Pengakuan Seorang Pemalas

| | Comments (93)
Pemalas
Hai.

Nama saya tidak penting. Saya laki-laki, dilahirkan 30 tahun yang lalu di Jakarta, dengan bintang Leo. In relationship, punya pekerjaan bagus. Tinggal sendiri di kota besar ini.

Kamu tidak kenal saya, saya juga tidak kenal kamu. Saya orang baru disini.

Di tulisan ini saya mau mengakui sesuatu tentang diri saya yang tidak ada orang lain yang tahu.

Yaitu, saya, seorang pemalas.

Saya memulai hari dengan malas. Setiap bangun yang pertama kali saya pikirkan adalah, apa saya harus masuk kerja? Berapa hari lagi jatah sick leave saya? Dan kenapa sih orang harus kerja?

Dan kalo pun akhirnya saya bangun, mandi dan pergi ke kantor itupun saya lakukan dengan terpaksa dan dengan satu tujuan: sebisa mungkin tidak mengerjakan apa-apa hingga jam pulang kantor tiba!

Oh jangan khawatir, banyak hal yang bisa dilakukan dikantor sambil terlihat kerja. Ada ruang pantry tempat berlama-lama membuat kopi sambil ngobrol, ada meeting berjam-jam dimana kamu cuma perlu duduk manis, ada lunch hour, (!) really loooong lunch hour. Dan ada komputer dan internet (ah penemuan yang brilian luar biasa) dimana kamu bisa duduk berjam-jam terlihat bekerja padahal sibuk mem-forward email lucu (yang kadang jorok) ke teman-teman kamu.

Kalo satu hari terbuang percuma maka saya akan menepuk dada dan memberi selamat pada diri saya sendiri. Selamat bung, kamu berhasil membuang waktu sehari penuh tanpa kerja!

Ya saya seorang pemalas, keahlian saya adalah membuang-buang waktu.

Oya jangan salah, tidak ada yang tahu tentang hal ini, tidak teman kerja saya, tidak boss saya. Sepengetahuan saya, semua orang menyangka saya seorang yang normal. Tapi mereka salah.

Kuncinya adalah, cukup mengerjakan pekerjaan yang benar-benar harus disaat yang benar-benar penting. Di luar itu, jangan kerja! Cukup duduk manis di depan komputer, berpakaian rapih dan terlihat sibuk.

Saya bukan orang yang bodoh, justru karena saya pintar maka saya malas dan menerima tawaran pekerjaan ini (saya terlalu malas buat ngirim-ngirim lamaran).

Saya malas kuliah dulu, tapi didaftarkan oleh orang tua saya. Saya lulus karena berpegang pada prinsip kemalasan saya tadi, mengerjakan hanya hal yang harus dikerjakan.

Ya saya seorang pemalas, dan saya tidak sendirian.

Sudah dengar cerita tentang lomba malas sedunia? Intinya kira-kira begini.

Tiga pemenang lomba malas sedunia diwawancara dalam sebuah talk show.

Juara 3 ternyata ditempati oleh orang yang tidak makan dan minum selama 12 hari karena untuk makan saja dia MALAS. Juara 2 ditempati oleh orang yang tidak buang air besar selama sebulan, dan menurut pengakuannya, itu dia lakukan karena dia MALAS.

Dan ketika kamera beralih ke juara 1, ternyata sang pemenang sedang menangis tersedu-sedu.

“Kenapa?”, tanya si pembawa acara, “Kok malah sedih? Harusnya Anda senang dong menjadi juara 1.”

“Oh bukan itu, saya senang kok juara. Ini ANU saya kejepit di resleting”, jawabnya sambil terus tersedu-sedu.

“Loh!? Terus kenapa tidak dibuka?”, tanya pembawa acara keheranan.

“Abis saya malaass”.

Saya seorang pemalas, dan website favorite saya adalah malesbanget.com

Bukannya saya tidak punya inspirasi atau cita-cita. Saya merasa banyak orang yang salah paham tentang pemalas dan saya ingin membenarkan pandangan itu.

Sekitar tahun 2001-an saya sudah mau mulai membeberkan true story ttg para pemalas dalam bentuk artikel, buku dan seminar-seminar, sayang terus sayanya malas.

