Surga dan Neraka

Surga dan Neraka rasanya lebih dekat bersama kita saat kita kecil.
Perkenalan pertama gue dengan Surga adalah tentunya saat gue dikasih tau semua orang supaya jangan nakal dan jangan membuat ibu (terutama) marah-marah, karena surga katanya ada di telapak kaki ibu.
Sebagai anak kecil sejati, apalagi yg punya adik laki-laki cuma beda setahun, tentu informasi ini ga cukup kuat menghalangi kita berbuat seperti anak kecil. Untungnya walaupun ibu dulu suka marah-marah kalo kami nakal, kita tetep punya waktu idul fitri untuk minta maaf dan ibu selalu maafin. Jadi tentunya jatah surga di telapak kaki beliau masih ada. :)
Neraka gue kenal dengan lebih graphic lewat komik serem, yang dibeli emang-emang yang menjual komik dari rumah ke rumah (komik kok ttg neraka gituloh), dimana di dalamnya digambarkan siksaan neraka yang dialami oleh mereka yang jahat saat hidup. Orang-orang dibakar, dicambuk, ditusuk, wanita digergaji payudaranya dan segala macam siksaan. (Siapa sih yg bikin komik ini!?)
Takut sih saat liat gambarnya. Tapi itu kan cuma komik (hakhaka). Terlalu jauh dari realitas sehari-hari yang melibatkan sebagian besar lari-lari sampe keringetin dan ga pulang sampe sore.
Kadang-kadang memang kedua konsep abstrak itu muncul di hadapan gue. Misalnya saat belajar ngaji terbata-bata di rumah dulu kalo memang ada ayat ttg surga atau neraka.
Atau muncul saat ada anak cewek di kelas waktu SD (selalu cewek), sok alim yang ga bisa ngomong apa-apa lagi waktu kami gangguin ini selain bilang, "Ntar masuk neraka lho!"
Dan saat dia ngomong gitu tentu gambaran neraka buku komik muncul di benak kami dan membuat kami terdiam sejenak (paling lama 5 menit) lalu ngeganggu anak cewek lain yg ga bawa-bawa neraka.
Di lain waktu seorang teman (yg gue udah lupa namanya) memberi peringatan dengan penuh keseriusan, "Eh jangan maen sama si A dia kan nanti masuk neraka."
Gue ga ngerti saat itu kenapa dia bakal masuk neraka. Besoknya baru gue "ngeh" rupanya menurut sang teman si A bakal masuk neraka karena beragama X.
"Tapi kenapa gue ga boleh maen sama dia sekarang, toh masuk nerakanya masih lama?" adalah pertanyaan gue selanjutnya yang terpikir dan tidak terjawab.
Kalo neraka jadi sebuah alat untuk melarang-larang kita, maka surga jadi sebuah tempat menyenangkan yang cukup sering gue bayangin waktu kecil.
Gue ngebayangin, nanti di hari akhir kalo gue, adik gue, ibu, bapak dan keluarga-keluarga gue bakal ngumpul bersama di surga dan kita bakal seneng banget bisa ketemu satu sama lain diantara milyaran manusia yang dibangunkan di hari akhirat.
Ga hanya keluarga, tapi terus gue juga pengen temen-temen gue masuk surga juga. Tetangga karena baik sama gue juga. Bahkan bintang film yang gue suka, dalam dan luar negeri juga. Kita nanti semua ketemuan di surga pokonya! (padahal pas idup aja ga pernah ketemu hehe)
Surga bagaikan sebuah country club dimana orang-orang yang gue sukai dan gue anggap baik boleh masuk.
Setelah agak besar gue kemudian belajar bahwa masing-masing agama punya Surga dan Nerakanya sendiri-sendiri.
Bagaimana hubungan antara surga masing-masing agama ini tidak begitu jelas diterangkan. Apa sebenarnya itu semua satu tempat yang sama, atau misalnya bertetangga. Tempatnya beda tapi berdekatan. Dan kalo memang berbeda, surga mana yang lebih bagus?
Surga sendiri berasal dari kata Hinduism, Swarga yang letaknya ada di puncak Gunung Mitologis Semeru (bukan Semeru yg di Jawa) yang artinya tempat transisi, menunggu antara proses reinkarnasi. Bukan tempat akhir, yg disebut Moksha yg justru lebih mirip dengan Surga.
Orang Polinesia, memiliki 10 lapisan surga Kiko-rangi, Waka-maru, Nga-roto, Hau-ora, Nga-Tauira, Nga-atua, Autoia, Aukumea, Wairua dan Naherangi. Dimana masing-masing diperintah oleh seorang dewa.
Sedang agama yang berasal dari Tradisi Ibrahim kurang lebih memiliki konsep yang sama tentang Surga, dimana intinya kalo kamu jadi orang baik, maka kemungkinan kamu masuk surga bakal jauh lebih tinggi daripada kalo kamu jadi orang jahat.
Beranjak dewasa (beranjak dewasa kakakku rani tercintaaaa...) Surga dan Neraka (ini juga dari Hinduism, Naraka) karena suatu sebab, kemudian jadi kehilangan tempat istimewa lagi dalam kehidupan gue.
Tentu gue masih berusaha jadi orang baik yang melakukan ritual dan kewajiban agama gue. Sholat, puasa, zakat menikah, bertanggung jawab. Tapi entah kenapa surga dan neraka seperti kehilangan relevansinya dari kehidupan sehari-hari.
Gue ga inget kapan gue terakhir mikirin surga dan neraka sebelum gue nulis posting ini.
Kapan terakhir kali surga dan neraka jadi hal yang memotivasi gue untuk melakukan sesuatu?
Gue bangun pagi ah dan kerja, supaya nanti masuk surga
Gue ngisi kencleng waktu jumatan, supaya nanti masuk surga
Gue dengerin curhatnya temen ah yang lagi susah, supaya nanti masuk surga
Ga pernah pikiran-pikiran di atas terlintas di kepala gue. Saat gue ngerjain sesuatu, motivasi gue udah lain berlapis-lapis seperti surganya orang polinesia.
Dan begitu juga orang banyak rasanya.
Apa Sergey dan Larry bikin Google karena pengen masuk surga?
Apa Bill Gates mundur dari Microsoft karena pengen masuk surga?
Apa Warren Buffet mau mendonasikan $37 bilyun (80% dari kekayaannya) untuk amal karena pengen masuk surga? (kalo ini iya kayanya hehe)
Apa kita diet atau ganti handphone karena pengen masuk surga?
Apa kita ngikutin gosip artis karena pengen masuk surga?
Apa adik-adik yang ikut Ujian Nasional juga karena pengen masuk surga?
Apa kita begadang nonton sepakbola karena pengen masuk surga?
Apa gue ngeblog karena pengen masuk surga?
