Konflik

conflict.jpg

_Pick battles big enough to matter, small enough to win. –Jonathan Kozol_
Kalo kamu ga ada kerjaan wiken ini, gue saranin untuk membaca buku yang judulnya “The Naked Ape”:http://www.amazon.com/gp/product/0385334303/102-9272347-0764914?v=glance&n=283155. karangan Desmond Morris. _Highly recommended and amusing reading_, The Naked Ape yang ditulis tahun 1967 dan bercerita tentang Manusia (dengan M besar) dari sudut pandang seorang _zoologist_.
Dari banyak hal yang menarik di buku tersebut, satu topik meloncat dari halaman buku dan nempel di kepala gue. Topik tersebut adalah tentang anatomi konflik yang dihadapi oleh sang “kera telanjang”.
*Desmond Morris* menulis bahwa CUMA ada dua jenis konflik di _animal kingdom_ yaitu jenis *konflik teritorial* dan *konflik hirarkikal*.
Karnivora yang hidup di dataran luas, seperti singa, macan, dan serigala _hanya_ memiliki jenis konflik teritorial sedang primata, seperti monyet, kera, simpanse, gorila dan keluarganya _hanya_ memiliki jenis konflik yang berhubungan dengan hirarki di kelompoknya atau hirarkikal.
Manusia, sebagai keluarga primata yang meninggalkan pepohonan dan hidup di dataran terbuka serta mengadopsi gaya hidup karnivor memiliki _kedua_ jenis tipe konflik tersebut sekaligus.
*Konflik teritorial* adalah jenis konflik yang paling umum dan sudah berlaku sepanjang sejarah. Perang antar negara mempertahankan daerahnya [teritorinya] adalah contoh jelas dari jenis konflik ini.
Jenis konflik ini dan perilaku manusia sehubungan dengan teritorinya sangat tertanam dalam. Itu mengapa kita memagari rumah kita dan mengapa konsep “rumah” adalah sesuatu yang penting. Bandingkan dengan komunitas kera yang selalu bergerak dari satu tempat ke tempat lain.
Bayangkan tipe konflik ini ketika kamu dengar preman saling meng-[_claim_] teritori mereka.
Hal yang sama juga terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Konflik teritorial terjadi dalam bidang kepakaran dan ilmu. Seorang insinyur tidak seharusnya berbicara tentang politik karena itu bukan bidangnya. Sebaliknya pakar politik merasa gerah kalo seorang lulusan teknik sipil bicara politik.
Bayangkan tipe konflik ini kalo nanti kamu dengar kalimat-kalimat: “Ini urusan saya, kamu jangan ikut campur”. “Militer ngurusin militer dan sipil harus diurus sipil” dan _”Untuk mu agamamu dan untuk ku agamaku.”…_
Kekuasaan atas satu area atau teritori jadi sesuatu yang sakral, _worth fighting for_, _bahkan worth dying for._
 
*Konflik hirarkikal* ([_tolong polisi EYD bener ga nih hirarkikal? hehe_]), adalah sumber konflik yang kedua. Setiap sistem primata memiliki *mahluk dominan* di dalamnya. Dalam kelompok simpanse atau kera _the big bad hairy chimp_ punya paling banyak akses ke _chimp babes_ tapi dia juga yang bertanggung jawab atas keselamatan kelompoknya.
Begitu juga pada manusia, hirarki adalah sesuatu yang intrinsik dalam kehidupan kita. Ada mereka yang dominan dan ada mereka yang tidak begitu dominan dalam masyarakat kita. Ada kelompok yang dominan dan ada kelompok yang suka bermain kartu domino.
Kalo dominasi dalam komunitas kera didasarkan pada otot, maka dominasi di sistem manusia didasarkan pada beberapa hal. Kadang otot, kadang otak, kadang umur (senioritas) tapi *umumnya uang*….
Konflik tipe ini terjadi ketika ada yang melawan struktur hirarki yang sudah ada. Ada kera-kera muda yang coba-coba ngetes kekuatan sang kera dominan.
Dalam kehidupan manusia, konflik tipe ini umumnya terjadi ketika seseorang bingung atas “tempatnya” di masyarakat, _hence_ istilah “tidak tahu diri” atau “ngelunjak” lahir.
Pengetahuan atas hirarki manusia ini makanya *jadi penting*. Siapa yang harus dihormati, siapa yang diatas, siapa yang dibawah.
Kera mana yang dominan, bagaimana menempatkan diri, bagaimana berbicara, bahasa apa yang harus digunakan ke “atas” ke “bawah” jadi sesuatu yang dipelajari dan diajarkan oleh kita pada anak-anak kita.
*Potensi konflik hirarkikal* juga besar terjadi ketika sebuah komunitas menerima anggota baru, karena sang _new member_ kemungkinan besar tidak tahu “posisinya” di komunitas yang baru.
Untuk meminimalisir konflik karenanya dibuatlah *ritual-ritual perkenalan* dengan sebab utama agar para anggota baru bisa mengenali siapa-siapa kera dominan yang harus ditakuti sehingga proses adaptasi bisa berjalan lancar.
*Ritual perkenalan* inilah yang kita kenal dalam berbagai istilah, dari sekedar perkenalan, orientasi, OSPEK hingga… “Nungging”:http://wiki.id-gmail.info/Nungging.
 
