May 2004 Archives

Setelah tadi malem ngobrol-ngobrol dengan pak roi tentang komunitas Blogger Indonesia jadi kepikiran deh, waktu berjalan, blogger Indonesia tambah banyak dan berkembang terus, mungkin ada gunanya kalo liat kebelakang sebentar dan berhenti sejenak untuk mempersiapkan diri melihat kedepan (ciyeeeeh cuih huh hehe)

Baru aja kemarin, ibu founder ini mengingatkan kita bahwa milis Blogbugs sekarang sudah berusia 2 tahun (Founded 23 May 2002). Prestasi yang lumayan untuk tetap aktif dan tumbuh bagi sebuah komunitas yang bisa dibilang generasi kedua ini (bloggerians yang pertama founded 6 Mar 2001)

Anggota milisnya telah berjumlah diatas 500 orang, Blogbugs.com telah melakukan soft-launch dalam minggu ini juga dengan menu utama (saat ini) sebagai direktori blogger Indonesia, dan minggu depan, teman-teman Blogbugs akan melangsungkan Gathering Nasional II di Kaliurang Yogyakarta. Semua atas jerih payah para blogger yang menyumbangkan waktu, tenaga dan dana dengan sukarela.

Buat gue, prestasi utama Blogbugs adalah ketika komunitas ini dengan mulus dan bijaksana bisa menempatkan diri sebagai komunitas blog Indonesia sambil menjaga hubungan baik dengan komunitas blog lain yg umumnya berbasiskan kota.

Setelah ini Blogbugs akan mengalami siklus seperti pada umumnya komunitas yang lain. Lahir, tumbuh, berkembang, dewasa, tua dan suatu saat mati, yang kemudian akan melahirkan komunitas-komunitas baru. Hal yang mana semuanya akan bergantung pada anggota komunitas itu sendiri.

Salah satu kelebihan Blogbugs saat ini adalah bentuknya yang cair dan tidak terstruktur (tidak ada ketua, pengurus, dll) yang mana secara natural sesuai dengan media blog itu sendiri. Makin banyak orang familiar dengan blog ditambah dengan kemudahan membuat blog, yang digambarkan Blogger.com cuma perlu 3 langkah, akan membuat jumlah blog dan blogger bertambah pesat yang mana akan menuntut perubahan (atau minimal penyesuaian).

Direktori Blogbugs.com telah menerima pendaftaran 73 blogger, hanya dalam waktu 2 hari semenjak kehadirannya diumumkan. Milis Blogbugs hingga hari ini beranggotakan 514 orang.

Bandung Blog Village memiliki 65 anggota, Blogstation yang berkedudukan di Bogor, 26 anggota, sedang Angkringan di Yogya sekitar 50 orang. Sedang Forum Blogger Family dihuni oleh 333 blogger, menjadikannya sebagai forum blogger Indonesia terbesar saat ini.

Survey blogger Indonesia, juga diisi kurang lebih oleh 300 blogger Indonesia.

Ini belum menyebutkan blogger Indonesia yang berkedudukan di luar negeri, ibu ini kalo ga salah mau mendirikan komunitas di NYC, dan di Amsterdam minimal sudah tiga blogger tercatat asik bermukim disana.

Dan rasanya masih banyak lagi Blogger Indonesia yang tidak mendefinsikan dirinya untuk tergabung dalam komunitas mana pun, atau membuat komunitasnya sendiri-sendiri yang juga sah-sah saja.

Dari jumlah diatas bisa dilihat bahwa Blogger Indonesia lumayan banyak dan hanya akan bertambah banyak lagi di hari-hari mendatang.

Melihat situasi ini terlihat timbulnya kebutuhan untuk membuat aturan dan mengambil keputusan sebagai sebuah komunitas untuk menghadapi masalah-msalah di masa depan yang mensyaratkan adanya sebuah struktur organisasi.

