November 2005 Archives

Pertanyaan

| | Comments (37)
pertanyaan.jpg
“I refuse to answer that question on the grounds that I don’t know the answer” —Douglas Adams

Punya anak tentu mengubah banyak hal. Diantara banyak hal itu salah satunya yang kepikiran sama gue adalah bagaimana secara otomatis otak si ayah dan ibu memasukkan faktor anak dalam semua pertimbangan dan keputusannya sekarang.

Setiap hal yang kira-kira ada di depan mata dipersiapkan dan dibayangkan.

Bagaimana nanti kalo dia sudah besar? Apa yang akan dia suka? Yang dia tidak suka? Bisa ga nanti dia diatur? Akan aman ga nyimpen DVD-DVD lagi di rak bawah?

Dan banyak persiapan, pertanyaan dan bayangan lagi yang muncul. Yes, some are concerns, but mostly happy thoughts hehe.

Kalo buat gue, diantara banyak persiapan menghadapi Gala besar nanti, adalah bagaimana menyiapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin dia tanyakan.

Pertanyaan-pertanyaan besar. BIG-LIFE-CHANGING-QUESTIONS.

Bagaimana menjawabnya. Bagaimana menerangkannya.

Gue yakin para bapak-bapak yang udah lebih berpengalaman pasti udah biasa ditanyain anak-anaknya. Cuma daripada nanti gue bisa jawab “Tanya aja sama mama!” dari sekarang gue udah mereka-reka kira-kira jawaban gue bakal seperti apa, sudut pandangnya dari mana, se-elaborate apa kedalaman bahasannya, dan misalnya apa gue akan memberi jawaban pasti atau gue cuma akan memberi hint-hint aja dan membiarkan dia mencari kesimpulan sendiri.

Hal-hal semacam itulah.

Untuk pertanyaan “ringan” gue akan menggantungkan diri pada kemampuan gue berimprovisasi aja, jadi gue cuma mempersiapin jawaban buat pertanyaan-pertanyaan yang “penting-penting” aja, seperti:

Kenapa ada bayi?
Gini Ga, hampir semua spesies di dunia ini terdiri dari dua jenis kelamin, yaitu jantan dan betina. Masing-masing kelamin dibedakan oleh alat kelaminnya. Di spesies kita manusia kita menyebutnya Laki-Laki untuk mereka yang berkelamin jantan dan Perempuan untuk yang berkelamin betina.

Dua jenis kelamin ini dibutuhkan agar setiap spesies bisa melakukan proses reproduksi, agar spesies ini tetap langgeng, karena kita memiliki periode waktu hidup yang terbatas. Proses reproduksi yang melibatkan dua jenis kelamin inilah yang menghasilkan sebuah mahluk baru dengan spesies yang sama.

Mahluk baru ini yang kita sebut bayi.

Jadi kesimpulannya, bayi datang karena manusia tidak hidup selamanya.
 

Kenapa ada orang miskin?
Gini Ga, pertama kita harus tau apa definisi miskin tadi. Secara sederhana kita bisa definisikan bahwa miskin berarti kekurangan. Ini adalah hal yang lucu karena dengan teknologi yang sudah kita, sebagai spesies capai, sebenarnya sumber daya untuk memenuhi kebutuhan manusia sudah berlebih.

Karena itu penyebab kemiskinan adalah bukannya tidak ada benda untuk dikonsumsi, tapi akses terhadap benda-benda ini yang secara sengaja dan tidak sengaja dibuat terbatas dan dibatasi.

Ini terjadi karena KATANYA persaingan diantara manusia itu bagus untuk seluruh umat manusia, dan yang namanya persaingan akan selalu menghasilkan mereka yang menang dan mereka yang kalah.

Jadi kesimpulannya, kemiskinan adalah buatan manusia sendiri, dan keberadaannya sampai sekarang karena sengaja diadakan.
 

Tuhan itu apa?
Gini Ga, Tuhan adalah sebuah konsep yang mengatakan bahwa ada seorang Pencipta yang menciptakan seluruh isi alam semesta ini. Alam semesta sendiri adalah sebuah ruang yang sangat luas hingga berada di luar imajinasi kita untuk membayangkannya.

Celakanya, tidak ada buku panduan dan howto’s yang menerangkan kenapa alam semesta ini ada. Pengetahuan yang kita kumpulkan sampai sekarang juga belum bisa menjelaskan hal ini, terciptanya alam ini aja kita baru mengira-ngira dan masih diperdebatkan.

Begitu dashyatnya alam semesta ini hingga manusia berasumsi bahwa PASTI ADA maksudnya kenapa alam ini muncul disini. Pasti ada maksudnya, pasti ada yang membuat.

Jadi Tuhan itu adalah ketidaktahuan, Ga.
 

