Petisi Online: Menuntut Fiskal Dihapuskan

Hapuskan FISKAL

Untuk temen-temen yang setuju dengan penghapusan pajak yang bernama *FISKAL* dimohon untuk menandatangani petisi dibawah ini:
Petisi Menutut FISKAL Dihapuskan:
“http://www.petitiononline.com/indo2005/petition.html”:http://www.petitiononline.com/indo2005/petition.html
Minimal dengan cara ini kita memiliki _outlet_ untuk mengeluarkan pendapat kita yang bisa dihitung dan dipertimbangkan oleh para *WAKIL KITA* di DPR sana.
*Apakah bisa berhasil, apakah efektif, apakah jalan?*
Saya ga tahu. Tapi yang seperti ini belum pernah kita coba bukan? _There’s a first time for everything._
Lagian nandatangan petisi ini ga susah dan ga bayar. Jadi kalo memang setuju FISKAL dihapus lakukan langkah dibawah ini:
# Tanda tangan Fiskal di: “Petisi Menuntut FISKAL Dihapuskan”:http://www.petitiononline.com/indo2005/petition.html
# Sebarkan info dan ajak teman-teman lain untuk menandatangan juga, lewat milis, lewat sms, lewat email, lewat telepon, lewat surat, lewat apapun juga.
Makasih.
 
*UPDATE: 08/03/2005*
Lebih dari *1,000 orang* mengisi PETISI kemarin. Kita butuh lebih banyak lagi teman-teman lain untuk mengisi “Petisi Menuntut FISKAL Dihapuskan”:http://www.petitiononline.com/indo2005/petition.html
Isi sekarang, atau kalo sudah AJAK atau BERITAHU teman untuk “mengisinya”:http://www.petitiononline.com/indo2005/petition.html juga.
 
*UPDATE DAY 3: 09/03/2005*
Masuk *detik.com* dengan judul berita “Ribuan Orang Teken Petisi Tuntut Penghapusan Biaya Fiskal ke LN”:http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/03/tgl/09/time/11610/idnews/313515/idkanal/10
Jumlah penandatangan sampai saat ini *12.25 WIB* = *2,612 orang*.
Mudah-mudahan makin banyak yang menandatangan. Untuk yang belum tanda tangan silahkan langsung kesini “Petisi Menuntut FISKAL Dihapuskan”:http://www.petitiononline.com/indo2005/petition.html
 

79 thoughts on “Petisi Online: Menuntut Fiskal Dihapuskan”

  1. Hmm Fiskal ya?!
    Setuju dan tidak setuju dihapus.
    Setuju bila kita tahu bahwa fiskal airport itu akan digunakan utk kesejahteraan rakyat-rakyat Indonesia. Tapi kenyataannya pajak fiskal itu sendiri kita tidak dikemanakan.Betul nggak???
    Tidak setuju, kalo memang dari pajak fiskal itu dapat menyelamatkan keuangan negara dari kehancuran ekonominya. Tapi kehancuran ekonomi negara kita yang menghancurkannya juga para pejabat pembuat policy itu sendiri. Betul nggak???
    Jadi buat Irving, mungkin jangan2x kamu adalah anak pejabat itu sendiri????!!!!
    Rakyat indonesia 80% susah adalah karena tidak diberi kesempatan utk memperbaiki taraf hidupnya oleh pemerintah kita sendiri dgn berbagai macam pajak2x yang nyata2xnya banyak disalahkangunakan atau dimasukkan sendiri kekantong2 oknum2x pejabat kita. Dan sayangnya oknum2x tsb sekitar 80% dari total pejabat2 kita. Jadi bagaimana menurut anda yang sangat bijaksana :-)??!!

  2. oh,negaraku. mengapa mental orang indonesia begitu ya?
    sepertinya memang sudah menjadi charakter bangsa.

  3. TAPI KENAPA BAGI PEMEGANG PASPORT KEPULAUAN RIAU EN MEDAN BISA BEBAS FISKAL ????? YAAAAAAAAAAAAAA… EVEN CUMA PAKE FERRY KE LUAR NEGERI NYA… ADILLL GA SEEHHHH ????? KALO PEMERINTAH RIAU BISA KENAPA JAKARTA NGGGAAAKKK ?????

  4. Sampai detik ini fiskal belum dihapus N bandara masih tetep gelap, pengap, kotor, toiletnya jorok bgt. Even memang dah ada sedikit perubahan dibagian luar tp dibag. dalam tetep terkesan kusam. Kemana aja fiskal yg 1juta???? Pernah dulu waktu mau bayar fiskal diminta sm petugas, “bayar ke saya aja 700ribu”. Wah petugas itu gw rasa kaya raya, bayangin kalo dalam sehari bs dpt 10 orang yg mau bayar lebih murah ke kantong dia. Hapuskan Fiskal, setuju bgt!!

  5. Aneh emang pemerintah kita! paling bisa bikin peraturan aneh kaya gitu.student aja mesti bayar fiskal! mau di-counter kemana sedangkan penghasilan aja lom ada! pembodohan masyarakat gitu. memalukan emang pemerintah kita! nyari duit pake cara memeras rakyat sendiri. udah gitu hasilnya ga kita nikmatin pula! ga ada kemudahan satupun buat kita di airport. kita harus ngantri bareng ama turis di imigrasi! ga ada counter khusus buat wni. payah dah….ngurusin administrasi aja ribet gitu, gimana mau ngebangun negara!

  6. saya sangat setuju penghapusan FISKAL (Pendapatan MALES2an). saya pada bulan april berkunjung ke saudara di Malaysia untuk membeli tiket PP hanya mengeluarkan uang 1,4 juta untuk ber2. sedangkan untuk FISKAL Brengsek harus keluar 2 juta. coba kita bayangkan seorang TKI yang akan bekerja keluar negri harus membayar 1juta untuk FISKAL apakah tidak memberatkan????

