Kita Tidak Harus Bahagia

Hidup ini pendek dan cuma sekali. Manfaatkan sebaik-baiknya. Optimalkan semaksimum mungkin.
Jangan disia-siakan. Ngapain hidup menderita. Ngapain hidup tidak bahagia.
Lakukan yang bisa kamu lakukan. Ambil langkah-langkah untuk berubah.
Karena hidup cuma sekali. Karena waktu kita pendek.
Karena untuk apa hidup kalo tidak bahagia?
Siapa yang ingin menderita? Semua orang ingin bahagia.
Betul?
Betul?
Jadi kita lahir dan ada disini untuk bahagia?
Betul?
Betul?
Kata siapa?
Kata kamu? Kata dia?
Kata Tuhan?
Saya ga ingat Tuhan bersabda: "Jadilah kamu mahluk-mahluk yang berbahagia!", atau "Carilah kebahagiaan ke negeri Cina!"
Apakah Tuhan ingin kita bahagia? Atau cukup sekedar berhamba?
Kalo kamu memang ingin tahu, sini saya kasih rahasia.
Adam dan Hawa tidak hidup bahagia.
Hidup untuk bahagia tidak dimula dari mereka.
Tapi baru jadi kata, saat Amerika Merdeka.
Ya, di tahun 1776, baru 230 tahun yang lalu. Saat mereka menulis, "Life, liberty and the pursuit of happiness" di naskah proklamasinya.
Pursuit of Happiness katanya, adalah hak dasar, hak hidup manusia. Kita harus bahagia kata para founding fathers negara Amerika.
Karena untuk apa kalo tidak bahagia? Karena untuk apa kabur jauh-jauh dari daratan Eropa. Kalo tidak bahagia?
Sebelum itu, manusia tidak harus bahagia.
Sebelum itu, kita tidak berpayah-payah mencari tahta, harta dan wanita yang katanya bikin bahagia.
Sebelum itu, ada nilai-nilai lain selain bahagia, ada cerita lain selain kebahagiaan.
Ada kepahlawanan, ada pengorbanan, ada kematian, ada tragedia, ada romi dan julia.
Karena itu, cuma Ratu dan Raja yang masuk dalam cerita-cerita rakyat.
Karena itu, cuma dongeng yang diakhiri dengan "mereka hidup bahagia selamanya".
Manusia tidak hidup dalam cerita anak-anak. Dan itu dimengerti dengan bersahaja.
Dimengerti bahwa ada yang lebih dari kebahagiaan dalam hidup manusia.
Lalu haruskah sekarang kita mengejar kebahagiaan?
Pantaskah kita mengedepankan hak kita untuk bahagia?
Bolehkah kita beralasan, bahwa kita tidak bahagia dan karenanya...
Sepatutnyakah kita meminta tidak kurang dari kebahagiaan? Dan tidak lebih dari kebahagiaan?
Sebagai seorang wanita.
Sebagai seorang pria.
Sebagai manusia.
Pantaskah? Bolehkah? Sepatutnyakah?
Karena toh hidup cuma sementara. Dan ada banyak pilihan mengangkasa.
Jadi kenapa tidak?
Lagipula.
Apa kalo tidak bahagia?
Mungkinkah cuma hidup sederhana, bersahaja dan berhamba?
Mungkinkah cuma hidup merdeka, pencarian kebenaran dan fakta serta realita?
Mungkinkah cuma istri, anak, suami dan keluarga?
Catatan: Selamat hari kemerdekaan Indonesia ke 61, 17 Agustus 2006. Semoga kita semua selalu bahagia dan merdeka! Jangan lupa nasihat orang bijaksana: Carilah kebahagiaan ke Amerika! :D



MERDEKA!!!...eh salah
BAHAGIA!!
Selain tidak harus bahagia, ternyata kita juga tidak harus merdeka lho...
Tidak mengapa terus menerus di jajah barat dengan segala baratismenya, ataupun dijajah arab dengan segala arabismenya...
Yang penting kan masih bisa cari makan, masih bisa sekolah, keluarga sakinah dan hidup tentram!
