Rezim Probabilitas

| | Comments (46)
Rezim Probabilitas
"On a long enough timeline, the survival rate for everyone drops to zero. --Fight Club"

Ketika kita melihat realita disekeliling kita yang sering kita lakukan adalah mengkategorikan realita tersebut dalam berbagai kategori:

Laki-laki, wanita, anak-anak, orang tua.

Heteroseksual, homoseksual, gay, lesbian, transvestite, belum pasti.

Indah, jelek, biasa aja.

Benar, salah.

Pakar beneran, pakar boongan, pakar-pakaran dan banyak lagi.

Dengan cara ini realita menjadi lebih mudah untuk dimengerti, gampang dipelajari dan terlihat rapih.

Yahoo! Directory
Lihat halaman depan direktori Yahoo! misalnya. Setiap website memilik kategorinya masing-masing, yang dibagi atas sub-kategori, yang dibagi lagi atas sub-sub kategori dan begitu seterusnya.

Tertata rapih dalam sebuah struktur hirarki dengan bentuk seperti pohon yang bercabang-cabang.

Jika sebuah situs dapat dimasukkan dalam beberapa kategori, maka Yahoo! dengan baiknya melink kategori satunya lagi di kategori tersebut, terjadilah hubungan relasi antara beberapa kategori.

Ini realita kita. Dunia yang terbagi dalam kategori-kategori deterministik dimana setiap hal, setiap orang, setiap benda memiliki kategori, memiliki tempatnya.

O ya, kita bisa masuk dalam dua atau lebih kategori yang berbeda, tapi masih tetap dalam tatanan struktur hirarki tersebut.

Dulu mungkin begitu.

Clay Shirky dalam tulisannya Ontology is Overrated: Categories, Links, and Tags menggambarkan sebuah realita yang berbeda.

Yang dia contohkan adalah layanan social-bookmark yang namanya del.icio.us. Di layanan ini, berbeda dari Yahoo dengan struktur hirarki-nya yang dibuat oleh Yahoo, setiap situs tidak masuk dalam kategori tapi pengguna layanan ini bebas menempelkan tag-tag terhadap situs yang ingin mereka tandai. [My del.icio.us here http://del.icio.us/enda]

Enda's del.icio.us
Bebas, dalam arti del.icio.us tidak menyediakan kategori baku. Setiap orang bebas menggunakan tag-nya masing-masing. Baik yang masuk akal maupun tidak. Dan tidak perlu [sebaiknya] jangan satu. Apa aja yang bisa kamu pikirkan.

Blog ini misalnya: Enda Nasution's Weblog bisa kamu beri tag: enda indonesia bandung blog male ngaco atau apa aja yang kamu mau.

Satu situs, satu hal, satu benda, tidak perlu jatuh hanya di satu kategori. Blog gue diatas bisa ditemukan dalam enda indonesia bandung blog male dan siapa saja yang menggunakan tag diatas akan menemukannya, dan siapa saja bebas menggunakan tag-nya masing-masing.

Tidak ada kategori, tidak ada struktur, tidak ada hirarki.

Lalu realita apa yang bisa diambil dari situ? Bukannya malah kacau ketika setiap orang bisa menempelkan tag-nya masing-masing? Ketika tidak ada struktur?

Ternyata tidak ketika dan hanya ketika ada cukup banyak orang yang menggunakan tag tersebut dan berbagi tag yang sama.

Ketika ada 200 [misalnya hehe] orang yang mem-bookmark blog ini, dan 100 diantaranya menandai [menge-tag] blog ini sebagai indonesia dan 50 orang bandung, maka blog ini 50% Indonesia dan 25% Bandung.

Blog ini tidak harus masuk dalam salah satu kategori Indonesia atau Bandung, tapi masuk di kedua tag tersebut dengan probabilitas 50% Indonesia dan 25% Bandung.

Dan begitu juga dengan situs-situs lain di Internet. Kategori sebuah situs tidak lagi tergantung pada editor direktori tapi terserah pada jumlah orang yang menge-tag situs tersebut [cek tag-tag paling aktif di del.icio.us: web design programming howto etc.]