Sedihnya, gue merasa jawaban "biar masuk surga" sebagai alasan terdengar kekanak-kanakan dan bukan sebab valid untuk menjelaskan sesuatu.
Sekian banyak hal yang gue kerjain hari ini, dan sayangnya ga satupun yg gue kerjain, yang kalo ditanya, gue bisa jawab karena pengen masuk surga.
Semoga itu cuma gue, dan semoga surga dan neraka masih memotivasi kamu setiap hari.
Dan semoga kamu ga pernah liat komik serem tentang neraka tadi waktu kamu kecil.











Bejakeun siah ka Aloh!
Ada satu hal dalam konsep agama gw yang lebih bermakna, yaitu: "berbuat sesuatu supaya mendapat ridha-Nya"
Surga hanyalah salah satu hadiah kecil yang didapat dari mendapatkan ridha-Nya.
Salah satu kunci mendapatkan ridha-Nya adalah berbuat sesuatu dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.
Kalau saya FPI, saya mbakar diskotik, menghujat playboy, mendukung syariat, memuja MUI, karena pengen masuk surga. Itu dianggap kekanak-kanakan? Mau di somasi yah? Mungkin saya akan mensomasi anda juga dengan motivasi surga :D
huihihi
Ya, saya pengen masuk surga.
Kehilangan makna dalam berbuat?
Mungkin saatnya kembali merenungkan tentang pertanyaan-pertanyaan penting dalam hidup ini, seperti, "Who am I", "Where am I from?", "Where am I going to go?", "Why do I live?", "What for?", "Is there life after death?", "Was I self created or was created?", "By whom?" dll....
....there's a lady who's sure, all that glitters is gold-and she's buying a stairway to heaven....jreng..jreng..jreng...kata Led Zepplin. Nyambung gak nya komen ini toh gak signifikan berpengaruh pada masuknya gue ke surga...ya kan Papa Gala?
hihihi belum menemukan godspot ya? surga/neraka
itu mah cuman konsekuensi dari kesadaran hati
doang, kalo dalam hati selalu memilih bisikan
setan, ya otomatis dia ke surga, kalo dia milih
bisikan malaikat ya ke neraka. Pada dasarnya semua
agama sama, semua untuk menyatu kepada Allah swt,
cuma islam aja datengnya telat, setelah semua
agama muncul (paling pertama Hindu), kok tau-2 ada
agama baru yg nyempurnain semua agama2 samawi
sebelumnya; karena Tuhan sayang sama manusia, agar
kembali menghadap kepadaNya dengan bersih, kan ini
juga karena Adam dulu makan buah khuldi jadi anak
cucunya turun ke dunia untuk menempuh cobaan
akibat rasa iri dengki sombong iblis yang dulunya
merupakan malaikat tertinggi juga, doi ga terima
kenapa manusia yg terbuat dari tanah dijadikan
mkhluk paling mulia, kenapa bukan malaikat atau
jin?. Percekcokan yang terjadi diseluruh dunia
antarumat beragama selama ini karena kita cuman
ngerti dasar2nya dr masing2 agama doang, sehingga
satu sama lain gak mau saling ngalah ya saling
berperang deh. Hal2 kecil pun bisa dijadikan
alasan utk berperang, krn sudut pandangnya beda.
Pada islam semua kekurangan & kekeliruan masing2
agama dr dulu disempurnakan (makanya datengnya
telat utk memperbaiki kekeliruan & kesalahpahaman
utk mengenal Tuhan), contoh: kenapa daging babi
diharamkan, karena penuh dengan dampak negatif;
belakangan ini banyak penelitian membuktikan,
kenapa alkohol juga diharamkan, dll. Tapi
masalahnya kan gak semua umat manusia bisa
menerima cahaya kebenaran ini krn mereka ga ngerti
(blm mendpt hidayah & pencerahan) istilahnya.
Padahal yang justru kita cari adalah keinginan
menyatu kepada Allah, Allah mempunyai 99 sifat
yang ditiupkannya kepada manusia agar manusia
menyatu kepadaNya, tapi setan yang menentang
kekuasaanNya selalu mencari cara agar manusia
selalu tersesat. Tapi cinta Tuhan yg luar biasa
selalu menuntun kita agar lebih dekat kepadaNya
melalui utusan-2Nya, bahkan beberapa literatur
mengatakan bahwa Sidharta Gautama merupakan
nabi/utusanNya juga utk menyucikan manusia agar
bisa mencapai nirwana/kesempurnaan/surgaNya, tapi
kita gak perlu susah payah, gak perlu bertapa lagi
utk mendapatkan petunjuk itu, kan sudah ada
Alquran dan Hadits, jadi ikuti saja itu. Alquran
kan lautan ilmu, knapa gak digali lebih dalam,
kita bersama-2 gali, kita kan lagi sama2 belajar??
Tapi setan selalu menghalangi dgn berbagai cara
utk menutupi godspot/fitrah dengan kemilaunya dunia: harta,
tahta, dan wanita. Disinilah cobaan
dan ujiannya. Dan inilah alasan utama manusia utk
hidup: semua demi cinta (cinta kepada harta, ilmu,
Tuhan, keluarga, teman, pacar, anak, istri, uang.
Semua orang di bumi hidup demi itu, apapun profesi
yg mereka jalani, baik blogger, politisi, ilmuwan,
astronot. Semua demi cinta, dan cinta adalah
bahasa universal yang agung. Semua tindakan
manusia yang diebutkan di atas adalah demi cinta.
Elo jadi blogger pun demi cinta. Kerja pun demi
cinta. Jadi psikolog pun demi cinta. Nabi jadi
nabi pun demi cinta (demi cintanya kpd Tuhan &
manusia), jd mahasiswa pun demi cinta, jd penjahat
pun demi cinta (walaupun ia hanya sendiri, pada
akhirnya pun demi cinta, cinta kepada dirinya
sendiri), jd ustadz juga demi cinta, jd pemain
bola juga demi cinta. Cintalah yang menyembuhkan &
menyebabkan segalanya terjadi. hal-hal negatif
terjadi (iri, marah, sombong, pembunuhan,
kekerasan, perkelahian, pengadudombaan, menipu)
sebagai suatu bentuk dari bekerjaNya setan utk
mempengaruhi manusia. Jadi apalagi yang kita cari
kalau bukan Tuhan kita sendiri?? Yah kita sama-2
belajar lah.
eta mah kabeh bohong.. eweuh surga jeung naraka mah..
yang ada cuman realita..
oces...
katanya, jika ingin merasakan surga... orgasme!
