June 2004 Archives

choices.jpgReaksi pertama kali gue setiap kali ada sesuatu yang baru gue sadari sendiri yaitu “Kok ga ada yang ngasih tau gue tentang ini?” atau “Kok ini ga diajarin ya di sekolahan?”.

Mungkin kamu punya pendapat bahwa sekolah bukanlah tempat dimana kamu bisa belajar segala sesuatunya tentang hidup, tapi buat gue, sekolah adalah sebuah lembaga buatan masyarakat dengan tugas mempersiapkan anak didiknya agar memiliki keterampilan lengkap yang kemudian akan digunakan dalam kehidupannya bermasyarakat tersebut. (ciyeh hehe)

Dan atas dasar pemikiran itu, gue ngerasa BANYAK banget pengetahuan penting yang seharusnya diajarin di sekolah tapi ga diajarin dan kita harus ngerti sendiri atau tau sendiri berdasarkan pengalaman.

Misalnya:

Bahwa ilmu pengetahuan lahir dari filsafat dan keinginan untuk mengendalikan alam, sayangnya justru sekarang filsafat malah cuma jadi salah satu cabang pengetahuan, terbukti dengan adanya jurusan filsafat.

Bahwa bagaimana pun kamu belajar dengan keras dan cerdas, nilai akhir ujian nasional kamu tetep bakal ditentukan oleh barang yang kamu pelajari di mata pelajaran MEKANIKA FISIKA di kelas 3 SMA, yaitu KATROL.

Bahwa it doesn’t matter what YOU ARE LIKE, what matter is what YOU LIKE. Seperti kata Rob Gordon di High Fidelity “.. records, books, movies, this thing matters..”

Atau yang menurut gue SUPER DUPER KRITIS dan penting banget untuk dipelajari mekanisme-nya: Gimana caranya MENENTUKAN PILIHAN.

Karena terus terang aja, apalah hidup ini kalo bukannya serangkaian pilihan?

Setiap saat kita memilih, jam berapa mandi, apa yang mau kita makan, sekolah mana yang mau kita masukin, jurusan apa yang kita mau ambil, siapa yang kita jadiin PACAR, ISTRI atau SUAMI, kerjaan yang kita ambil, blog yang mau kita kunjungin dan seterusnya dan seterusnya.

Tapi ga pernah, ga pernah rasanya gue tau ada sekolah yang memberikan mata kuliah atau kelas tentang “BAGAIMANA CARANYA MEMILIH”.

Karena memilih ga gampang sebenernya, sebagian besar orang bahkan ga mampu memilih dan membiarkan orang lain memilihkan pilihan buat dia. Padahal kalo ada formulasi, kalo ada misalnya, 10 langkah untuk memilih dengan tepat, kalo ada kursus tentang memilih, gue rasa akan lebih besar presentasi orang yang memilih pilihan yang benar.

Gini lo nak, cara memilih yang benar:

  1. Mulai
  2. Tentukan segala kemungkinan pilihan yang ada
  3. Cari tau sebanyak-banyak tentang pilihan-pilihan tersebut
  4. Setiap pilihan memiliki konsekwensi, pilih konsekwensi yang kamu suka
  5. Lakukan pilihan, kalo ragu kembali ke langkah (1) ATAU tutup mata dan itung kancing
  6. Selesai

See, ga gampang untuk memilih.

O, ya hal lain yang menurut gue SEHARUSNYA diajari di sekolah tapi ga, adalah:

Gimana caranya membedakan pemimpin yang bener dan yang ngaku-ngaku sebagai pemimpin.

password.jpgSepuluh tahun lalu (waktu gue umur 12 tahun hehe) rasanya jarang deh kita denger atau punya yang namanya password.

Pengetahuan password rasanya pertama kali tau waktu baca Trio Detektif, Jupiter atau siapapun yang berada di markas besar Trio Detektif biasanya baru boleh masuk setelah mengetuk pintu-pintu rahasianya dengan tiga ketuk, dua ketuk, satu ketuk (well I guess this is some kind of password) :)

Anak-anak di Sapta Siaga juga punya password, buat rapat-rapat rahasia mereka. Harus ngomong apa dulu gitu, baru boleh masuk.

Ga lama setelah itu, Internet dan kehidupan elektronik datang dan kok tau-tau hidup kita diserbu oleh password? Untuk setiap kali registrasi sebuah aplikasi di Internet kita harus punya atau menyediakan password.

