperti *LSD*.<br \/>\n&nbsp;<br \/>\nMencermati dan menarik benang merah dari latar belakang diatas sangatlah jelas kalo kita merasa bahwa *Internet* (dalam bentuk teknologi dan budaya yang tumbuh disekitarnya), sebagai salah satu produk dari gerakan tersebut, secara alaminya juga bersifat _Anti-authoritarian_ dan _Contrarian_.<br \/>\nSelalu ada sesuatu yang pas saat kita menyandingkan kata _revolusioner_ dan _phenomenon_ terhadap segala sesuatu di Internet. Dari ecommerce, napster, p2p, paypal, web2.0, Wikipedia, Google, YouTube dan blog tentunya.<br \/>\nMasing-masing adalah sebuah &#8220;revolusi&#8221; yang mau menggantikan apa yang sudah umum dan sudah _established_.<br \/>\n*Napster* mempopulerkan MP3 dan akan membangkrutkan perusahaan rekaman, *Wikipedia* yang disusun oleh orang biasa dan anonim menggantikan ensiklopedia sebagai katalog pengetahuan umat manusia, *Paypal* bermula dengan ide untuk menggantikan sistem monetari dunia, *Google* memberikan akses informasi dan membuatnya berarti tanpa melihat siapa yang bikin selama materinya relevan dan berguna, dan *Blog* tentunya hadir sebagai revolusi ekspresi pribadi yang mengancam jalur informasi mapan seperti media massa.<br \/>\nSatu fenomena diatas fenomena lainnya. Semua lahir dari sebuah gerakan yang menolak otoritas dan sebel sama kemapanan.<br \/>\n&nbsp;<br \/>\nBerangkat dari situ, yang menarik adalah begitu cepat fenomena-fenomena diatas kemudian _menjadi sebuah kemapanan itu sendiri._ Masing-masing revolusi berubah menjadi sebuah institusi dengan aturan, norma, etiket yang seolah-olah haram untuk dilanggar.<br \/>\n*Blogging misalnya*. Yang menarik dari blog adalah sifatnya yang merusak tatanan dan sifat media. Tidak lagi kita perlu modal banyak untuk mempublish materi yang dibaca oleh ribuan orang, tidak lagi kita dibatasi oleh seorang editor dan pemilik modal yang mengawasi apa yang boleh publish dan apa yang tidak. Tidak lagi seseorang perlu bekerja di media massa menjadi wartawan atau jurnalis untuk melaporkan sesuatu yang dibaca khalayak ramai.<br \/>\nTapi _blogosphere_ pun cepat kemudian berubah _mengadopsi tatanan kemapanan_ yang ada.<br \/>\nYang paling sering ditanyakan adalah, _apakah ada etiket dan norma dalam penulis blog? Bagaimanakah blog yang baik itu? Bagaimanakan agar blog kita sukses? Bagaimana menulis blog yang benar?_<br \/>\nIya mungkin pertanyaan diatas itu pertanyaan yang wajar, tapi blogging bukan tentang itu, bukan tentang mengikuti aturan yang ada, blogging justru tentang melanggar aturan, melanggar konvensi, melanggar kemapanan. _Blogging adalah sebuah budaya balasan_.<br \/>\nKenapa harus ada, misalnya, yang namanya &#8220;seleb blog&#8221;:http:\/\/ironmaid3n.blogspot.com\/2006\/12\/seleb-blog-dan-egonya.html (hehe), blogger senior, bapak blog dan lain sebagainya, yang seolah-olah perlu diminta restunya agar blog jadi lebih baik, seolah-olah mereka telah menjadi sebuah institusi sendiri (&#8220;institut teknologi blogging&#8221;:http:\/\/enda.goblogmedia.com\/institut-teknologi-blogging.html), terlah ter-[_institutionalized_].<br \/>\nUntungnya, kemapanan pada saatnya, toh pasti akan tergantikan. Rejim datang dan pergi, yang asalnya diatas kemudian turun dan yang muda menggantikan yang tua.<br \/>\nSegala bentuk kemapanan, dari tokoh hingga institusi harus memberi jalan (dan pasti memberi jalan) pada _counterculture_-nya sendiri yang akan membawa kita pada perubahan, dan sesuatu yang lebih baik.<br \/>\nApakah itu melalui proses yang disengaja atau tidak sengaja. Proses sukarela atau terpaksa, atau sebuah proses _self-destruct_ seperti berpoligami dan merekam video pribadi, tidak ada yang pasti.<br \/>\nKarena yang pasti dari perubahan adalah perubahan itu sendiri.<br \/>\n&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>_Letting a hundred flowers blossom and a hundred schools of thought contend&#8230; &#8211; Chairman Mao_ Kalo sejak kecil kamu punya bakat melawan orang tua (awas dosa lo), atau guru atau ga percaya kata koran, majalah, tv, suka bertanya &#8220;Kenapa?&#8221; dan &hellip; <a href=\"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"aside","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-463","post","type-post","status-publish","format-aside","hentry","category-uncategorized","post_format-post-format-aside"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tentang Blogging dan Budaya Balasan - Enda Nasution&#039;s Weblog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tentang Blogging dan Budaya Balasan - Enda Nasution&#039;s Weblog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"_Letting a hundred flowers blossom and a hundred schools of thought contend&#8230; &#8211; Chairman Mao_ Kalo sejak kecil kamu punya bakat melawan orang tua (awas dosa lo), atau guru atau ga percaya kata koran, majalah, tv, suka bertanya &#8220;Kenapa?&#8221; dan &hellip; Continue reading &rarr;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Enda Nasution&#039;s Weblog\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/endanasution\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2006-12-13T12:41:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/enda.goblogmedia.com\/images\/counterculture-budaya-balasan.