:D
komik itu, tentu gw inget. yang ada gambar orang ditusuk dari pantat, terus nembus ke mulut. itulah hukuman bagi HOMOK!
eniwe, jadi inget ustad waktu gw kecil pernah bilang, di surga apapun permintaan kita akan dikabulkan. "bisa minta eskrim banyak2 dong," gw nanya. ustad membenarkan.
di umur seperempat abad ini, gw ga gitu ngefans ama eskrim..
gw atheis biar masuk surga
gw ngeblog biar masuk surga hehehe
Sebenernya baru kali gw baca blog tentang surga dan neraka. Dan ini sangat menarik!
Kalo boleh kasih tanggepan dan kesaksian, sebenernya gw udah merasakan surga itu sejak thn 90an.
Surga yg gw maksud adalah suatu kesempatan dimana gw msh bisa hidup sampe sekarang. Bekas jahitan di kepala yg membuktikan.
Suatu ketika gw dikerubutin berandalan Berland, sampe akhirnya terjatuh namun belum sempat ada yang menikam, polisi sudah datang.
Ketika jatuh dengan mata tertutup saya meneriakkan kalimat ini, "Tuhan, tolong saya!".
Jadi kesimpulannya, surga adalah dunia ini yaitu ketika Tuhan menolong kita. GBU All...
kata Blaise Pascal, kita butuh arti dalam bertindak, kalau gak semua tindakan kita hanya untuk melarikan diri dari boredom. Para existentialist bertanya2 apa maknanya hidup. Buat apa ini, buat apa itu? Buat gue, pertanyaan2 itu adalah invalid. kita gak bisa berpikir tentang sesuatu yang abadi, sementara kita punya visi tentang completion. ada awal (foreplay), ada puncak (klimaks), ada akhir (orgasme). Mirip pendapat no. 9. Seperti di Being and Nothingness nya Jean Paul Sartre. Jadi pertanyaan2 itu invalid. Tapi kita harus selalu bertanya2. Karna Tuhan masih terus diam seperti di Waiting for Godot. pusing gak sih hehe
mengkait-kaitkan sebuah tindakan melulu untuk kepentingan "surga" bisa jadi mengkerdilkan inti tindakan itu ..
gw pernah posting juga ttg ini :
Perbuatan Baik : Tiket Masuk Surga??
Konsep klasik "Reward & Punishment" - R&P =). Sangat bermanfaat untuk mendidik masyarakat atau golongan berlevel primitif - atau kurang berpendidikan.
Nah ini yang bikin gue heran... Kita terbiasa sekali dgn konsep R&P ini sehingga kita jarang berpikir dididik dgn konsep lain, misalnya "Jangan nakal karena menyusahkan orang" dan bukan karena "masuk neraka" - "berbuat baik karena menyenangkan" dan bukan karena "masuk surga".
Kenapa ya? Karena lebih gampang ber-R&P? Ah, sudahlah... Ini udah ada di otak gue sejak kurang lebih 15 tahun terakhir sih...
Daripada Neraka, lebih serem surga yg isinya 72 perawan bermata jeli! Gw gak bisa ngebayangin bokap-kakek-paman-dll pada bercengkerama.Pada minum khamar dari surga pula! Hiiiii!!!
saya ngasih komen, biar kamu jadi inget surga dan neraka, biar pula masuk surga. kalau dah sama2 inget, mudah2an ntar bisa kopdaran di surga, gimana?
nomor 7 ngaco tuh
dengerin setan masuk surga?
hyuuuuk..
Hahahaha, lucu tulisan Bung Enda. Gue jadi ingat juga kalo soal surga cuma ada di pertanyaan dan pernyataan, yang enggak jauh-jauh amat dengan hal-ikhwal baik dan jahat. Pesinetron atau sutradara film modal dasarnya biasanya main di soal surga dan neraka ini. Kalo face orang membawa kedamaian di hati, baiklah jadinya. Kalo disinetronkan tokohnya berwajah cantik, gagah, lembut, berwibawa. Kalo face orang nyatanya udah bikin gelisah, cemas, dan takut setengah mati, itu tandanya neraka. Cerminnya seram, brutal, sangar, kotor, bau busuk, dan temannya gelap. Sutradara harus hafal tokoh yang cocok dengan karakter jahat, pecundang, penjilat, provokator, dan perusak. Hahahahaha, .... ini mah soal yang perlu seminar seminggu pun enggak selesai-selesai, lha kalo di teologi belajar soal surga dan neraka, katanya bisa satu semester, hihihihi. Pokoknya, kalo baca tulisan bung Enda selalu enak rasanya dan tambah pengetahuan, lancar dan menenangkan hati pembacanya, segar dan dapet pencerahan, itu letak surga sudah ada di hadapan mata dan hati kita.
Surga adalah tujuan akhir hidup, mau kemana lagi kalau udah mati, ke neraka?
Mati datang kapan saja, bayi pantes, anak muda pantes, dewasa pantes, orang tua apalagi, laki perempuan bahkan "homok".
Siapa tahu habis baca blog ini langsung mati.
Jadi inget lagunya dhani-chrisye.
btw, harusnya semua orang bisa (mendapat jatah) masuk surga. Cuma, kalau dia melakukan kejahatan, dia harus masuk neraka terlebih dulu, sebagai konsekuensi perbuatannya.
Kalo ngomongin masalah Surga dan Neraka maka setiap individu akan punya persepsi yang ndak sama. Setali tiga uang, kalo kita ngomongin pose "syur-ngga?" Suatu pose bisa dinilai Syur, bisa juga dinilai Enggak Syur sehingga terjadi berbagai Demo.
Nah kembali ke topik Surga dan Neraka, kalo menurut saya itu sih tergantung pada individu dan Sang Pemilik.
Bagi saya Surga Dunia adalah jika saya merasa bahagia (meskipun duit sedang cekak). Kalo saya lagi suntuk berarti saya lagi nyemplung di Neraka.
Lha, kalo Surga Akhirat, wah ini sih tergantung pada kemurahan (ridho) Tuhan. Artinya saya hanya berusaha mengikuti prosedur dengan ibadah, tetapi hak veto ada ditangan Sang Khalik.
Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau sujud kepadaNya?
Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau, menyebut namaNya?
(Dhani Ahmad menyadurnya dari tulisan seorang tokoh sufi Basra abad ke 8 Rabi'ah Al Adawiyah)
postingannya mantep. surga dan neraka? supaya manusia berbuat baik dan gak ganggu orang lain juga alam. gimana kalo surga dan neraka gak ada? ahmad dhani ama chrisye.. gak bakal dapet royalti.. he he he.
itu yg bikin komik kaya pernah ke neraka dan surga aja ya...hehehe
yg penting bisa hadir di sisi Tuhan YME, percuma ke surga kalo ga didampingi :p
nda,
gw masih inget banget komik yang elu maksud itu...
hihihi...
tapi sekarang, gw gag mau komen, mo nyanyi aje...
jika surga dan neraka tak pernah ada...
ah, udah ah...
gw dulu juga pernah baca komik macem itu. kok bisa2nya yah, dulu dapet dari mana juga udah lupa,hehehe...guru ngajiku dulu pernah bilang , klo di surga tu kita bakal dikelilingi bidadari2 cantik. berhubung gw cewe, berarti klo di surga tar dikelilingi bidadara2 donk,hehehe...