  7. Setuju banget, malu-malu’in aja yang namanya fiskal, sepengetahuan saya hampir nggak ada negara yang mungutin uang rakyatnya kalau meraka mau keluar negeri, itu sih ngerapok terang terangan namanya, saya nggak setuju banget denagn fiskal, gimana sih pak president dengan janjinya, katanya kalau BBm dan minyak naik fiskal akan di hapus, sekarang udah masuk anggaran tahun baru fiskal masih aja ada. Tolong di utamakan dalam meeting mendatang, biar rakyatnya nggak kaya di tirani…Setuju sekali for free fiskal..cheers.

  8. Setuju banget, malu-malu’in aja yang namanya fiskal, sepengetahuan saya hampir nggak ada negara yang mungutin uang rakyatnya kalau meraka mau keluar negeri, itu sih ngerapok terang terangan namanya, saya nggak setuju banget denagn fiskal, gimana sih pak president dengan janjinya, katanya kalau BBm dan minyak naik fiskal akan di hapus, sekarang udah masuk anggaran tahun baru fiskal masih aja ada. Tolong di utamakan dalam meeting mendatang, biar rakyatnya nggak kaya di tirani…Setuju sekali for free fiskal..cheers.

  9. Setuju banget, malu-malu’in aja yang namanya fiskal, sepengetahuan saya hampir nggak ada negara yang mungutin uang rakyatnya kalau meraka mau keluar negeri, itu sih ngerapok terang terangan namanya, saya nggak setuju banget denagn fiskal, gimana sih pak president dangen janjinya, katanya kalau BBm dan minyak naik fiskal akan di hapus, sekarang udah masuk anggaran tahun baru fiskal masih aja ada. Tolong di utamakan dalam meeting mendatang, biar rakyatnya nggak kaya di tirani…Setuju sekali for free fiskal..cheers.

  10. Fiskal nggak manusiawi menurut saya, setengah memeras. Seperti saya punya kekasih yang berada di luar negeri, singapore, setiap saya mau kunjung saya harus bayar 1juta, kalau kunjungnya satu tahun sekali sih nggak masalah. Saya minimumnya kunjung empat laki dalam setahun, sementara ticket Air Asia aja murah banget, nggak masuk akal kan, sementara durasi kunjugan saya cuma untuk short period aja, tiga sampai empat hari..fiskal nggak masuk akal, karean semua negara di dunia bebas fiskal, apa itu bukan skandal namanya. Saya setuju banget, saya yakin semua pada setuju, negara kita kan bukan negara miskin lagi yang perlu rampok uang rakyat.

  11. fiskal emang pph sih tapi apa masih relevan ama kondisi sekarang pertama harga tiket aja udah ada yg di bawah 1 juta, lebih banyak fiskalnya. kedua di dunia hanya indonesia yg masih menerapkan kebijakan fiskal, ketiga memang benar kalo fiskal bisa di kreditkan tapi masalahnya mungkin dari semua pembayar fiskal 60%
    ngga tahu dan ngga punya
    npwp sbg syarat bisa di kreditkan pd akhir tahun.jd menurut saya fiskal itu sudah seperti “pemerasan” yg dilegalkan dengan undang2. ingat tax without representation is robbery.

  12. andaikata pemerintah tak bersedia hapus fiskal ln, tolonglah dikurangi secara bertahap atau kembalikan ke rp 250.000 seperti sebelum krisis moneter. Dasar perlakuan fiskal ini adalah mencegah org keluar negeri, tujuan lain hanyalah setali tiga uang yang cendrung menguntungkan penguasa.

  13. fiskal..memperlambat kemajuan indonesia..ayo..kita hapuskan fiskal..fiskal hanya menguntungkan bagi org yf tdk bertanggung jawab!!

  14. walah fiscal bukannya dihapus, but malah naek. dulu pake ferry ke singapore, cuma 250 rb. sekarang 500 rb. tapi karena saya passpor keluaran batam, ya free. teman saya dari perancis, liburan ke batam, harusnya dpt jatah free fiscal kalo gak salah 2x, but tetap aja diminta duit ama petugas pajak untuk uang rokok katanya. makanya jangan merokok ya..

  15. yth.
    kalau boleh, saya ingin tanya apakah benar ‘fiskal’ rp.1 jt bisa di-klaim kembali?
    Caranya bagaimana?
    TERIMA KASIH.

  16. Seharusnya tiap pemegang pasport diberi free/bebas fiskal 1 kali dalam setahun. jadi buat mahasiswa atau yang duitnya pas-pasan bisa keluar negeri, biar tambah wawasan. kalo dalam setahun lebih dari sekali ke luar negeri atau yang tiap bulan belanja ke Singapore ya kena fiskal..

  17. masih mending 2010 dihapuskan pasti walaupun lama, nunggu kucing betandok!! kapan ye…..?????????????????????????????????????????????????????????????

