Catatan dari Asia 21 Summit
We built this city, we built this city on rock and roll! —Starship
Seperti yang gue tulis dalam post terdahulu, minggu lalu gue mendapat kesempatan diundang untuk hadir dalam Asia 21 Young Leaders Summit di Seoul, Korea.
Summit 3 hari yang diorganisir oleh Asia Society dan bertempat di Shilla Hotel, Seoul ini berjalan lancar dan sukses. Perjalanan gue dari Bangkok ke Seoul juga alhamdulillah lancar tanpa halangan maupun rintangan apapun, kecuali kejadian sempat menghilangnya teman seperjalanan dari Bangkok yang orang nepal yang ditahan 45 menit oleh imigrasi Korea.Karena waktu yang mepet, gue ga sempet jalan-jalan banyak di Seoul. Jadi selain acara jalan-jalan summit ke Korea House yang disuguhi sama Korean Cultural Performance dan sessi Karaoke buat semua peserta yang mengakibatkan momen-momem memalukan, gue cuma sempet jalan-jalan beberapa jam ditemenin Hary Devianto yang sedang PhD di SNU beserta istri sebagai penunjuk jalan, di kota Seoul yang lumayan dingin (10-14ÂșC) tapi cantik dihiasi pohon-pohon cherry kekuningan.
Di bawah ini beberapa catatan pendek tentang Korea, Seoul khususnya dan apa yang gue dapet dari Asia 21 Summit:
- Para peserta summit terdiri dari mereka yang sudah established dari berbagai latar belakang. Ada beberapa anggota parlemen muda dari Filipina, India, Pakistan, Australia, Singapura dan New Zealand (politisi). Ada anggota militer, sutradara, jurnalis, pemilik perusahaan, pengacara, NGO activist, mantan student activist, pengusaha muda, akademisi, ekonomis, medical doctor, researcher, saintis, googler turn buddhist monk dan bermacam latar belakang menarik lainnya (termasuk blogger hehe). Berada di antara para highly accomplished individuals ini aja adalah sebuah pengalaman tersendiri. Sangat menyegarkan melihat gimana mereka ngomong dan berinteraksi sama mereka, berkenalan dan cerita tentang diri kita masing-masing. Dan bagaimana satu sama lain bertuker ide, menyumbangkan opini sesuai dengan background dan pengetahuan mereka masing-masing it’s truly amazing. One cannot help to feel optimistic tentang masa depan umat manusia berada di antara mereka. Membuat kita berpikir ketika begitu mudah kita menemukan kesamaan antara kita dan orang lain, tapi di lain sisi manusia jugalah yang membuat kerusakan dan menimbulkan penderitaan diantara kita.
- Penyelenggaran summit berlangsung lancar dan menarik, kudos to Asia Society dan para sponsor baik hati yang menyelenggarakan konferensi ini. Kehadiran Korean VIP’s seperti PM dan Mantan Presiden-nya juga tentu memberi bobot lebih tentang pentingnya event ini bagi para peserta dan bayangan gue untuk publik Korea juga.
- Young dalam Young Leaders itu sendiri berarti relatif disini. Kebanyakan peserta berumur di akhir 30an atau awal 40an dan masih masuk dalam kategori “muda”. Gue mungkin salah satu dari peserta yang paling muda.
- Amerika dan belahan dunia barat menghabiskan banyak resource dan memberikan posisi penting bagi mereka yang ahli dan menguasai landscape belahan dunia lain. Mereka yang ahli di bidang finansial, budaya, politik untuk daerah Asia seperti Jepang, Korea, China, India. Apakah mereka yang duduk di pusat-pusat research dan studies, para koresponden asing yang ahli di masing-masign negara ataupun mereka yang tinggal di dua dunia (pernah mengenyam pendidikan di barat atau orang asia yang kelahiran barat/amerika) berperan sebagai jembatan dan pemasok informasi ke Amerika/Barat. Ada sejenis kehausan Amerika/Barat terhadap informasi dari Timur dan belahan dunia lain. Yang mengherankan adalah, yang sebaliknya tidak terjadi. Jarang kita melihat ada seorang pakar Indonesia yang ahli tentang Amerika atau Eropa misalnya. Dan kalaupun ada kita tidak menempatkan dia setinggi posisi counterpart nya di sana.
