Kita Beda (Mbe jeung Kuda)
Dalam tatanan sosial, prinsip equality atau egalitarianism adalah salah satu prinsip penting di jaman modern ini. Prinsip inilah yang jadi dasar pijakan demokrasi bahwa semua orang dianggap sama, punya hak yang sama (satu suara) dan tidak boleh dibeda-bedakan.
Tidak boleh ada diskriminasi berdasarkan agama, ras, jenis kelamin atau apapun. Tidak ada kelas dalam masyarakat, tidak ada kasta seperti di India. Semua orang sama.
Nice isn't it? :) Kamu mungkin akan berargumentasi bahwa hal diatas cuma dalam teori dan banyak praktek yang tidak sejalan dengan teori itu. Mungkin.
Yang lucu, baru gue sadari, bahwa dalam tatanan pribadi, teori equality atau kesamaan itu bukan saja mungkin tidak dipraktekkan, tapi bahkan salah sama-sekali.
We are totally differentiates people that are around us. We discriminate, there are no egalitarianism rationale when we are talking in the individual level.
Coba kamu liat di sekeliling kamu ada siapa aja? Bukankah adalah sebuah kenyataan bahwa kita selalu meng-assign rating hubungan kita pada setiap orang?
Kita mengkelas-kelaskan orang-orang disekeliling kita. Ada yang kita deket ada yang jauh, ada yang sahabat, ada yang kenal gitu-gitu aja.
Temen, yang namanya temen, ada temen rumah, temen kantor, temen sekolah, temen lama, temennya temen, temen maen, temen blog, temen ceting dan seterusnya, dan seterusnya.
Bahkan dalam kelompok yang namanya keluarga pun kita membuat kelas-kelas. Ada yang namanya ayah, ibu, adik, kakak, ISTRI, mertua, kakak ipar, adik ipar, paman, bibi, keponakan, keluarga deket, keluarga istri, keluarga jauh, keluarga jauh banget, keluarga ga kenal :)
Dan bukan saja kita membedakan dan membagi orang-orang di sekeliling kita pada kelompok-kelompok, kita juga memperlakukan mereka berbeda, kita mendiskriminasikan mereka berdasarkan kedalaman atau kedekatan mereka pada kita.
Contohnya, gue cuma have sex sama istri gue aja (atau ama pacar gue dalam kasus lain) dan itu special, khusus gue bedain buat istri gue aja. Karena dia BEDA.
Gue cuma curhat sama temen gue si A dan B aja, bukan aja karena mereka emang enak di curhat-in tapi juga karena mereka yg paling tahu gue dan paling gue percaya, gue ga curhat ama orang lain lagi, misalnya.
Dan seterusnya, dan seterusnya.
Kalo rate-nya 1-10, maka si A buat gue adalah 8, si B 4, si C mungkin 6.5 dst.
Kita bahkan bisa membuat All Time Top 10 List of the Most Important Person In My Life berdasarkan penilaian ini.
Di jaman Internet, direct connection dan dunia-maya-everything-goes ini, social network seperti Friendster got it wrong.
Bukan berapa banyak (kuantitas) temen di list kita (di dunia maya dan dunia nyata) yang penting, tapi justru berapa dalam dan berarti (kualitas) hubungan kita dengan temen-temen itu.
Feature penting ini yang seharusnya ada dari awal di Friendster, fitur dimana kita bisa membeda-bedakan orang disekitar kita, me-rate orang berdasarkan tingkat penting tidaknya orang tersebut pada kita, dan kita pada orang itu.
Karena kita ternyata memang membeda-bedakan orang walau bagaimanapun para pejuang persamaan hak ingin menyadarkan bahwa semua orang sama.
Jangan percaya kalo ada yang bilang kita ini SAMA! Egalitarianisme adalah mitos di level individual.
Kita masing-masing beda (mbe jeung kuda, mbe dicangcang, kuda dipecut, cangcut) dan berbeda untuk orang lain.