  18. YG NAMA FISKAL UNTUK KN SUDAH WAJAR DI HAPUS. Kenapa..? karena itu semua sangat membebani orng yg mau pergi ke LN,alasan orng ke KL kan banyak. Jadi fiskal itu TIDAK PANTAS LAGI BUAT NEGARA INDONESIA. Fiskal yg di bayar bukan sedikit..melain kan 1 juta. Sekarang buat apa fiskal itu? Apa buat fasilitie airport? Apa untuk rakyat? Setahu saya..fiskal itu hanya lah UANG KANTONG PARA KORUPTOR imigrations. Saya punya cerita..begini cerita nya: saya ini orng SUMATRA,dari sumatra /medan ke LN tidak di pungut biaya fiskal lagi UDAH DI HAPUS TOTAL. Tiba2 bulan october kemarin,sya bersama teman saya ke bali.tetapi kita naik pswat dari : medan-sing-bali. bali-singa-mdn. Waktu mau balik nya,dari denpasar-singa-mdn,saya sudah membayar aiport taxs pas mau menuju ke imigration mereka tanya ke saya PAK pergi ke bagian fiskal check disana. Terus saya ke bagian fisakal..mereka minta 1juta biaya fiskal,sya berisi keras tidak mau membayar fiskal.Ini mereka para yg mau ke LN harus bayar FISKAL. saya nyata kan mentah bahawa saya tidak ingin membayar fiskal, ini kan akal2 lan orng bagian fiskal, saya tanya ke bagian fiskal,bahwa fiskal sudah di hapus kan.tapi kenapa di bali masih ada pungli fiskal? Sya bicara baik2 ke mereka aturan dari mana fiskal ada lagi,mereka bilang itu dari atasan imigrasi,kami hanya bekerja.Saya tetap tidak mau membayar. Terus saya ke bagian imigration stamp menanyakan hal itu, MALAHAN IMIGRATION bagian stamp bilang ke saya begini..tanya aja sama imigration langsung. Disutu keluar darah SUMATRA SAYA, seakan mereka membuang jejak atas baik2 pertanyaan saya. Merasa imigratio stamp di bali terkuak kedok pungli nya, saya TIDAK PERNAH TAKUT SOAL ITU MEREKA TIDAK STAMP DI PASSPORT SAYA TIDAK MASALAH. SAYA BERJALAN TERUS MELEWATI PINTU IMIGRATION SAYA KARENA SAYA TIDAK DI KASI STAMP. BUKTI NYA TIDAK ADA YG MEMBELOCK SAYA MELEWATI IMIGRATION YG TIDAK MAU ME STAMP PASSPORT SAYA. Itu kan namya punglis ketahuan kedok nya. Akhir nya saya tidak membyar 1juta for the fiskal. Saya rasa kita harus tegas pasa pihak2 pungli imigration yg masih memungut fiskal DI BALI.
    Begitu lah kisah nya:
    Salam
    ASIAN

  19. setujuh toe hilangkan fiska,memang begituh toe pemerintah kita bisanya kasih pajak minta pajak aja yg besar2 padahal diundang2 aja dah jelas segala kekayaan negara dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat,apa yg terjadi dinegara kita adalah kekayaan negara milik koruptor bukan milik rakyat.apalagi perusahan bumn omongnya milik negara kasih tarif ke rakyatnya sendiri aja mahal sekali.hebatttttt luar biasa weehhhh

  20. Saya setuju untuk fiskal bepergian ke Luar negeri dibebaskan bagi orang yang ber NPWP (wajib pajak dan keluarganya) dan diwajibkan melaporkan dalam SPT tahunan orang tersebut.
    Tetapi bagi yang tidak ber NPWP fiskal ke LN dipungut 5 kali lipat dari fiskal LN yang sekarang berlaku.
    Perlu diketahui orang yang saat ini sering ke LN rata-rata belum menjadi Wajib Pajak dan menghindar sebagai Wajib Pajak atau sengaja tidak mau mencantumkan NPWP dalam fiskal ke LN sedangkan pendapatan mereka sudah melebihi PTKP.
    Usulan tersebut diatas untuk membuat rakyat sadar pajak dan mudah bagi perpajakan dinegeri ini.
    Ingat fiskal adalah uang muka pajak yang sulit direstutusi dalam SPT!

  21. Saya setuju untuk fiskal bepergian ke Luar negeri dibebaskan bagi orang yang ber NPWP (wajib pajak dan keluarganya) dan diwajibkan melaporkan dalam SPT tahunan orang tersebut.
    Tetapi bagi yang tidak ber NPWP fiskal ke LN dipungut 5 kali lipat dari fiskal LN yang sekarang berlaku.
    Perlu diketahui orang yang saat ini sering ke LN rata-rata belum menjadi Wajib Pajak dan menghindar sebagai Wajib Pajak atau sengaja tidak mau mencantumkan NPWP dalam fiskal ke LN sedangkan pendapatan mereka sudah melebihi PTKP.
    Usulan tersebut diatas untuk membuat rakyat sadar pajak dan mudah bagi perpajakan dinegeri ini.
    Ingat fiskal adalah uang muka pajak yang sulit direstutusi dalam SPT!

  22. gue sangaaaaaaaaaaat setuju banget fiskal dihapusin.gara-gara ada fiskal gue yang pengen banget ke LN ngga usah jauh2 deh ke Singapura en ke Hongkong kagak bisa kesana.Seperti gue yang punya duit cuma cukup buat tiket en biaya hidup bbrp hr disana cuma gara2 fiskal udah beban banget.Kalo gue realistis aja ngga ada urusan sama pajak atau apalah.Kan hak kita untuk tahu dan menikmati negeri tetangga ngapain pake bawa-bawa nama pemerintah segala.
    Jadi gue sangat mendukung penghapusan fiskal.

  23. Buat Irving:
    Coba buka pikiran Anda yg picik, ga perlu bawa-bawa nama bela pemerintah ataupun rakyat. Penghapusan fiskal sudah sepantasnya dilakukan oleh pemerintah.
    Semoga Anda bukan menjadi salah satu bagian dari yg menikmati Fiskal yg sudah ada sekarang ini. Kalau kita mau bicarakan hak dan kewajiban, dengan fiskal (Pajak Gampang) sama halnya memeras hak kebebasan dari setiap manusia yg ada tanpa pandang bulu dan di satu sisi tanpa ada kewajiban yg transparan dari pemerintah terhadap apa yg dilakukan dengan fiskal yg sudah diterima (semoga Anda bukan bagian dari ini). Kalau takut bersaing dalam bisnis pariwisata jangan terjun dalam bidang ini, toh bidang lain masih banyak kog. Hal yg membuat kita tidak efisien dalam segala hal yg membuat negara kita jadi hancur, krisis di mana-mana. Orang-orang kita jadi malas, semuanya maunya gratis. Usaha man kalo mau jadi bagian yg 20%, sekalian bisa bantu ringankan beban pemerintah. Bisa jadi yg tadinya 20% bisa meningkat jadi 50% bahkan lebih.
    Bisa jadi tujuan dari fiskal supaya rakyatnya tetap bodoh dan gampang dikendalikan. Coba Anda yg sudah ke negera tetangga kita saja deh, semua informasi umum begitu transparan, tidak menjebak ataupun masuk ke kantong pribadi. Pariwisata begitu bersaing dan tumbuh.

