Tentang lamaran dan ramalan

Lamaran sebenarnya mirip dengan ramalan. Dengan sebuah lamaran kamu diramal untuk menikah dalam beberapa bulan lagi. Tapi di lain pihak ramalan juga adalah sebuah lamaran. Dengan meramal sesuatu berarti kamu juga melamar sesuatu itu untuk terjadi pada kamu.
Hal yang paling susah adalah meramalkan lamaran. Pertama kamu perlu bertanya pada sang peramal, “Siapakah pelamar yang akan melamar saya Pak Peramal?” Lalu kamu perlu tau dari ramalan si peramal tadi kapankah si pelamar akan melakukan lamarannya tersebut dan melamar kamu sehingga lamaran tersebut bukan hanya ramalan.
Tapi ada peramal-peramal yang mengkhususkan diri untuk meramalkan lamaran. Jadi kamu yang sudah pengen dilamar bisa meminta diramal pada para peramal ini tentang kapankah kamu akan dilamar. Para peramal ini adalah apa yang kita kenal dengan para peramal pelamar yang pintar meramal lamaran.
Hal lain adalah melamar peramal. Misalnya kamu jatuh cinta pada seorang peramal dan kamu ingin melamarnya. Mungkinkah dia, si peramal, bisa meramal bahwa kamu akan melamarnya? Dalam posisi ini maka kamu akan disebut sebagai pelamar peramal.
Jika si peramal ini laki-laki maka berarti si peramal ini yang akan melamar. Dalam kasus ini dia akan menjadi peramal yang melamar. Dia akan bekata begini “Sayang, dengan ini saya melamar kamu untuk menjadi istri saya. Saya memang seorang peramal, tapi saya tidak bisa meramalkan apakah kamu akan mau menikah dengan saya. Yang bisa saya lakukan hanya melakukan lamaran dan apakah hasil dari lamaran itu sendiri saya tidak bisa meramalkan, walaupun saya seorang peramal. Karena kali ini saya bukan saja seorang peramal tapi juga seorang pelamar.”
Dalam lamaran-lamaran kita juga akan sering mendengar ramalan-ramalan. Misalnya ada seorang tamu yang meramalkan dari acara lamaran tersebut bahwa si wanita yang baru saja dilamar akan cepat mempunyai anak. Atau misalnya ada anggota keluarga yang meramalkan bahwa si lelaki yang baru saja melamar dan si wanita yang baru saja dilamar diramalkan akan hidup bahagia selalu. Bahkan ada juga yang meramalkan dan mengutarakan ramalan tentang lamaran anak-anak mereka nantinya.
Ramalan-ramalan tentang lamaran tadi biasanya terjadi. Apalagi bila si peramal adalah juga pelamar seperti dalam kasus diatas. Tapi tentu saja bila kamu belum pernah diramal tentang waktu lamaran kamu, kamu tidak perlu takut. Saat kamu dilamar maka saat itu juga diramalkan bahwa tidak lama lagi kamu akan menikah.
Jadi, kamu bisa meramal bahwa ramalan-ramalan pelamar tentang lamaran baik itu dilamar ataupun melamar belum tentu bisa diramalkan benar oleh peramal maupun pelamarnya sendiri. Karena peramal pelamar maupun pelamar peramal masing-masing diramal dan dilamar dan masing-masing juga melamar meramal. Lamar?

24 thoughts on “Tentang lamaran dan ramalan”

  1. Menurut ramalan gwe abis baca posting ini gwe pasti enek…. dan peramal gwe bilang sebagai obatnya gwe musti buru-buru ngelamar [..lagi?]atau menerima lamaran dari pelamar-pelamar baru dan yang pasti tidak satupun dari mereka itu adalah peramal……*_*!

  2. enda….gileee: peramal pelamar maupun pelamar peramal masing-masing diramal dan dilamar dan masing-masing juga melamar meramal
    apa waktu ngelamar istri tercinta elu ngeramal dulu lamaran lu ke tukang ramal? eih? *ketularan* πŸ˜€

  3. obey? kamu dah cukup umur buat ngamar?? πŸ˜€

    hani, lebih baik lidah melilit daripada bercabang *apa seh* πŸ™‚

    erly, bola apa nih maksudnya? πŸ˜‰

    dita, emang ribet ya? padahal gue ga 100% yakin kalo emang cukup ribet hekehekh.. tapi kamu 100% bener, nulisnya kayaknya lebih ribet (mkn) daripada bacanya :D.. tapi gue benerin nih πŸ™‚

  4. paragraf ketiga kalimat pertama kayanya salah tuh, mestinya “meramalkan lamaran” bukan? bang endanya sendiri ternyata nulisnya kepleset juga πŸ˜›

  5. hihi…gue nggak sampe abis nih bacanya..nggak sanggup euy, lidah gue yang jadi melilit gitu..*maklum lah kadang saya suka agak dyslexic (SP?) dikit*..:D

  6. ciphie: mau episode ke berapa yg diceritainnya? πŸ™‚

    noy: jadi lapar ya? gue sih malah jadi ngantuk πŸ˜€

    puisi “aku” millenium karya Iqbal πŸ™‚

    snydez ga jelaz hekeh..

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.