Inilah realita baru yang lebih benar dan setia pada lingkungan disekeliling kita.

Tidak lagi sesuatu harus ditentukan secara deterministik hitam atau putih atau abu-abu sekalipun tapi dengan data yang cukup, maka kita bisa mengatakan bahwa sesuatu itu hitam 46%, putih 34% dan merah 20%.

Seseorang tidak perlu jadi laki-laki atau wanita. Tapi dengan data yang cukup kita bisa mengatakan dia laki-laki 80%, atau dia wanita 75%.

Seorang hakim di muka pengadilan tidak harus berkata "bersalah" atau "tidak bersalah", tapi bisa berkata dia "85% bersalah" atau "34% bersalah"

Realita dunia, dengan cukup data dan informasi, dikuasai oleh rezim probabilitas dan sama sekali tidak deterministik.

Dengan data dan informasi yang cukup:

Tidak ada lagi cap dan kategori "kawan" dan "lawan", tapi "kawan 96%" dan "lawan 43%".

Tidak ada lagi "dia juara satu", tapi "98% dialah juara satunya".

Tidak ada lagi "saya paling benar", yang ada adalah "saya benar 93%".

Tidak lagi "ini kekerasan", tapi "ini kekerasan 30% dan pendidikan 70%".

Tidak ada lagi "dia itu pakar cybercrime yang terkenal itu ya?" Tapi "oh dia sebenarnya ga tau apa-apa". :p

Tidak ada lagi "dia programmer atau manager?" Tapi "dia 45% programmer dan 55% manager".

Tidak ada lagi "saya seorang blogger", tapi "saya 30% blogger, 30% suami, 30% ayah dan 10% belum jelas". :)

Tidak ada lagi "mainstream media" atau "blog". Semua BLOG! :p

Tidak ada lagi 1 dan 0 semuanya fuzzy.

Tidak ada lagi kebenaran 100%. Karena tidak ada yang memiliki kebenaran.

46 Comments

Nita berkata:

hehe.. iya ya, udah saking njelimetnya segala rupa di dunia teh, sampe udah susah dikategoriin satu2. Ngatur direktori di komputer aja teu baleg2 (saya) :P

Hehehe.. Monica pasti hobi juga ya nge-tag :)

Reti berkata:

Ok.. 98% fair enough, 99% agreed :)

kusut berkata:

nice...

tambahkan juga schrodinger's cat dan heisenberg's uncertainty buat referensi

every seeming equality conceals a hierarchy --kata sapa ya?

doeljoni berkata:

seorang dalam sebuah bukunya menulis : "..perbedaan itulah sebenarnya hakikat dari dunia...." kalo gak salah penulis Maya Safira Muchtar. Saya agak lupa dengan text sebelum dan sesudahnya, tapi saat itu penulis ybs sedang membahas topik serupa.

Hmm rasanya 75% cocok dengan artikelnya boss enda... hehehhe...
sorry ikut ter-kooptasi penggunaan persentase

roi berkata:

jadi ke-inget-an fuzzy logic system

Ben berkata:

angka keramat 68% mana? :D

ethos berkata:

tapi sepertinya agak absurd ya, kalau dikaitkan dengan tugas setiap kita dalam hidup ini yaitu pencarian jati diri

Pujiono berkata:

Amin, Nda....

wongiseng berkata:

Berlaku gak kalo object kategorisasinya orang? Dari "I think, therefore I am", jadinya "Everybody thought, therefore I am"?

roby berkata:

damn, del.icio.us is so cool!. actually i'm doing a project about this: crosscutting identities (e.g. sekaligus laki2, bapak, yahudi, programmer, afrika) and nested hierarchies:orang secara simultan ada di dalam gedung, city block, neighborhood, city, county, province, region, country, continent, the world: ada level hirarkis.

kategori emang bisa mentok. identifikasi lebih efektif berdasarkan relasi. e.g. bukan soal bapak-anak. tapi tipe relasi spt apa yg muncul unik shg bisa disebut bapak-anak.