  24. Saya tulis ini ke departemen tenaga kerja:
    Yth Bpk/Ibu,
    Saya adalah pegawai swasta sebuah perusahaan Amerika yang berlokasi di Singapura. Sudah lebih dari 4 tahun saya bekerja di sana dan saya mempunyai beberapa pertanyaan tentang fiskal:
    1. Saya selalu menghabiskan fasilitas 4 kali bebas fiskal untuk pulang ke Jakarta di mana keluarga saya tinggal. Namun ada kalanya kami sekeluarga ingin bepergian ke Batam atau Bintan seperti layaknya orang2 Singapura dan Malaysia atau orang asing lainnya. Atau ada kalanya kami ingin ikut serta teman2 kami dari negara tetangga ke sana (kep. Riau). Bagaimana caranya untuk kami sehingga bisa berkunjung ke wilayah tsb tanpa harus membayar lebih mahal dari orang asing karena fiskal yg diberikan?
    2. Kenapa kami WNI yg berdomisili di negara tetangga tidak bisa mendapatkan fasilitas bebas fiskal seperti WNI yang tinggal di provinsi yg berbatasan dengan negara tetangga? Bisakah kami mendapatkan fasilitas yg sama untuk mengunjungi negara sendiri? Misalnya untuk perjalanan sehari atau dua hari. Kami tidak keberatan jika harus membayar fiskal untuk pergi ke Jakarta atau jika kami pulang ke negara kami tercinta untuk jangka waktu lebih lama.
    3. Kami iri dengan WNA yg bercerita bagaimana nasi padang atau Seafood di Batam jauh lebih enak dan murah daripada di Singapura. Atau WNI yg tinggal di perbatasan bebas seenaknya untuk belanja ke luar negeri. Kami merasa seperti warga kelas 3 di negara sendiri.
    4. Punyakah Bpk/Ibu data2 para profesional WNI yg bekerja untuk perusahaan2 asing atau Multi Nasional di negara tetangga? Atau yg sedang menyelesaikan pendidikan tinggi mereka? Pernahkah Bapak memprediksikan berapa pendapatan yg akan masuk ke Kep Riau jika mereka di perbolehkan untuk mendapatkan kebebasan fiskal untuk kunjungan ke Kep Riau tidak lebih dari 2 hari? Walaupun mereka hanya mendapat jatah 4x bebas fiskal jika berkunjung ke daerah Indonesia lainnya atau lebih dari 2 hari.
    Regards
    Arief

  25. weuihhhh…fiskal akan di hapuskan…kasian loh,entar badan keuangan si pengerup fiskal kurus kering gak ada uang masukan buat mereka…atau jangan2 nunggu rakyat indonesia tambah bobrok krn gak ada pengetahuan ttg luar negri..(yg bobrok bkn rakyatnya..lol)

  26. Hanya Indonesia yang menerapkan fiskal di dunia mungkin,pastinya ASEAN. Mau tidak mau negara lain (ASEAN) akan protes dan membuat kesepakatan untuk menghapus fiskal itu. Indonesia harus mematuhinya walaupun itu pahit bagi pemerintah. Nah masalah dalam negeri sekarang. Apa benar pendapatan fiskal itu 1,2 Trilyun. Apa nggak bisa lebih. Saya ini bolak balik ke LN sampai batas bebas fiskal saya habis (4 kali aja), tetapi saya tetap bisa bebas fiskal lewat orang dalam alias SUAP. Inilah alasan mereka TIDAK SETUJU fiskal dihapuskan. Mereka nggak ada pemasukan lagi. Pasti mereka ada akal lagi, beaya buat paspor bakal di gebuk, apalagi lewat calo..bisa jutaan. Itulah nanti income mereka yang baru. Jadi koruptor di Indonesia itu BUANYAK SEKALI akalnya. Pak SBY…hajar aja semua,tapi memang susah sih, tapi ya harus di hajar juga.

  27. memang harus dihapuskan fiskal luar negeri itu.abis cuman bikin berat rakyat aja. please deh ah…..
    jaman gini bayar fiskal???

  28. memang harus dihapuskan fiskal luar negeri itu.abis cuman bikin berat rakyat aja. please deh ah…..
    jaman gini bayar fiskal???

  29. Hi, ikutan nimbrung ya.
    Kalo seperti kata Irving bahwa fiskal itu seperti pemotongan pajak, coba bayangin, apa anak2 dibawah 12 tahun (ato pelajar) punya kewajiban pajak?
    Selain itu, gw sih setuju banget, kalo fiskal itu digunakan untuk membangun airport / pariwisata domestik, tetapi sayang sekali, bukan demikian yg berlaku.
    Alasan pemerintah utk melindung pariwisata domestik ini terlalu lemah, karena ini hanya memanjakan mereka. Mereka ga mempunyai dorongan utk membenahi diri.
    So, saya setuju dengan penghapusan fiskal, karena, fiskal menjadi ajang korupsi buat pihak2 tertentu.
    Seharusnya kita belajar dari Thailand, Msia and Singapura, dimana2 pariwisata domestik didukung oleh pemerintah and dibangun oleh rakyat2 setempat. Bukan spt Indonesia, dimanjain pemerintah dan dicuekin ama rakyat setempat.
    Kan yg jadi korban tetap pelancong dgn penghasilan “pas2an”, abis mo keLN, terlalu mahal buat fiskal, mo traveling domestik, terlalu ga menarik.

