January 2006 Archives

Konflik

| | Comments (32)
conflict.jpg
Pick battles big enough to matter, small enough to win. —Jonathan Kozol

Kalo kamu ga ada kerjaan wiken ini, gue saranin untuk membaca buku yang judulnya The Naked Ape. karangan Desmond Morris. Highly recommended and amusing reading, The Naked Ape yang ditulis tahun 1967 dan bercerita tentang Manusia (dengan M besar) dari sudut pandang seorang zoologist.

Dari banyak hal yang menarik di buku tersebut, satu topik meloncat dari halaman buku dan nempel di kepala gue. Topik tersebut adalah tentang anatomi konflik yang dihadapi oleh sang “kera telanjang”.

Desmond Morris menulis bahwa CUMA ada dua jenis konflik di animal kingdom yaitu jenis konflik teritorial dan konflik hirarkikal.

Karnivora yang hidup di dataran luas, seperti singa, macan, dan serigala hanya memiliki jenis konflik teritorial sedang primata, seperti monyet, kera, simpanse, gorila dan keluarganya hanya memiliki jenis konflik yang berhubungan dengan hirarki di kelompoknya atau hirarkikal.

Manusia, sebagai keluarga primata yang meninggalkan pepohonan dan hidup di dataran terbuka serta mengadopsi gaya hidup karnivor memiliki kedua jenis tipe konflik tersebut sekaligus.

Konflik teritorial adalah jenis konflik yang paling umum dan sudah berlaku sepanjang sejarah. Perang antar negara mempertahankan daerahnya [teritorinya] adalah contoh jelas dari jenis konflik ini.

Jenis konflik ini dan perilaku manusia sehubungan dengan teritorinya sangat tertanam dalam. Itu mengapa kita memagari rumah kita dan mengapa konsep “rumah” adalah sesuatu yang penting. Bandingkan dengan komunitas kera yang selalu bergerak dari satu tempat ke tempat lain.

Bayangkan tipe konflik ini ketika kamu dengar preman saling meng-claim teritori mereka.

Hal yang sama juga terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Konflik teritorial terjadi dalam bidang kepakaran dan ilmu. Seorang insinyur tidak seharusnya berbicara tentang politik karena itu bukan bidangnya. Sebaliknya pakar politik merasa gerah kalo seorang lulusan teknik sipil bicara politik.

Bayangkan tipe konflik ini kalo nanti kamu dengar kalimat-kalimat: “Ini urusan saya, kamu jangan ikut campur”. “Militer ngurusin militer dan sipil harus diurus sipil” dan “Untuk mu agamamu dan untuk ku agamaku.”…

Kekuasaan atas satu area atau teritori jadi sesuatu yang sakral, worth fighting for, bahkan worth dying for.
 

Konflik hirarkikal (tolong polisi EYD bener ga nih hirarkikal? hehe), adalah sumber konflik yang kedua. Setiap sistem primata memiliki mahluk dominan di dalamnya. Dalam kelompok simpanse atau kera the big bad hairy chimp punya paling banyak akses ke chimp babes tapi dia juga yang bertanggung jawab atas keselamatan kelompoknya.

Begitu juga pada manusia, hirarki adalah sesuatu yang intrinsik dalam kehidupan kita. Ada mereka yang dominan dan ada mereka yang tidak begitu dominan dalam masyarakat kita. Ada kelompok yang dominan dan ada kelompok yang suka bermain kartu domino.

Kalo dominasi dalam komunitas kera didasarkan pada otot, maka dominasi di sistem manusia didasarkan pada beberapa hal. Kadang otot, kadang otak, kadang umur (senioritas) tapi umumnya uang….

Konflik tipe ini terjadi ketika ada yang melawan struktur hirarki yang sudah ada. Ada kera-kera muda yang coba-coba ngetes kekuatan sang kera dominan.

Dalam kehidupan manusia, konflik tipe ini umumnya terjadi ketika seseorang bingung atas “tempatnya” di masyarakat, hence istilah “tidak tahu diri” atau “ngelunjak” lahir.

