Trust but verify

Percaya, pada prinsipnya, tapi ditelusuri, dikawal, kalau bahasanya kawan-kawan sampai betul-betul kejadian dan jadi kenyataan.

Frase, “Trust, but verify” ini dipopulerkan oleh Ronald Reagan di tahun 1980an dalam negosiasi dan diskusi soal nuklir dengan Soviet Union, di jaman itu.

Asalnya? Justru dari bahasa Rusia, Doveryai, no proveryai (Russian: ???????, ?? ????????), artinya ya diatas tadi, pada dasarnya kita percaya, tapi apa artinya percaya kalau kenyataan bisa bicara lain.

Kita percaya Jokowi punya judgement dan komitmen untuk membawa Indonesia terus maju, bersama-sama, adil untuk semua pihak.

Itu berarti apapun konsekwensi politik, apapun kompromi yang harus dilakukan, kepentingan utama tidak boleh jadi korban. Trust, but verify.

Itu berarti komitmen pada pemberantasan korupsi, hak-hak masyarakat sipil, penggunaan sumber daya alam, kebebasan berbicara, sistem demokrasi dan rasa keadilan publik jangan pernah mundur, apalagi berbalik. Trust, but verify.

Itu berarti juga melihat bahwa ada rasa yang mengganggu dan kekhawatiran akan kuasa yang semena, yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena untuk apa berpanas-panas di jalan kalau bukan karena peduli? Trust, but verify.

Karena ada yang bersorak senang kalau negara ini gaduh, karena ada yang tertawa-tawa kalau ada korban yang jatuh, karena ada yang bernafsu kalau pemerintah gagal dan mengaduh.

Jangan jadi bodoh karena takut, jangan setia karena ikut-ikut. Trust, but verify.

Salaman Asian Games 2018

Enda Nasution - Jokowi - Asian Games 2018Tahun nya, tahun 1962, Presiden nya Soekarno, Asian Games nya, adalah event yang baru ke 4 kali nya. Dan tuan rumah nya adalah Indonesia.

Negara yang baru merdeka 17 tahun ini waktu itu berani berkiprah di kelas Asia. 17 negara ikut berpartisipasi dan 1,460 atlit berkompetisi.

Sejak itu, 56 tahun kemudian, Indonesia mengalaminya masa naik dan turun, pasang dan surut, gelap dan penuh harapan, ga ada yang menyangsikan bahwa kita adalah bangsa yang besar, secara harfiah maupun kiasan, tapi seringkali kita lupa.

Kita kadang sibuk sendiri, sibuk dengan masalah sendiri, padahal dunia melihat kita, mencontoh kita.

Tahun ini, 2018, presiden nya Jokowi, Asian Games akan kembali ke Indonesia, akan ada 45 negara dan 15,000 atlit yang berpartisipasi.

Ada 3 maskot #asiangames2018 nanti.

Ada BHIN BHIN seekor burung Cendrawasih (Paradisaea Apoda) artinya strategi, mengenakan rompi dengan motif Asmat dari Papua.

Ada juga ATUNG seekor Rusa Bawean (Hyelaphus Kuhlii) mewakili kecepatan, memakai sarung dengan motif Tumpal dari Jakarta.

Dan ada juga KAKA seekor Badak Bercula Satu (Rhinoceros Sondaicus) melambangkan kekuatan, memakai pakaian tradisional dengan motif bunga khas Palembang.

Indonesia akan kembali jadi sorotan dunia. Tapi kali ini, kita bukan hanya harus membuktikan, bahwa kita sekelas raksasa-raksasa Asia lainnya ke seluruh Asia, kita harus juga bisa membuktikan pada, diri kita sendiri, pada orang Indonesia sendiri, bahwa kita memang siap kembali lagi ke panggung internasional!

Oya, selain 3 maskot itu, ada dua orang lagi di foto, yang sedang salaman itu Pak Presiden Jokowi, dan satunya itu lagi saya.

Dan nama 3 maskot tadi kalau digabung jadi apa? (tahu ga? ehuehuehue)

#SukseskanAsianGames2018

Why Instagram add Instagram Stories

Instagram Stories will eventually be Snapchat for the masses. Easier to understand and your social network is already there. 

Vine already become irrelevant because Instagram Video, will Snapchat be too? 

Why Instagram do this? No. of post photos and more user interactions. While now average Instagram user probably post 1-2 photos daily, Stories encouraged users to post more without worrying what their followers think.

More Posts -> More Interactions -> More Time Spent on App -> More Money

However I still don’t get this whole “ephemeral” thing (your Instagram Stories posts will only last for 24hrs) why not give an option to make it permanent and post it to public?  ???