Noda Kemanusiaan

Philip Roth yang menulis novel ini [gue belum baca] kind of a big deal di US sana. Buku-bukunya yang dianggap sebagai sastra sana, banyak yang mendapat penghargaan. Filmnya sendiri yah biasa aja buat gue. Ga gimana gitu. Maksudnya gue ga nangkep what so big deal about the story? :)
Setelah baca-baca dari sumber lain baru gue ngerti apa yang dia maksud dengan Human Stain disitu.
Setiap novel yang ditulis Philip Roth dimulai dengan sebuah IDE. Dalam Human Stain, IDE-nya adalah bahwa setiap manusia dalam masanya dia berjalan di muka bumi ini selalu dan setiap saat meninggalkan noda, meninggalkan sisa.
Dari napas yang kita keluarkan, dari jejak langkah yang kita tinggalkan, dari partikel kulit yang kita jatuhkan, dari rambut yang jatuh, dari suara yang keluar dari mulut kita.
Manusia modern karenanya punya "jatah" lebih dalam usaha penodaan segala yang murni dan bersih di bumi ini.
Setiap pikiran yang kita utarakan adalah "noda" kita di bumi ini. Setiap gambar, setiap kata, setiap tulisan adalah "kotoran" kita yang kita tinggalkan untuk generasi yang akan datang.
Apalagi di jaman ini.
"Noda" itu jadi segala sesuatu yang tercecer atas nama kita.
Kalo kamu seorang komentator, setiap komentar yang kamu keluarkan. Kalo kamu seorang pejabat, setiap janji yang kamu gantungkan. Kalo kamu seorang jurnalis, setiap berita yang akhirnya terbit dan dibaca banyak orang. Kalo kamu seorang pemusik, setiap lagu yang kamu senandungkan. Kamu kamu seorang lelaki, setiap rayuan yang kamu kumandangkan.
Kalo kamu seorang penulis, setiap buku yang kamu terbitkan. Kalo kamu seorang filmmaker, setiap film yang kamu produksi [sukses Janji Joni-nya jok hehe]. Kalo kamu seorang penyair, setiap puisi yang kamu ciptakan.
Setiap gosip yang kita sebarkan, setiap email yang kita forwardkan, setiap upaya kita dalam mencari kepopuleran.
Kalo kamu seorang blogger, setiap entry yang kita post-kan.
Ah.
Kenapa harus mulai peduli?
Mungkin gue mulai tua.
Selamat tahun baru semua. Di tahun baru ini gue akan mencoba mengurangi jumlah kotoran yang gue bagikan ke kamu semua. :)
Nothing was solved when the fight was over, but nothing mattered. -Fight Club











setiap kali berkujung ke weblog ini, selalu dpt yang baru .. makasih Enda.. salut buat anda .. makasih atas pencerahannya!
Pertama, gw demen cerita dikit filmnya, kayanya menarik deh... ntar gw cari deh dvd nya...
kedua, gw demen image orang ngapus noda di kacamata, elo nemu aja deh gambar yg pas sbg pengantar. Atau bikin sendiri? Salut!
Ketiga, gw demen banget elo mulai serius... :-))
Makin serius makin ber- resiko meninggalkan noda...
Apalah hidup tanpa meninggalkan noda Enda...
rgds,
BI
sebel, kirain gw komen pertama, masih ada yg lebih dulu "bikin noda", hehe...
bi
what we do in life, echoes in eternity.
-- Gladiator
jadi inget GMC-nya Adhitya Mulya baru baca nih yang bagian "Aku ternodaaaaaaa!" :) Katanya siih kalo ngga ada noda ya ngga belajar iklan banget ya Btw, nilai diri kita ini sebenernya diukur dari besar kecilnya 'noda' yang kita tinggalkan. ya ngga siih? :)
noda-noda kehidupan!
met taun baru juga enda dan nita...bicara ttg noda...ya kalau saya mah berharap noda yang ditinggalkan di bumi ini ngga ndatangin mudhorot buat diri di sini dan ntar di sana...hmmm itu aja harapan saya nda :)
buanglah sampah anda di nusagame™
setiap tulisan adalah “kotoran” kita yang kita tinggalkan untuk generasi yang akan datang
Saya setuju dg pendapat itu. Ketika kotoran bisa diolah, ia akan menjadi pupuk yang baik, kalo gak bisa, ya ia tetap akan jadi kotoran yg menebarkan penyakit.. :)
Ah mas enda bisa aja nulis.. :P
kotor bisa dibersihkan
noda belum tentu hilang
makanya, pake rinso!
ngiklan
Yah mudah2an bukan noda kotor yang kita tinggalin...
kenapa stain ya?,.. padahal yang tertinggal bisa saja malah meng-clean kan :)
bicara ttg noda..gw sadar klu gw penuh noda nich..met taon baru boat enda n nita sukses terus..
hmmm....kalo begitu begitu, the next question is...apakah noda selamanya berkonotasi negatif?
aduh, lagi-lagi nodanya-enda dalam sekali.
nih, tambahan satu noda dari-ku, Nda... ;)
met taon baru ya...
ninggalin "noda" ah...
kita hanya manusia biasa tidak akan pernah bisa selalu tampak putih, biarlah noda menyadarkan kita bahwa nan jauh disana, emang ada tempat yang putih dan tak bernoda
Noda gw yang pertama di blognya enda ^^
Harusnya nomor 19 nih.
numpang meper noda dikit ahhhh... eh, noda kan mahagurunya jedi yah? =p
Wah... kalo gitu dah banyak sekali noda gue...noda putih, noda hitam, noda coklat kali juga ...
kalo seorang blogger, noda yg ditinggalkan adalah weblognya ? eheheh. enda keren, masuk koran weblognya.
Jadi tidak selamanya ternoda itu nista kan? Bisa jadi nikmat... :p
Hi roy! :D
anda akan mengurangi noda ? bakal jarang posting dong, boss ?!
aah, gravatar memang membuat noda lebih indah dipandang.
btw, jd pemusik susah ya. tiap kali urusannya sama noda. doremi fasola sido sudah berapa noda tuh? :D
haruskah 'mulai' menjadi tua untuk makin peduli ? :)
met taun baru juga.
lagi mencoba meninggalkan 'stains' berbentuk komen dan gravatar
;)
iya nda udah tua lu :P
hehe...
Baru 2 malam yang lalu nonton film Human Stain.
Filmnya sih biasa, cuma gimana gitu ya, Nda.
setiap entri yang kita poskan, dan setiap komen yang kita tinggalkan di blog kawan2 lainnya.
It's good to always feel old. I think I'm old as well thinking.. komen n shoutbox itu stain juga yaaa :)
titip ucapan met tahun baru saja, blog bagus banget .. bener˛ jurnalis sejati
titip ucapan met tahun baru saja, blog bagus banget .. bener˛ jurnalis sejati
Hi Roy!™ =p
diriku ternoda dan tak ada yang bertanggung jawaab.. arrgh.
kaya judul dangdut yah :D
hai Enda, u r rocked with the blog.
gw merasa makin kaya dengan banyak hal baru yang gw temuin didunia maya termasuk dengan baca blog kamu. Buat posting yang ini, lo telah membantu banyak orang yang mungkin juga nonton human stain tapi gak menjawab ' the big deal about it'. Btw, gw jadi mikir sebanyak apa sih noda yang udah gw wariskan
thanks bang enda,
yang gw heran, kok ada aja sih ide + bahan buat nodain kite-kite
------------------
tapi kita seneng kok di nodain bang enda :P
Ahh.. Hi Roy.. mau berobat?