NGIMOD (A tribute to Kiki Sagir)

| | Comments (29)
ngimod1.jpg
Sudah dari jaman dulu umat manusia selalu terobsesi dengan yang namanya mimpi. Karena bentuknya yang macam-macam, dari yang aneh, yang realistis, yang blur, yang basah (!!? hehe) serta yang pada intinya sih ga jelas, maka mimpi jadi barang yang terus menerus jadi bahan penelitian.

Ada yang berpendapat bahwa mimpi itu adalah alam bawah sadar yang mengambang ke permukaan kesadaran saat kita tidur. Sebagian orang bilang mimpi punya kemampuan meramalkan kejadian di masa depan. Mimpi itu tanda. Menurut primbon, seorang gadis memimpikan ular misalnya berarti akan mendapat jodoh (ular = cowok, get it? hehe) sedang kalo kamu bermimpi pergi ke WC yg kotor (katanya) itu berarti kamu akan berutung (kok bisa??). Bahkan soal mimpi ini, banyak cerita di buku dan kitab-kita agama tentang mimpi yang berupa pesan gaib.

Mimpi bisa jadi hal yang menyenangkan (basah!!? hehe) atau hal yang ga enak, misalnya kalo mimpi serem, atau bisa juga jadi pengalaman yang luar biasa ga enak.

Baru-baru ini gue diingetkan lagi pada sebuah konsep yang berhubungan juga dengan so called mimpi. Konsep yang berdasarkan pada filosi fatalistis ini berhubungan dengan sebuah hukum (yg pernah dibahas disini juga) yaitu hukum Murphy atau Murphy’s Law, yang menyatakan bahwa segala sesuatu kegagalan yg mungkin terjadi akan terjadi.

Sejarah umat manusia karenanya, selain penuh mimpi, juga penuh kegagalan. Kegagalan yang berarti sesuatu yg jelek yang terjadi yang tidak kita sangka-sangka. Dan tanpa sebab, entah karena nasib, karena apes atau karena hal lain yang tidak bisa kita kontrol.

Dan ketika ini terjadi (jangan sampeee ama gue he) tidak ada yang bisa kita lakukan. Yang bisa kita lakukan cuma (mungkin) menyangkal, menghela nafas, memaki-maki, menolak dan akhirnya menerima (tidak selalu dalam urutan ini).

Lalu apa hubungannya dengan mimpi?

Ternyata menurut penelitian bertahun-tahun para pakar dan pengalaman orang bijak dari dulu hingga sekarang yang diturunkan dari generasi ke generasi, mengalami nasib buruk atau apes itu dekat rasanya dengan sebuah mimpi.

Nah gue belum pernah merasakan mimpi ini :) tapi katanya mimpi ini adalah the worst kind of dream you can dream of.

Yang gue maksud disini adalah mimpi buang air besar, atau mimpi boker. Atau dalam bahasa Sunda (mohon maaf) disebut ngimpi modol … (hence the singkatan = ngimod) :P

Saking ga enaknya pengalaman ngimod ini dan karena sifatnya yang tidak bisa dikendalikan (karena siapa yang bisa ngendalikan mimpi?), sampe-sampe ketika kamu apes, sial, bernasib buruk atau kena sesuatu yang jelek, ekspresi yang bisa kita bandingkan dengan keapesan itu adalah: ngimod.

Misalnya kamu lagi ujian akhir di mata kuliah yang kamu harus lulus dan dosennya superduper galak. Kamu udah belajaaarr keras (padahal biasanya ga pernah), udah beli buku, udah latihan soal. Segala sesuatu udah kamu kerjain. Pas hari ujiannya, kamu bangun, mandi, senyum-senyum dengan penuh percaya diri, datang ke kampus, masuk ke kelas dan si pengawas ujiannya dengan bengong bilang ke kamu:

“Loh mas ini bukan Analisa Struktur 9, kalo ujian itu udah kemarin, lah si mas ga punya jadwalnya apa?”

Jreng jreng.

Nah dalam situasi seperti itu, ketika temen kamu denger apa yg terjadi sama kamu, ekspresi yang pas diucapkan (dan dengan penuh simpati serta kedalaman perasaan) adalah:

“Ah itu mah, (maaf) ngimpi modol ajah namanya…” :D

Ada keputusasaan disana, ada ketidakberdayaan, tapi ada juga sedikit (sangat sedikit) elemen ke-optimisan bahwa apa yang terjadi sama kamu (yang intinya sih mau gimana lagi?) juga bisa bikin ketawa, terutama bisa bikin ketawa temen-temen kamu, yang gue jamin ketawanya pasti pada enak banget semuanya. :D

Tapi ya tadi itu, mau gimana lagi? “Ya sudahlah”, kamu bilang itu sama diri kamu, sedang disekeliling kamu temen-temen kamu ga berhenti ketawanya.