Sebuah dilema telah lahir. Tetap cair dengan bentuk sebuah forum yang membuat anggotanya dapat mudah datang dan pergi atau mencoba menstrukturkan diri (yang butuh effort lumayan besar) dengan resiko mungkin kehadirannya bisa terasa elitis dan dijauhi oleh blogger lainnya, terutama yang baru.

Jawabannya gimana? Tentu para anggotanya yang akan menentukan, terutama para aktivisnya, tanpa melupakan teman-teman yang lain. Gathering di Yogya minggu depan ini bisa jadi tempat yang tepat untuk mendiskusikan hal ini.

Blogbugs hanya akan bertahan jika kehadirannya dirasa berguna oleh para blogger. Direktori adalah suatu usaha yang tepat dan dibutuhkan, langkah berikutnya tentu sudah direncanakan dan bisa dipikirkan sama-sama :)

Kedepannya, dengan jumlah yang bertambah terus, akan makin banyak lahir dan berkembang komunitas-komunitas Blogger dengan ciri masing-masing yang tidak lagi berbasis geografis: Komunitas Blogger Jurnalis, Komunitas Blogger Penyair, Komunitas Blogger SMA, Komunitas Blogger Kuliah, Komunitas Blogger Pekerja, Komunitas Blogger Alumni, Sekolah dan lain-lain dan lain-lain.

Akan enak rasanya, ketika nanti blogger Indonesia makin banyak, akan tetap ada sebuah wadah bagi para Blogger Indonesia seluruhnya, dan akan menyenangkan kalo wadah itu masih bernama Blogbugs. :)

ps: selamat bergathering di Yogya buat para blogger yang ikut

Yunani

| | Comments (48)

achilles_brad.jpg ACHILLES! ACHILLES! ACHILLES! ACHILLES!

Begitu, para serdadu Yunani (biasa juga dipanggil mbak nani) yang baru saja mendarat di pantai Troya, berteriak mengelu-elukan (ELU! ELU!) Achilles waktu dia mengacungkan pedangnya, tanda kemenangan.

Bagaimana tidak membahana teriakan nama Achilles (dibaca Akiles: aki-aki lesu) saat itu, sang setengah dewa ini, putra dari Peleus dan Thetis (pencipta game terkenal), the mightiest of The Greeks, yang bergerak seperti angin, efektif dalam membunuh seperti Terminator 3, baru saja menerobos garis pertahanan pantai pasukan Troya bersama pasukan istimewanya (think of RPKAD in G30SPKI the movie), menguasai kuil Apollo, dan membantai semua isinya dan ini dia lakukan SEBELUM (!!) 999 kapal Yunani lainnya sempet selesai menyebrangi laut Aegean, menyentuh tanah Troya di daratan Turki

Achilles, dia yang ingin namanya abadi selamanya, 1000 tahun seperti Chairil Anwar, yang gemanya masih kita dengar sampai sekarang, terdengar dari speaker Dolby Stereo di Teater 5 yang pasti ga kebayang oleh Achilles (“Apaaa itu teater mbak yu?”, mkn begitu tanya Achilles pada mbakyu Nani-nya).

Achilles yg dimainkan oleh Brad Pitt di Troy itu bukan saja seorang pahlawan penentu kemenangan raja Agamemnon di setiap peperangan, tapi juga seseorang yang sangat mengerti akan showmanship dan berperang hanya untuk dirinya sendiri. Tidak untuk Tuhan (para dewa), tidak untuk bangsa dan sudah pasti tidak untuk almamater.

Achilles berperang dan meraih kejayaan untuk dirinya sendiri, dalam perang yang tidak akan dilupakan orang.

Namun begitu, raja Agamemnon dan pejuang Yunani lainnya seperti Odysseus sangat mengerti bahwa Achilles lah faktor penentu utama kemenangan pasukan mereka, tanpa Achilles, Yunani tidak akan bisa menang dan bertemu dengan Sersan Herman (pacarnya).

Kenapa bisa begitu? Kenapa bisa satu orang, SATU ORANG! menempati perang begitu penting dalam sebuah peperangan?