Dan kemudian tentu ada kombinasi diantara dua konflik diatas. Bukan saja kita masing-masing memiliki “teritori” kita sendiri, tapi kita jadi sering _concerns_ dengan posisi teritori kita sendiri dibandingkan dengan teritori lainnya.
Rangking antar negara, negara mana dengan korupsi tertinggi. Rangking antar kota, mana kota yang terkotor. Rangking antar universitas, mana yang paling bagus. Semua ini adalah hasil kombinasi perilaku teritorial dan hirarkikal.
Kita [sebagai sebuah teritori] jadi *terobsesi* dengan posisi kita [hirarki] di semua bidang.
Di sisi lain, tidak banyak yang kita tahu bagaimana _menghadapi sebuah konflik_ ([_kecuali bagi mereka yang pernah mengalami “management by conflict” hehe_]) yang harusnya umum diajarkan sejak SD. Yang banyak adalah ajaran tentang _mehindari konflik_, padahal sepertinya konflik bisa juga berguna dan mendewasakan kita.
 
*Di tahun 2005*, rasanya begitu banyak konflik yang kita dengar dan bahkan kita alami sendiri. Dari yang kecil dan remeh hingga yang besar dan mengambil korban nyawa. Antara manusia dengan manusia dan antara manusia dengan alam.
Gue pribadi tidak banyak mengalami konflik dalam kehidupan sehari-hari, _kayaknya kebanyakan konflik yang gue alami terjadi kedalam. Dengan diri gue sendiri._
Banyak hal yang gue syukuri terjadi di tahun 2005, Gala lahir di bulan April, _joining the thirty something club_ di bulan Juli. Makin tua dan makin dewasa mudah-mudahan. Dan juga mudah-mudahan makin bijaksana menghadapi dan tidak lari dari konflik dalam kehidupan.
Dua minggu ke depan, Insya Allah lancar, kita sekeluarga bakal ada di Bandung, ada rencana ke Jakarta juga. Mudah-mudahan bisa ketemu sama temen-temen di Bandung dan Jakarta, _keep watching this page for the details hehe_. :p
_Perjalanan pertama “Gala”:http://enda.goblogmedia.com/laporan-sukacita-telah-lahir.html ke “tanah kelahiran” papa dan mamanya. :)_
Perjalanan untuk kenal, biar Gala tau posisinya dalam struktur hirarki komunitas yang namanya *keluarga* dan mulai merasa memiliki bahwa dia juga punya _claim_ atas teritori yang namanya *Indonesia*. πŸ™‚
 
*UPDATE: BANDUNG 11 JANUARI*
Sudah tiba dan menikmati beberapa hari hujan kota Bandung :p
Nomer untuk dihubungi: 0818 0925 3522

  • Could you write another article about this topic because this post was a bit tricky to comprehend?

  • Wah telat ya gw…tapi no conflict, no solution…heheheheh
    Salam dari Multiply-er Jawa Timur

  • kalo ngga ada konflik…ngga asyik…hehehe..salam dari banda aceh

  • Wah asik asik bener bener KONFLIK deh

  • Bang Enda, setelah membaca artikel ini saya merasa ada yang kurang! Tapi akhirnya kekurangan itu telah terjawab dan saya menuliskannya di:
    Konflik by Enda (or Desmond Morris?)
    Sekedar untuk menambah wacana.

