December 2005 Archives
Mumpung masih di tahun yang sama :)

Summitnya yang kedua dilaksanakan di Kantor Pusat Reuters, di London, hampir tepat setahun setelah ide pembentukan dari Global Voices ini dicetuskan.
Kurang lebih 80 orang hadir kebanyakan blogger dari berbagai belahan dunia ditambah lagi beberapa orang dari NGO dan mainstream media.

Pat Hall dengan Blogamundo projeknya, yang mencoba membuat social translation tool (belum launch), Ory Okolloh blogger Kenya, Jordan Seidel blogger dari Polandia, Roba Al Assi blogger dari Yordania, Roby Alampay dari South East Asian Press Association yang berbasis di Bangkok dan Boris Anthony yang ngurusin Web GVO
Selebritis blogger, Robert Scoble dari Microsoft juga hadir di sesi siang dan Dan Gillmor pengarang “We the Media” yang mana gue berhasil foto bareng hehe.
Dan tentunya ketemu dan kenalan dengan Rebecca MacKinnon dan Ethan Zuckerman yang mendirikan GVO ini.
Tujuan summit ini tentunya selain evaluasi satu tahun projek ini sudah berjalan juga untuk membahas apa yang perlu dilakukan kedepan dalam kaitannya dengan membangun komunitas blog di masing-masing negara.
Gue rasa sih salah satu tujuan summit juga buat berkenalan langsung secara pribadi face to face, sedang proyek lanjutan, koordinasi dan lain sebagainya toh bisa melalui Internet. Kalo udah ketemu kan lebih gampang.
Diskusi berlangsung seru dan intens dalam 4 session, yang bawa laptop ngeluarin laptopnya [thanks to reuters ada WiFi di ruangan], laporan langsung dan ambil foto-foto yang langsung di upload ke flickr.

Beberapa hal yang gue dapet dari summit tersebut:
- Belum pernah gue ngerasa blog dianggap seserius ini :). Ga ada lagi phase harus nerangin, oh blog itu ini loh dan ini bukan trend (!). Satu ruangan, hampir semua blogger dan semua menyadari potensi kekuatan media baru ini. Ini pertama kalinya seumur hidup gue ngeblog. Mungkin next time kita kopdar, atau blogger Indonesia ngumpul, kita bisa nyadarin kekuatan baru yang ada dalam alat yang kita kuasai ini.
- Mainstream media yang ngerti menyadari hal diatas. Itu kenapa Reuters berepot-repot nyediain ruangannya di hari Sabtu buat dipake. Media Inggris lain juga hadir di ruangan, BBC dan The Guardian dengan tekun ngikutin dan ikut menyumbang dalam diskusi. Media di Indonesia mau ikut take notice?
- Ada diskusi tentang persaingan antara jurnalis dan media yang ujungnya berkesimpulan, masing-masing pihak bisa saling berkontribusi satu sama lain. Blogger butuh jurnalis dan jurnalis butuh blogger. Blogger adalah alternatif sumber informasi lain dengan potensi luar biasa. Blogger ga punya resouces besar untuk melakukan indepth investigation atau melawan tuntutan hukum mungkin, tapi punya kebebasan lebih dalam merilis informasi yang dia punya.
- Ada 10 juta pengguna Internet di Indonesia, tapi estimasi jumlah blogger Indonesia cuma sekitar 10 ribu. Baru 0.1% jumlah blogger di Indonesia. Masih banyak banget potensi blogger Indonesia bisa berkembang, apakah dengan dukungan media, apakah dengan penyebaran informasi lebih banyak tentang blogging atau dengan penyebaran panduan membuat blog/alat membuat blog yang lebih mudah (dalam bahasa Indonesia)
Dan sehubungan dengan kasus Herman Saksono terakhir, akan lebih mudah kalo memang blogger Indonesia punya semacam asosiasi serius dengan dukungan tim legal dll. Supaya blogger lebih terlindungi.
Tapi sebelum itu, kalo ga salah ada temen yang janji nih mau merilis sebuah projek blog yang bisa ngasih gambaran lebih jelas tentang kondisi dan perkembangan blogger, apakah jumlahnya, apakah kualitasnya di Indonesia [hehehe, ditunggu, dan kalo perlu bantuan, siap ngebantu]
Habis sehari summit itu, besok dan lusanya tentu gue jalan-jalan di London :p. Ternyata London ga sedingin yang gue bayangin. Makasih buat Aditya Pradana di Nottingham yang udah nganterin jalan-jalan dan jadi fotografer pribadi selama di London. :) Juga buat Ndun dan Mira untuk infonya serta buat keluarga Abednego di Bangkok buat supportnya. :)
Terakhir tentu ga usah diucapin lagi buat Nita dan Gala, papanya pergi lima malem ya Ga? Makasih ya papanya udah boleh pergi. :)
Foto-foto selama di London, bisa dilihat di sini: Flickr London Set
Ringkasan hasil GVO Summit bisa dibaca di posting oleh Rebecca di sini: Global Voices Summit: Emergence of a Conversation Community
Dan kalo berminat mendengar diskusi selama summit, bisa download file mp3 [podcast] di sini: session 1, session 2, session 3 [part1] [part2], session 4 [part1] [part1]
Gue ngomong di session 3 tapi jangan di denger malu! heheheh