Ngecek email pake password, login Yahoo Msgr pake password, login blogger.com pake password, login Friendster pake password, login ke komputer kamu aja pake password. Semua layanan pake password sebagai mekanisme keamanannya.

Belum lagi kalo ternyata email kamu ada lebih dari satu. Email kampus, email Yahoo, email Hotmail, dan ga tau apa lagi, kamu bisa tenggelam dalam lautan password akhirnya. Dan bukan hanya password, biasanya yang lebih celaka lagi, user name juga bisa beda-beda, yang alhasil menimbulkan kericuhan ingatan ketika berusaha mencari user name mana yang harusnya pake password mana. :D

Nah, masalah ini bukannya ga dirasa oleh para teknologis. Karena sekian waktu yang kita buang buat masalah ini membuat kita kurang produktif dan jadinya SIBUK nginget password-password dan capek terus-terusan login.

Di bidang ini misalnya ada yang namanya MSN Passport, dari Microsoft, yang menjanjikan kemampuan login sekali untuk selamanya untuk semua aplikasi. Sayang layanan ini ga laku, lebih karena orang lain pada ga percaya buat nyimpen informasinya sama Microsoft :). Beberapa layanan lain juga mencoba melakukan hal yang sama hanya karena satu dan lain sebab belum ada yang sukses.

Apa mau dikata, untuk saat ini kita harus memanage password-password kita sendiri. Dan untuk melakukan ini perlu ada strategi dan manajemen khusus supaya kamu ga gampang kelupaan password.

Pertama, adalah bad idea untuk menuliskan password-password kamu apakah itu di email, di kertas, di buku kamu atau dimana aja. Supaya aman, simpan password kamu di tempat yang paling aman, di kepala. Jadi selama kepala kamu tidak terantuk benda keras dan mengalami amnesia, mudah-mudahan password kamu selalu aman.

Kedua, lupakan memakai password yang persis sama atau modifikasi dikit dari user name atau nama kamu. Misalnya user name: Ateng, maka jangan pake passwordnya sok tahu, karena semua orang pada tau kalo Ateng itu Sok Tau

Lupakan juga memakai tanggal lahir kamu sebagai password, itu udah ketebak banget.

Ketiga, tentang pemilihan password itu sendiri sebaiknya apa, biasanya dah pada jago ya, umumnya password kita adalah kombinasi huruf dan angka, juga case sensitive (huruf besar-kecil) membantu untuk menciptakan sebuah password. Apakah itu alamat kost-an yang dulu, atau no rumah mantan cewek/cowok atau grup band atau apa gitu hehe.

DAN, kalo yang diatas itu dah beres dibawah ini adalah strategi password yang lumayan berhasil yang gue pake:

  • Gue selalu make (sebisa mungkin) user name yang sama untuk semua login. Ini mengurangi permasalahan what user name goes with what password, karena berarti gue tinggal mengingat passwordnya aja.
  • Awalnya gue cuma pake SATU PASSWORD SAJAH untuk semua login gue. Apapun loginnya, password andalah itu kuncinya (hehe). Ini menyederhanakan masalah banyak, karena gue ga usah nginget2x password lagi, kalo gue tau user name-nya, karena ya itu tadi, untuk semua login, ya pasti passwordnya itu.
  • Ketika gue merasa perlu ganti password andalan itu, maka untuk semua login gue ganti juga passwordnya, pokoknya cuma ada SATU PASSWORD deh, ini yang gue namakan STRATEGI PASSWORD TUNGGAL.

Sayangnya, ini kayaknya kurang aman, bayangin kalo sampe ketauan, maka berarti SEMUA login gue bisa dimasuki oleh hanya satu password sajah. Karena itu lahirlah apa yang gue namakan STRATEGI PASSWORD BERTINGKAT. (he)

  • Dengan strategi ini gue menciptakan beberapa tingkat penggunaan password, tergantung pada tingkat kepentingan sebuah aplikasi/login.
  • Dibuatlah kategori, biasa saja (BS), penting (PTG) dan penting banget(PTBT). Misalnya kategori biasa saja adalah email email yang buat milis aja, sedang email personal dan login yang penting banget, seperti misalnya untuk ke setting website ini, diberi kategori penting dan penting banget.
  • Sekarang kalo mau login tinggal nginget aja, ini penting atau biasa aja nih? Kalo biasa aja, loginnya A, kalo penting loginnya B. Dan kalo pun lupa, apa aplikasi ini gue kategoriin biasa aja atau penting, password yang perlu dicoba-coba juga cuma 3 buah. :)

Dan kalo lupa banget, ya gue ketuk aja monitor komputernya, tiga ketuk, dua ketuk, satu ketuk. Biasanya lama-lama juga kebuka. :D

Siapa kamu?

| | Comments (50)

shirt.jpgTidak seperti kaum wanita, kami yang cowok-cowok ini kurang lebih terjebak dalam jenis pakaian yang sama sepanjang hidup kami.