Sampai disini, gue harus berenti dan merasa ga sanggup lagi jadi seorang ayah yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan anaknya. Untung gue melihat sebuah sisi cerah dari masalah yang akan gue hadapi ini dari pengalaman gue sendiri waktu kecil.

RASANYA YAA, rasanya nih, gue waktu kecil dulu ga pernah nanya pertanyaan-pertanyaan seperti itu. :p

Pertanyaan gue paling cerdas waktu kecil biasanya melibatkan permintaan untuk dibeliin buku atau maenan, dan dalam format seperti ini:

“Beliin ITU boleh ya bu? Ya bu? YA BU? Yabu yabu? Yabuya? buyabuyabuyabuyabuyabuyabuyabuyabuyabuyaaaaaaaaa?”

Dan rasanya gue inget jawabannya dulu juga ga ribet-ribet amat. :D

Jadi dari situ gue berasumsi kalo nanti anak gue juga ga akan mengajukan pertanyaan yang susah-susah amat.

Dan lagi, kalo emang iya dia nanya pertanyaan yang begitu mengagetkan sampe gue ga bisa jawab, gue punya jawaban ampuh buat dia. One answer to answer them ALL!

“Papa, Tuhan itu apa?”

“Tanya aja sama mama sana!”

:p
 

Posting Gala pertama horeeee!
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Katanya hari ini hari anniversary-nya ke 4 mama sama papa ya.

Ohooy udah lama juga ya. 4 tahun gituloh. Gala setahun aja belum. Empat tahun itu pasti lama banget.

Gala doain mudah-mudahan mama sama papa bahagia selalu, rukun, langgeng sampe tua nanti. Amien.

Gala mohon maaf kalo ga ngomong langsung, abis gala belum jelas ngomong, secara namanya juga Gala masih bayi yaa.

Jadi ucapan selamatnya di blog aja, kebetulan boleh sama papa ngeblog di blognya papa :p

Udah segini dulu deh posting gala pertama. Ini, masih banyak lantai di rumah yang hari ini gala belum merangkak diatasnya, belum lagi jadwal banting-banting piring plastik sama gelas juga agak terlambat nih, udah deadline padahal.

Ngerobek-robekin majalah mama sama koran papa bisa malem aja ah.

Dah mama. Dah papa.

ps: ngeblog enak juga ternyata. :p
 

Sun sayang
Gala.

Culpa est mea

| | Comments (1)
culpa est mea, mohon maaf lahir batin
Were it illegal to say “I’m sorry, please forgive me,”
Gladly an outlaw I would be,
To apologize anyway.
FH, Cordula’s Web.

Lebaran kali ini, untuk ketiga kalinya akan kami rayakan di Bangkok. Ada rasa sedih ga bisa berkumpul dengan keluarga di Indonesia dan merayakan bersama.

Walau tentu tidak mengurangi keistimewaan bulan puasa dan Idul Fitri tahun ini karena katanya, sekarang kami resmi sebuah keluarga. :)

Tapi Insya Allah, dimanapun kita berada, hikmah dan berkah Idul Fitri selalu bersama kita. Amien.

Tentunya banyak kesalahan dan kealpaan saya pribadi baik di email, milis ataupun blog ini.

Untuk itu, mohon maaf lahir batin jika memang ada hal-hal yang ga enak yang pernah saya, katakan, tuliskan atau ucapkan, semoga saya bisa berlaku lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Selamat sampai ditujuan dan kembali lagi untuk yang mudik dan merayakan bersama keluarga.

Semoga semuanya akan lebih baik lagi untuk kita semua.

Salam buat Ibu, Bapak, Willam di Dago Pojok, Farid di Amsterdam juga pada keluarga besar Ardiwinata di Bandung. Pada keluarga besar Nasution di Bandung dan di Medan.

Salam juga buat Mamah, Papah, Teh Mila, Mas Jono, Nia, Ina, Adi, Rezki di Rasamala dan keluarga besar Djajadikarta serta keluarga besar Sutadisastra.

UPDATE: Mohon maaf karena satu dan lain hal, comment-comment di posting ini terhapus semuanya. Mohon maaf

Enda Nasution's Facebook profile
TEDIndiaFellows 2009

Twitter Visitors


About this Archive

This page is an archive of entries from November 2005 listed from newest to oldest.

October 2005 is the previous archive.

December 2005 is the next archive.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Barack Obama Logo

Join My Community at MyBloglog!

View blog authority

Powered by Movable Type 4.01




Pesta Blogger 2010

I'm attending Pesta Blogger 2010


Global Voices 2010



KoinKeadilan.com Prita



Pesta Blogger 2009



Blog Action Day 2009



Justice for Prita!



100 Days Obama



Support Wikipedia

Wikipedia Affiliate Button