soal probabilitas setuju banget. harus ada perombakan cara berpikir di sekolah2 bahwa science(dunia) adalah probabilistik.

richoz berkata:

konsep yang menarik karena
life is not just about 1 or 0
probabilitas
relatifitas

masalahnya sekarang
gimana menerapkan
ke komputer
yang notabene
masih berpaku pada
1 dan 0

fahmi berkata:

75% true, 32% false... :D

ricorea berkata:

#6. 11% pakar, 21% komedian, 68% berkumis, bergelar KRMT dan del.icio.us. Hai Roy™

trio berkata:

memang disediakan pilihan buat yang acak dan yang sekuensial. Menarik kalau mau dikaitkan dengan tipe-tipe kepribadian (apa hubungannya coba). yang jelas ada yang lebih suka acak, ada yang lebih suka sekuensial. Ada yang abstrak ada juga yang konkrit. Kayaknya tipe-tipe kepribadian situs kali bisa diukur nggak hanya manusia toh juga buatan manusia. Gimana kalau mbak Nita bikin penelitian tentang ini? Kalo situs mas enda kayaknya sekuensial abstrak deh (sok tau).

hericz berkata:

Jadi 68% itu probabilitas-nya bisa 50% benar, dan 50% salah yah?

walah makin ngaco

hericz berkata:

Jadi 68% itu probabilitas-nya bisa 50% benar, dan 50% salah yah?

walah makin ngaco

Rio Menajang berkata:

Mungkin kuncinya adalah "informasi yang cukup" - bagaimana kita bisa mengatakan kita telah mengetahui semua yang ada bahkan tentang sesuatu? Siapa sih yang punya 100% informasi tentang Enda misalnya. Baru mau merumuskan apa itu 100% sudah susah, semua dan tidak ada yang terlewatkan?

Ini tambah rumit, bila harus mempertimbangkan subyektifitas banyak orang. Bagaimana batas obyektif dan subyektif, apakah subyektifitas orang banyak membentuk obyektifitas baru?

sa berkata:

kamu 100% laki2 ga, nda?
hmm.. kedengerannya aneh tp bolehlah diformasikan sebagai sebuah pertanyaan. hihi..

LiN berkata:

saya 97%-18%+15%-6%+12% bingung.... apa kabar bapak? :)

nuniektirta berkata:

ga cocok buat sekretaris, yg udah terbiasa sistem filing dengan sub2 kategori :D

hiddenhate berkata:

take it or leave it.

hiddenhate berkata:

take it or leave it.

Alia berkata:

Yang bilang dunia itu cuma hitam dan putih udah ketinggalan jamaaannn... :P

himawan berkata:

kalo dijumlahin persentasenya bisa lebih dari 100%, biasanya pegawai negri :p

sunardi berkata:

You're right Mr. Enda! But I still wonder how to place Mr. Enda's blogs always at the first line of Yahoo! Serch Engine without using specific hint...

sunardi berkata:

You're right Mr. Enda! But I still wonder how to place Mr. Enda's blogs always at the first line of Yahoo! Serch Engine without using specific hint...

incoup berkata:

manusia bukan hitam putih.
Tidak harus 1 atau 0

is it wrong for a starving child to steal a loaf of bread to live?

barkah berkata:

bermacam kategori muncul karena cara pandang yang berbeda-beda terhadap suatu hal. Suka-suka orang deh mau mengkategorikan apa dengan apa, tergantung bagaimana dia memandang masalahnya.

gombang berkata:

Nda,
kayaknya yang lu bahas di sini lebih tepat disebut fuzziness, bukan probabilitas.

jeffry berkata:

kalo proses kategorisasi/klasifikasinya diulang2, bisa beda2 hasilnya. tergantung mood pribadi dan random values sbg constant.

dodi berkata:

subyektivitas menyusun obyektivitas!

Kamu memang 49 persen hebat!