Secara literal ini memang terjadi di masa Yunani kuno, ternyata peperangan bisa diselesaikan satu lawan satu. Daripada korban banyak jatuh, kenapa tidak kita adu prajurit paling tangguh dari dua belah pihak, satu lawan satu untuk menentukan siapa yang menang perang.

Secara simbolis ternyata melihat ketangguhan seseorang berperang, sebuah pasukan bisa bangkit semangatnya. Kemenangan dan semangat seseorang ternyata mengangkat moral yang lain. Memberi suntikan semangat, menjanjikan kemenangan.

Satu orang itu di Mycenae Yunani saat itu adalah Achilles.

Jaman kemudian berjalan, perang Troya terjadi 1250 SM (dituliskan oleh Homer 750 SM), teknologi dan masyarakat berkembang, dan para politisi dan militer profesional memastikan bahwa tidak lagi sebuah peperangan bisa ditentukan hanya oleh SATU ORANG. Terlalu berbahaya jek, beresiko, too risky.

Apa jadinya kalo satu orang itu sakit perut, kalo dia kelilipan, atau lebih bahaya lagi, kalo dia BETE?

Itulah mengapa senjata pemusnah massal dibuat, nuklir, bomb, peluru kendali, semua dibuat, agar perang, tidak lagi tergantung pada satu orang. Keselamatan sebuah bangsa tidak bisa tergantung hanya pada satu orang. Terlalu bahaya jek, terlalu beresiko.

Itulah kenapa “Achilles” di jaman ini tidak lagi berperang untuk kita.

Di jaman ini, kita sibuk “berperang” supaya orang yg kita anggap “Achilles” bisa menang.

Baik lewat pemilu ataupun lewat SMS.

ACHILLES! ACHILLES! ACHILLES! ACHILLES!

Mari kita

| | Comments (30)

Hasta la victoria siempre..

Mari kita menundukkan kepala sejenak pada tanggal 12 Mei 2004 ini untuk mengingat peristiwa meninggalnya teman-teman mahasiswa Trisakti saat melakukan demonstrasi pada tanggal yang sama, 6 tahun yang lalu, 12 Mei 1998.

Hendriawan Sie, 20, luka tembak di leher

Elang Mulya Lesmana, 19, luka tembak di dada

Hafidhin Royan, 21, luka tembak di kepala

Hery Hartanto, 21, luka tembak di punggung

Di tengah kesibukan dan kegiatan kita lainnya, sering kali kita cepat lupa akan hal-hal lain yang telah terjadi. Dengan menuliskannya di sini, mudah-mudahan hari yang satu ini, dan juga korban-korban dari hari-hari yang dimulai dari hari ini, bisa agak lama kita ingat sama-sama.

Buat menyegarkan ingatan kita dibawah ini ada artikel menarik (yang anehnya susah dicari) tentang rangkaian kronologis hari ini 6 tahun yang lalu dan juga tentang 10 hari di bulan Mei 1998 itu yang sekali lagi membuktikan bahwa lagi-lagi mahasiswa yang (setidaknya) mendorong perubahan di negri ini.

Ten days that shook Indonesia: 12 - 21 May 1998

KRONOLOGIS PERISTIWA SELASA BERDARAH 12 Mei 1998

Kronologi Singkat Trisakti dan Kerusuhan Mei ‘98

Enda Nasution's Facebook profile
TEDIndiaFellows 2009

Twitter Visitors


About this Archive

This page is an archive of entries from May 2004 listed from newest to oldest.

April 2004 is the previous archive.

June 2004 is the next archive.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Barack Obama Logo

Join My Community at MyBloglog!

View blog authority

Powered by Movable Type 4.01




Pesta Blogger 2010

I'm attending Pesta Blogger 2010


Global Voices 2010



KoinKeadilan.com Prita



Pesta Blogger 2009



Blog Action Day 2009



Justice for Prita!



100 Days Obama



Support Wikipedia

Wikipedia Affiliate Button