Berfikir akan surga dan neraka maka konsep yang terjadi adalah perhitungan yang berujung dengan untung atau rugi.
Bagaimana dengan ikhlas, itulah kehidupan yang sesungguhnya
Bila konsep Surga atau Neraka tidak ada,
masihkah kita mau percaya dan memuja Tuhan?
Your best piece ever.
Surga gue ada di pundak istri gue Tempat gue tidur tiap malem.
Neraka gue ketika gue kurang duit untuk biayain keluarga.
Fuck, i hate it when money rules.
Aku tetep berbuat dengan motivasi ingin dapet surga. Cuman sekarang agak terbagi, surga dunia dan akhirat. Berbuat baik sama orang lain bukannya tanpa pamrih, tapi tentunya supaya tenang dan senang. Itu surga dunianya.
Kalo surga akhirat, ya tentunya kita semua tau lah ya :)
Somehow, ada satu yang menarik dari pemikiran sufistik. Pernah aku baca dimana, seorang sufi biasanya akan berdoa, bahwa jika mereka beramal karena ingin masuk surga, sesungguhnya mereka termasuk merugi. Jadi yang bener, karena Alloh.. hehehe...
History of God karya Karen Amstrong kayaknya bagus tuh buat bahan literatur.
kyai: orang-orang jahat tidak akan masuk surga
saya: kalo mereka meminta dengan tulus, mosok gak dikabulkan sih?
hayo.. :)
mengerjakan sesuatu, kalau masih berharap, termasuk agar bisa masuk surga, artinya dia belum ikhlas. katanya loh...:)
In heaven all the interesting people are missing. —Friedrich Nietzsche
iya ya...
nanti marylin monroe ga ada kali ya?
huaaa, Nda...gw pernah baca tuh komik ttg neraka itu. tau gak sih, gw sampe skrg msh suka kbayang2 lho...'n msh takuuut hihihi.
Saya comment di sini biar masuk surga. Amien
"Dan semoga kamu ga pernah liat komik serem tentang neraka tadi waktu kamu kecil."
wah boss.. saya dulu bacaan nya komik itu dari TK sampe SD, sayang entah kamana adanya itu komik.. merinding juga sih liat gambar2nya.. hii.. ada yg sampe ditusuk kayak sate.. minum besi cair yg panas.. tangan di potong pake gergaji trus tumbuh lagi trus dipotong lagi.. (eh kudu disensor g? kan adegan kekerasan..hihihi..)
baca komik neraka masuk surga g ya?..
Pernah baca komik itu waktu TK sampe SD, minggu lalu waktu jalan-jalan ke loper koran langganan eh nemu lagi komik itu, kirain udah ilang ditelah jaman...
eh eh eh.. katanya gara-gara posting ini blog kamu kena suspend nda?
di-spam FPI ya. hihihihi
btw, kalo kena saspen itu mbok berhari-hari gitu lho. kena saspen kok gak niyat. huh!
Kalo lahir adalah titik A dan surga adalah titik B, berarti ada banyak jalan ke sana.
Tapi emang paling enak ngikutin peta yang udah tertulis.
Asal gak asal baca aja... ntar bawaannya nyasar dan sok-sok ngebelain diri secara frontal...
sama!!! sayah juga mengalami si komik-komik menyeramkan itu.. pertanyaan berikutnya adalah.. bo', berapa juta orang yang pernah baca komik kayak begituan? i mean, terkadang komik yang 'gak jelas' walaupun isinya tentang surga dan neraka tapi kalo gaya narasinya agak 'aneh' kan bahaya juga. apalagi dulu sayah baca komik kayak gitu pas kelas 2 SD.. bayangin interpretasi anak kelas 2 SD kayak gimana.. sutreso.
Assalaamu'alaikum
Ini penting,..posting yg mantapp...
so gini nda, bukannya gue sok-sokan, tapi emang gue sok;), jadi mo ngoment..Pertama: Konsep surga dan neraka di sampaikan oleh "The God", jadi tidak percaya dengan sur-ner,tidak percaya dengan god..berarti..shalat,or ke gereja dan sebagainya..tiada artinya. Kedua: Konsep surga dan neraka itu memerlukan ideologi, ideologi itu harus dapat di uji sebagai pedoman hidup (woeldview),yang berarti, konsep sur-ner dan segala bentuk jalan menuju kesana harus pahami berdasarkan ideologi itu....continue..mo tutup..assalaamu'alaikum
Pernah nonton Constantine?
Itu penggambaran neraka paling logis menurutku..
Hehe..
Ada di teori Einstein soalnya tuh..
hmm..surga or neraka itu konsepsi manusia di awang-awang...hanya cocok buat orang yang berbuat baik kayak pedagang, mengharapkan imbalan..
:p
mas, bapak saya namanya Ridwan, sama ma malaikat penjaga surga.
dulu waktu kecil saya suka pakai nama beliau buat nakut-nakutin teman yang nakal ga bakal dimasukin surga..
hehehe
Dah baca Death Note belum?
Menanggapi posting Saudara Enda di atas. Berikut saya sampaikan pendapat pribadi saya untuk dapat digunakan seperlunya:
Bahwasanya Surga dan Neraka itu memang ada. Tapi kenyataannya kebanyakan adalah kultimasi dari hati Anda sendiri.
Tidak salah berbuat demi mengharap Surga tapi akan lebih berarti kalau Anda berbuat dengan motif yang lebih dari itu. Tidak salah juga bekerja untuk mengejar duit, tapi akan lebih nikmat kalau motifnya untuk menyenangkan hati anak dan istri, atau lebih menenangkan lagi kalau niatnya ibadah untuk menafkahi keluarga...
begitulah sekiranya agar dapat dimaklumi...
kenapa jadi formal gini ya? Kayaknya aku perlu cuti nih... :)
kau pernah lihat surga?
belum kan?
semua hanya kenyakinan, dan aku yakin itu .