Dan sambil sama-sama kita pikirin kenyataan ini serta mempersiapkan email protes ke Prenster mari sama-sama kita tulis Top 10 List orang penting kita tadi yuk heheh. :D



Eh bisa ya add kuda di friendster?
peace... peace...
om..om..itu kalo tentang kesamaan hak dalam demokrasi dion (dionweblog.blogspot.com)
ngasih pendapat yang bagus...intinya sih sama..tiap orang beda.
btw friendster beberapa hari ini lagi ngadat ya?
yup. seperti nara sumber memperlakukan reporter; untuk yg deket kapanpun mesti ngangkat hp; kalo masih junior kaya' aku... wah.. mesti siap2 sabar sekarung :)
orang sih biasanya ngatur prioritas.. jadi ada pengkotak kotak an :)P
orang penting juga agak tricky. orang penting utk emosi beda dengan orang penting utk minjem duit atau nyari kerja misalnya. ada 2hal penting disini: 1. identitas 2. jarak sosial antar identitas. Persepsi individu thd kedua hal itu yg menentukan "penting".
individu memang beda, tapi perbedaan ini bervariasi tergantung dari identitas. perbedaan antara org bandung dan ciamis beda dengan perbedaan antara orang banten dan swedia. org yg sama2 anggota sebuah grup sosial mungkin lebih mirip daripada yang tidak.
dlm konteks ini pernyataan setiap orang beda lebih ke perbedaan "strength of ties". juga hal tricky utk menentukan rank orang penting itu (dlm hal ini menentukan strength of ties)
hehehehe....menarik...alus posting maneh
What happened to our innocence-
Did it go out of style?
Along with our naivete'-
No longer a child
Different eyes see different things
Different hearts beat on different strings
But there are times
For you and me
When all such things agree.
*** Rush - Different Strings ***
erly, search dong, ini alamat emailnya kuda@yahoo.com hekhekeh
rommy, thanks rom, sudah tak liat hehe.. tiap hari juga ngadat itu si prenster :)
aduh kenapa ratna dicuekin sama sapa? :D
bener son, terutama yg emang bentuk orangnya kotak! :D
bener rob penting juga beda, yg top 10 itu yg all time-nyah! :D hehe bisa jadi penelitian di columbia tah, lain koneksina deui, tapi kualitas koneksi nah hekehkeh.. salam ka om duncan-nya, urang jadi penelitina hheheheke.. :D
ho ho ho om lacsar different strings? right on! :D
Sekalipun egalitarianisme bertumpu pada "equality", http://en.wikipedia.org/wiki/Egalitarian , variannya sangat luas dari komunisme sampai liberalisme.
Saya sendiri tidak setuju "equality" diterjemahkan sebagai "kesamaan", melainkan "kesetaraan." Jadi kita tidak sama satu dengan yang lain, namun hak dan martabat kita sebagai manusia setara.
pertanyaan sederhana: kenapa harus sama? Keinginan untuk 'menyamakan' selalu melahirkan "constraint" (dengan alasan 'kebersamaaan') dan melahirkan konsep2 abstrak seperti komunisme , demokrasi dan lain-lain.
Kenapa tidak semua perbedaan itu dianggap sebagai suatu wacana yang harus diapresiasi dan dijadikan kekayaan yang hanya dimiliki orang manusia?
Kenapa ya?
suggestion: pan di prendster bisa diganti derajat setting-an nya bukan, kalo dirimu cuman mau di-akses sama 'orang2 tertentu ituhhh' hehehe.. btw kenapa nda, kebanjiran fans ya hehehe
haha! this is a very nice post! gua juga jadi nyadar banget :D heheh kita memang kelompokin semua-muanya, soalnya kalo gak di kelompokin suka susah man heheh...
contohnya aja waktu gua dateng ke indo thn lalu, trus gw ngerasain banget gimana susahnya buat mempersatukan all the family of my dad sama all the family of my mom. Walaupun kita kumpul sama2 makan di Bale Air, tapi...keramah tamahannya jadi laen dan pokoknya suasananya jadi laen deh! ibarat mempersatukan masalah past time lalu yang berasal dari dua pihak kluarga yang selalu cekcok.