  30. Fiskal sudah selayaknya dihapuskan. Malu dah dengan negara-negara lain yang sudah membebaskan fiskal. Bagaimana bila ASEAN dan negara-negara Asia mengenakan fiskal khusus untuk masuk ke Indonesia ? Lebih mati lagi pariwisata kita (tolong dipikirkan lagi).

  31. Seru, barusan iseng, sambil download game u/ my son, sambil baca forum ini…Mo nimbrung nih…
    Setuju banget fiskal dihapus, walopun saya ke luar negri sethn mungkin cuman 2 kali, itu pun kalo ga males, yah, males byr tiket n fiskal…So, saya setuju fiskal dihapus, (sementara u/ negara ASEAN, moga” ntarnya u/ negara yg jauhan), krn di-liat”, kok airport kita ga ada canggih”nya, (petugasnya sih canggih, dr jarak jauh bisa mendeteksi apa yg dibelanjain dari luar negri, tanpa alat loh!), anyway, liat deh airport S’pore, ga usah jauh” bandingannya, lagi bikin terminal baru, ntah gedung apa yg baru juga, bikin sirik aja, tiap tiba di sana, yg ada sirik…abis, kok cakep gitu loh, kaca semua, petugasnya santai aja, kamera” tersembunyi di mana”, tiap hari kaca”nya dibersihin, abu rokok di lantai pick-up point disapuin, apalagi yah?, panjang kalo mo nyebutin satu”.
    Itu pajaknya/fiskalnya yah buat kenyamanan kita. Temen saya yg kawin ama org S’pore malah ngomel, katanya, S’porean tuh kesel ama governmentnya, apa” duit, tiada hari tanpa duit, tanpa GST, gini gono. Saya tanya dia, mo kamu begini nyaman, ato mo kyk di Indonesia? Kamu aja ganti kewarganegaraanmu jd S’porean, kok sekarang ngomel?, apa ga telat tuh?
    Parah, dikasi enak, bukannya makasih, malah ngedumel. Coba aja balik ke Indonesia, apa ga bunuh diri tuh?
    Pajak penghasilan mereka tuh dipake pemerintah sana dgn bener, ga ada macet, ga ada apapun lah yg ada di Indonesia ini. Banjir setinggi mata kaki aja heboh, blm tau kalo di Jkt alone, bisa nutupin atap mobil Kijang!
    Manusia!, ga ada puasnya…saya maki juga tuh temen saya yg ga tau diri tuh…Pdhal sendirinya dah ngrasain tuh, tiap dikirim ke Jkt bisnis trip, dia dimintain Rp.100rb ama petugas imigrasi, dia ngasinya sih Rp.20rb, mlh masi blg pemerintah S’pore mata duitan…mo nya apa sih? Ga ngerti deh…
    Sooo, kalo fiskal ga dihapus, boleh aja, bikin yg bagus donk airportnya, itu preman” yg ngangkut maksa koper” diusir…bikin malu aja, bebal banget lagi, udah diblg ga usah, tetaaaap aja maksa…
    Trus, plg nyebelin lagi, saban kali mo masuk ke cek-in aja, paspor diliatin, nyari selipan duit ngkali…Di negara laen, mana ada begituan, paling wkt mo boarding, diliat sekali lagi, itu aja. Di sini?, dari mo masuk ke cek-in, periksa fiskal, imigrasi (yah, yg ini emang wajib sih…), trus wkt mo boarding, scan lagi, liat paspor lagi ama petugas scan, trus wkt nyerahin tiket, diliatin lagi, lost count deh, capek ati…Yah, apalg kalo bukan nyari selipan duit…sorry to say, but that’s the fact, saking seringnya di’minta’in, sampe kdg saya tuh pasang muka sinis, kepalang sebel…what to do?
    Jadi, kalo emang ga bisa perbaiki sistem/sarana airport, yah, emang mending fiskal dihapus, tp kalo ada tujuan yg mulia u/ menyamankan airport, ga hapus juga ga apa sih…
    Ktnya kalo fiskal dihapus, paspor yg jd mahal, mending begitu, ga rugi donk, paspor kan berlakunya 5 thn, dlm lima tahun, kalo bepergian 10 kalipun, masi lebih murah dibandingkan paspor murah tp byr fiskal Rp.10jt. Toh skrg bikin paspor via calo juga udah sejuta lbh kok.

  32. Emm, sebaiknya fiskal dihapus, apalagi buat student,atau org yg pergi berobat ke LN.Jadi kalo alasan fiskal buat devisa negara, udah ambil aja harta tukang korupsi,ngapaiin nambah beban buat org rakyat biasa spt saya.

  33. saya setuju fiskal dihapuskan… hari gene pake fiskal? kasihan yang mau berobat keluar negeri. sudah pelayanan kesehatan di Indonesia buruk, mahal lagi! wajar bila mereka berobat ke LN, ie. Malaysia. jangan bilang mereka kaya! yang nama penyakit gak pilih-pilih. hak setiap orang adalah mendapat layanan kesehatan! so, fiskal? itu benar-benar pikiran pendek tukang pajak… PBB saja deadlinenya Agustus, sejak Maret ini rakyat sdh dikejar-kejar sama petugas kelurahan buat membayar!

  34. Buat Enda dan Irving,
    Menurut aku, kalian melihat dari paradigma yang berbeda. Untuk justifikasinya mungkin bisa dilakukan dengan menyajikan data yang akurat dan komprehensif mengenai jumlah penduduk yang berkontribusi pada penerimaan fiskal yang relatif cukup besar itu, apakah hanya segelintir orang saja atau memang telah dinikmati oleh hampir seluruh penduduk serta data-data pendukung lainnya termasuk melakukan analisis ekonomi lainnya serta Regulatory Impact Analysis. We also should be aware dengan pembebasan fiskal dan dampaknya karena memang kenyataan bahwa negara2 maju yang hypocrite itu benar (di satu sisi menggembar-gemborkan liberalisme di sisi lain melakukan proteksi). Jangan sampai kebijakan yang diadopsi merugikan anak bangsa.