aku ingin masuk surga
ada tiga tipikal manusia dalam beribadah kepada Tuhan. Pertama adalah tipikal pedagang, yaitu mereka yang beribadah (berbuat baik) supaya mendapatkan surga, seperti pedagang, dengan amalnya yang sedikit ia mengharapkan keuntungan (balasan) surga. Kedua, adalah mereka yang beribadah seperti hamba sahya (budak), mereka beribadah seperti seorang budak, mengerjakan segala yang diperintahkan karena takut mendapatkan hukuman, ia beribadah kepada Tuhan karena takut kepada neraka Tuhan. Yang terakhir adalah ibadahnya orang yang merdeka, ia beribadah kepada Tuhan atas dasar cinta Tuhan, ia tidak peduli akan surga dan neraka, sebab Tuhan lebih dari sekedar surga dan neraka. kenikmatan tertinggi pada hari akhir (pada keabadian) bukanlah kenikmatan surga dan neraka, tapi saat kita mampu memandang wajah Tuhan. Rabi'atul Adawiyyah melukiskan "Ilahi, jika aku mengabdi (beribadah) karena mengharapkan surgaMu, maka haramkanlah surgaMu untukku. Jika aku mengabdi karena takut nerakamu, masukanlah aku dalam nerakaMu. Tapi jika aku beribadah atas dasar cinta kepadaMu, meneladani segala akhlakMu, maka izinkanlah aku memandang wajahMu"
maaf mas belum bisa kasih komen neeh..
cuma mau kenalan aja..
gue baru neeh dalam hal blogging
just say hai :)
gue sih mau masuk surga karena penasaran mau ketemu Tuhan
Rukun Iman pertama
# Percaya Kepada Allah
Selanjutnya... ikuti apa yang dianjurkannya... Nanti ketemu juga GODSpot nya ;)
Tumben mengisi dengan posting spiritual semacam ini. Bagus. :)
hmm.. ga juga.. klo ngeblog bs bikin kita lupa waktu..bikin kita lupa segalanya (lupa solat misalnya) ya ga masuk surga dong.
mmmm... surga dan neraka? gue juga sekarang udah kehilangan relevansi-nya tuh, nda. gak tau kenapa. yang ada di otak gue cuman satu, lakuin segala sesuatu dengan memberikan yang terbaik cieeehhhh. kapan lagi lo bisa ngasih yang terbaik kalo bukan di bumi (sekarang ini?)?
menurut gue, masuk surga atau neraka, itu nggak bisa gue takar, yang bisa cuman Yang Punya Otoritas Tertinggi.
yah, sama kayak main bola laaahhh... diatas kertas Brazil masuk final, realita, Perancis yang masuk final sialaaaannn!!!! Argentina pake' kalah lagi!!!! Portugal juga ngegemes'in!!! iiihhh... apa sih??? kok jadi bola??? nggak nyambung banget yah?
semakin kita mengukur kebaikan kita, semakin kita nggak yakin apakah kita masuk Surga ato nggak... at least, itu yang gue rasa'in ;)
jadi, jalan'in ajalaaahhh :P enjoy ajaaaahhhhh... and do your best ;)
kalo gue,ngeblog buat maen-maen buat masuk Surga :P
panjang yah komen gue, kayak ngisi BUKOM :)):)):))
surga dan neraka.
mungkin mirip laut sama darat kali yah. kita yang biasa hidup di darat ya nggak bakal bisa hidup di dalam air.
jadi, orang jahat yang katanya dikutuk masuk neraka juga nggak bakal betah kalau akhirnya memilih tinggal di surga.
Menurutku, kalau kita percaya (beriman) pada kehendak Tuhan, kita tidak perlu pusing nanti akan masuk Surga atau Neraka. Yang penting berusaha menjadi manusia yang baik, mensyukuri dan mengembangkan setiap talenta dan anugerah-anugerah lainnya semasa hidup ini.
dulu waktu kecil gue pernah baca buku yang menggambarkan gimana serem nya neraka, sejak saat itu gue tebayang terus, tapi setelah gue besar gue bertanya-tanya kok yang buat buku bisa tau kalo neraka itu seperti itu dari mana mereka bisa dapet gambaran itu?
akhir nya aku sedikit ngerti,mereka bisa kasih gambaran seperti itu dari terjemahan kitab suci juga dari hadits-hadits
komik yang itu pernah liat nda. dan pas ngikut training ESQ http://www.esq.co.id/ muncul lagi :D
Dikatakan ketika kita mati, jasad fisik kita tertinggal di dalam tanah dan yang 'naik' ke surga atau neraka adalah 'jiwa' kita.
Tetapi mengapakah surga digambarkan sebagai tempat yang penuh dengan buah-buahan dan air jernih yang bisa dimakan sampai kenyang, dan bidadari/a yang akan melayani hasrat seksual kita; sedangkan neraka merupakan tempat di mana manusia dibakar, ditusuk, atau disiksa--bukankah semua ini hal yang dirasakan secara fisik?
Jika saya masuk surga (amin), saya lebih ingin berdiskusi dengan Tuhan, merasa damai, dan bahagia.
Itu saja.
Jika saya berbuat baik hari ini, itu bukan dimotivasi surga dan ditakuti neraka. Saya ingin berbuat baik, just because I want to.
surga itu adalah sebuah tempat yang indah yang diperuntukan bagi mereka yang taat kepada-Nya, keindahan sebenarnya bukan ada di surga, tapi bagaimana kita bisa mensyukuri apa yang telah dijanjikan pemilik jiwa kita, dan di balik surga ada pemilik-Nya, sehingga keindahan sebenarnya adalah ketika kita dipertemukan dengan pemilik surga itu.
neraka adalah ketakutan yang dikarenakan kelalaian dan kedurhakaan kita atas segala anugerah yang telah dilimpahkan kepada hamba-Nya, hakikat dari neraka adalah keyakinan dari sebuah perintah dan larangan dari sang pemilik, apakah kita mengikuti jalan-Nya atau kita membangkang kepadanya, dikarenakan keegoisan kita, dan kesombongan kita, wallahu a'lam bishowab
Lagunya Chrisye:
Jika surga dan Neraka tak pernah ada, masihkan kau memuja pada-Nya
Gue juga waktu kecil (umur 6 or 7 tahun?) pernah baca komik tentang neraka yang kayak Enda ceritain. Bener komiknya serem dan (menurut gue sih) agak porno, karena orang-orang di nereka di komik tersebut digambarkan telanjang semua (telanjang dan digoreng).
Syukurlah komik tersebut nggak beredar lagi. Nggak bagus buat perkembangan psikologis anak kecil (kayak Gue dulu).
Gue sekarang lagi putar otak, gimana caranya nanti bisa mendidik anak gue (sekarang baru 19 bulan) untuk senantiasa berbuat baik tanpa perlu mengiming-imingi atau menakut-nakuti anak gue tersebut dengan konsep surga atau neraka.
Berbuat baik ataupun menghindari berbuat tidak baik harus dilakukan dengan ikhlas. Bukan semata mata hanya karena menginginkan surga ataupun hanya karena takut masuk neraka.
Enda, it's a good one.
