Apakah Blogger = Jurnalis?

| | Comments (40)
blogger-journalist.jpg
"Freedom is just Chaos, with better lighting" --Alan Dean Foster

Beberapa jurnalis Indonesia ngeblog dan menggunakan blognya sebagai media pribadi seperti Atta, Roi, Saljudiparis, Hera, Dodi, Windede untuk menyebut beberapa diantaranya.

Ridwan Sanjaya dan Budi Putra juga rajin memposting kembali tulisan mereka di media ke blog milik mereka sehingga dapat diakses online.

Sedang jurnalis yang lebih senior seperti Farid Gaban dan Andreas Harsono juga memiliki Blog. Mas Yosef Ardi dengan Indonesia Today-nya adalah fenomena lain lagi. Di blog-nya, hampir tiap hari, dapat ditemukan posting baru tentang dunia bisnis dan politik Indonesia, dengan kekayaan informasi menyaingi atau bahkan lebih dari media tradisional.

Di sisi lain, ada juga blogger yang kemudian postingnya di republish di media, seperti Pak Priyadi dan Mas Amal dengan Direktif-nya yang dapat ditemukan tulisannya di Detikinet.

Blogger lain yang menurut saya tidak kalah dalam soal menulis dan melaporkan diantaranya seperti Jay, Imponk dan Hericz dengan posting-posting yang kaya informasi, bahkan sering menjadi rujukan layaknya seorang jurnalis profesional

Blogger yang jadi jurnalis. Jurnalis yang ngeblog.

Tidak semua blogger adalah jurnalis dan tidak semua jurnalis adalah blogger.

DAN tidak semua jurnalis yang punya blog, ngeblog. Sebagian hanya memindahkan (atau mengkoleksi) tulisan mereka saja di blog tersebut.

Walaupun begitu, mungkin ga salah kalo ada bagian yang bertindihan antara apa yang Jurnalis lakukan dan apa yang dilakukan oleh Blogger. (Apalagi jurnalis berasal dari kata latin diurnalis yang artinya daily atau pembuat jurnal? blogger dong hehe)

Yang membedakan tentu Jurnalis dibayar untuk menulis dan melaporkan. Sedang blogging (minimal sampe sekarang) masih merupakan labour of love tanpa imbalan materi. Jurnalis juga punya perlindungan hukum dan kejelasan hak serta kewajiban yang lebih jelas.

Walaupun begitu blogger punya kebebasan untuk menulis hanya yang kita mau dan kita suka, tanpa tanggung jawab melayani audiens atau pemasang iklan manapun. Kemerdekaan yang mana tentu tidak dimiliki oleh para jurnalis yang bekerja pada sebuah media.

Blogger juga, khususnya di Indonesia masih bertanya dan meraba aturan dan kelaziman yang bisa dilakukan, terutama tentang mahluk belum jelas yang namanya kebebasan bereskpresi.
 

Saya sendiri bukan seorang jurnalis dan belum pernah berprofesi jadi seorang jurnalis, walau selalu ikut dalam media sekolah, Majalah 3 waktu di SMA 3 Bandung dan Boulevard ITB saat di kampus dulu. Tapi jangan cari tulisan saya dulu disana, rasanya ga ada hehe.

Reporting rasanya kurang cocok buat saya, kalaupun ada cita-cita yang ingin dicapai yaitu jadi kolumnis tetap, seperti Goenawan Mohamad, almarhum Umar Kayam atau ya, Carrie Bradshaw :p

Karena tidak pernah jadi jurnalis itu maka saya jadi tertarik ingin tahu, apa yang dipikirkan oleh para jurnalis tentang blog.
 

Kebetulan, 3 hari kedepan, dari Rabu (19 April) minggu ini hingga Jumat (21 April) saya mendapat undangan untuk hadir di Conference on Free Expression in Asian Cyberspace, di Manila, Filipina.

Konferensi yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Press Alliance (SEAPA) yang judul lengkapnya: "Free Expression in Asian Cyberspace: A Conference of Asian Bloggers, Podcasters, and Online News Providers" ini dari program acaranya dijadwalkan akan membicarakan tentang kasus dan pengalaman kebebasan berekspresi di negara-negara Asia, hak dan kewajiban media online (blogger termasuk?) juga Technical Workshop yang berkaitan dengan isu diatas.

Kebetulan saya ketemu dengan direktur dari SEAPA yg berkedudukan di Bangkok ini saat Global Voice Summit di London, Desember kemarin. Dan atas rekomendasi dari Global Voice juga, jadinya dapat undangan dengan tanggungan tiket dan akomodasi selama di Manila.

SEAPA sendiri didirikan oleh 5 organisasi jurnalis di Asia Tenggara, 2 diantaranya dari Indonesia yaitu The Alliance of Independent Journalists (AJI) dan The Institute for Studies on Free Flow of Information (ISAI). Semoga nanti bisa ketemu dengan orang Indonesia yang lain, yg berangkat dari Indonesia. :)

Konferensinya sendiri akan dilakukan di gedung pertemuan Asian Institute of Management di Makati, Metro Manila.

