Muda dan Keterbatasan

I am not young enough to know everything. -Oscar Wilde.
Gue yakin Oscar Wilde udah ga muda lagi waktu dia ngomong kalimat diatas. Dengan bilang seperti itu dia mau bilang bahwa kayaknya waktu kita muda, kita rasanya TAHU semua.
Waktu MUDA rasanya gue tahu semuanya, bisa ngapain aja, bisa ngerjain semuanya. Gue bahkan agak-agak khawatir dengan begitu banyak orang muda juga yang seumuran ama gue, karena gue takut, jangan-jangan bakal ga kebagian kerjaan kita-kita ini, ga kebagian tempat kita-kita ini, karena satu orang kita saja sudah bisa mengerjakan SEMUANYA.
The world is your oyster!
Hari ini hari milikku, juga esok masih terbentang….
Ga ada rasanya satu hal pun yang kalo dikasih kerjaannya ke gue bakal gue tolak dan bakal gue bilang kalo gue ga mampu. APAPUN bisa gue kerjain, APAPUN bisa gue jawab.
Kepercayaan diri yang menggila, bisa apa saja, punya pendapat untuk semua hal dan tahu SEMUANYA.
Young people know EVERYTHING.
Gile betapa salahnya gue waktu itu heheh.
Karena yang sebenernya terjadi adalah..
* * * * * * * * SPOILER * * * * * * * *
Buat yang masih muda (dibawah 23 tahun) lebih baik JANGAN baca!
* * * * * * * * SPOILER * * * * * * * *

The more you get older, the more you think and realize about your own limitations.
Bener peribahasa yang bilang bawah makin sedikit kita tahu, makin sedikit kekhawatiran kita, makin berani kita (kalo ini bukan pribahasa, maka gue yg pertama bikin pribahasa ini hehe).
Makin banyak kita tahu, makin kita tahu bahwa apa yang kita tau sebenernya ga ada apa-apanya, dan makin banyak keterbatasan kita untuk tau semuanya, untuk bisa semuanya.
Dan satu-satunya cara (buat gue) supaya kita tahu, kita harus ngalamin sendiri. Ga ada guna kalo dibilangin ama orang lain. Waktu gue masih muda itu, emang gue mau denger kalo ada yang bilangin ke gue, bahwa lo tuh belum tau apa2x? Hehe.. sumpah ga akan gue dengerin pasti.
Tapi memang begitu kenyataannya.
Sedikit demi sedikit, hari demi hari, satu keterbatasan demi satu keterbatasan dikenalin ama gue. Dan mulailah gue menandai keterbatasan gue itu. Oh gue bisa ini, gue bisa itu. Itu gue ga bisa, itu mending jangan gue, sampai akhirnya, gue bayangin, di hari gue lebih tua nanti, dunia gue makin jelas. Disini kamu berada, dalam dunia kamu, diantara batasan-batasan kamu. Proses mengenali diri gue sendiri lagi.
Mengenal keterbatasan-keterbatasan gue. Dibantu oleh orang-orang terdekat gue.
Dan saat itu mungkin gue akan menemukan kepercayaan diri gue lagi.
Congrats buat Adhit yang udah nerbitin novel komedinya yang pertama “JOMBLO” hehe. Tidak lama lagi kecacatan cowok-cowok Universitas Negri Bandung bakal ngetop dan jadi bahasan dalam wacana budaya Indonesia. 😀 Congrats juga buat rencana penempatannya di negri yang jauh. Recana nikah jangan dilupain. 🙂
Beli bukunya di toko buku terdekat (masih terdistribusi di sekitar jakarta) dan lihat sinopsis dan cuplikannya di blognya Adhit.