- Gue sempet jadi panelis di session yang membahas tentang Citizen Journalism dan Blogging. Dua hal yang berbeda, sayang waktunya ga banyak, karena sebenarnya topik ini bisa jadi konferens sendiri. Jadi menurut gue session itu lebih tepat dikatakan sebagai introduction to blogging for young leaders. Karena terus terang masih banyak yang belum kenal bahkan belum tahu tentang apa itu blog. Karena hal itu pula maka menyenangkan berada disana dan menerangkan apa itu blog dan apa yang bisa dilakukan tentang blog, tapi IMO session itu sendiri kurang menyangkutkan blogging dengan topik besar summitnya sendiri yaitu Shaping Asia Pacific: Challenges and Choices, terutama sebagai untuk para leaders. Pendapat gue sendiri, Internet dan Blogs (tanpa keraguan) adalah hal besar in the near future yang akan merubah banyak lanskap region ini.
- Korea, Seoul khususnya (40% populasi Korea tinggal di Seoul!) sendiri luar biasa untuk dilihat. Sudah sama dengan negara maju lainnya. Tingkat ekonomi tinggi dan harga-harga mahal (makan di restoran 10,000 won = Rp 100,000 per porsi) tapi ini juga berarti mereka tidak mendapat kesulitan mengkonsumsi barang-barang bermerek dari barat. Nike, Hermes, BMW, DVDs, CDs, softwares, games, semua dalam jangkauan ekonomi mereka. Tidak ada masalah dengan pembajakan karena tidak perlu, dan karenanya tidak ada masalah dengan hak cipta pula. Dan karenanya lagi, market yang menarik untuk dunia. Luar biasa mengingat semua ini dicapai hanya dalam kurun waktu 50 tahun! Ini ditambah dengan nasionalisme Korea yang tinggi sehingga mereka lebih suka mereka dalam negri, Samsung (ternyata yang bener dibaca Samsong), Daewoo, Lotte, LG yang juga merek-merek kelas dunia. Korea juga hidup dalam alam demokrasi sebenarnya setelah sempat berada di bawah kekuasaan diktatorial, dengan mantan presiden pemegang Nobel Perdamaian dan Sekjen PBB sekarang yang berasal dari Korea, pantas aja mereka bangga dengan pencapaian negaranya. Saingan Jepang nomor satu ini bisa diperdebatkan apakah Korea lebih baik atau tidak. Di Korea tidak ada gempa dan ancaman tsunami di Korea, tapi memang ada ancamam Korea Utara. Dari Hary, gue juga baru tahu bahwa standar jam kerja mereka (minimum!) dari jam 9 pagi hingga jam 10 malam! Ini luar biasa, buat gue kalo jam kerja begitu lama, ngerjain apa aja? :D
- Delegasi Indonesia memiliki tempat sendiri di summit itu rasanya. Pertama kayaknya banyak yang jadi pembicara panelis kedua ngetop waktu karaokean bersaing sama delegasi Filipina. Delegasi Indonesia terdiri dari Pak Anies Baswedan mantan Ketua Senat UGM ini baru pulang Amerika tahun lalu sekarang menjabat sebagai Direktur Risert The Indonesian Institute. Pak Daniel Budiman dari Mahanusa Capital. Meutya Hafid, anchor Metro TV News yang mengalami peristiwa penculikan di Irak. Tentunya ga banyak yg bikin Meutya takut sekarang ini hehe. Mbak Lia Sunarjo GM-nya Young & Rubicam Ad Agency di Jakarta. Mbak Veronica Colondam pendiri Yayasan Cinta Anak Bangsa yang bergerak di bidang pencegahan narkoba. Mbak Christina Lim dari Harita Securities dan Pak Sandiaga Uno ketua HIPMI dan juga pendiri Saratoga Investama Sedaya. Nice to meet and know you all, keep in touch! :)