Dan dalam kata-kata editorial koran tempo hari ini: ”..patut diduga yang bereaksi berlebihan adalah mereka yang merasa perlu melindungi martabat Presiden secara all-out..”
That means YOU! Yes you!
Jadi kalo boleh kasih saran, hentikan usaha cari muka dan cari perhatian dengan cara-cara intimidasi murahan.
Berita tentang reaksi beliau, yang sama percis diturunkan oleh republika, kompas, kapanlagi.

Streaming video dengan resolusi kecil bisa juga dilihat disini: SBY in Bangkok [thanks to Ronny]
UPDATE:
- Jawa Pos: “Di Bangkok, SBY Dihujani Pertanyaan Sidik Jari”
- Detikinet: “SBY Geli Tanggapi Kasus Foto ‘SBY-Bambang’” [updated]
- Versi audio sekarang sudah tersedia, thanks to teman-teman di Id-Gmail, om eko, iang, eci. Tipe file tersedia .wma, .mp3, .ogg
- Kompas: “Presiden Tertawakan Kasus Rekayasa Foto”
- Respon Majalah Tempo (copied): “Opini: Siapa Kepeleset Foto Presiden” dan “Rubrik Hukum: Blogger - Akibat Foto Montase Presiden”
- Video dan Audio bisa juga di download warnadunia [thanks to Thomas]
- Sekarang GATRA!: Mati Ketawa Indonesia Maya (via komen ableh)
Cerita pertemuan GVO di London menyusul, yang ini lebih mendesak hehe :)

Kalo semua lancar insya Allah, besok tengah malem gue akan berangkat direct flight dari Bangkok ke London buat menghadiri rapat tahunan ke dua dari Global Voice Online. :)
GVO 2nd summit ini yang mana akan diadakan di kantor pusat Reuters, pada hari Sabtunya, 10 Desember di daerah Canary Wharf.
Global Voice Online adalah proyek non-profit dari Berkman Center for Internet & Society di Harvard Law School. Di co-founded bersama oleh Ethan Zuckerman dan Rebecca MacKinnon
Dimana dengan dilandasi kesadaran bahwa begitu banyak “suara” yang muncul di dunia ini, dipacu dengan kemajuan teknologi dan Internet khususnya BLOG, maka sudah sepatutnyalah jarak bahasa yang memisahkan “percakapan” ini mulai sedikit demi sedikit diperdekat.
Global Voice Online karenanya mencoba memposisikan diri sebagai jembatan antara sekian banyak blogosphere di dunia ini. Supaya setiap suara terdengar.
Sebagai kontributor untuk Indonesian Blogosphere di Global Voice Online, adalah kehormatan tersendiri buat gue untuk di undang dan mendapat dukungan biaya perjalanan dan akomodasi untuk hadir di summit ini.
Terutama karena gue belum bergabung begitu lama [baru sejak September], baru posting beberapa kali dan cukup surprise karena saat bergabung gue ga tau bakal ada summit seperti ini.
Anyway, gue cukup excited untuk pergi secara ini pertama kalinya gue ke London. Mudah-mudahan London ga terlalu dingin, summitnya diperkirakan bakal asik dan dijadwalkan beberapa celebrity blogger akan hadir seperti Robert Scoble, Microsoft Blogger, Hugh Macleod [Gapingvoid] Founding developer Blog Engine Wordpress, Matthew Mullenweg juga pengarang “We the Media”, Dan Gillmor (list lengkap attendees)
Sayang untuk kali ini cuma berangkat sendiri [mudah-mudahan nanti bisa pergi bareng ya hon, gala :)], dan mudah-mudahan semua lancar sampe pulang lagi ke Bangkok.
Gue bakal ngeblog, cerita, foto-foto tentang summit dan perjalanan gue ini disini: Enda’s GVO 2005 London Summit
Gue juga minta doa restu dari semuanya [hihi kayak naek haji] dan bermanfaat perjalanan ini, ga cuma buat gue aja tapi juga buat dunia blog Indonesia.
Terakhir, secara yg baru pertama ke London, dan dalam kata-katanya Joey Tribbiani di Friends Season 4 Finale: It’s London Baby! :p
Lebih banyak tentang GVO:
- Info lengkap tentang the summit: Global Voices 2005 London Summit