  35. fiskal dihapuskan??? wah setuju banget nih….
    tapi kalo pasport jadi 3 juta sama juga boong dong …

  36. Pembebasan fiskal luar negeri sudah selayaknya dilakukan. Apakah kitatidak malu terhadap negera-negara lain yang sudah menghapuskan fiskal luar negeri. Sebagian besar Fiskal luar negeri masuk ke kantong orang yang tidak bertanggung jawab ketimbang yang masuk ke kas negara. Fiskal luar negeri toh hanya sebagai uang muka pajak bagi perusahaan. Kenapa pemerintah kita tidak konsisten dengan rencana penghapusan fiskal yang dilakukan 2004.

  37. nggak efisien, sama kaya naiknya bbm. mungkin lebih banyak mudharatnya juga. seperti debat di atas? memang fiskal rasanya lebih ke fungsi politis, bukan buat duit apa2an. toh ntar diitungnya juga ga nambah2 devisa bgt!
    dan pariwisata indonesia? plis dong, kalo beneran bagus ya bagus aja, pasti banyak yang dateng. mutu mengalahkan uang bung!

  38. Menurut aturan pembayaran fiskal luar negeri bisa dikompensasikan pada pembayaran pph, tapi sayang hal itu tidak pernah dilakukan karena formulirnya tak pernah dicetak oleh kantor pajak. (saya adalah pegawai ditjen pajak jakarta)

  39. Serenity: saya ragu bakal diapus 2006, soalnya taun lalu bilangnya thn 2004 mau dihapus, nggak juga πŸ™‚
    Irving:
    nggak semua org pergi ke LN u/ pesiar. How bout students? Keluarga student yg mo nengok? Sy rasa ngga semuanya student yang belajar di LN adlh mereka yg tdk mempersoalkan duit 1jt.
    Skarang tiap mau ke LN kita mesti bayar tiket+fiskal+airport tax. Berat banget.
    Btw, tiket pswt skarang bisa 150rb skali jalan. Gak imbang kan sama fiskal 1jt?
    Dulu waktu msh kerja, sempet malu waktu ditanya org asing, kenapa sih org indo mesti bayar fiskal segala kalo ke LN? Kesannya disusahin gitu sama pemerintah buat ke LN.

  40. Loh, kenapa dihapuskan, Nda? Fiskal cuman sejuta perak sekali pergi aja diributin. Buat 90% rakyat Indonesia, 1 juta rupiah itu recehan boooooo. Kita kan negara adil makmur sentosa, dengan rakyat yang ramah tamah dan senantiasa rajin berbelanja.

  41. enda,
    Ogut ngga mau debat nih, cuman mo FYI aja. Tadinya (kata kakak ku yang doyan temenan sama orang imigrasi) Fiskal itu mau dihapus maret 2005, sebagai gantinya ongkos passport baik bikin baru atau memperpanjang akan digebuk menjadi Rp. 3juta rupiah, tapi karena keberatan menteri pariwisata, fiskal dihapusnya kata temen ku), jadi tahun 2006 (Jadi untuk orang indo, please check your expiry date. Enda kan di Bangkok, mungkin tidak perlu ya…)

  42. pro-kontra. perlu itu. πŸ˜€
    maaf, dion (atas saya), mau sedikit koreksi yg dion tulis terakhir pada *keuntungan di balik penghapusan fiskal*. point pertama yg *turis asing tak perlu bayar fiskal*; memang sekarangpun (ada fiskal) sudah demikian adanya. karena status mereka sebagai turis asing. (=pemegang visa turis=bukan wni). mereka ini memang tidak perlu membayar fiskal. penjelasan bisa diliat di link yg UU 17 th 2000 itu.
    tp saya yakin, itu hy salah ketik ya. mungkin maksudnya turis ke negeri asing. πŸ˜€

  43. Hehe..jadi debat pro-kontra soal fiskal luar negeri (FLN) nih.
    Kalo gw pribadi sih setujunya dihapus secara bertahap. Mungkin dalam 5 thn. Tapi memang bener kok dalam kerangka Free Trade Asean emang bakal dihapus. Soalnya dijaman globalisasi gini, emang arus lintas orang dan barang ga bisa dilarang2 lagi.
    Soal FLN, tujuan awalnya (kalo versinya
    UU No. 17 Tahun 2000 ttg PPH cuma buat ekstensifikasi pajak. Mungkin buat nutupi kehilangan prospek pajak negara dari org yg bepergian, jadi bukan buat ngalangin bepergian.
    Cuma tujuan ini ga kecapai karena data yang diisi dalam lembar pembayaran fiskal ga lengkap. Jadi Ditjen Pajak ga bisa melacak 100% siapa-siapa saja wajib pajak orang pribadi yang bepergian ke luar negeri apalagi besar pajak yg harus dibayarnya.
    Kalau dibilang FLN berkontribusi besar buat pajak (baca rakyat) keknya ga juga. Soalnya jumlahnya cuma 1.2 triliyun/thn. Jadi sekitar 0,5% dari target penerimaan pajak
    APBN yang diatas Rp200 triliun, jadi bisa ditutupi dgn intensifikasi pajak dr sektor laen.
    Untung Rugi di Balik Penghapusan Fiskal
    Kerugian :
    -Kehilangan pendapatan negara Rp 1,2 triliun
    -Arus dana keluar menguat karena belanja ke LN jadi pilihan.
    Keuntungan :
    – dunia wisata, turis asing tak perlu bayar fiskal saat meninggalkan Indonesia.
    -Promosi perdagangan ke LN bagus
    Gw sih setujunya penghapusan bertahap soalnya anggaran Negara lagi deficit nih..hehe.. Tapi yang jelas pembatasan mobilitas penduduk pada era globalisasi seperti saat ini jelas bukan kebijakan popular.
    Studi untung rugi penghapusan FLN versi Depnaker bisa dilihat : di sini

  44. Ah Irving, kenapa cara berpikirnya pendek banget?

    Kalo FISKAL dihapus, apa dihapus buat sebagian orang ga kan? Dari turis, orang usaha, ribuan TKI, mahasiswa semua bakal dapet manfaatnya. Apa mereka bukan RAKYAT?