- People I met. Sadanand Dhume, orang India yang tinggal di NY sekarang bisa bahasa Indonesia. Mantan koresponden Indonesia untuk Far Eastern Economic Review, bukunya tentang radikalisasi Islam akan terbit. Shugo Yanaka dari Jepang, fellow di Matsushita Institute of Government and Management, nice guy yang ternyata seorang DJ/Penyiar radio di Tokyo dan ketika gue tanya, kamu ngetop dong di Tokyo dia jawab “iya” :D. Gilbert Remulla, anggota kongress Filipina, dari dia gue baru tahu kalo di Filipina ada batasan masa jabat anggota DPR/MPR, jadi ga bisa terus-terusan. James Gomez, kedua kali ketemu setelah di Manila, blogger yang juga politisi oposisi Singapura yang tinggal di Swedia dan menghadapi tuntutan hukum di Singapuranya sendiri. Pak Dokter Piya Hanvoravongchai dari Thailand, ahli di bidang Public Health Policy, kandidat doktor dari Harvard. Max Erdstein, mantan Global Advertising Manager-nya Google, sekarang jadi pendeta Buddha, banyak menghabiskan waktu di Jepang dan Thailand. Kalo ga salah termasuk 25 orang pertama yang kerja di Google yang artinya beliau kaya raya sekarang. Jaykumar Menon, Indian-American, besar di Amerika sekarang membangun usaha Bio Fuel, pernah ke Indonesia juga. Madison Nguyen, mbak keturunan Vietnam ini adalah salah seorang anggota badan legislatif untuk kota San Jose, California. Major Dennis Eclarin, kalo ngeliat tampangnya ga nyangka kalo dia ini tentara dengan combat experience. Mendapat didikan di West Point dia juga memiliki usaha sendiri di bidang Micro Finance. Menurut dia sendiri, setelah sering ngebunuhin orang, dia mikir gimana caranya berkontribusi juga, hasilnya perusahaan dia itu yang ngasih kredit untuk rakyat kecil. Gen Kanai orang Jepang yang besar dan sekolah di Amerika, Business Development Director-nya Mozilla Foundation untuk Asia, seorang blogger dan fellow internet freaks hehe. Banyak lagi orang yang gue ketemu disana, terlalu panjang untuk ditulis semua kayaknya. :)
- Ada beberapa kritik tentang Indonesia, terutama dari Sadanand yang gue sempet ngobrol lumayan panjang beberapa kali. Menurut dia Indonesia akan menjadi lebih baik di tahun-tahun kedepan tapi akan tertinggal di belakang negara-negara tetangga. Selamat tinggal pada label keajaiban ekonomi yang dipegang oleh Indonesia sebelum masa krismon. Pengagum Gus Dur dan dekat dengan beberapa tokoh budaya Indonesia ini juga berpendapat ada bahaya dalam kondisi Indonesia kita orang tidak lagi bebas mengungkapkan pendapatnya. Menurutnya society dapat melepaskan potensinya secara maksimum ketika terjadi kondisi dan situasi dimana orang dapat berpendapat (betapapun subversif, atau “berbahaya”nya) tanpa ancaman dan intimidasi fisik atau bahaya terhadap jiwa. Dia terus terang menggambarkan dirinya sebagai orang yang pesimis melihat kondisi Indonesia sekarang, sesuatu yang menurut gue justru tidak tergambar dalam artikel terbarunya tentang Indonesia yang terbit di Wall Street Journal bersamaan dengan kunjungan Bush ke Indonesia berjudul “Indonesia’s Promise” (bisa dibaca disini). Silahkan berbeda pendapat, memegang opini masing-masing dan bawa ke meja diskusi, tapi upaya untuk melenyapkan pandangan yang berbeda dan menutup diri terhadap perbedaan, di bidang apapun, budaya, politik, agama, seksualitas, teknologi dan sains hanya akan membawa masyarakat ketertutupan dan kejumudan yang berujung pada ketertinggalan, menurutnya. Tradisi, budaya dan penghormatan pada pendapat yang berbeda serta kebebasan untuk mengungkapkannya adalah nilai berharga yang harus dijaga.
Dalam point yang satu ini gue setuju dan sepakat dengannya dan karena itu juga gue sangat yakin akan peran penting blog di abad ini sebagai sarana berekspresi dan bertukar ide untuk mempertahankan kebebasan tadi.
Sori panjang, mudah-mudahan ada manfaatnya sharing ini untuk gue dan untuk teman-teman semua.
