Seperti Seperti biasa karena gue

Seperti
Seperti biasa karena gue online berarti gue lagi di library-nya AIT.
Librarynya lumayan bagus lah, ber-AC, :).. ada online databasenya.. kalo mau dibandingin sih lebih gede perpus ITB, tapi disini lebih terurus dan buku2xnya lebih bagus2x.
Contohnya: Ada satu bagian yg isinya buku2x Advertising.. hehe.. Subjek ini masih membuat gue tertarik ternyata. Cukup lucu aja gitu lho ngeliat Advertising di treat sebagai sebuah subjek serius. Karena rasanya sih kenapa buku2x itu ada karena merupakan bagian dari buku2x Marketing Management-nya, karena di sini ada School of Management-nya juga.
Buku2x Advertisingnya ga gitu banyak dan ga gitu baru2x juga, tapi lumayanlah ada yg bisa gue baca2x. Seperti yang satu lagi gue baca sekarang ini, Judulnya “Advertising Management” terbitan 1992 Prentice Hall, tau kan Prentice Hall yg sampul2x bukunya sama semua, warna biru atau merah, yg lambangnya orang lagi lari. Kayak buku2x Acccounting lah.. serius banget.. hehe..
Dan jangan kuatir, Advertising ada itungan dan grafiknya juga. Sebuah subjek tentu aja belum jadi serius kalo belum ada itungan dan grafik2x cantiknya. 🙂
Ini ada yg lucu yg gue kutip dari buku diatas. Ini lagi ngebahas proses kreatif, buku ini ngutip dari buku tulisannya John M. Keil, The Creative Mystique: How to Manage it, Nurture it, and Make It Pay terbitan John Wiley 1985. Menurut Keil ada enam mitos dari orang-orang kreatif yaitu:

  1. Creative people are sophisticated and worldly. They are cultured, well read, and snobbish.
  2. Creative people are more intelligent than others.
  3. Creative people are disorganized.
  4. Creative people are witty and seldom boring.
  5. Creative people are more involved with liquor and drugs than others are.
  6. Drgs and alcohol stimulate creative thinking.

Hakhakhak… good reading kan. 🙂