    Gini dong mikirnya:

    *SEKARANG:* mau keluar negri ga mampu bayar tiket DAN ga mampu bayar FISKAL

    *kalo FISKAL dihapus:* tinggal mikirin bayar tiket DOANG, lebih enak ga sih? atau masih ga jelas gitu penjelasan gue?

  45. Buat Enda:
    Wah, maaf kalo saya masih tidak sependapat. Anda terus menerus bilang kalo penghapusan fiskal akan menguntungkan SEMUA RAKYAT. Tolong lebih detail dong, darimana itu klaim datangnya.
    Dengan menghapuskan fiskal berarti orang2 jadi mampu ke luar negeri? Lah wong beli tiketnya aja ngga mampu kok. Pendapatan per kapita penduduk indonesia masih dibawah USD 1000 PER TAHUN. 70% penduduk Indonesia masih dibawah garis kemiskinan, yg sesuai standard adalah memiliki penghasilan dibawah USD 1 PER HARI. DAPAT UANG DARIMANA UNTUK BELI TIKET?
    Jadi, ngga usah bawa2 nama rakyat lah. Omong kosong. Wong rakyat masih lebih mikir gimana caranya makan besok, bukan gimana caranya pergi ke luar negeri.
    FYI, Pajak dimana2 itu uang gampang. Wong pemerintah ngga perlu ngapa2in dapat pajak kok. PPh begitu, PPN begitu.
    – irving

  46. Ntar kalo mau ngebelain negara perang keluar harus piscal dulu… πŸ™ ..
    Pure bad joke hehehe πŸ˜€

  47. *To Irving:* Kalo FISKAL dihapuskan, mungkin 80% rakyat Indonesia yg tidak mampu keluar negri itu MENJADI MAMPU.

    Pajak memang kembali ke rakyat dan tugas pemerintah untuk mengambil pajak, tapi PAJAK YANG MANA DULU? FISKAL adalah PAJAK GAMPANG yang masih berlaku karena PEMERINTAH males [alias keenakan] bisa sudah menerima 1.2 trilyun tanpa usaha besar.

    Rp 1.2 trilyun yang harusnya bisa ditutupi dengan pengefektifan dan pengefisienan pajak2x lain yang memang patut dan bisa dibenarkan.

    PENGHAPUSAN FISKAL adalah kepentingan semua rakyat, jika itu dihapuskan SEMUA RAKYAT tanpa pandang bulu akan menerima MANFAATNYA.

    Oh man, semua HAK gue perjuangin, tenang aja, ga pandang-pandang kelompok kita dalam memperjuangkan hak. πŸ™‚

  48. Buat Farid:
    Jangan terlalu percaya dengan teori neo-liberalisme itu. Tau kan kalo Amerika dan Eropa memberikan proteksi untuk produk2 pertanian mereka? Mereka cuap2 soal kebebasan perdagangan, mengkritik kebijakan fiskal kita, tapi mereka sendiri memberikan proteksi yg membuat produk pertanian kita tidak bisa masuk.
    Dan ingat juga, kalo mau menerapkan prinsip neo-liberalisme, jangan cuman yang menguntungkan buat kamu saja. BBM naik, protes, padahal itu juga bagian dari neo-liberalisme (tidak ada subsidi). Berani ngga ngerasain air, listrik, BBM, telepon, sekolah, tanpa subsidi? Berani nggak bayar pajak besar seperti negara2 liberal lainnya? Pajak pendapatan mereka jauh lebih besar daripada kita, dan jauh lebih agresif.
    Jadi, usul saya, kalo mau menerapkan suatu konsep, harus menyeluruh. Maunya BBM (dan lain2) tetap disubsidi, tapi pemerintah ngga boleh menarik pajak fiskal. Maunya gaji tinggi, tapi ngga mau bayar pajak.
    Jangan cuman ngomong ke pemerintah Indonesia untuk mencabut proteksi untuk industri dalam negeri. Minta juga pemerintah Eropa dan Amerika mencabut proteksi produk pertanian yang besarnya lebih besar daripada APBN Indonesia 1 tahun. Jangan cuman dengerin kata2 pemain luar negeri, supaya proteksi kita dicabut, dengan alasan perdagangan bebas dll. Tapi kenyatannya, mereka sendiri juga memproteksi produk2 mereka.
    – irving

  49. Justru itu masalahnya. Yang kita ingat hanya hak. Hak dan Kewajiban itu dua sisi dari keping uang yg sama.
    Seperti saya bilang tadi, 80% dari penduduk Indonesia tidak mampu untuk bepergian ke luar negeri (angka 80% perkiraan saya saja). Jadi, menurutku sih, wajar saja kalau untuk yg 20% ada KEWAJIBAN untuk membayar pajak tambahan.
    Dengan asumsi bahwa pemerintah kita bersih, pajak itu kan akhirnya kembali ke rakyat yg 80% itu. Kalau pemerintah tidak bersih (dalam hal pajak), itu masalah lain. Toh korupsi tetap musuh kita bersama.
    Jadi, menurutku, penghapusan fiskal itu bukanlah “kepentingan rakyat”. Lebih tepat kalau disebut “kepentingan segelintir rakyat”, seperti aku dan kamu, yg memang mampu untuk bepergian ke luar negeri.
    Kalau memang mau memperjuangkan hak, perjuangkanlah hak yang lebih berguna untuk semua orang. Sekolah gratis/murah, angkutan murah, beras murah, dll. Bukan pembebasan fiskal yg hanya bisa dinikmati oleh orang2 mampu saja.
    – irving