Pengetahuan atas hirarki manusia ini makanya jadi penting. Siapa yang harus dihormati, siapa yang diatas, siapa yang dibawah.

Kera mana yang dominan, bagaimana menempatkan diri, bagaimana berbicara, bahasa apa yang harus digunakan ke “atas” ke “bawah” jadi sesuatu yang dipelajari dan diajarkan oleh kita pada anak-anak kita.

Potensi konflik hirarkikal juga besar terjadi ketika sebuah komunitas menerima anggota baru, karena sang new member kemungkinan besar tidak tahu “posisinya” di komunitas yang baru.

Untuk meminimalisir konflik karenanya dibuatlah ritual-ritual perkenalan dengan sebab utama agar para anggota baru bisa mengenali siapa-siapa kera dominan yang harus ditakuti sehingga proses adaptasi bisa berjalan lancar.

Ritual perkenalan inilah yang kita kenal dalam berbagai istilah, dari sekedar perkenalan, orientasi, OSPEK hingga… Nungging.
 

Dan kemudian tentu ada kombinasi diantara dua konflik diatas. Bukan saja kita masing-masing memiliki “teritori” kita sendiri, tapi kita jadi sering concerns dengan posisi teritori kita sendiri dibandingkan dengan teritori lainnya.

Rangking antar negara, negara mana dengan korupsi tertinggi. Rangking antar kota, mana kota yang terkotor. Rangking antar universitas, mana yang paling bagus. Semua ini adalah hasil kombinasi perilaku teritorial dan hirarkikal.

Kita [sebagai sebuah teritori] jadi terobsesi dengan posisi kita [hirarki] di semua bidang.

Di sisi lain, tidak banyak yang kita tahu bagaimana menghadapi sebuah konflik (kecuali bagi mereka yang pernah mengalami “management by conflict” hehe) yang harusnya umum diajarkan sejak SD. Yang banyak adalah ajaran tentang mehindari konflik, padahal sepertinya konflik bisa juga berguna dan mendewasakan kita.
 

Di tahun 2005, rasanya begitu banyak konflik yang kita dengar dan bahkan kita alami sendiri. Dari yang kecil dan remeh hingga yang besar dan mengambil korban nyawa. Antara manusia dengan manusia dan antara manusia dengan alam.

Gue pribadi tidak banyak mengalami konflik dalam kehidupan sehari-hari, kayaknya kebanyakan konflik yang gue alami terjadi kedalam. Dengan diri gue sendiri.

Banyak hal yang gue syukuri terjadi di tahun 2005, Gala lahir di bulan April, joining the thirty something club di bulan Juli. Makin tua dan makin dewasa mudah-mudahan. Dan juga mudah-mudahan makin bijaksana menghadapi dan tidak lari dari konflik dalam kehidupan.

Dua minggu ke depan, Insya Allah lancar, kita sekeluarga bakal ada di Bandung, ada rencana ke Jakarta juga. Mudah-mudahan bisa ketemu sama temen-temen di Bandung dan Jakarta, keep watching this page for the details hehe. :p

Perjalanan pertama Gala ke “tanah kelahiran” papa dan mamanya. :)

Perjalanan untuk kenal, biar Gala tau posisinya dalam struktur hirarki komunitas yang namanya keluarga dan mulai merasa memiliki bahwa dia juga punya claim atas teritori yang namanya Indonesia. :)
 

UPDATE: BANDUNG 11 JANUARI

Sudah tiba dan menikmati beberapa hari hujan kota Bandung :p

Nomer untuk dihubungi: 0818 0925 3522

Enda Nasution's Facebook profile
TEDIndiaFellows 2009

Twitter Visitors


About this Archive

This page is an archive of entries from January 2006 listed from newest to oldest.

December 2005 is the previous archive.

February 2006 is the next archive.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Barack Obama Logo

Join My Community at MyBloglog!

View blog authority

Powered by Movable Type 4.01




Pesta Blogger 2010

I'm attending Pesta Blogger 2010


Global Voices 2010



KoinKeadilan.com Prita



Pesta Blogger 2009



Blog Action Day 2009



Justice for Prita!



100 Days Obama



Support Wikipedia

Wikipedia Affiliate Button