“Mungkin memang harus begitu”, kamu yakinkan diri kamu, percaya sepenuhnya bahwa itu bukan salah kamu sambil temen kamu masih mengucapkan, “Ngimoooooddd, ngiiimoooodd” ga berhenti berhenti.

“Pasti masih ada jalan lain”, kata kamu di dalam hati. Minggu depan, saat kelas sebelah giliran ujian mata kuliah yang sama, kamu merencanakan untuk ikut ujian dengan mereka, toh nanti dosennya sama, dinilai sama. Tidak masalah saya ikut ujian di kelas saya atau tidak?

Betul juga, kamu tersenyum meninggalkan temen-temen kamu.

Minggu depan datang, kamu yakin kamu sudah mengusai materi ujiannya 100% (700% malah kalo boleh), kamu bangun pagi, mandi, siap-siap, penuh percaya diri datang di kampus, kamu cek lagi peralatan ujian kamu. Lengkap.

Ruang kelas sudah keliatan dari jauh. Terbayang di benak kamu muka temen-temen kamu yang ngejekin kamu ngimod minggu lalu. “Heh,” kamu pikir, “kita liat siapa yang ngimod sekarang.”

Kamu buka pintu kelas, kamu langkahkan kaki kamu mantap, tegap, teguh, jujur, bersahaja dan sekali lagi si pengawas ujian (masih sambil bengong bilang ke kamu):

“Loh mas ini Teknik Beton 3.5, ujian Analisa Struktur 9 tadi pagi jam 07.00, wah salah si mas. Percis minggu lalu ada juga mahasiswa yang salah jadwal ujian, mas kenal?”

Nah teman-teman, pada situasi ini bahkan “ngimod” pun tidak cukup untuk menggambarkan ke-apesan yang terjadi sama kamu. Kita perlu ekspresi lain yang lebih luar biasa daripada sekedar ngimod.

Kita perlu “super ngimod”, kita perlu “ngimod to the max”, kita perlu “nguiimhooodd”, tapi tetep aja bagaimanapun kamu berusaha mencari ekspresi yang menggambarkan perasaan kamu, ekspresi itu tetep ga ketemu.

Sampai akhirnya temen kamu, setelah mendengar cerita kamu, dengan senyum lebar tidak kuat menahan tawa, menyumbangkan solusi yang cuma bisa diberikan oleh seorang sahabat sejati.

“Itu mah bukan (maaf) ngimpi modol lagi, itu mah ngimpi modol pas dicabak aya’an!!

Bayangkan saudara-saudara, kamu sedang tidur, kamu bermimpi. Kamu mimpi buang air besar, boker. Kamu ngerasa tersiksa banget karena kamu GA MAU mimpi boker. Tapi akhirnya dalam mimpi kamu boker juga.

Sesaat kemudian kamu bangun, kamu merasa lega karena itu cuma mimpi, tapi kamu mulai curiga karena mimpinya terasa sangat nyata.

Kamu menjulurkan tangan kamu ke celana, dan ternyata memang ada…

Itulah artinya.

Itulah rasanya*

“Ngimpi modol pas dicabak aya’an!!”

NGIMOD! :p

29 Comments

LiN berkata:

haaah?? 2 kali salah kelas pas mo ujian?? pengalaman pribadi ya bang? :D

awal tahun ini saya mimpi digigit ular, tapi ampe sekarang kok belum ada yang ngelamar yaa hehehe :P

jadi kesimpulannya mimpi buat saya hanya sekedar bunga tidur :)

Herman berkata:

Dear Enda,

setiap kali saya lihat weblog punya kamu.. selalu saja ada sesuatu ide yang baru ..
selain designnya yang bagus.. isinya juga sangat bermutu ..

bagaimana sih caranya bikin weblog sebaik itu?

salam hormat,

Herman

Girun berkata:

Eeeeuh, aing mah…, make jeung mamawa uing deuih. Bengeut boy…, bengeut…
Tapi nya geuslah, nuhun atuh.
PS:
Mungkin sebaiknya kita mulai membiasakan untuk jangan pernah menahan hajat & hasrat sebelum tidur. Bahaya!

sa berkata:

jorok jorok jorokkk… !!! bauuu…

fahmi berkata:

mimpi juga termasuk salah satu referensi tebakan togel yg paling dipercaya, bahkan satpam kantor saya punya buku referensi arti mimpi komplit, lengkap dg prakiraan nomer yg bakal nongol, hebat!