Mudah-mudahan ketika pulang nanti banyak informasi, pengalaman, ilmu dan tekhnik baru tentang jurnalisme yang bisa dibagi dan digunakan oleh para blogger, khususnya blogger Indonesia.

Atau minimal foto-foto deh hehehe.
 

40 Comments

Samuel berkata:

wah ke AIM, deket greenbelt dong, bisa jalan jalan dan blanja blanji dong....oleh oleh dong ha ha ha....

Wah gimana yaa caranya supaya gue bisa dapet undangan gratis plus akomodasi seperti ini :D

yosef ardi berkata:

He3, Enda tau aja. Kalo saya seneng ngeblog karena kebebasan lebih besar. Kebetulan saya sedang tidak ngurusin redaksi, lebih banyak riset, jadi lebih luang ngurusin blog...nah, repotnya saya udah dapat tiga somasi dari konglomerat...ada juga yang lapor ke dewan pers, dan lucunya pemegang saham di kantor saya (yang gak ada hubungannya)juga kena...itu yang mengasyikkan, walaupun gak ada duitnya...he3. Bravo Enda

Dhika berkata:

:), jadi maksudnya mau woro2 dapat akomodasi kumplit buat ngadirin tu konfrens nih kang?...

johan berkata:

kalau acuannya media tradisional (koran dsb) ... blogger agak sulit dikategorikan jurnalis karena hasil karyanya tidak melalui proses editing pihak lain (dewan redaktur). Lalu blogger itu khan tidak terikat dengan periode penerbitan, kadang ada yang di update sehari sekali kadang setaon sekali. Kalau media tradisonal khan wajib punya pakem tertentu untuk hal satu ini

Jay berkata:

Jurnalis itu profesi, blogger itu gaya hidup.

yang penting gaya!

Syl'v berkata:

setuju bgt ama Jay, blogging is life style.

nando berkata:

yaah, jelas beda-lah, oom. Kalo Jurnalis itu mikirin oplah,sementara Blogger itu mikirin uneg-uneg atau ketertarikan dirinya sendiri tentang sesuatu. Makanya sering kejadian, jurnalis itu hanya menulis artikel berdasarkan satu narasumber, tanpa melakukan kroscek dengan narasumber yang laen. Soalnya kalo dikroscek, beritanya jadi basi (inget hasil wawancara Roy Suryo di Aryaduta tentang Priyadi? Klo dikroscek ke Priyadi,jelas jadi berita basi).
Jadi, jurnalis memiliki batasan, sementara blogger tidak. Kalo keduanya menulis artikel yang bertema sama, isi dan kesimpulan yang didapat sering berbeda

JaF berkata:

Buat saya mah blogger lebih hebad dari jurnalis. Nggak perlu diatur2 sama editor, nggak mikirin oplah, dan dijamin selalu up to date..

Priyadi berkata:

walah kurang ajar! nyebut gua "pak" tapi nyebut om amal "mas"

andry berkata:

Some are blogging for money. Jadi profesional blogger juga.

Buat gw, blogger dan jurnalis (dan juga kolumnis) hanya beda aspek sosial saja. Grassroot vs Mainstream.

hericz berkata:

Harapan saya, dimasa yang akan datang semakin banyak posting wajah saya bisa semakin ganteng.

Maklum, gak kuat mau operasi plastik.

bag berkata:

wah, tadi pas ceting itu sudah ada posting ini belum ya?

mungkin telat. tapi blogger bisa juga = jurnalis. keduanya sama-sama melaporkan: peristiwa, minimal isi pikiran dan sikap. blog, karena tak ada suntingan, sensor dan seterusnya, justru menjadi media yang jauh lebih bebas dan bisa lugas menyampaikan reportase.

lita berkata:

Blogger dan jurnalis yang baik punya kesamaan: sama-sama memikirkan pembaca.
Blogging bisa obyektif, seperti jurnalis juga bisa subyektif.
Ngga beda-beda amat ya :)

ridwan berkata:

Jurnalis juga rocker eh.. blogger :-) ...menunjukkan fungsi blog begitu hebatnya... :-)

gagahput3ra berkata:

gw rasa blogger lebih enak deh daripada jurnalis. Abis gak ada pemred yg marah kan kalo tulisan kita jelek? Jadi mengenai bagus/jeleknya tulisan jadi beban moral untuk penulis. Jadi blog=latihan kepemimpinan diri sendiri

jeff berkata:

blog itu manusia, jurnalis itu profesi manusia.

rendy berkata:

#10 pak priyadi, mas amal...

bener kok...salah sebelah mana ?

kaboor

Ajeng berkata:

#10 Loh pak sama mas lebuh dulu yang mana ? ops

Memang kalau melihat tulisan para pakar Blog kadang saya minder loh tapi karena my blog is my diary online jadi tetep aja ngeblog .. Keep on blogging geto loh cos The Greatest Love of Blog

isnaini berkata:

Saya jurnalis. Saya juga blogger. Tapi, biasanya, yang saya tulis di blog beda dengan apa yang tulis di media saya. Saya tidak ingin hanya sekedar copy-paste. gak kreatif

Azil Adi Permana berkata:

cuma mau nulis, AZIL WAS HERE...........

