August 2006 Archives
Merdeka2.0BETA.png)
Ultimately we know deeply that the other side of every fear is a freedom. —Marilyn Ferguson
Ketika kita bicara tentang kemerdekaan, cukup menarik untuk mengamati bahwa “merdeka” punya arti yang berbeda-beda untuk masing-masing orang.
Merdeka atau freedom punya arti banyak dan kita masing-masing punya definisi sendiri terhadap apa itu kemerdekaan.
Dalam salah satu artikel yg gue baca (gue lupa, mkn di NY Times, ada yg pernah baca juga), seorang ahli pernah melakukan survei tentang apa arti kemerdekaan.
Freedom atau merdeka ternyata punya arti yang berbeda ketika dia mengkategorikan strata sosial sumber surveinya.
Bagi mereka dengan tingkat pendidikan tinggi (college degree, thus middle class, middle incomes) merdeka mereka asosiasikan dengan “kemerdekaan untuk…” (“freedom to…”).
Kemerdekaan untuk berbuat, kemerdekaan untuk mencapai, kemerdekaan untuk memilih.
Kemerdekaan sebagai bentuk sebuah ekspresi diri dan mencapai potensi pribadi.
Sedang hasil survei dari mereka dengan tingkat pendidikan rendah (no college degree, thus low income), kemerdekaan untuk mereka adalah “kemerdekaan dari…” (freedom from…”)
Kemerdekaan dari penindasan, kemerdekaan dari rasa takut akan masa depan, akan kelaparan, akan teror. Kemerdekaan dari tekanan sosial, ekonomi dll.
Kemerdekaan adalah bentuk jaminan akan dasar-dasar kebutuhan untuk hidup.
Freedom to… dan freedom from…
Dua bentuk kemerdekaan.
Satu negeri.
Dirgahayu Indonesia ke 61.

Hidup ini pendek dan cuma sekali. Manfaatkan sebaik-baiknya. Optimalkan semaksimum mungkin.
Jangan disia-siakan. Ngapain hidup menderita. Ngapain hidup tidak bahagia.
Lakukan yang bisa kamu lakukan. Ambil langkah-langkah untuk berubah.
Karena hidup cuma sekali. Karena waktu kita pendek.
Karena untuk apa hidup kalo tidak bahagia?
Siapa yang ingin menderita? Semua orang ingin bahagia.
Betul?
Betul?
Jadi kita lahir dan ada disini untuk bahagia?
Betul?
Betul?
Kata siapa?
Kata kamu? Kata dia?
Kata Tuhan?
Saya ga ingat Tuhan bersabda: “Jadilah kamu mahluk-mahluk yang berbahagia!”, atau “Carilah kebahagiaan ke negeri Cina!”
Apakah Tuhan ingin kita bahagia? Atau cukup sekedar berhamba?
Kalo kamu memang ingin tahu, sini saya kasih rahasia.
Adam dan Hawa tidak hidup bahagia.
Hidup untuk bahagia tidak dimula dari mereka.
Tapi baru jadi kata, saat Amerika Merdeka.
Ya, di tahun 1776, baru 230 tahun yang lalu. Saat mereka menulis, “Life, liberty and the pursuit of happiness” di naskah proklamasinya.
Pursuit of Happiness katanya, adalah hak dasar, hak hidup manusia. Kita harus bahagia kata para founding fathers negara Amerika.
Karena untuk apa kalo tidak bahagia? Karena untuk apa kabur jauh-jauh dari daratan Eropa. Kalo tidak bahagia?
Sebelum itu, manusia tidak harus bahagia.
Sebelum itu, kita tidak berpayah-payah mencari tahta, harta dan wanita yang katanya bikin bahagia.
Sebelum itu, ada nilai-nilai lain selain bahagia, ada cerita lain selain kebahagiaan.
Ada kepahlawanan, ada pengorbanan, ada kematian, ada tragedia, ada romi dan julia.
Karena itu, cuma Ratu dan Raja yang masuk dalam cerita-cerita rakyat.
Karena itu, cuma dongeng yang diakhiri dengan “mereka hidup bahagia selamanya”.
Manusia tidak hidup dalam cerita anak-anak. Dan itu dimengerti dengan bersahaja.
Dimengerti bahwa ada yang lebih dari kebahagiaan dalam hidup manusia.
Lalu haruskah sekarang kita mengejar kebahagiaan?
Pantaskah kita mengedepankan hak kita untuk bahagia?
Bolehkah kita beralasan, bahwa kita tidak bahagia dan karenanya…
Sepatutnyakah kita meminta tidak kurang dari kebahagiaan? Dan tidak lebih dari kebahagiaan?
Sebagai seorang wanita.
Sebagai seorang pria.
Sebagai manusia.
Pantaskah? Bolehkah? Sepatutnyakah?
Karena toh hidup cuma sementara. Dan ada banyak pilihan mengangkasa.
Jadi kenapa tidak?
Lagipula.
Apa kalo tidak bahagia?
Mungkinkah cuma hidup sederhana, bersahaja dan berhamba?
Mungkinkah cuma hidup merdeka, pencarian kebenaran dan fakta serta realita?
Mungkinkah cuma istri, anak, suami dan keluarga?
Catatan: Selamat hari kemerdekaan Indonesia ke 61, 17 Agustus 2006. Semoga kita semua selalu bahagia dan merdeka! Jangan lupa nasihat orang bijaksana: Carilah kebahagiaan ke Amerika! :D