Adalagi, gua ketemuan sama webloggers bogor neh, kbetulan hari itu mau ketemu si ridha (ridha99.blogspot) di Shinta billy, disitu ada temen gue, cewe, temen real gua yang udah lama. Trus...waktu gue ketemuan sama dua orang itu tuh rasanya seperti berada di tengah-tengah antara dunia real and net serius kalo temen gue yang cewe itu kaga ngerti sama sekali bahan omongan yg gue ceritain sama si ridha karena tuh cewe kaga ngerti blogworld, dan sebaliknya, si ridha bakal nggak ngerti kalo gue sama si tuh ce ngomongin masa-masa SMA kita, dll dsb...
so? mau nggak mau kita juga scara sadar en gak sadar kelompokin orang-orang di sekitar kita :D ibarat ada air, udara, api dan langit. Hehehehehe (apaan sich? :D )
Dalam hal ini, prenster kalah ama Orkut ya.. Di Orkut kan temen bisa dikasih rate sampe 5 apa 6 level gitu lo..
Tapi angger we, sayah mah maen prenster aja.. hehehe. :)
Nah itu tadi oom amal :), di level individual, hak dan martabat manusia justru rasanya tidak setara. Buat saya misalnya, ada orang2x yg punya hak lebih dan juga martabat lebih dari yg lainnya.. (nah lo hehe)
Hmm boy, kenapa harus sama karena kayaknya manusia hopelessly jatuh cinta sama yang namanya adil dan itu sepertinya bisa dipenuhi dengan berasumsi dasar bahwa manusia pada dasarnya sama. :D
Kiki diakses iya, tapi bukan itu masalahnya. Masalahnya adalah justru yg udah di list kita. Kita harusnya bisa ngasih derajat hubungan kita sama friends di list kita itu. Ini ternyata (diingetin ama nita) bisa dilakukan di ORKUT ini social networking juga, tapi membershipnya by invitation only hehe
Hehe, iya echa, jadi emang kita ini sukanya ngebeda-bedain orang ya :D
Iya hon, fiturnya lebih lengkap ya orkut hehe.. ayo sapa yg pengen minta di-invite, gue ma nita sih udah ikutan hihihi
endaaa, invite gue di orkut dong! hihihi si mamatz katanya waktu itu udah invite tp sampe skarang ko lom dpt email orkut ya hicks :(
hahaha baca komen nya erly hayang seuri pisan :)
btw nda... adit loh yang ngasih ide ttg testomoni gua buat enda, khusus untuk line terakhir...
oh iya gmn rasanya pake sabun 'itu' ??? ;) ada efek samping ???
Nice thought! Soal ngebeda2in itu udah lazim. Waktu SMA dan kuliah kalo diperhatiin, terjadinya kelompok-kelompok gaul yah karena adanya pengkelas2an teman. Tapi gw setuju sama amal yang bilang equality itu lebih berarti 'kesetaraan' daripada 'kesamaan' karena tidak pernah akan ada kesamaan, la wong tiap manusia diciptain beda-beda, kok!
Anyway, selama ini jadi pembaca pasif aja. Salam kenal, gw dulu SMA 3 juga, budak Geteks. O ya, Boleh gak aku taruh link ke blog ini di blog kami selagi masih dalam proses pindahan...:D
beda sih pasti. cuma kalo gue bilang 'all time' itu juga gak mudah. soalnya perspektif waktu untuk 'all time' juga relatif banget. misalnya, nita 10 th yang lalu kan belum yang terpenting buat lu ;)
apalagi untuk bikin rangking. membuat sesuatu yang kualitatif jadi kuantitatif? bukan keahlian gue banget itu :p
ehm... ngomongin prenster, pada dah tau belum ibu mega ikutan prenster juga ?! kalo' beliau harusnya dikasih urutan ke berapa, nda ? :D
duuh pada ikutan frenster yach.. kapan yach aku ikutan.. :(
nda, gw pikir egalitarianisme memang bukan suatu konsep yang bisa dibawa ke dalam pola pikir individu. bukankah konsep tsb muncul ketika mengkaji society? makanya rada lieur kalo mo nyari konsepnya dlm bdg kaji psikologi.