Dan karena itulah, sejak Januari 2004 saya memulai menulis pengakuan ini untuk meluruskan permasalah kemalasan itu. To keep the record straight. Akhirnya setelah 11 bulan, karena nulisnya males-malesan, pengakuan ini syukur rampung juga.

See, untuk hal-hal penting, selesai juga kok akhirnya. Bukannya saya tidak punya prioritas buktinya saya punya pekerjaan tetap, punya pacar, punya kehidupan.

Saya seorang pemalas, dan tokoh favorite saya adalah Kabayan.

Dunia penuh oleh para pemalas, bukankah pepatah mengatakan laziness is the mother of all invention?

Orang malas jalan, maka diciptakanlah mobil, orang malas membuat tabel dan menghitung dengan sipoa maka terciptalah Excel, orang malas memasak maka terciptalah instant food dan microwave.

Tanpa para pemalas, dunia ini akan tetap di jaman batu.

Jadi tidak ada yang salah dengan berlaku malas. Mungkin saya akan menciptakan sesuatu, mungkin sebuah robot yang persis saya yang akan mengerjakan segala sesuatu yang harus saya kerjakan.

Ya saya seorang pemalas, dan utopia saya adalah dunia penuh robot dimana saya bisa hidup di dalam mesin mimpi.

“Apakah kamu bahagia?”, kamu mungkin bertanya, “bukankah kebahagiaan, salah satunya datang dari rasa kepuasaan disaat kamu mengerjakan sesuatu, disaat kamu tahu ada hasil dari yang kamu kerjakan, ada reward, perasaan puas (wekdor)?”

Oh terima kasih, tapi saya tidak punya waktu (!) untuk memikirkan kebahagiaan saya cukup sibuk mempertahankan kemalasan saya.

Saya cukup senang (apakah bahagia itu senang? bukan, senang itu hitut dina se’eng) dengan hidup saya sekarang.

Di akhir sebuah hari, jika saya berhasil tidak mengerjakan apa-apa di hari itu maka saya akan merayakan hari tersebut dengan makan malam yang enak dan menghibur diri dengan cara apapun.

Kadang sendiri, kadang dengan teman yang tidak merepotkan atau dengan pacar yang tidak menyusahkan, tapi seringkali sendiri. Orang lain adalah pekerjaan dan saya malas mengurusnya.

Habis itu saya akan pulang kerumah, memarkirkan mobil ke garasi rumah saya yang tidak pernah ditutup (males nutupnya), masuk ke tempat tidur, melihat langit-langit, mengingat lagi bahwa hari ini saya tidak mengerjakan apa-apa. Satu hari lagi terbuang percuma dan saya pun menangis tersedu-sedu.

Tidak apa, tidak apa, saya tidak apa-apa, tinggalkan saja saya, saya butuh sendiri, saya sudah terbiasa dengan rasa sakit ini.

Anu saya sudah kejepit resleting sejak 7 tahun yang lalu. Tiap pagi robot saya menjepitkan anu saya di resleting, dan tiap malam dia melepaskannya lagi.

Ya saya seorang pemalas.

Dan inilah pengakuan saya.

 

93 Comments

LiN berkata:

apakah saya yang pertama? ngomong2 saya kenal satu orang lagi pemalas yang pernah kuliah bareng yang punya blog ini :) eh, bagi tips dong gimana caranya tetap terlihat sibuk kerja di depan komputer padahal kita lagi maen internet sementara monitor menghadap ke meja bos?

rangga berkata:

gua sebenernya ada komen panjang di kepala gua…

tapi males ah…

iks berkata:

ahh sayah terlalu malas untuk nulis komen :p

dengan bermalas-malasan waktu untuk memikirkan hidup menjadi lebih banyak, hanya memikirkan tidak dikerjakan.

Jay berkata:

orang yang malas berguna karena kecerdasannya, orang yang bodoh berguna karena kerajinannya dan orang yang cerdas beserta rajin berguna karena dia menjadi robot

ah, saya malas membahasnya!

sa berkata:

jadi, arti malas itu apa, nda ? anumu itu apa to ? ko ya di resleting-i.

Julius berkata:

mungkin agak berbeda antara idle dgn males. banyak bahasan tentang ini. bukankah serlock holmes bisa memecahkan masalah saat dia duduk di kursi malesnya? bukankah descartes lebih banyak tidur/idle? (aku tidur makan aku ada). banyak bahasan tentang theory of idle. salah satunya ini, http://www.marxists.org/archive/lafargue/1883/lazy/ (the right to be lazy).