Untuk kamu-kamu yang kerjanya “wajar”, pilihan akan terbatas pada kemeja dan celana panjang kain. Untuk kamu yang beruntung kerjaanya “tidak terlalu wajar” (kayak gue dulu), lumayan, pilihannya rada luas, jeans, celana pendek, kaos, polo shirt masih masuk dalam pilihan, walau ini pun kurang lebih sama. (model baju cowok paling berapa macem sih?)

Baju kerja karenanya kurang lebih sebuah “seragam” juga, karena terdiri dari pakem yang baku, kemeja dan celana panjang kain. Yang membedakan biasanya hanya terletak pada warna dan tekstur atau bahan dari kemeja dan celana panjang tadi.

Bahkan untuk beberapa kantor, warna juga bukan pilihan. Atas harus putih (“terang” masih lumayan) dan bawahan harus gelap.

Anyway, wiken lalu gue dan istri jalan-jalan di Isetan, Central World Plaza (dulu namanya World Trade Center) depan Gaysorn Plaza deket KBRI Bangkok dan menemukan diri di tengah promosi diskon up to 50%. :D

Dasar baru mampu belanja kalo barangnya di diskon :), maka jadi seneng aja liat lagi ada diskon dan berniatlah gue beli lagi satu kemeja kerja.

Tentu aja pilihan barangnya cuma yang di diskon 50% (hehe), tapi emang lagi promosi tengah tahun kali ya, jadi lumayan banyak yang bisa dipilih.

Jadilah kita muter-muter, liat-liat, megang-megang dari satu brand ke brand lain dan walau gue secretly pengen punya kemeja kerja yang warnanya biru semua (he), tapi kali ini gue pikir warna lain gapapa deh.

Untuk dress shirt, pilihannya ada Van Heusen, Pierre Cardin, Alain Delon, Daniel Hecter, John Langford, Christian Lacroix, Valentino Rudy, John Blair, Eddie Bauer, Kenneth Cole, Paul Fredrick, Andrew Brown, Austin Reed

STOP-STOP!

Saat itu gue baru kepikiran, SIAPAKAH ORANG-ORANG INI yang namanya jadi nama baju?

Rasanya gue ga pernah kenal sama mereka ini. Dari kecil sampe segede ini rasanya gue ga pernah punya keluarga atau tetangga atau temen yang namanya kayak tadi.

MEREKA ini siapa? Penjahitnya? Modelnya? Yang punya pabrik atau sapa? Jangan-jangan ini baju MILIK mereka, yang dicuri, makanya ada nama mereka?

Apakah bajunya udah jadi dan yg bikinnya nyari-nyari nama yang keren gitu, biar jadi nama baju? Atau mereka-mereka ini yang selalu pake baju keren dan karenanya banyak yang nanya dan jadinya mereka jualan baju?

Apa yang membuat nama mereka jadi nama baju? Apa yang MEMBEDAKAN nama mereka sehingga nama mereka PANTES jadi nama baju?

Mana nama yang pantes jadi nama baju dan mana yang ga pantes?

Lain kali gue pengen nyari kemeja dengan nama yang bernuasa Indonesia. Soemanto atau Soedjana atau apa gitu… :D

Enda Nasution's Facebook profile
TEDIndiaFellows 2009

Twitter Visitors


About this Archive

This page is an archive of entries from June 2004 listed from newest to oldest.

May 2004 is the previous archive.

July 2004 is the next archive.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Barack Obama Logo

Join My Community at MyBloglog!

View blog authority

Powered by Movable Type 4.01




Pesta Blogger 2010

I'm attending Pesta Blogger 2010


Global Voices 2010



KoinKeadilan.com Prita



Pesta Blogger 2009



Blog Action Day 2009



Justice for Prita!



100 Days Obama



Support Wikipedia

Wikipedia Affiliate Button