Tentang lamaran dan ramalan

| | Comments (24)

Lamaran sebenarnya mirip dengan ramalan. Dengan sebuah lamaran kamu diramal untuk menikah dalam beberapa bulan lagi. Tapi di lain pihak ramalan juga adalah sebuah lamaran. Dengan meramal sesuatu berarti kamu juga melamar sesuatu itu untuk terjadi pada kamu.

Hal yang paling susah adalah meramalkan lamaran. Pertama kamu perlu bertanya pada sang peramal, "Siapakah pelamar yang akan melamar saya Pak Peramal?" Lalu kamu perlu tau dari ramalan si peramal tadi kapankah si pelamar akan melakukan lamarannya tersebut dan melamar kamu sehingga lamaran tersebut bukan hanya ramalan.

Tapi ada peramal-peramal yang mengkhususkan diri untuk meramalkan lamaran. Jadi kamu yang sudah pengen dilamar bisa meminta diramal pada para peramal ini tentang kapankah kamu akan dilamar. Para peramal ini adalah apa yang kita kenal dengan para peramal pelamar yang pintar meramal lamaran.

Hal lain adalah melamar peramal. Misalnya kamu jatuh cinta pada seorang peramal dan kamu ingin melamarnya. Mungkinkah dia, si peramal, bisa meramal bahwa kamu akan melamarnya? Dalam posisi ini maka kamu akan disebut sebagai pelamar peramal.

Jika si peramal ini laki-laki maka berarti si peramal ini yang akan melamar. Dalam kasus ini dia akan menjadi peramal yang melamar. Dia akan bekata begini "Sayang, dengan ini saya melamar kamu untuk menjadi istri saya. Saya memang seorang peramal, tapi saya tidak bisa meramalkan apakah kamu akan mau menikah dengan saya. Yang bisa saya lakukan hanya melakukan lamaran dan apakah hasil dari lamaran itu sendiri saya tidak bisa meramalkan, walaupun saya seorang peramal. Karena kali ini saya bukan saja seorang peramal tapi juga seorang pelamar."

Dalam lamaran-lamaran kita juga akan sering mendengar ramalan-ramalan. Misalnya ada seorang tamu yang meramalkan dari acara lamaran tersebut bahwa si wanita yang baru saja dilamar akan cepat mempunyai anak. Atau misalnya ada anggota keluarga yang meramalkan bahwa si lelaki yang baru saja melamar dan si wanita yang baru saja dilamar diramalkan akan hidup bahagia selalu. Bahkan ada juga yang meramalkan dan mengutarakan ramalan tentang lamaran anak-anak mereka nantinya.

Ramalan-ramalan tentang lamaran tadi biasanya terjadi. Apalagi bila si peramal adalah juga pelamar seperti dalam kasus diatas. Tapi tentu saja bila kamu belum pernah diramal tentang waktu lamaran kamu, kamu tidak perlu takut. Saat kamu dilamar maka saat itu juga diramalkan bahwa tidak lama lagi kamu akan menikah.

Jadi, kamu bisa meramal bahwa ramalan-ramalan pelamar tentang lamaran baik itu dilamar ataupun melamar belum tentu bisa diramalkan benar oleh peramal maupun pelamarnya sendiri. Karena peramal pelamar maupun pelamar peramal masing-masing diramal dan dilamar dan masing-masing juga melamar meramal. Lamar?

24 Comments

ciphie berkata:

cerita doonnggg waktu pak enda ngelamar teh nita… hehehehhehe >:)

ciphie berkata:

ihhh.. first komen..? dpt piring gak..?

neenoy berkata:

asli deh garing, nda!
jadi lamar gue… eh lapar

iqbal berkata:

aku lapar
aku lamar
aku tepar

huahuaauuahuauha !

snydez berkata:

malar ralam

enda berkata:

ciphie: mau episode ke berapa yg diceritainnya? :)

noy: jadi lapar ya? gue sih malah jadi ngantuk :D

puisi “aku” millenium karya Iqbal :)

snydez ga jelaz hekeh..

obey berkata:

ramal, lamar,ngamal, ngamar, heh?! heuheuheu

hanzky berkata:

hihi…gue nggak sampe abis nih bacanya..nggak sanggup euy, lidah gue yang jadi melilit gitu..*maklum lah kadang saya suka agak dyslexic (SP?) dikit*..:D

erly berkata:

Wah canggih nih posting stereogram lagi ya? Keliatan gambar 3D-nya Enda lagi main bola ;p

dita berkata:

aih bacanya ribet _

dita berkata:

paragraf ketiga kalimat pertama kayanya salah tuh, mestinya “meramalkan lamaran” bukan? bang endanya sendiri ternyata nulisnya kepleset juga :P

enda berkata:

obey? kamu dah cukup umur buat ngamar?? :D

hani, lebih baik lidah melilit daripada bercabang apa seh :)

erly, bola apa nih maksudnya? ;)

dita, emang ribet ya? padahal gue ga 100% yakin kalo emang cukup ribet hekehekh.. tapi kamu 100% bener, nulisnya kayaknya lebih ribet (mkn) daripada bacanya :D.. tapi gue benerin nih :)

lindie berkata:

enda….gileee: peramal pelamar maupun pelamar peramal masing-masing diramal dan dilamar dan masing-masing juga melamar meramal
apa waktu ngelamar istri tercinta elu ngeramal dulu lamaran lu ke tukang ramal? eih? ketularan :D

daredevil berkata:

Menurut ramalan gwe abis baca posting ini gwe pasti enek…. dan peramal gwe bilang sebagai obatnya gwe musti buru-buru ngelamar [..lagi?]atau menerima lamaran dari pelamar-pelamar baru dan yang pasti tidak satupun dari mereka itu adalah peramal……*_*!

si aip berkata:

ih.. nggak ngerti x(

sLesTa berkata:

euleuh euleuh.. ribet euy bacanya..

roby berkata:

ceuk urang mah da lamaran & ramalan euweuh bedana…pan cadel :D

mpeb berkata:

.. tuiiiiiinggg .. xp

arumdari berkata:

syeth dah…
kecekik leher gw waktu baca ..berasa ada semut nggerogoti lidah hahahaha…pusyeeennkkk…

Kemas Rahmadan berkata:

top banget deh…..

madya berkata:

bacanya ribet banget!!!!

opay berkata:

nikmati adza

opay berkata:

nikmati adza

arief fianto berkata:

no coment………….
enjoooooooy aja yaaaaaa…

Leave a comment

Enda Nasution's Facebook profile
TEDIndiaFellows 2009

Twitter Visitors


About this Entry

This page contains a single entry by enda published on April 22, 2003 11:45 AM.

Important Indonesian Blogger Announcement was the previous entry in this blog.

Edisi Gosip: Kasus baru lagi :) is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Barack Obama Logo

Join My Community at MyBloglog!

View blog authority

Powered by Movable Type 4.01




Pesta Blogger 2010

I'm attending Pesta Blogger 2010


Global Voices 2010



KoinKeadilan.com Prita



Pesta Blogger 2009



Blog Action Day 2009



Justice for Prita!



100 Days Obama



Support Wikipedia

Wikipedia Affiliate Button