Herman Sean berkata:

Wah .. bang Enda ini ada saja ide-ide bagusnya.. saya sendiri ngak mau ah jd pemalas.. karena saya sudah bosan berpuluh-puluh tahun menjalani hidup hanya dengan malas-malasan .. hehehe.. :) kidding!!

amal berkata:

Dari halaman malesbanget.com:

“Koneksi ke MySQL error”

Dasar pemalas! :)

Three great virtues of a programmer: laziness, impatience, and hubris.

klovazsky berkata:

Baru pertama kali posting nih… Padahal pak enda pemalas juga loe… buktinya testimoni saya malas diapprove..
Bisa jatuhin wibawa yah?
Padahal testi yg kacau dari temannya pake huruf kapital diapprove…

snydez berkata:

salahkan teknologi, nda ..
atau salahin orang yang gak males yang menciptakan penemuan2 canggih?..

neenoy berkata:

senyum-senyum sendiri, baca postingannya serasa bercermin gitu. selama ini saya terlalu malas untuk ngelihat cermin :p

atta berkata:

malas. ada obatnya gak? apa emang gak usah diobatin? atau?

btw males banget masuk kerja minggu2 gini

dodi antigravity berkata:

ah, jadi males gw bacanya.

hahahah! cool writing!

ti2n berkata:

males komentar ah…
(masih untung ga males baca postingnya kan?) :p

wikan berkata:

kapan lu bikin buku, Nda? males ya? :))

*')Iin berkata:

hmmm saya termasuk orang malas apa ndak ya?…mungkin tergantung dari definisi kesepakatan dulu kali ya..apa yang dimaksud dengan malas dalam hal ini :)

fahmi berkata:

hidup malas! ngapain juga toh rajin2 kerja, akhirnya gajinya sama aja, santai aja jack… walopun bermalas malasan toh ternyata lulus sekolah, dapet kerjaan enak, nggak repot pula. hidup malas!

dy berkata:

penyakit malas saya kumat tiap 28 hari, heheh… :)

Muhammad Rivai A berkata:

Sekarang kok jadi sering-2 ngomong anu sih ? Sampe kejepit segala lagi.. Kenapa ya ??

chrysalic berkata:

nda, sebenernya elu pemalas apa sinting sih? huahahahhahahahahha….

hiu putih berkata:

untung anunya nga males ya ! coba kalo anunya yang males, pasti nga bakalan jadi tuh juniornya. :)

lilikhh berkata:

A very inspirational writing mas ^^

wongiseng berkata:

Sebenernya gue udah menjalani hidup penuh kemalasan seperti yg ada di posting ini, tapi terlalu malas untuk mengaku apalagi menulis pengakuan :P.

blueblitz berkata:

aku sudah terlalu malas tuk membaca postingan yg panjang2.. apalagi kasih komen yg panjang gini..

melly berkata:

pemalas yang rajin menulis dan berkata-kata sekian panjang :))

ijan berkata:

males bacanya….

Qky berkata:

Everybody seems to think i’m lazy
I don’t mind, i think they’re crazy
Running everywhere at such a speed
Till they find there’s no need (there’s no need)

… I’m only sleepin’
(Lennon - mcCartney)

hiddenhate berkata:




.. males comment, ah ..

randi berkata:

hebat _ males jadi suatu topik menarik. malas. malas. malas.
saya Jadi inget Nobita di film Doraemon :p .

san_sang berkata:

maaf saya lagi malezzzz…mo tidur ahhhh!

run berkata:

Gw…. malas banget nih…. job gw lagi ga jelas @$#%&*

GReTaN berkata:

HIDUP PEMALASSSSSSS!!!:p

birdie berkata:

duhai bapak blogger negeri tercinta, semalas2nya bapak pastilah berkenan menyipratkan komentar tuk perindah sarangku. daku kesulitan membaca ilmu dari buku2, pak. dan malasnya itu lho…

nin berkata:

sesuai dg keadaan saya saat ini .. dan sebelum2nya dan mungkin dimasa yg akan datang juga … waksssssssss …

aprian berkata:

apa jadinya kalo orang2 pd malas tidur ? malas buang air ? malas mandi ? malas ganti pakaian ? malas kentut ? malas utk ML ?…ehuehueuehu ah rasanya saya terlalu malas juga utk memikirkannya… :D

dikiwinky berkata:

Ah ya ya, saya juga seorang hoream-ers _

wonkito berkata:

…males komentar

nenek berkata:

basi

geblek berkata:

males..:D jadi inget diri sendiri dulu sebelum punya site wou gak karuan setiap hari googling cari web hoting yg murah tapi stelah kesampaian punya males mo ngapin” buang sampah pun perasaan gak ada yg pantas di buang.huh malas menyedihkan kadang mengasikkan.hidup malas

hendra berkata:

emang malas kadang2 itu indah sama indah dengan tatkala kita berhasil mengisi TTS walaupun isiannya belon tentu benar

hendra berkata:

emang malas kadang2 itu indah sama indah dengan tatkala kita berhasil mengisi TTS walaupun isiannya belon tentu benar

SyL berkata:

Nda,
Kumaha diditu ?
Gempa na ka rasa oge di dieu.

who am i? berkata:

hehehehe.. mengingatkan pada diri sendiri.

tapi bukannya itu tujuan akhir setiap karyawan hampir di seluruh dunia? malas-malasan, pensiun dini, ongkang˛ kaki tapi dapet duit.

echa berkata:

ih komennya udah banyak…

mau ngetik apa yah?

jadi males :D

Ndank berkata:

ini apa yah?
saya malas baca nya … :P

Ndy berkata:

malez ah… :p

*)Iin berkata:

om enda..update dong :D..jangan malas yaa

iebud berkata:

jadi males kasih comment huhuhu*, aa enda pa kabar?

CoCo berkata:

Gila nih artikel…. blak-blakan, inspireful, tapi juga nyata.

kojx berkata:

………………… males ah!!!

susahcarinamalain berkata:

Sewaktu saya membaca artikel ini, saya begitu malu en merasa tersenggol perasaan saya, karena saya merasa sepertinya anda menuliskan apa yg saya lakukan setiap hari dan yang saya rasakan. Andaikan di Indonesia berkurang orang seperti itu, alangkah besarnya negara Indonesia.

Trinie berkata:

ketauan malesnya sampe2 fsku ga diapprove2 :P
dodol ah!

joshua berkata:

zzz……

taufiq berkata:

MALAa itu IbAraT NyimPen Bom Waktu.
thanks

masver berkata:

sialan…
bikin blog aja aku udah males..
abis baca postingan ini malah tambah males..
huhuhuhu
keren banget dah

tacoen berkata:

Kalau susah berarti salah, hayo cari cara mudahnya; agar lebih banyak waktu untuk bermalas-malasan. Karena itu lebih baik jadi Penikmat daripada pengamat.

aku berkata:

males tapi untung mah lumayan..bisa dapet kerja, kaya yg bikin ne artikel. Tapi klo kaga? Wadoh.. Asal jangan males b’doa aja dah..

kusnali berkata:

belum baca saja sudah m a l a ssssss

Rendy Maulana berkata:

huaaaaah…

menguap

hermawan berkata:

Dari atasan sampe bawahan di Indonesia udah males……..bacanya.

bodro berkata:

waaah…bgs bangeet…survei doong..aku jg males neech..

Ida Syafyan berkata:

Enda = Master of Rest and Relax

Ida Syafyan berkata:

Enda = Master of Rest and Relax

franda berkata:

kreatif banget tulisannya……
menjadi inspirasi gw untuk menjadi pemalas..

saylow berkata:

kasihan retsletingnya…

vy berkata:

artikel ga mutu..

lia berkata:

asyik sich tapi gw males ngasih komen. hidupppp pemalas

Iwan berkata:

Anda itu bukan pemalas sejati. buktinya masih sempat-sempat nulis. kalau memang anda pemalas nikmati aja kemalasan itu, nanti juga ada imbalan yang harus anda nikmati.

firdaus berkata:

kalo malasnya gak nyiksa diri it’s oK…tapi kalo jadi beban itu depresiii

andiman berkata:

tadinya mau kasih komen, tp males, orang bacanya aja tadi males, ga jadi ah, ntar aja lg, kapan hari gituh, ya

andiman berkata:

tadinya mau kasih komen, tp males, orang bacanya aja tadi males, ga jadi ah, ntar aja lg, kapan hari gituh, ya