Alia berkata:

Labour of Love... bener banget nih! =)

Amal berkata:

Hehehe... seperti mau melepas Enda berangkat hajian. Minta doa dan cium tangan.

Selamat jalan, Kang.

Jay berkata:

nice post... :D

Iman berkata:

Enda, salam kenal...Saya ada workshop ke BKK next May, bisa ketemu gak ya sama Bapak Blogger Indonesia...Sudah kirim ke email Enda, tapi belum ada jawaban :-) Hiks...

Syahrani berkata:

gooood luck :)

kere kemplu berkata:

bagaimana dengan blog ini dan bloggers di dalamnya: http://www.usatoday.com/blog-index.htm ? labour of love atau lantaran assignment ya? :D

rizali berkata:

niat nge-blog buat lempar ide & share cerita ama teman. eeehhh, sibuk malah blog nggak jalan :-D

H.A.Z.E.T berkata:

Serupa tapi tak sama..lah kalo jurnalis nggak bisa di protes (secara langsung paling tidak ada jeda) sementara kalo Blog bisa langsung di protes..setuju..tidak setuju...atau abstain(?), intinya blog bisa dikatakan sebagai komukasi berbagai arah sementara jurnalis satu arah ini yang membuat blog menjadi media masa depan dimana si penerima informasi tidak hanya menerima informasi tetapi dapat juga menghasilkan informasi ...tapi Bang..? Ah sudahlah....

dodi berkata:

gw mah jadi blogger dulu baru jadi jurnalis. dari "merdeka" menjadi terikat, mkhuhukhukhuk.

dari pengalaman itu, sementara ini gw menyimpulkan: jurnalis membuat berita untuk membentuk opini (publik) dan mempengaruhi kebijakan publik. terikat pula dengan prinsip cover both sides dan lain-lain.

sementara blogger mem-posting (yang adalah faktor terpenting. Nita: 2003. apa 2002? lupa gw, Nda!) berita yang sudah tercampur dengan opini itu. keluarannya bisa mirip: harapan adanya perbaikan pada sistem (apapun). misalnya, menyoal billing matrixnya Indosat sinyal kumat itu.

kalo blog engga membawa opini, setidaknya bagi gw, rasanya akan hambar. mending baca koran atau detikdotcom.

tentunya jangan lupa, banyak pula blogger yang sekadar bercerita. eh tapi "sekadar"? engga juga sih. bagaimanapun juga, cerita sehari-hari punya unsur-unsur politis, walau intrinsik. toh penulisnya hidup dalam sistem politik juga heheh. refleksi dari itu, tentunya, berharga pula untuk dimaknai.

argh. bikin komen panjang amat sih.

oh ya, posting konferensinya jangan lupa ya! minimal foto-foto, lah. jangan foto lu lagi lu lagi dong. udah apal pisan beungeut maneh mah, Nda. Ahmad Dhani tea atuh khuauahkkauh..

:P

enda berkata:

foto-foto ya ada di flickr gue hehe

astrid berkata:

hmm...kadang", karna dah bosen sama berita yang berat", sebagai jurnalis kita malah pengen ngeblog yang ringan dan lucu aja...=)

dimazzzzz berkata:

saya nanti pengin nyoba jadi jurnalis tapi latihannya di blog dulu gitu loh om! :D

Jauhari berkata:

Minimal bisa COMMENT di BLOG :D

windede berkata:

kalo saya, pengalaman sementara ini: blogger = tiket gratis untuk dapat guide ketika berkunjung ke kota lain atau negeri lain hihihi....

ario dipoyono berkata:

sori... cuma pengen ikutan aja biar rame...:-D

Rudy berkata:

Blog bisa jadi ajang buat promosi ide, dan 'dulu' promosi diri he he. Atao kayak bang Enda bisa jadi buat promosi bangsa..(kita tercinta). Bang kasih tips lagi dong biar blog bisa laris (he he dulu pas awal ngeblog dah dikasih bang enda d, tp kyknya perlu obat kuat baru nih)

geblek berkata:

doh punya blog jarang di isi gimana neh om

budiw berkata:

pak enda, anda juga termasuk dalam daftar blogger yang ingin saya temui pak!

--budiw

aboutmiracle berkata:

Salam...
wah saya bingung mau ngisi perkenalan dimana. Nama mas Enda sudah sering saya dengar, tetapi baru ada rizki mampir blognya kali ini. Salam perkenalan ya mas.Perlu banyak belajar nih dari mas Enda ;)

Leave a comment

Twitter Updates


    About this Entry

    This page contains a single entry by enda published on April 17, 2006 1:37 PM.

    Happy Birthday Mama was the previous entry in this blog.

    Mensyukuri Kebebasan - Beberapa Catatan dari SEAPA Conference di Manila is the next entry in this blog.

    Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

    Barack Obama Logo

    Join My Community at MyBloglog!

    View blog authority

    Powered by Movable Type 4.01