*)Iin berkata:

duh untung ndak pernah mimpi yang kaya enda deskripsiin :D..selamat berakhir pekan buat enda dan nita plus beibih yaa

q2 berkata:

again.. cuma satu kata.. gelo siaaaahh.. wakakakakak… eh itu mah dua yah?

an berkata:

aduh kang enda, di musim pancaroba begini terutama saat diare mewabah kemungkinan mewujudkan mimpi seperti demikian memang besar.

apalagi kalo sudah Menwa (Mencret Wae) seharian, bisa saja saat tidur bukan Ngimod sich melainkan bentuk lebih halusnya yaitu Ngicep yang tak lain berarti Ngimpi Cepirit.

yg keluar sedikit, repotnya sama ajah!

yudha berkata:

Om …
Ngimod pas di cabak aya’an mah jarang deh
yang sering NGICING pas di cabak banjir

*ngicing = ngimpi kencing .. hehehe

rangga berkata:

huahahahhahaa… kenapa kok perasaan gua ini kejadian nyata ya… detil ceritanya, emosi sama settingnya…

itu sial atau dodol ya? hehehe… cheers!

roi berkata:

untung deh nggak ngambil analisa struktur…
mektek IV aja udah ngebuat gw termehek-mehek….

balq berkata:

giling ni postingan. :D :D

ikez berkata:

“dan kodok-kodok pun bergembira menyambut datangnya hujan…”

“dan anak-anak kost pun berkumpul di depan kompor, memasak mi bersama..”

:)

shrugs

Abang GP berkata:

Thank you udah ngebikin panduan bikin blog.
Bagus banget buat gue yang buta HTML codes gini. Tapi pelan2 akhirnya bisa juga.
MEtode trial & error gitu deh. Makasih ya Mas Enda buat tutorialnya.

atta berkata:

hehehehehhehe

asri berkata:

Enda, urang keur dahar yeuh.. (*wakakakakkkk)

Vavai berkata:

Kang Enda langsung bikin postingan after ngimod lha yau…

Teh Nita bisa minggat tuh, :-D

fanny berkata:

mending mana sama “geus nagog ngeunah modol sihoreng euweuh cai” … :p

Alia berkata:

Busyeeett….. akhirnya Enda posting tulisan jorok juga yah hihihhiii

=)

*)Iin berkata:

enda dan nita..makasih ya atas ucapannya :)…gimana nih bebih..udah ketauan jenis kelaminnya ngga ya?..salam hangat dari kami semua di sini buat om enda dan tante nita plus dede beibih ya :)

darilangit berkata:

kadang, jika sedang modol, yang keluar adalah OTAK saya…

jadi yaaa.. begitulah.

(pasrah)

dave collins berkata:

I’ve just come to Indonesia, and as I am mostly on the move I would like to be able to update my blog from my handphone. Do you know if there is a hp in the Indonesian market which will allow me to do this? thanks.

t.w. berkata:

endaaaaaa !! *ilang dah mood sarapan…

riza berkata:

Salam kenal yah Kang Enda.

Aduh eta seratan ngimodna, meni matak asa hoyong marios (punten) bujur wae yeuh. Upami ngipang (ngimpi papang) naon hartosna kang?

riza berkata:

Salam kenal yah Kang Enda.

Aduh eta seratan ngimodna, meni matak asa hoyong marios (punten) bujur wae yeuh. Upami ngipang (ngimpi papang) naon hartosna kang?

dodi berkata:

nda, urang kakara baca nu iyeu. sumpah, mimitina sugan teh serius. pek teh, seurieus.

sayah ampe susah payah menahan ketawa.

Acho berkata:

Memang NGIMOD ini hal yang paling apes dalam kebudayaan Sunda. Herannya setiap NGIMOD, kita pasti dapat menyelesaikan hajat kita dalam mimpi tersebut walaupun kita berusaha terbangun. Tapi ada fenomena yang aneh kalau NGISEUH (Ngimpi Baseuh alias mimpi basah), sesaat sebelum hajat terlaksana seringkali kita terbangun…..

abagong berkata:

memang tidak salah kl tulisan ini di”tribute”kan untuk si girun, karena dialah satu-satunya manusia yang pernah ngimpi modol dan ketika dicabak ayaan!!

cheap recipes berkata:

Wow! This post really opened my eyes. It would’ve been fantastic if the edge hadn’t have run off the screen. I believe it was the image at the top. Merry Christmas!

Leave a comment

Enda Nasution's Facebook profile
TEDIndiaFellows 2009

Twitter Visitors


About this Entry

This page contains a single entry by enda published on December 3, 2004 7:29 PM.

Lari dari kenyataan was the previous entry in this blog.

Pengakuan Seorang Pemalas is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Barack Obama Logo

Join My Community at MyBloglog!

View blog authority

Powered by Movable Type 4.01




Pesta Blogger 2010

I'm attending Pesta Blogger 2010


Global Voices 2010



KoinKeadilan.com Prita



Pesta Blogger 2009



Blog Action Day 2009



Justice for Prita!



100 Days Obama



Support Wikipedia

Wikipedia Affiliate Button