Just one note: in Hinduism, moksha is nothing similar to svarga or 'surga' (Re your notes: "...Bukan tempat akhir, yg disebut Moksha yg justru lebih mirip dengan Surga."). It's correct that the ultimate objective of Hindusim is moksha; Hindu believers care less about svarga. At least, that's my understanding.
surga dan neraka? tanyakan langsung pada tuhan, kunjungi http://dihantuituhan.blogspot.com
hahaha, ternyata gue nemuin komik neraka yang kayak dulu kecil, kemarin waktu anaknya tetangga gue baru pulang sekolah (SD) di anyer.
Yang bikin tuh komik dapet royalti gak ya?
Mestinya dapat MURI tuh orang. Kan udah betaon-taon komiknya beredar.
hi forum semua gw hrp lu pd sehat semua amin...
pada dasarnya kita semua awam dan pengen tau termasuk gw tentang dua hal ghaib ini yang merupakan salah satu dari beberapa rahasia tuhan yang berada jauh di luar jangkauan penginderaan manusia seperti jin, dimensi malaikat atau akhirat misalnya. gw percaya baik gw sendiri maupun lo semua, ulama, pendeta, biksu atau paranormal tingkat tinggi pun takan bisa melihat apa "yang telah ditetapkan" sampai saatnya tiba. wajar bila kita ingin tau karena kita diberikan akal pikiran yang mampu melanglangbuana tanpa batas namun ketahuilah semakin kita mendalami apa yang masih menjadi rahasia tuhan tersebut semakin kita akan dibuat "jauh". yang pasti tuhan telah memilih salah satu dari jenis kita untuk melihat rahasia tersebut sebagai contoh dan pelajaran bagi yang lainnya. lalu kita...??? lupakan!!! marilah kita hidup seperti apa yang kita fahami dan perbuatan kita adalah jawaban atas pertanyaan tuhan kita.
wahhh..gue dulu baca tuh komik2 itu..anjiss serem bangett.
udah gitu kalo gue susah makan ditakut2in gitu sama pembokat gue waktu itu..kalo ngga mau makan nanti masuk neraka
LHO??!!
salam kenal mas Enda
'I believe to live before death'. surga harus diciptakan di dunia ini. kalo surga tak bisa tercipta sekarang, tak heran banyak orang memimpikan adanya surga setelah kematian.
'I believe to live before death'. surga harus diciptakan di dunia ini. kalo surga tak bisa tercipta sekarang, tak heran banyak orang memimpikan adanya surga setelah kematian.
'I believe to live before death'. surga harus diciptakan di dunia ini. kalo surga tak bisa tercipta sekarang, tak heran banyak orang memimpikan adanya surga setelah kematian.
Surga dan Neraka yah. Aku juga baru baru ini mikirin lagi tentang kedua tempat itu.
Kedua tempat itu emang ada. Yeah... I believe it.
And sekarang aku lagi pengen jadi bidadari syurga, atau ratu bidadari syurga.
GODSPOT itu apa? Bisa ga disingkat G-Spot?
Well, menurut aku, surga itu seperti mendaki kenikmatan dan keindahan tanpa suatu puncak...
ADANYA SURGA & NERAKA TERGANTUNG KAMU PERCAYA ATAU NGGAK?
aq percaya surga dan neraka ada,tp meskipun percaya aq g mau dipusingin aq harus gini , harus gitu, biar dapetin surga atau biar jangan masuk neraka. buat yang percaya adanya surga & neraka, surga & neraka itu sebuah konsekuensi dari perbuatan kita selama hidup di dunia jd mau dipikirin atau enggak pasti! kalo nggak ke surga ya ke neraka. yang mesti jadi pertayaan penting dalam hidup kita adalah TUJUAN KITA HIDUP UNTUK APA? pertanyaan itu jadi titik tolak apa kita diterima di surga atau jatuh ke neraka.
kawinilah 2 3 atau 4 perempuan ... maka surga menanti anda ...
artinya ...
makin banyak menjadikan gadis sebagai seorang ibu ... maka sudah berhasil menciptakan banyak surga baru ... karena surga ada di bawah telapak kaki ibu ...
bila sanggup mengawini 100 wanita .. akan lebih baik ... karena makin banyak surga yg tercipta ...
so ... surga manalagi yg hendak kalian ciptakan ?
wakkakakkakaa ...
memang jika tingkat keimanan kita baru pada level pedagang yg slalu ngitung untung rugi atas perbuatan yg dilakukan...begitu juga sama Tuhan pun hitung2 an pula, padahal Tuhan nggak pernah tuh nagih biling atas udara yg kt hirup, matahri, dan banyak lagi fasilitas hidup gratis yg diberi Tuhan...
Ada dua pengalaman tentang gambaran ato konsep tentang surga dan neraka dalam pikiran anne. Dulu berfikir bahwa surga dan neraka adalah suatu tempat yang disediakan-Nya untuk menganjar manusia ketika didunia, jadi surga itu sekarang dah ada tapi dimana....hanya Alloh saja yang tahu. Kenapa dah ada sekarang ? bukankah masih banyak insan bernafas masih belum pada merampungkan hirupan terakhirnya.....? Tapi sekarang konsep surga dan neraka dalam pikiran anne jadi berubah...surga dan neraka itu manusia yang membangunnya saat ini ya...saat ini ketika ente...anne semua berbuat dan bertingkah laku di dunia semasa nyawa masih nempel di raga, SEPAKAT GAK ???? KALO IYA, AYO QT BANGUN SURGA BERSAMA-SAMA.....
Kalo melakukan sesuatu hanya karena mikirin Surga ama Neraka, 'kalo melakukan ini gue bakal masuk surga nih', 'ah..nggak mau melakukan itu ah...takut masuk neraka', sama kaya yang dibilang bang Enda - cuma buat anak-anak -
konsep nakut-nakutin orang dengan Surga-Neraka itu udah usaha orang terakhir supaya orang nggak melakukan hal yang buruk. Kalo emang kita udah dewasa dan iman kita kuat, seharusnya kita bukan melakukan sesuatu karena Surga-Neraka tapi karena memang keeharusan sebagai manusia, jadi inget lagunya Dewa - Surga-Neraka itu lo
setiap manusia didalam dirinya ada surga dan neraka.begitu pula malaikat dan setan ada dalam jiwa kita.malaikat=positif/good/light.setan=negatif/evil/darkness.positif kalau kita memilih jalan yg benar/lurus sesuai kehendak Tuhan.Tuhan memberi kita kebebasan memilih,jadi pilihlah jalan yg benar kalau mau menuju surga(sanskerta,svar:cahaya,ga:tempat).dalam ajaran Islam tidak ada surga,ya ada jannah(kebun atan taman)-simbol dari kehidupan yg serba indah penuh berkah kebahagiaan sejati yg tdk akan pernah bisa tergambarkan oleh pikiran kita sejak saat ini sampai kapanpun jga hingga maut menjemput.
jadi inget lagu-nya alm Om Chrisye sama Mas Dani Dewa "jika surga dan neraka tak pernah ada masihkah kau bersujud dihadapanNya?"
kalo gak ada surga dan neraka masih mau gak ya kita pergi ke masjid? daripada main Layang-layang?
masih mau gak ya kita sholat Maghrib daripada mantengin Nasyilla Mirdad di sinetron "Intan"?
masih mau gak ya kita sholat subuh? daripada nerusin tidur sapa tau mimpi ktemu Paris Hilton?
masih mau gak ya kita sholat zuhur? daripada kita ngeblog, brwosing and chatting?
