September 2006 Archives

Satu Dari Sepuluh

| | Comments (49)
satudarisepuluh.jpg
You only get one shot, do not miss your chance to blow. This opportunity comes once in a lifetime yo —Eminem

Kalo kamu mau mendirikan perusahaan baru (startup), maka statistik ini yang harus kamu selalu ingat, bahwa 2/3 dari seluruh startup yang bertahan hingga 2 tahun, dan hanya 44% dari seluruhnya yang tetap bertahan hingga 4 tahun. (10 Tips to Avoid Startup Graveyard)

Venture Capital, yang biasa memberikan modal pada startup sadar akan hal ini, bahkan menurut mereka hanya 1 dari 10 startup yang akan sukses. Tapi toh Venture Capital (VC) sebagai bisnis tetap jaya, karena 1 startup yang sukses itu memberikan return berpuluh kali (kadang-kadang beratus kali) dari nilai yang mereka invest-kan.

Modal yang hilang ke startup2x yang gagal tergantikan seketika dari startup yang sukses tersebut.

Dengan cara ini para VC’s yang ngumpul di Sand Hill Road, San Francisco/Silcon Valley, yg ngetop dengan budaya VC yang kentalnya, telah memberikan dunia nama-nama jaminan mutu seperti: Google, Yahoo, PayPal dll

Kuncinya bagi mereka adalah, bukan bagaimana tidak menyokong startup-startup yang gagal, tapi justru bagaimana supaya tidak ketinggalan ikut memodali 1 startup yang sangat sukses itu.

Gagal itu biasa, karena satu kesuksesan akan menutup semua kegagalan. Hujan sehari menghapus kemarau setahun.

Ide para VC’s tentang kesuksesan ini tentu bukan sesuatu yang baru. Sudah sering kita baca bahwa salah satu kunci kesuksesan adalah seringnya kita mencoba. Makin sering kita mencoba makin besar peluang kita untuk sukses.

Para penemu besar tidak menemukan temuan mereka dalam satu kali percobaan, tapi hanya satu percobaan yang dibutuhkan untuk sukses.

Kalau kita buka tirai dibelakang mereka, maka untuk setiap kali temuan saintifik, ada ratusan percobaan yang gagal.

Tapi siapa yang ingat akan percobaan yang gagal? Yang penting dan diingat orang adalah percobaan yang berhasil.

Begitu juga rahasia kesuksesan dalam hidup yang gue baca. Jangan lelah mencoba kalo belum berhasil, jangan lelah berlatih hingga sukses.

Kegagalan itu tidak penting, gagal sekali move on coba lagi, gagal lagi, move on, coba lagi tanpa berhenti. Dari situ kayaknya kita mendapat peribahasa: kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. (ini perlu diingat oleh kamu para pengantin baru di malam pertama hihihi)

Sayangnya, sebagai nasihat optimis yang membangkitkan semangat, pelajaran diatas, kadang melupakan beberapa hal yang tidak dijelaskan dan beberapa asumsi yang belum tentu benar di setiap kondisi.

Misalnya, gagal itu tidak apa coba terus hingga sukses, mengasumsikan resources (uang, modal, sumber daya alam) dan WAKTU yang tidak terbatas.

Kadang (sebenarnya sih sering), kita hanya tidak punya aja resources dan/atau waktu yang dibutuhkan untuk mencoba dan mencoba dan mencoba tanpa kesuksesan yang dijanjikan.

Yang kedua adalah, kegagalan berulang kali diasumsikan tidak memberikan efek apa-apa pada kita. Padahal seperti yang diketahui oleh setiap cowok yang pernah nyatain dan ditolak, kegagalan itu bukan hanyak berefek besar tapi juga rasanya sakiitttt banget deh. :D

Gagal sekali okelah, mungkin lagi sial. Gagal dua kali? Gagal lagi, lagi, lagi dan lagi? Tidakkah sebagian kepercayaan diri itu bakal hilang dari dalam kepala? Dan membuat kita bertanya-tanya tentang dunia?

Karena sebab-sebab diatas, walapun gue menghormati mereka yang sukses dalam dalam percobaan pertama, gue lebih menghormati mereka yang sukses dengan jejak kegagalan di belakang mereka. Karena bukan saja mereka sukses! Tapi juga mereka berhasil mengatasi kegagalan yang mereka alami.

Selain itu, nasihat diatas juga tidak selalu dapat diaplikasikan untuk semua kondisi.

Ada banyak hal yang memang kita bisa mencobanya berkali-kali dan gagal sebelum sukses.

Percobaan-percobaan di laboratorium, investasi, pengantin baru di malam pertama, bikin blog (kalo gagal bikin blog jangan menyerah, coba lagi!), posting di blog (jangan takut gagal, posting lagi!) dan ngisi komen (ayo semangat!).

Tapi juga ada beberapa hal yang rasanya harus sukses di percobaan pertama, seperti misalnya, membesarkan anak, dan, well, kehidupan.

Bulan Ramadhan misalnya, menurut gue termasuk yang pertama. Dimana kita bisa mencobanya berkali-kali hingga sukses.

Kita dikasih kesempatan 30 kali dalam setahun untuk mencoba melakukan ibadah puasa yang bener.

Mungkin itu sebabnya perintah berpuasa dilakukan selama satu bulan, karena Tuhan tahu puasa itu ga gampang dan kita butuh waktu mencoba dan bereksperimen berkali-kali.

Puasa hari pertama? Wah gagal, belum kuat, coba lagi.

Puasa hari kedua, hampir sukses ga makan minum tapi nonton bokep. Gagal, coba lagi.

Puasa hari ketiga, gagal lagi. Lupa kalo lagi puasa, baru bangun langsung minum kopi.