  • wueh.. dah balik ke tanah air yah… selamat deh ^_^

  • Wah di Bandung ngapain aja nih? Foto-foto dong.

  • wah telst nih ngasih tau… hati2 di bandung .. lagi ada wbah penyakit… virus gak jelas yang indikasinya kayak flu burung… gw sendiri pas ke bandung kena… konon gara2 TPA lewigajah meedak, jadinya sampah gak diangkut… dan ketika musim hujan tiada henti tiba… wah…wah..wah… penyakit, virus dan bakteri mulai merajalela… hati2 ya buat

  • itu bang Gala-nya minta ampun, demen jalan-jalan mulu, kalo diem nangis..bwahahaha
    tunggulah beberapa bulan lagi, ntar sama om-nya ini diajakin nyari cewek…haks..haks..haks

  • beuh.. postingannya rada susah dicerna oleh otak saya yang cuma 1 ons ini…hu hu hu.. πŸ˜€
    btw.. akhirnya bisa ketemu bapak blog indonesia beserta keluarga tadih, terlihat berwibawa dengan janggut lebatnya…mungkin skarang baru bisa bilang, salam kenal bang.. πŸ˜‰

  • sa

    selamat pulang kampung.
    benulll spt kt mak.. dateng ya ya ya ke common room. πŸ˜‰

  • tengkyu mie dan stikernya plus translet-nya juga *dah ketemu di bandung, moga ketemu juga di jakarta*

  • neny

    wilujeng sumping, jd pgn mudik jg neh

  • Asyik juga!

  • nda? di bandung ya? Sebagai BBI, harus dateng dong di acara JUmpa penulis Blogfam di CommonRoom tgl 14 januari 2006 dgn tema start writing online bhs alus promosi blog nih. nita diajak dong. ada isman dan donna disanah.

  • roi

    ditunggu di bandung atawa di jakarta ya Nda

  • ada satu macam konflik lagi, yaitu konflik blog —-> hmm maksudnya apa coba πŸ˜€

  • nin

    selamat liburan ya πŸ˜‰
    jangan lupa ke warung batagor >> inget2 gw :->

  • Aku gak jadi ketemu di bandung om.
    Oleh karena sebab itu, ke jakarta juga ya, jangan lupa.

  • selamat mudik liburan tuk keluarga nasution, enjoy the holiday, remember us di kampung mandalay when having a nice zipped of teh botol he..he..he..
    photo-photo yang banyak ya πŸ˜‰

  • Jangan lupa makan-makan

  • Kayaknya buku ini gak berlaku buat orang Tibet apalagi Dalai Lama. πŸ™‚ Ehh… tapiii… baru2 ini di Tibet pd berantem juga lho. Hahahhaa…

  • jadikan ketemu di blend?

  • Galaaaa… ntar maen ma tante yah di Bandung! Ditunggu loh di Blend…

  • ivo

    Ahaha! Enda kena pulisi EYD! πŸ˜‰

  • Konflik hirarkikal (_tolong polisi EYD bener ga nih hirarkikal? hehe_), adalah sumber konflik yang kedua.
    Uhm, pertama, ejaan yang benar adalah hierarki, bukan hirarki, dan hierarkikal bukan hirarkikal
    Kedua, selamat datang di Indonesia buat Gala. πŸ™‚

  • udah nyampe bandung ?

  • enda & teh nita… happy mudik ya… ehehehe sebenernya gw udah dpt bocoran dari muti kalo gala mau ke bdg.
    wilujeng sumping!

  • Seorang insinyur tidak seharusnya berbicara tentang politik karena itu bukan bidangnya. Sebaliknya pakar politik merasa gerah kalo seorang lulusan teknik sipil bicara politik.
    Kalo “pakar” IT tidak boleh ngomong IT, itu konflik teritorial atau bukan?

  • gala mo diajarin bahasa kera? *slahpouks* πŸ˜€
    ah semoga 15 januari bisa ke bandung. mari kita berdoa πŸ˜€

  • dinang

    jadi Gala dibawa pulang untuk melihat tanah kelahiran orang tuanya yg penuh konflik itu??
    untung Gala belum bisa protes πŸ˜€

  • fp

    komen dulu baru baca…