Tidak munafik, saya surga-oriented person (customer oriented kali boz...) tapi saya jadi berpikir kalo semuanya terasa "aneh" kalo kita berbuat baik krn motivasi surga dan neraka.
if there is no hell and heaven, would you being nice person?
Kok pada ributin soal surga neraka yaaa..Hmm i think..Betul bgt tuh kita memang keturunan orang pendosa(Adam).Susah gbt dengan kemampuan kita,kita pingin berdamai dengan Tuhan krn dosa kita..Untung ada Juru Selamat ya..Persoalannya mau enggak kita percaya dan diselamatkanNya.GBU all
mo berdebat sama yang no 7 ajah ah..
kaya di forum2
kayaknya logika gak bakal masuk klo lo maksain islam sebagai agama yang paling benar karena menyempurnakan kelahiran agama2 sebelumnya
kenapa?
emangnya gak tau ya banyak agama yang lahir setelah islam tapi agama yang lahir setelah islam dianggap ajaran setan, Dajjal, dan segala bentuk negatif lainnya
tidak adil kalau begitu ya yang posting no 7??
lagipula kalau anda mau belajar segala agama yang ada di dunia ini, masing2 memiliki konsep, persepsi, pengertiannya masing2, memiliki karakteristik yang berbeda2 tidak bisa disama2kan dan tidak bisa di gabung-gabungkan
sebagai tambahan sebenarnya agama yang ada di dunia bukan Hindu, anda tidak tahu sebenarnya agama itu adalah cuma sebuah kata
masak anda tidak tahu sebelum hindu orang2 iran udah punya agama mereka, orang cina juga punya, orang india punya tapi namanya bukan hindu
kalau tidak salah, Hindu itu adalah bentuk pemaksaan orang eropa atas sebuah agama, dengan kata lain, Hindu itu sebenarnya nama sungai, Hindus, yang dijadikan nama agama oleh orang EROPA!!!
kalau ingin damai dan tidak perang jalan satu2nya adalah
SALING MENGHARGAI DAN MENGHORMATI
karena sifat seperti itu sudah jarang terlihat
P.S
Maaf, mungkin omongan saya ada yang melukai perasaan
tapi point pentingnya
SALING MENGHARGAI DAN MENGHORMATI
karena setiap agama
memiliki konsep, persepsi, pengertiannya masing2
Kang Enda,
Kalo saya pikir hal-hal yang di komik itu memang untuk anak-anak. Tapi gak bagus juga kalo mengajarkan anak-anak berbuat baik lebih karena ketakutan-ketakutan. Akan lebih baik kalo mengajarkan bahwa berbuat baik itu merupakan sebuah kemuliaan dan memang menjadi tujuan kita diciptakan oleh-Nya.
Kalo soal surga, ya...memang merupakan ganjaran yang dijanjikan oleh-Nya di kehidupan setelah dunia. Kalau tidak ada Surga dan Neraka, orang akan berbuat seenaknya selama di dunia karena ga ada ganjaran kalao berbuat baik apalagi berbuat jahat.
Yang utama dalam berbuat selama di dunia, tentunya keikhlasan dala berbuat kebaikan. Berbuat baik karena-Nya, bukan karena ingin dipuji manusia. Kalau berharap dibalas ganjaran kebaikan oleh manusia, justru nanti kecewa kalau orang yang kita harapkan itu justru berbuat sebaliknya. Efek dari kita berbuat baik, kita bisa menjadi penyeru bahwa berbuat baik itu memberikan kedamaian bagi seluruh umat manusia.
Maafka, terlalu panjang ya?
Saya pribadi menyerahkan seluruhnya kepada Allah SWT,saya tidak berani meminta kepada Beliau untuk masuk surga, karena Beliau sudah sangat baik kepada saya. Yang penting saya akan berbuat baik kepada sesama, menolong siapapun, Islam, Kristen, Yahudi, bahkan atheispun akan saya bantu kalau memang memerlukan. Perkara itu berpahala atau tidak,atau mungkin berdosa, saya pasrahkan kepada Beliau. yang penting saya berbuat baik kepada orang lain. Saya diberi kehidupan seperti saat ini sudah sangat sangat bersyukur, jadi saya pikir kehidupan saya ini harus digunakan untuk membantu orang lain. Bahkan andaikata Beliau bersabda, Hei..kudanil, kamu sudah banyak membantu sesamamu, tapi kamu harus tetap tinggal di neraka. Pun saya akan tetap pasrah mengikuti apa kata beliau. Saya adalah orang yang hina, diberi cobaan bagi saya adalah anugerah. Kok masih mau maunya Beliau menyempatkan waktu melihat saya. Jadi mau dibawa atau disuruh kemanapun saya nurut apa kata Allah SWT. Saya tidak melihat Surga atau neraka, bukan tidak percaya, tapi kesemuanya saya serahkan pasrah kepada Beliau. Saya hanya orang yang hina...
neraka surga kok dibahas?! kalo pengin lihat syurga/neraka atau mau merasakannya gampang aja rasakan aja hidupmu nikmat ga? gitu aja kok repot
saya salut ama mas enda yang bisa memberi kesejukan dan kejernihan dalam berpikir ttg sorga dan neraka lintas agama, karena fanatisme sempit itulah yang justru menjauhkan kita dari sorga dan mendekatkan kita dari neraka,
dari agama saya. sorga dan neraka bagai hukum sebab dan akibat yang di perjelas dengan (hukum karma), apapun yang kita lakukan akan kembali hasiLnya pada kita, hanya waktu dari hasilitu yang di atas yang menentukan terima kasih mas enda yang cerdas semoga suatu saat nanti mas enda bisa jadi menteri agama yang melindungi semua agama di indonesia bukan salah satu agama saja, hi hi hi MERDEKA.....INDONESIA
bwat yang pengen ngrasain surga orgasme, mending loe panasin air di bak mnd loe ampe matang teruz loe berendam dech dalamnya, tp tu blum ampe pncaknya loe bakar aj rumah loe terus loe ketawa-ketawa pasti asyik dech
Surga Neraka > diluar jangkauan saya. manusia baru nyampe bulan ya katanya ? ujung semesta udah nyampe belum ya ? Surga itu dimana ya ? neraka juga ? bukan jangkauan otak manusia
Mas Enda, nice to meet you.