Puasa hari ke empat, masih gagal, coba lagi, jangan putus asa, ada kesempatan 30 hari untuk mencoba.

Dan ingat, cuma butuh satu kesuksesan untuk menghapus semua kegagalan. :D

Aku Ingin Terkejut Selalu

| | Comments (51)
terkejut.jpg
“Surprise is the greatest gift which life can grant us.” —Boris Pasternak

Seorang teman baik kemaren mengabarkan (oke, oke, menggosipkan) bahwa ada teman baik kita yang lain, yg baru saja selesai dalam proses penceraian, sekarang tengah menjalin hubungan dengan atasan senior di kantornya yang berasal dari Asia Selatan, seorang duda beranak dua.

Setelah dia menyampaikan berita itu dan gue terlihat tidak bereaksi beberapa saat, kemudian dia menambahkan: life is full of surprises…

Indeed it is.

Terus terang aja, kata pertama yang muncul di otak gue adalah SHITE! (diucapkan sait, versi keren dari kata shit, seperti biatch adalah versi keren dari bitch. Kenapa diterangin nda?) dan setelah terkejut, gue kemudian tersenyum ketika nyadar bahwa masih ada juga yang bisa membuat gue surprise. Membuat gue terkejut.

Karena bukahkah itu artinya gue masih muda? (Yeaa!) :D

Masih bisa terkejut, masih ada yang belum gue tahu, belum gue pikir, belum gue liat, belum gue alami di dunia ini sehingga gue masih bisa terkejut.

Masih ada hal-hal di dunia ini yang mengagetkan gue. Yang memerangkap gue dalam beberapa momen kehilangan kata-kata. Menangkap ke-enam indera di tubuh gue dalam kondisi ketertarikan.

Masih ada yang membuat jiwa gue berteriak: Yes! This is NEW!

Baru di momen itu gue tersadarkan betapa kemampuan untuk terkejut, kaget, fascinated tersebut adalah sesuatu yang berharga.

Sesuatu yang kita punya saat kita kecil dan sedikit demi sedikit hilang bersama bertambahnya umur.

Gala misalnya, anak gue yang bulan ini berumur 15 bulan selalu tertarik dan fascinated terhadap hampir semua yang mama papanya lakukan.

Maen komputer, baca buku, nonton tv, cuci baju, kipas angin, laci meja. Semua dia lihat dengan penuh ketertarikan dan keterkejutan.

Saat gue gosok gigi, cuci muka, bahkan cukuran bulu-bulu muka maka dia akan berdiri di sebelah gue, menatap penuh perhatian dan ingin tahu. Tertarik, karena ini sesuatu yang baru buat dia, sesuatu yang mengejutkan!

Bahkan setiap kali gue buru-buru masuk kamar mandi mau kencing maka dia bakal lari-lari kecil di belakang pengen ikut, dan setelahnya dengan penuh antusiasme menarik gagang flush toilet sehingga airnya keluar.

“OMG! Ternyata gagang di toilet ini bisa mengeluarkan air, menyiram air seninya papa!”, begitu mungkin pikirnya.

Coba bayangkan, apakah kamu mau ngikut gue ke kamar mandi dan mem-flush air kencing gue dengan penuh ketertarikan? :p
 

Dari situ gue jadi ngerti dorongan temen-temen untuk selalu “dikagetkan” akan sesuatu yang baru. Musik yang baru, album baru yang akan keluar bulan depan. Film baru dari sutradara yang kita tahu selalu “mengagetkan” kita dengan berbagai cara.

Beli baju baru, sepatu baru, asesoris baru. Kirim-kirim email lucu, baca-baca email lucu.

Gadget baru yang kita baca di satu majalah dan akan launch di market minggu ini. Kawin lagi dan punya istri baru umur 19 tahun.

Software release baru, anime baru untuk di download, situs baru yang muncul, posting baru di blog ini, komen-komen baru (waa! komen baru! hehe)

Kehausan kita akan sesuatu yang baru, untuk dikejutkan dari waktu ke waktu, adalah cara kita untuk mempertahankan ikatan dan ingatan saat kita masih kecil, masih muda. Dan mungkin supaya berasa muda.

Dengan berbagai cara masing-masing, kita mencari hal-hal baru. Mencari hal-hal yang mengejutkan kita. Yang secara genuine mengejutkan kita, bukan terkejut yang dibuat-buat. Yang membuat kita diam beberapa saat dan berseru SHITE!

Dan itu yang mungkin yang kita lakukan sekarang.

Setengah mati ingin terkejut dan dikejutkan.

Setengah mati menunda saat-saat dimana kita berkata, there’s nothing new under the sun dan nothing surprise me anymore.

Setengah mati menghindari masa saat kita sudah begitu sinis, jaded, dan lelah sehingga apapun tidak menarik perhatian kita lagi.

Semoga hari-hari itu tidak akan pernah datang dan semoga kita selalu mampu untuk terkejut.

Nah sekarang… jangan ngeliatin aja dong, sudah boleh di-flush tuh toiletnya. :D
 

Enda Nasution's Facebook profile
TEDIndiaFellows 2009

Twitter Visitors


About this Archive

This page is an archive of entries from September 2006 listed from newest to oldest.

August 2006 is the previous archive.

October 2006 is the next archive.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Barack Obama Logo

Join My Community at MyBloglog!

View blog authority

Powered by Movable Type 4.01




Pesta Blogger 2010

I'm attending Pesta Blogger 2010


Global Voices 2010



KoinKeadilan.com Prita



Pesta Blogger 2009



Blog Action Day 2009



Justice for Prita!



100 Days Obama



Support Wikipedia

Wikipedia Affiliate Button