M E R D E K A ?!!
termasuk juga tidak perlu bahagia dan merdeka meskipun dijajah bangsa sendiri :)
Jadi ingat dulu, seorang Sensei saya yg Prof emeritus di bidang Energi pernah nulis buku ttg kebahagiaan, dan selalu menyertakan rangkumannya di awal setiap kuliah yang beliau pegang.
Bahwa hidup bahagia itu punya empat tingkatan...
Tingkat pertama, adalah dalam keberhasilan perjuangan meraih kepuasan yang setinggi-tingginya.
Kedua, adalah dalam usaha mempertahankan kepuasan tersebut.
Ketiga, (uh, apa ya, lupa, kira-kira) adalah dalam menyadari bahwa ketika mencapai puncak tertinggi, akan paling sakit kalau jatuh, sehingga mulai mempertimbangkan penanggulangannya, dan memilih capaian kepuasan yang sedang-sedang saja.
Keempat, yang paling mulia, bahwa kebahagiaan itu adalah dalam ketidakbutuhan akan memuaskan diri.
Dalam hal ini, puas tidak selalu berarti bahagia.
Btw, saya cukup setuju kalau surga itu digambarkan sebagai taman penuh buah-buahan, lah di Pasar Minggu saja saya sudah sangaaat bahagia menemukan manggis dan jambu... (why couldn't I share this kind of happiness to my friends... sigh)
bahagia itu pilihan...
Ya silahkan kalo mau "berusaha bahagia", memenuhi hak pursuit of happines. Tapi dengan cara apa ? Mengejar prasyarat cukup berbahagia yg ditentukan masyarakat, harta tahta wanita ? Atau menyusun sendiri kriteria bahagia menurut keinginan masing-masing ?
Setuju sama firman, bahagia itu pilihan :D.
#5,
bukannya punya pilihan itu yang membahagiakan? :)
Selamat merdekaa.. selamat berbahagia! :)
may all beings live in happiness :)
Merdeka
tapi yang jelas kita sudah 61 tahun merdeka. BAHAGIA!
eh... udah 61 tahun ternyata ya.....
Merdeka!!
Kebahagiaan itu ada didalam hati. Bener kata Firman Firdaus. bahagia itu adalah pilihan.:D
Merdeka!
maybe i'm not happy, but the least i can say that i am content. (paulo coelho)
Merdeka! :D
Tanpa mengurangi rasa kagum kita kepada para Pahlawan yang telah berkorban untuk 'kedaulatan' NKRI, sebenarnya kita belum sepenuhnya merdeka. Yang ada adalah "Mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain". Yang ada adalah pemindahan kekuasaan dari penjajah mancanegara ke penjajah dari negeri sendiri. Karena tidak ada pemindahan kedaulatan tetapi pemindahan 'kekuasaan'.
Toh sama saja. Semua mencari kemerdekaan dan kebahagiaan dimanapun dia berada.
good piece. rgds.
Kebanyakan orang bunuh diri karena nggak kesampaian mau hidup bahagia. Makanya kalau mau menghindari bunuh diri, janganlah pasang target untuk bahagia. Jalanin aja sekenanya .. hehehe
Selamat Berbahagia bagi yang baru melangsungkan perkawinan ;P
Selamat Sentosa negara Indonesia. Sekarang sudah masuk kategori "manula"
Enda, disini juga sulit cari kebahagiaan. Paling kebahagiaan di dalam keluarga kita, yakni di rumah :D
hidup bahagia = selalu legowo,sak madyo,ora ngongso
MERDEKA....!
Happiness is JUST a mind set,
my friends..
apakah kita selalu berusaha untuk bahagia? TANYA KENAPA!
There is no way to happiness, happiness is the way.
Percuma mencari kebahagiaan karena cuma kitalah yang menentukan kita bahagia atau tidak.
Jadi kenapa harus bertanya kita harus bahagia atau tidak? Cuma kita sendiri kok yang menentukan kita bahagia atau tidak...
Jadi pilih bahagia atau tidak? Saya sih pilih bahagia :)
bahagia, bahagia, bahagia, bahagia, bahagia, bahagia, bahagia, bahagia, bahagia, bahagia, bahagia, bahagia, bahagia, bahagia, bahagia, bahagia,
judulnya agak mengganggu, tapi tulisan ini sangat bagus!
tidak semua orang mampu hidup bahagia, tapi tujuan hidup seharusnya adalah menjadi bahagia.
hidup bahagia!!