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"enda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@enda\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@enda\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"enda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/?p=463#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/?p=463\"},\"author\":{\"name\":\"enda\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/331de260bccd51da584d73820a20637f\"},\"headline\":\"Tentang Blogging dan Budaya Balasan\",\"datePublished\":\"2006-12-13T12:41:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/?p=463\"},\"wordCount\":1111,\"commentCount\":64,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/?p=463#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/images\\\/counterculture-budaya-balasan.jpg\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/?p=463#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/?p=463\",\"url\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/?p=463\",\"name\":\"Tentang Blogging dan Budaya Balasan - Enda Nasution&#039;s Weblog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/?p=463#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/?p=463#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/images\\\/counterculture-budaya-balasan.jpg\",\"datePublished\":\"2006-12-13T12:41:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/331de260bccd51da584d73820a20637f\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/?p=463#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/?p=463\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/?p=463#primaryimage\",\"url\":\"http:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/images\\\/counterculture-budaya-balasan.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/images\\\/counterculture-budaya-balasan.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/?p=463#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tentang Blogging dan Budaya Balasan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/\",\"name\":\"Enda Nasution&#039;s Weblog\",\"description\":\"Indonesian Blogger - Blog Indonesia Jakarta Bandung\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/331de260bccd51da584d73820a20637f\",\"name\":\"enda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/033d20301717450c9486460267c1d34943d2c973325cb5fb3c73722d21e2fd10?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/033d20301717450c9486460267c1d34943d2c973325cb5fb3c73722d21e2fd10?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/033d20301717450c9486460267c1d34943d2c973325cb5fb3c73722d21e2fd10?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"enda\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\",\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/endanasution\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/enda\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/enda.goblogmedia.com\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tentang Blogging dan Budaya Balasan - Enda Nasution&#039;s Weblog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tentang Blogging dan Budaya Balasan - Enda Nasution&#039;s Weblog","og_description":"_Letting a hundred flowers blossom and a hundred schools of thought contend&#8230; &#8211; Chairman Mao_ Kalo sejak kecil kamu punya bakat melawan orang tua (awas dosa lo), atau guru atau ga percaya kata koran, majalah, tv, suka bertanya &#8220;Kenapa?&#8221; dan &hellip; Continue reading &rarr;","og_url":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463","og_site_name":"Enda Nasution&#039;s Weblog","article_author":"https:\/\/www.facebook.com\/endanasution","article_published_time":"2006-12-13T12:41:56+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/enda.goblogmedia.com\/images\/counterculture-budaya-balasan.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"enda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@enda","twitter_site":"@enda","twitter_misc":{"Written by":"enda","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463"},"author":{"name":"enda","@id":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/#\/schema\/person\/331de260bccd51da584d73820a20637f"},"headline":"Tentang Blogging dan Budaya Balasan","datePublished":"2006-12-13T12:41:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463"},"wordCount":1111,"commentCount":64,"image":{"@id":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/enda.goblogmedia.com\/images\/counterculture-budaya-balasan.jpg","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463","url":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463","name":"Tentang Blogging dan Budaya Balasan - Enda Nasution&#039;s Weblog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/enda.goblogmedia.com\/images\/counterculture-budaya-balasan.jpg","datePublished":"2006-12-13T12:41:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/#\/schema\/person\/331de260bccd51da584d73820a20637f"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463#primaryimage","url":"http:\/\/enda.goblogmedia.com\/images\/counterculture-budaya-balasan.jpg","contentUrl":"http:\/\/enda.goblogmedia.com\/images\/counterculture-budaya-balasan.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=463#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tentang Blogging dan Budaya Balasan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/#website","url":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/","name":"Enda Nasution&#039;s Weblog","description":"Indonesian Blogger - Blog Indonesia Jakarta Bandung","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/#\/schema\/person\/331de260bccd51da584d73820a20637f","name":"enda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/033d20301717450c9486460267c1d34943d2c973325cb5fb3c73722d21e2fd10?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/033d20301717450c9486460267c1d34943d2c973325cb5fb3c73722d21e2fd10?