Ehm, surga dan neraka? Dalam kacamata sufi, ada beberapa tingkatan motif perbuatan seseorang. Bener, pertama. Dia berbuat baik karena ingin surga dan takut neraka. Kedua, dia berbuat baik semata-mata demi Ridho dan CintaNya tak peduli masuk surga atau neraka.Tingkatan pertama adalah kebanyakan dari kita. Tingkatan kedua adalah mereka yang menganggap dunia dan akhirat adalah sesuatu yang hakikatnya `fana` sesuatu yang `tercipta`. Kenikmatan terbesar bagi mereka adalah merasuk dalam cinta Illah, Maha Segala Maha.Bagi mereka iklhas adalah langkah pertama untuk menuju CintaNya. Dan, justru itulah kelemahan terbesar kita. Mohon ditanggapi.
semoga... garam masih asin
beh mantap,,, dah gue baca postnya sampe post replynya... mantap...mantap...
btw gue juga ragu nih, tuh dijanjiin ada bidadari bermata jeli, ya pasti perempuan2, aneh ya kalau lelaki2 bermata jeli...
nah ini sorga kyknya penikmatnya cuma lelaki doank, gak adil...
knapa mesti wanita cantik yg dijanjiin? menurut gue yah kalau wanita2 dijanjiin, pasti di dalamnya kerja penikmat surga ya ngeseks sepanjang masa, katanya gak mati2 lagi... bushet... parah...
ne surga dah kyk hotel mewah, wanita datang sebagai pemuas, wanita bukan penikmat hotel, cuma pemuas laki2 doank. waduh. kasian yg perempuannya, gimana nih, kagak adil.
trus katanya di dalam surga apa yg kita butuhin akan ada, mah parah, gak ada warna warni kehidupan, cuma bahagia, susah kita gak tau gimana. gak enak. trus misalnya gue mau jadi wartawan, wah mau meliput dimana, kirim ke media apa? mau buat media, firdaus post misalnya, siapa yg beli, toh apa yg diharapin udah ada, trus berita negatif ya kagak ada, semua orang dah bahagia. trus mau jadi petani, mau bercocok tanam dimana, untuk apa? buang2 tenaga, tinggal harap, ada, beres. huh parah, enakan dunia lah.
ada sungai-sungai yg mengalir, wuih mau mancing, untuk apa ikan, toh diharapin juga ada, mau ikan apapun juga akan disediain. bushet pemalas semua di dalamnya.
laut kok gak dijanjiin ya?
neraka lagi, knapa mesti punishmentnya pake api. neraka identik dengan api?
oya pertimbangan logika gue begini, katanya surga delapan neraka tujuh. kok?
lihat aja penduduk dunia (dalam konteks ini gue ngomong sebagai seorang muslim) berapa persen penduduk muslim dunia? sedikit kan? yg penduduk muslim berapa persen yg bener2 muslim? yg bener2 muslim itulah yg mendapat surga kan?
nah yg bener2 muslim sangat sedikit dibandingkan dengan penduduk dunia semuanya, jadi kenapa surga mesti delapan? pasti penghuni surga entar sangatlah sedikit. gue tebak ah (jika surga misalnya kyk dunia) penduduknya 2 jiwa perkilometer, wuih sedikit amat, sepi lah surga.
tuh neraka, sangat banyak penghuninya, toh penduduk dunia banyak yg bkn muslim, kenapa neraka tujuh buah dibuat, muat tuh? aduh disiksa pula, tanya tuhan, kenapa engkau cipta manusia, jika engkau masukin mereka ke dalam surga atau neraka, itukah tujuan akhir penciptaan manusia? kalau bukan siksa yg ngeseks (surga)...
waduh puyeng gue mikir masalah ini...
oya masalah takdir lagi, apakah masuk surga atau neraka itu takdir juga...
gak adil nih tuhan, sebagian ditakdirin masuk surga, sebagian paling banyak lagi ditakdirin masuk neraka... why?
kenapa mesti cipatiin manusia, jika tujuan akhir hanya untuk menyiksa kebanyakan manusia...
duh bener2 bingung gue...
GUE PERCAYA TUHAN ITU ADA YAITU ALLAH, DAN ESA ADANYA...
BUT KALAU SURGA DAN NERAKA, RAGU BENER GUE...
stop asking why??.stop thinking bout heaven.
go back to your home and read your bible or quran or stuff like that...and be the good follower.cause' the time that every people sure will regret it is around the corner.
Siapakah yang datang dari surga, pernah di surga dan kembali ke surga, tentu dialah yang diwahyukan untuk memberitahukan apa dan bagaimana surga itu sebenarnya, carilah Dia karena itulah jalan kita ke surga kelak, katanya ISA ALMASIH yaa........... soalnya haram hukumnya kalau baca injilnya orang kristen, betul yaa.//ada nggak yang mau nolongin kita informasi surga menurut nasrani itu di kitab mereka , gimana sih surga yang benar dan syarat masuk surga itu.cape deh
coba
saya muslim... qt harus saling menghormati... baik itu kepada agama non islam... satau saya... dalam ajaran agama kita ( islam ) ada yg namanya saling menghormati...saya sangat terkejut dgn byk sikap orng yg tidak saling menghargai... yang menilai semua2nya hanya lah DIA,,, hilangkan lah rasa saling sovinisme..
Bukalah pintu hati kita semua... untuk menuju hati yg bersih, jauh dari ke egoisan semata karena sikap manusiawi. . .
melihat hamba-Nya saling mencela satu sama lain ...apakah Allah SWT tidak sedih kwn?? qt di ajar kan untuk saling menghormati dan menghargai. kita semua tau salah satu cara untuk masuk surga kita mempunyai HATI YANG BERSIH,, apakah hati kita semua bersih? bila kita masih menyinggung dan saling menghina antar agama..
mungkin saya bukanlah org yg sesoleh itu yg mempunyai hati yang bersih,,tetapi saya mmempunyai hati untuk merasakan..
GOD is DEAD...
Kebanyakan kaum pengikut Tuhan/Allah itu adalah penjilat PANTAT TUHAN/ALLAH demi agar mereka dapat masuk surga dikemuadianhari. Penjilat-penjilat PANTAT TUHAN/ALLAH ini tidak lain adalah orang-orang EGOIST, memikirkan hanya dirinya sendiri !!!
kalau kita tidk menjalankan hidup menurut kitab allah maka akibatnya bisa dirasakan di dunia..neraka didalam hati, misalnya rasa marah, cemas, takut, khawatir..yang tidak akan hilang seperti api yang membakar terus menerus walau kulit kita tumbuh lagi dan dibakar lagi..itu yg saya yakini tuh nda. evolusi pemikiran dari harfiah ke simbolik :P