Apa sih definisi bahagia ?
Bahagia = Kaya ?
Bagi saya Bahagia = Relativitas.
Ketika lulus SMA, saya merasa bahagia, meskipun nilai pas-pasan.
Ketika naik bemo ke sekolah, saya merasa bahagia.
Menurut saya perasaan bahagia pasti dimiliki setiap orang, namun sulit diukur dengan materi.
merdeka! waktunya lomba makan karung... hehe :D
Catatan: Selamat hari kemerdekaan Indonesia ke 61, 17 Agustus 2006. Semoga kita semua selalu bahagia dan merdeka! Jangan lupa nasihat orang bijaksana: Carilah kebahagiaan ke Amerika! :D
------------------
Bahagia ada dimana-mana .. Nggak perlu ke Amerika !!!!!
apakah kita benar2 sudah MERDEKA? (dalam perspektif individualistik, kedaulatan ekonomi, politik dan budaya)
Bahagia = nggak perlu usaha untuk bisa bahagia
gue bahagia kalo gue nggak harus nurunin sepeda gue yang digantung di depan unit berat banget!!!
gue juga bahagia kalo celana panjang gue yang kepanjangan nggak diiket sama mahluk-mahluk ajaib di sekitar gue...
cuman, bener juga kata firman firdaus (nomor 5), waktu sepeda gue digantung, celana panjang gue diiket, gue memilih untuk tetep bahagia... kekekekekekek...
jadi???? hedop bahagea laaahhhh!!!
Bahagia itu harus mas, itu hak setiap orang. Yang tidak wajib adalah sebab-musabab bahagianya. Orang nggak harus punya duit banyak atau istri semlohai utk bahagia karena dengan menyadari bahwa kita masih hidup saja sudah cukup modal utk merasa bahagia. Jadi, bahagia itu wajib hukumnya karena terkait dengan rasa syukur, tapi ketentuan untuk bahagia bebas saja ditentukan masing-masing individu.
Apakah tuhan bahagia? kunjungi http://dihantuituhan.blogspot.com
kalo menurut saya bahagia itu kuncinya pada diri sendiri, jadi tidak perlu harus jauh-jauh ke amerika.
meskipun kenyataannya saya kadang-kadang tidak bahagia tapi kita harus selalu optimis, pasti bahagia :)
Bahagia itu RELATIF... kalau JELEK itu MUTLAK :D
Bahagia = Freedom of Your Mind
Nice blog, i'll link to this blog on mine.
richboy
----------
Profit4You.Blogspot.Com
ngono yo ngono, ning ojo ngono.resep bahagia:bahagia kok ada resepnya? :)
kita mungkin bisa lebih bahagia (nugie)
Bagaimana kalau sebaliknya? Haruskah kita menderita di dunia ini?
kebahagian itu sifatnya relatif. Setiap orang mempunya makna sendiri - sendiri tentang arti kata kebahagian. Ada orang bahagia karena dapat uang 25 000 000. ada orang bahagia dapat istri cantik. ad orang bahagia dapat jabatan yang tinggi. ada orang bahagia kalau bisa bertemu dengna tuhan. ada orang bahagia kala orang tersebut harus bisa membahagiakan orang lain. dan lain - lain makna bahagia. yang penting apapun namanya kita tetap harus bahagia, meskipun awalnya ya memang kita tidak bisa bahagia. Nabi Adam dan Hawa sendiri awalnya juga tidak bahagia karena diusir oleh Allah dari surga. dlsb, dlsb. wallahu alam bishowab.
menurutku, justru kita harus bahagia
gw share yg lain ya nda..
krisis bahagia, phew..
bahagia?????up to u're self...me???of course happy donkkk...
aku bahagia sekarang, gak tau ye kalo besok, tapi kyknya aku bakal bahagia terus karena punya keluarga dan teman yang sangat aku sayangi, gak penting deh hal-hal yang laiiiiin
Saat kamu lahir, kamu menangis, dunia gembira.
Isilah hidup ini sedemikian hingga saat kamu mati, dunia menangis, kamu gembira.
wait...wait...!!
too many ??
i don't have answer for all of those questions..
Seringkali ketika kita rela untuk tidak bahagia, malah membuat diri kita menjadi bahagia....