hubungan antara egalitarianisme dan individu hanya bisa ada kalau kumpulan individu2 dikaji dlm suatu struktur masyarakat. artinya kajiannya kudu di level society, bukankah?
jadi kalo ada kesetaraan, yang dimaksud adalah kesetaraan posisi individu dlm masyarakat dihubungkan dengan struktur politiknya.
hi echa, udah kan ya ikutan orkutnya? :)
ninit, itu fikssiiiiii :D
hi boss, nah ya itu, kayaknya justru dalam tataran pribadi, kesataraan itu juga mitos, karena pasti ga setara jadinya, misalnya antara istri elu sama temem elu, kan posisinya pasti ga setara kan? kan? hehe :D gimana geteks masih suka kumpul? hehe
neenoy, iya yg all time list mkn baru 100% valid kalo kita udah mau mati banget kali ya hehe.. jadi bisa dievaluasi all timenya gettooo :)
hi t.w. ibu mega di prenster? gabung di milis prenster ga? :D
imponk, nunggu apa buat ikutan? tanggal muda ya? hehe :D
nah ya itu dod, ternyata itu baru saya sadari setelah selama ini, dan jadi lucu karena ga ada guru atau dosen yg bilang atau menekankan bahwa kesetaraan dalam tataran komunitas dan individu ternyata bertolak belakang :)
kalo kata temen "we are unique, just like anyone else" :)
kalo liat di kamus, unik kan artinya beda dgn yg lainnya... :D
Numpang ngomong ye...menurut saya kesetaraan bukan atau tak mirip mitos...adalah suatu tujuan yang ngga harus atau ngga bisa sepenuhnya diraih (100 %)namun diharapkan bisa terwujud menjadi suatu keserasian (keadilan)dalam kemajemukan, beda adalah anugerah & misteri ... bukan dicari jurangnya.
matur nuwun
maneh nambah bulu teu?
karna embe jeung kuda itu beda maka demokrasi ada, heheh
Mbe dan Kuda sama. Sama-sama mamalia :)
Kita ada kesamaan dengan orang lain, tapi ada perbedaan juga. Gua sama enda sama-sama cowok, tetapi beda berat badan misalnya. Enda lebih gendut :P (nebak aja, hehehe...)
Gua jadi ingat salah satu bab dalam Dunia Sophie. Sophie disuruh minum sirup warna merah (atau biru?)dan Sophie tiba-tiba bisa menyadari tiap detail benda-benda yang bisa dia lihat, dia bisa menyadari tiap keunikannya. Ketika Sophie meminum sirup satunya lagi, Sophie merasa semua benda dan orang-orang terasa menyatu. Semuanya sama.
Nda,ini mah kata mas Immanuel Kant :
'men are equal in dignity because of their capacity for moral choice....'
budak geteks mah masih sering ngumpul, nda... mo titip salam?
bang Enda, gue kan belum comment apa-apa kok udah dijawab yah di no.7 hehehe..