Clouseth berkata:














(males mikirin komennya)

AdhiRock berkata:

bermales-males emang nikmat ya Mas…

bangun pagi, minum kopi, sambil ngerokok, sambil dengerin lagu2-nya Uncle Marley and Om Tony selanjutnya males-malesan ampe besoknya lagi

Andrew berkata:

males itu adalah … males ah mikirinnya :P

dhie_hahaha berkata:

hahaha…sebenernya gw males ngasi tanggapannya :)) tapi kebetulan hobi gw juga males2an, nah terpaksa dengan males gw kasi comment buat artikel loe ini.
satu….hidup males
dua…hidup males lagi
tiga…males t o p b g t
udah ahhh…males gw =))

sumedi berkata:

malas deh ngurusin orang-orang malas. bikin malas saja.

todayrasanyamaleeesssbanged berkata:

klo penyakit “males-kronis-stadium-IV” saya kumat..saya slalu inget postingan ini :)

bina berkata:

males emang enda hh

Sulistianto berkata:

Waduuuuh males nih bacanya, terlalu banyak kata ‘malas’.

mr zeprut berkata:

aku juga pemalas tp bukan pemalas jujur kayak bang Enda. aku pemalas jenis laen … aku berfikir jadi pemalas aja aku udah lumayan ‘gini’ apalagi aku rajin … he .. he ..he …

Acho berkata:

Saya sengaja baru komen sebulan setelah posting ini terbit, abis.. saya males sih.. :p

krisna berkata:

semoga Allah tidak malas memasukan anda ke surga

yan berkata:

binatang aja susah payah cari makan,kenapa anda malas2an….

gindo berkata:

Loe tuh keren abis..
gw bilang justru loe itu gak males tp “pake otaK”
And yg gw suka adl : kalimat “cukup mengerjakan pekerjaan yang benar-benar harus disaat yang benar-benar penting”

jirolu berkata:

wah jian, sa’jane aku pengen hura dadi pemalas je….
basan maca tulisan diatas malah njur tambah malas…

*nb:jika ingin rajin bergaulah dng orang yang rajin(sing rajin nak do sibuk njur piye?)

Nita berkata:

Terimaksih untuk tulisan yang sangat memberi inspirasi ini, akhirnya saya merasa sangat normal.

zzzzzzzzzz berkata:

zzzzzzzzzzzzzzzzzzzZZZZZZZZZZZZZZZzzzzzzzzzZZZZZZZZZZZZZZZZZZ

arlinda berkata:

males po`o

hamzah berkata:

ah males bgt deh klo masti baca comment ni semua

Rama Sejati Author Profile Page berkata:

Artikel yang bagus !

Barangkali artikel berikut juga berguna bagi rekan rekan lainnya > Rasa Malas ?

ujang berkata:

malas ah….

nabil berkata:

saya akui saya seorang pemalas juga,,sebagai manusia saya malu mengakuinya
tapi yang membedakan saya dengan anda adalah saya berusaha untuk menghilangkan kemalasan saya walaupun itu sangat sulit,,

entah setan apa yang merasuki diri saya.Yang jelas impian saya menjadi orang yang bukan pemalas. Entah itu akan menjadi impian selamanya atau tidak?

itulah yang saya tidak ketahui

raka wisnu berkata:

saya akhirnya menemukan orang laen yang pemalas, saya sempat kawatir karena saya adalah seorang pemalas akut…. bahkan blog sudah 2 tahun cuma terisi 9 artikel… wkwk

Leave a comment

Enda Nasution's Facebook profile
TEDIndiaFellows 2009

Twitter Visitors


About this Entry

This page contains a single entry by enda published on December 11, 2004 2:16 PM.

NGIMOD (A tribute to Kiki Sagir) was the previous entry in this blog.

Noda Kemanusiaan is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Barack Obama Logo

Join My Community at MyBloglog!

View blog authority

Powered by Movable Type 4.01




Pesta Blogger 2010

I'm attending Pesta Blogger 2010


Global Voices 2010



KoinKeadilan.com Prita



Pesta Blogger 2009



Blog Action Day 2009



Justice for Prita!



100 Days Obama



Support Wikipedia

Wikipedia Affiliate Button