Gimana dengan money politics? hkuhkuhkuhk

Shafiq berkata:

Wah... Bapak Enda... sepertinya dikau telah menyebarkan virus memetics... ampir semua yang ngasih komen menggunakan bentuk sekian% ini sekian % itu... jangan2 blog juga telah menjadi sumber memetics... nda... bahas tentang virus of the mind dan memetics dong... ;p cheers Shafiq

Fajar berkata:

wah, saya 50,93% setuju 2,38% ragu, sisanya gak tahu.

serenity berkata:

wah seru juga ya, another option. I love option grin

Blogor berkata:

Saya mendengar ada kebernaran absolut, kebenaran subjektif, dan kebenaran kolektif.
Mungkin rezim demokrasi yang mengarahkan sebagian orang hanya mengacu kepada kebenaran kolektif, di mana kebenaran ditentukan suara terbanyak.

subura berkata:

berlaku nda ya 12,9% pakar-pakaran, sisanya sistem pakar, kek..kekek..kek

wiwa berkata:

aduh ampun deh kalo ngomongin probstat,TRAUMA (dua kali ngulang dapet C)
hehehehe...

abagong berkata:

nda, jigana maneh keur ngajumi nya?? sama dong, bagi2 atuh... ;)

ewink berkata:

Enda, kok gw gak bisa kirim e-mail ke lo ya? Minta alamat e-mail lo dunk... Kirim e-mail gw dunk: edwin.irvanus@fhm.co.id

reno berkata:

kenapa bingung 10% lagi apaan? kan udah jelas 1% junker dan 9% h*m* :p

Jauhari berkata:

So what gitu loh? ;)

zu-wank berkata:

tidak ada kepastian di dunia, yang ada hanya probabilitas. bukankah perubahan itu yang pasti? nilai=kepastian=kebenaran
meng-integralkan berbagai; harga=probabilitas ... nah gemana lagi neee

zu-wank berkata:

tidak ada kepastian di dunia, yang ada hanya ketidak pastian, probabilitas dan relativitas. bukankah perubahan itu yang pasti?

Ahazet berkata:

Perasaan saya udah baca tulisan ini tapi entah dimana, tapi emang bener koq kita ini tidak bisa hidup dalam kepastian atau paling tidak harus di kuantifikasi secara statistik (stokastik Model not a deterministik model)..entahlah...

Andrina Nasution berkata:

Oya? Bukannya lebih banyak orang-orang besar sekarang di INdonesia adalah
lulusan Ohio University di Athens ituuuu????? Contohnya Pak Makmur Makka dari
republika, Pak Dahlan Ikhsan pemilik JPNN (Jawa Post Network), Pak Ishadi
Dirutnya Trans TV, Indiriena Basyarah (anaknya Pak Saleh Basyarah mantan
KASAU Pertama RI), Ibu Sumintha Tobing mantan Dirutnya TVRI, dll, dll?
Duh...kurang gaul deh kamu... Bahkan Mr. Dennis Heffernan sang Pemilik Van
Zorge and Heffernan Report on Indonesia adalah salah seorang Board of Trustee
dari Ohio University. OU lebih tua usiaya, didirikan tahun 1804 diatas tanah land
grant yang tadinya dikhususkan untuk mempelajari pertanian seprti di IPB, kemudian
berkembang menjadi Universitas yang lebih maju dan besar. Ohio State University
justru universitas yang baru muncul 150 tahun kemudian. Mohon dibaca secara
seksama semua keternganya di internet biar nggak salah ya?

Susan berkata:

Waduh ... waduh ... tobat donk!! Paham ngga sikh, bedanya geometri euclidean dan geometri transformasi? beda metode aljabar dan metode matrix? beda model statis dan model dinamis ? Sebab itu semua yang mendorong peristiwa "revolusi" Komunikasi, Informasi dan Elektronika

Leave a comment

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on June 21, 2005 3:03 PM.

Cekin Head was the previous entry in this blog.

Ya Tuhan, lindungi kami dari orang-orang idiot is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Barack Obama Logo

Join My Community at MyBloglog!

View blog authority

Powered by Movable Type 4.01