mungkin mau balas commentnya si Roi yah.. :)
hehe...kudu dirangking yah nda. Mestinya ada level kenalan,teman,sahabat
prazz, iya paradoks ya, kalo setiap orang unik, berarti sama dong hehe :D
hi sangs, maksud saya kesetaraan jadi mitos ketika kita berada di tataran pribadi, karena seperti posting diatas, ketika kita ngomong di level pribadi, ternyata masing2x orang kan jadi ga setara :)
dhit gue tau ini pertanyaan penting dan punya peran crucial dalam perputaran energi kosmos, tapi gue ga ngerti he he he
sepakat bagja heheh
gombang, mbe dan kuda mamalia? begitu juga kita. :D sophie pernah disuruh sirup merah/biru? NEO JUGA PERNAH DISURUH MILIH PIL BIRU ATAU PIL MERAH hehe :D
lucu nih bineng mengutip Kant, abis asalnya posting sebelumnya (yg ga jadi di publish abis lieur) juga ngutip kant, kant dan john stuart mill :)
hei boss, ngumpul dimana? hehe.. sayah mah paling suka ceting aja sekali-kali ama odjo
ho rommy2 (hehe), roi itu namanya juga rommy :)
ucok, minimal dikelompokkan lah :D anyway, fitur itu ternyata di orkut ada.
GESTALT PRAYER
(fritz perls)
i do my thing and you do your thing.
i'm not in this world to live up to your expectations.
and you are not in this world to live up to mine.
you are you and i am i.
and if by chance we find each other,it's beautiful.
if not,it can't be helped.
Geteks ngumpul dimana? wah gelap, nda...soalnya gw gak ikutan sih, jauh...hehehe. ID-nya Odjo apaan? cetting di YM?
Penasaran juga liat blognya Bang Enda ... ya iya lah .. masa kita memperlakukan dosen sama ama perlakuan kita ke temen akrab ... bisa-bisa dikasih E...
Menuntut "penerimaan dan persahabatan" emang manusiawi tapi kalau ekspektasinya berlebihan bisa jadi sering kecewa. Alih-alih "meminta" lebih baik kita "memberi". Kita harus ngerti kalau seseorang itu gak cocok ama kita, bukan salah kita kok (orang yang sensitif suka ngerasa bt), kita cuma beda (seperti mbe dan kuda). Nah berikanlah "pengertian" kita. Jadikanlah kebahagiaan kita bersumber saat kita "memberi" bukan karena kita “diberi”.
Ini dari David De Angelo, pengarang Double Your Dating :
Hubungan tidak seperti investasi, jika kau ingin lebih banyak, kita harus memberi lebih banyak. Tetapi itu akhirnya tidak akan sia-sia, karena cinta, perhatian, humor, dan kesenangan, tidak seperti uang. Jika kamu memberi lebih banyak, tidak akan habis, malah kamu akan merasakan lebih banyak (dengan memberi untuk orang lain). Kebahagiaan itu dirasakan saat memberi, bukan menerima.
Nah ... mulailah dengan memberi pengertian, o dia itu beda, gak cocok ama kita, nah kebahagiaan kita adalah saat kita bisa mengerti. Dengan demikian kebahagiaan kita ada di tangan kita, kalau kebahagiaan kita ada ditangan orang lain .... siap-siap bt.
salman ngomong naon sih maneh? heheh
TOTALLY AGREE!!!
Tapi kadang susah juga untuk melakukan itu di friendster. Ada temen SMA yang tetep request (padahal udah tiga kali gue reject) karena dulu gak kenal2 bgt . Ya sudahlah, yang penting kita tahu siapa saja orang yang pantas kita sebut 'teman'.
wah, kayaknya ini bisa dijadikan masukan buat SOHIB.COM nih, saya juga merasakan hal yang sama.
Bila akan berkolaborasi dengan sohibku yang kebetulan ngedaftar duluan (sehingga ada di list paling bawah), susahnya minta ampun, mesti memfilter dulu :(
Jangan lupa daftar di http://sohib.com, dan add enda .. hehehe :p
oh iya, kang nda, saya mau nambahin, kalau embe bisa naek kuda, tapi kayaknya kuda engga bisa naek embe..
tes komen, bisa ga ya, dari kmrn rusak kayaknya
Tuhan pun membedak-bedakan manusia koq ada yang masuk surga ada yang masuk neraka