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/033d20301717450c9486460267c1d34943d2c973325cb5fb3c73722d21e2fd10?s=96&d=mm&r=g","caption":"enda"},"sameAs":["http:\/\/enda.goblogmedia.com","https:\/\/www.facebook.com\/endanasution","https:\/\/x.com\/enda"],"url":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?author=1"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p34fFq-7t","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":413,"url":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=413","url_meta":{"origin":463,"position":0},"title":"BUKTI","author":"gala","date":"18\/01\/2005","format":"aside","excerpt":"_Faith is believing what you know ain't so.. :)_ Setiap tahun majalah *Edge.org* mengajukan pertanyaan pada para saintis dan pemikir lainnya untuk dijawab. Di tahun ini pertanyaan mereka adalah _\"What do you believe is true even though you cannot prove it?\"_ _Apa yang kamu percaya BENAR walaupun kamu tidak bisa\u2026","rel":"","context":"With 43 comments","block_context":{"text":"With 43 comments","link":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=413#comments"},"img":{"alt_text":"trust.jpg","src":"https:\/\/i0.wp.com\/enda.goblogmedia.com\/images\/trust.jpg?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":440,"url":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=440","url_meta":{"origin":463,"position":1},"title":"Semua laki-laki pembohong!","author":"enda","date":"17\/02\/2006","format":"aside","excerpt":"_A man says that he is lying. Is what he says true or false? --Eubulides, 4th century BC_ Abis baca judul diatas, kamu-kamu yang cewek pasti dengan semangat berkata \"iya tuh!\", sedang kamu-kamu yang cowok paling tersenyum simpul dengan sorot mata ga bersalah sambil bersiul-siul \"duu duuu duuu duuu\" :p\u2026","rel":"","context":"In \"Liar Paradox Epimenides G?del's Theorem\"","block_context":{"text":"Liar Paradox Epimenides G?del's Theorem","link":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?tag=liar-paradox-epimenides-g%ef%bf%bddels-theorem"},"img":{"alt_text":"liar-paradox.jpg","src":"https:\/\/i0.wp.com\/enda.goblogmedia.com\/images\/liar-paradox.jpg?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":449,"url":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=449","url_meta":{"origin":463,"position":2},"title":"Hating yourself with style","author":"enda","date":"15\/06\/2006","format":"aside","excerpt":"_?When we don't know who to hate, we hate ourselves.? --Chuck Palahniuk_ Gue benci diri gue sendiri, dan kayaknya gue ga sendirian. (Maksudnya ada orang lain yang membenci diri mereka juga, bukannya membenci gue hehe.) Di *43Things.com* setidaknya ada 135 orang yang menyatakan bahwa _[\"Stop hating myself\":http:\/\/www.43things.com\/things\/view\/14835]_ sebagai tujuan mereka.\u2026","rel":"","context":"With 43 comments","block_context":{"text":"With 43 comments","link":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=449#comments"},"img":{"alt_text":"hate.jpg","src":"https:\/\/i0.wp.com\/enda.goblogmedia.com\/images\/hate.jpg?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":467,"url":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=467","url_meta":{"origin":463,"position":3},"title":"Tentang Relationship","author":"enda","date":"16\/02\/2007","format":"aside","excerpt":"_If the only way I can be with you is in my dreams, then I will sleep forever. --anonymous_ Hal pertama yang menarik dari _relationship_ adalah kenyataan bahwa kata ini (seperti juga \"penis\":http:\/\/enda.goblogmedia.com\/quicklinks\/the-indonesian-language-donat-have-a-word-for-penis.html hehe) tidak memiliki padanan yang pas dalam bahasa Indonesia. Misalnya, ketika kita menterjemahkan pilihan status di Friendster\u2026","rel":"","context":"With 34 comments","block_context":{"text":"With 34 comments","link":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=467#comments"},"img":{"alt_text":"relationship.jpg","src":"https:\/\/i0.wp.com\/enda.goblogmedia.com\/images\/relationship.jpg?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":395,"url":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=395","url_meta":{"origin":463,"position":4},"title":"Managemen dan strategi Password","author":"gala","date":"11\/06\/2004","format":"aside","excerpt":"Sepuluh tahun lalu (waktu gue umur 12 tahun hehe) rasanya jarang deh kita denger atau punya yang namanya *password*. Pengetahuan password rasanya pertama kali tau waktu baca *Trio Detektif*, *Jupiter* atau siapapun yang berada di markas besar Trio Detektif biasanya baru boleh masuk setelah mengetuk pintu-pintu rahasianya dengan tiga ketuk,\u2026","rel":"","context":"With 51 comments","block_context":{"text":"With 51 comments","link":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=395#comments"},"img":{"alt_text":"password.jpg","src":"https:\/\/i0.wp.com\/enda.goblogmedia.com\/images\/password.jpg?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":386,"url":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=386","url_meta":{"origin":463,"position":5},"title":"Filosofi &#8220;All you can eat&#8221;","author":"gala","date":"16\/04\/2004","format":"aside","excerpt":"Restoran atau tempat makan \"All you can eat\" walaupun adalah tawaran marketing yang cerdas dan menarik tapi, menurut gue, adalah sebuah *sistem yang _misleading_ dan tidak alami*, karena sebab-sebab dibawah ini. Buat kamu yang ga familiar, \"All you can eat\" restaurant adalah tempat makan dengan sistem dimana kamu bayar sejumlah\u2026","rel":"","context":"With 36 comments","block_context":{"text":"With 36 comments","link":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/?p=386#comments"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/463","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=463"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/463\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=463"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=463"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/enda.goblogmedia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=463"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}