  50. ikutan comment ah,
    sepengetahuan saya fiskal itu bukan potongan pajak, tapi ya memang pajak (disinsentif) untuk orang yg keluar negeri, kalo dengan hapusnya fiskal orang cenderung pariwisata ke luar negeri dibanding dalam negeri, hal ini harus dipandang sebagai lecutan buat praktisi pariwisata dalam negeri untuk lebih berkembang dan berani bersaing dengan pesaing-pesaing lainnya, kalo fiskal dianggap perlindungan bagi industri pariwisata dalam negeri, apa bedanya dengan proteksi yang nggak fair dan sebenarnya praktek2 seperti ini udah di banned lewat perjanjian dagang di forum2 regional, harusnya konsumen bebas memilih “mau malem mingguan di singapore atau di bandung ya?” kalau mau wisatawan lebih banyak datang, ya bikin dong yang lebih atraktif, bukan kemudian harus direstrain
    harusnya penghapusan fiskal bisa dipandang sebagai stimulan yang mampu menggerakan roda ekonomi, karena ke luar negeri (entah bisnis, wisata, sekolah) sedikit jadi murah, orang jadi lebih tergerak untuk mencoba, mereka yang biasanya nggak pernah kepikiran, jadi kepikiran, dan kalo sekarang kepikiran, dari mana duitnya? orang akhirnya akan lebih giat mencari uang dan dengan momentum itu ekonomi secara keseluruhan akan terangkat, ini yang dinafikan dengan dibilang negara akan kehilangan sekian triliun padahal di dalamnya terkandung juga potensi untuk menjadi salah satu engine of growth perekonomian kita
    sekiannnnnnnnn

  51. To Irving: buat saya ini bukan masalah siapa yang untung siapa yang rugi atau turisme dan lain-lain.

    Selama ini ada pihak yg diuntungkan [pemerintah Indonesia] dengan mendapat uang gampang dengan korban hak saya berpergian.

    Ini masalah hak sebagai seorang manusia untuk bisa bebas pergi kemana aja tanpa harus dibebani pungutan.

    Kalo hendak pergi ke luar negri diambil pungutan, kenapa ga sekalian keluar DKI Jakarta ada pungutan, keluar Jakarta Selatan ada pungutan, keluar Pejompongan ada pungutan.

  52. Aku bukannya ngebelain pemerintah, krn toh aku sendiri juga merasa rugi dengan adanya fiskal ini. Tapi, coba pertimbangkan bbrp hal ini:
    – Seandainya fiskal dihapus, kemungkinan besar orang akan lebih banyak jalan2 ke luar negeri daripada ke dalam negeri, yg akan mengurangi pendapatan pariwisata dalam negeri
    – Fiskal ini seperti BBM. Aku ngga punya data pasti, tapi aku yakin sebagian besar orang yg ke luar negeri adalah orang yang mampu. Jadi, kenapa fiskal harus dihapus?
    – Ingat juga, Fiskal sifatnya pemotongan pajak. Jadi, kalau kita bayar fiskal, bukan berarti kita rugi. Fiskal itu bisa kita pakai untuk mengurangi pembayaran pajak sewaktu kita bayar pajak.
    Jadi, coba pikir2 lagi soal 1,2 triliun itu. Apa alasannya disebut “tidak berdasar”? Kalau menuruku pribadi sih, kalau fiskal dihapuskan, yang pertama tepuk tangan gembira adalah:
    1. Industri parawisata di luar negeri, terutama di singapura, malaysia, dan thailand, yg tiket pesawatnya murah.
    2. Orang2 kaya yg hobi belanja ke luar negeri (lumayan tambahan 1 juta untuk belanja)
    Sementara, untuk orang2 bisnis tidak begitu pengaruh, krn toh fiskal adalah pemotongan pajak (kecuali kalau dia tidak bayar pajak).
    Dan untuk 80% lebih rakyat Indonesia? Toh mereka bayar ongkos ke luar negeri aja ngga sanggup, jadi buat mereka fiskal itu bukan isu yg penting.
    Jadi, untuk mereka yang “memperjuangkan” pembebasan fiskal “atas nama rakyat”, perlu kita pertanyakan “rakyat yg mana”. Orang2 kaya?
    Just my 2 cents.
    – irving

  53. ketika negara laen udah ngapusin pajak ginian, indonesia masih betah ajah :).
    nDa, klo di hapus, bisa PP BDG – BKK yak πŸ˜€

  54. Setelah gua baca komennya santi gue juga jadi penasaran. Iya ya apa sih sebenernya fiskal itu dan buat apa awalnya.

  55. bebas fiskal, lumayan kita bisa rame2 ke malaysia. semuanya pake kaos “ganyang malaysia”.
    kyakyaykyakykaykyk.

  56. padahal tahun lalu, ada kebijakan pembebasan fiskal udah disetujui bakalan diberlakukan tahun ini…
    ternyata ganti kabinet, diganti lagi….
    takut setorannya kurang tuh….

  57. wah asik juga tuh klu petisi buat ngapusin fiskal di”setujui”, tp akibatnya harga tiket pesawat dinaikin gak ya.. klu bener sm juga boong kali..hehe

  58. wah asik juga klu petisi ngapusin fiskal di”setujui”, tp gw yakin klu itu mmg terjadi pasti harga tiket pesawat pasti dinaikin… ya sm juga boong kali..hehe

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.