Sepuluh Tahun Memiliki Blog

“The best time to plant a tree is ten years ago. The second best time is now.” –Proverb

Gue lupa bagaimana memulainya, bagaimana untuk bisa posting lagi. Rasanya sudah terlalu lama meninggalkan blog ini sehingga kekikukkan itu muncul saat hendak mengisinya lagi. Seperti email yang lama tidak terbalas, masih perlukah untuk dibalas? Atau sang pengirim pun sudah lupa akan emailnya dan email yang baru dibalas ini hanya mengingatkan pada kelalaian kita yang lama tidak membalasnya?

Itu juga kenapa sebabnya posting untuk menandai tahun ke 10 ini pun terlewatkan beberapa minggu.

Tanggal yang tepat ulang tahun ke 10 blog ini adalah di tanggal 26 September kemarin. Di tanggal itulah, 26 September, 10 tahun yang lalu gue mulai ngeblog dengan sebuah posting sederhana yang bisa ditemukan di sini: Post Pertama

Dan sejak itu, the journey begins.

A journey of a thousands miles begins with a single posting.

Terlalu banyak perubahan yang terjadi dalam 10 tahun terakhir ini. Man, 10 tahun yang lalu, rasanya seperti sebuah jaman yang sepenuhnya berbeda.

Gue belum nikah, sudah lulus kuliah, baru bekerja, 10 kg lebih ringan. Lagi lucu-lucunya.

Belum punya anak, belum punya istri, belum ngapa-ngapain, belum kemana-mana, belum kenal siapa-siapa. Dots itu belum ter-connect satu sama lain.

Hidup masih lebih sederhana, walau sudah agak2x pelik sedikit. Hehe.

Sejak saat itu. Banyak hal yang terjadi karena blog ini. Lebih tepatnya, semua terjadi karena blog ini.

Blog ini sudah mengirimkan gue ke London, Seoul, Manila, Doha, Mysore, Kualalumpur, Bangkok, Washington DC, St. Petersburg, St. Louis, Seattle, San Francisco, Santiago, Bonn. Yogya, Aceh, Ambon, Pontianak, Medan, Padang, Malang, Solo, Sampit, Palembang, Lombok, Bali, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Palangkaraya, Makassar. BBC, Al Jazeera, CNN, New York Times.

Mengajak gue ke berbagai undangan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Mengulurkan mic agar gue bicara di berbagai seminar, training, workshop, diskusi.

Mempertemukan gue dengan banyak kenalan. Menganugrahi gue dengan banyak teman dan sahabat. Menyodorkan banyak kesempatan.

Arusnya mengalirkan gue ke tempat dimana gue berada sekarang.

Dan arusnya akan mengalirkan juga ke tempat dimana gue akan berada nantinya.

Blogging juga, rasanya lebih mudah ketika dulu dilakukan. Masih tanpa lidah yang kelu atau rasa yang malu-malu. Masih dengan waktu yang belum dijatah atau tulisan yang patah-patah.

Tinggal di Bangkok, Thailand dari 2002-2007 juga memberi banyak ruang untuk ngeblog. Tinggal di luar negri biasanya begitu. Apapun jadi menarik untuk diceritakan. Dan apapun jadi menarik untuk dibaca, karena yang kita temukan biasanya bukan hal yang biasa.

Waktu komuter 3 jam tiap hari pulang pergi, rumah-kantor yang harus gue tempuh membantu banyak. Belum ada Twitter atau smartphone juga membantu banyak, karena selama 3 jam itu biasanya gue abisin untuk membaca, banyak hal.

Ngeblog di luar negri juga memberikan jarak mental dari apa yang terjadi di sekeliling kita. Tidak ikut ribet dengan masalah-masalah negara, masalah-masalah orang lain. Hidup adalah sebuah liburan panjang dari kenyataan saat itu, dan karenanya asyik untuk di blogkan. Dan itu yang terjadi.

Praktis, sebenarnya gue udah ga ngeblog, seperti sebelumnya gue ngeblog, sejak tahun 2007, sejak saat gue kembali ke Indonesia.

Nita belum di wisuda dan hampir selesai dapat gelar Doktornya, Gaga sempat kita tinggal sama neneknya di Bandung beberapa lama. Gue kerja di Jkt, Mamanya di Bangkok.

Dan ketika Nita sudah lulus dan balik ke Indonesia pun, masih banyak hal yang harus diselesaikan.

Gak kebayang kalau dipikirin sekarang. Uang pas pas-an, belum ada kendaraan, rumah masih numpang. Masalah diselesaikan satu demi satu.

Ngeblog jadi hal yang terakhir untuk dipikirkan. Sebagian karena ga sempet, sebagian karena malu, dan sebagian besar lagi karena merasa gue menjalani hidup yang sama di sini, apa yang membuat gue lebih sehingga gue punya sesuatu untuk diberikan? Apa yang gue tahu yang pembaca blog ini ga tahu?

I was stuck.

Sering gue ngerasa dan pengen nulis buat gue sendiri lagi. Semau gue. Sesuka gue. Seinget gue.

Karena dengan begitu mungkin gue bisa ngeblog tanpa pretensi lagi. Ngeblog bisa jadi fun lagi.

Jadi inilah proposal gue hari ini untuk diri gue sendiri: mulailah ngeblog lagi untuk diri gue sendiri.

Tanpa harus peduli dengan basa basi atau kata-kata yang serasi. Atau juga mata lain, yang mencari kisi-kisi.