- Foto-foto di Seoul dan Asia 21 Summit di akun Flickr gue: Asia 21 Seoul Set
- Foto-foto Asia 21 Summit di akun Flickr-nya Gen Kanai
- Blognya Asia 21 Summit Blog

















pertama!
karena perbedaan kita maju
postingannya panjang :-) Anyway, sebagai anak muda memang sudah pada tempatnya apabila kita bisa belajar memahami perbedaan yang ada antara kita, bukannya malahan berantem kayak bapak2 di DPR :-D
iya, jgn sampe kalah sampe negara tetangga…paling nggak benerin negri sendiri dulu deh…
Saya pernah punya kesempatan untuk bertemu dengan Pak Sadanand beberapa tahun lalu.
Memang Bapak itu sangat prihatin / tertarik dengan berbagai kenyataan paradoks di Indonesia.
pak, aku ada blog yang dibuat bareng temen temen aku tolong kasih saran ya!
www.ramahbandung.wordpress.com
klo punya friendster tolong add aku ya
replai dulu
baru baca
panjang euy
Selamat, karena sudah kembali ke rumah dengan selamat!
asyik kok bacanya :)
…asyiiik banget bacanya Nda-sangat mencerahkan!Selamat kembali bermain dg Gala.
young leader?enda? hmm..
pada seminar Global Youth Enterpreneurship di Hyatt kemarin, Mr. Tonny Cheng mengusulkan pengertian atas youth/young sebagai:
they who are being chased by boys or girls or someone between..
dari sini, aku paham. enda memang masih dikejar-kejar sama homok. mangkanya dia dikategorikan muda. hihihi
summit untuk para young people dan sesepuhnya
he.he.
He is an elite!!
Excellent! I feel envious!
Sorry I’m crazy.
Allah Akbar!
Boycott Japanese goods and capitals!
nanti di jakarta bikin konferensi membahas “jurnalisme warga kampung gajah” alias elephant village citizen journalism.
masak sih mereka belum pada ngerti blog?
mampir…
kunjungan harian.. :)
Yahoooo….. akhirnya berani nunggEng :)
Hahaha…bangga juga gua punya salah satu temen penjahat kampus yg jadi Asia young leader (kirain waktu jaman kuliah dulu ikut acara2 begini gw udh gak merasa layak dipandang young, ternyata ada juga yg target groupnya lbh toku lagi).
Anyway, keep up the good work man..!
Kuya Can! :P
Kalaupun banyak yg belum mau nge-blog dikalangan young leaders, mungkin itu cuma masalah waktu. Atau, mereka masih ragu-ragu untuk berdiskusi dan menulis di blog yg kurang menghasilkan penghargaan secara komersial.
Btw, thanks buat ucapannya. Enda itu blogger dan penuh care. Memang banyak blogger, tapi banyak yg egonya terlalu tinggi, dan itu bukan Enda.
Sekali lagi thanks buat atensinya.
perbedaan itu tidak untuk disamakan… tapi untuk dimengerti asal-usul dan dijembatani…
cape kali kang, kalau terus-terusan ngeliat perbedaan…
ttg blog…
kan blog membantu kita mengekspresikan apa yang kita lihat, rasakan dan pikirkan…
tapi jangan sampai berhenti disitu, karena kudu tetep blajar komunikasi langsung :)
Wah makin cerah nih bintang si abang hehehe…
wah …
seru banget, kpn ya gue bisa ??!
:) :) :)
luar biasa….!!! * kok sampai skrg blum ada yg ngundang aku ya… :p
“Young dalam Young Leaders itu sendiri berarti relatif disini.”
kekekekekekek… gitu ya, nda? :P
btw, gue juga pengen tuh ikut yang begituan. kayaknya enak ya, nda?
kapan yah gue diundang?
“merubah”?
slaha fokus
ga usah jauh2 kita ama malaysia aja kalah jauh….padahal dulu malaysia impor guru dari INDONESIA….tanya kenapa???? emang org sini yg bikin geleng2 kepala…..udah males penginnya apa-apa murah terus….tambah ada bantuan2 bukannya makmur sejahtera malah tambah males!!!! ini bukan amrik bung…. disana org kl dpt bantuan dr pemerintah malu….kl di kita dapat bantuan malah seneng…..enak kan ga kerja dapet duit…duit…duit
young leaders, keren banget kedengerannya
bikin young leader versi indonesia keren juga kali yah… ayo dong kita coba