April 2004 Archives
Buat kamu yang ikut dalam diskusi dibanyak milis (Mailing List) di Internet kamu pasti familiar atau pernah dengar yang namanya Milis Tetangga.
Disinyalir sebagai milis yang paling banyak disebut-sebut dalam diskusi yang terjadi di banyak milis, Milis Tetangga ini seringkali dijadikan bahan referensi dan bahkan sumber informasi yang kemudian dikirimkan ke milis lain.
Misalnya kamu akan menemukan banyak tulisan seperti dibawah ini di milis-milis:
… Di bawah ini saya forward-kan email dari milis tetangga …
… Mungkin ada yang bisa memberi pencerahan dari DISKUSI di milis tetangga ini? …
… Nih gue paste artikel yg gue dapet dari milis tetangga …
… Berikut artikel dari milis tetangga, smoga bermanfa’at …
… Nyadur dan copy-paste dari milis tetangga …
… Ini informasi dari milis tetangga untuk kita waspadai …
… Berikut ini artikel yang saya tulis berdasarkan diskusi dari teman-teman di milis tetangga …
… Ada cerita dari milis tetangga, cuma ingin berbagi aja …
Ribuan pertanyaan dan kebingungan dilancarkan oleh para pengguna Internet Indonesia. DIMANAKAH dan SIAPA sebenarnya milis tetangga ini?
Dan mengapa kok bisa milis ini jadi bahan referensi dan sumber informasi lainnya?
Jawabannya telah ditemukan. Misteri ini telah dipecahkan. Milis Tetangga telah ditemukan!
Klik disini untuk mencapai MILIS TETANGGA yang sangat terkenal itu.
Untuk subscribe ke milis ini, seperti biasa, kirim email kosong ke milis-tetangga-subscribe@yahoogroups.com
Lakukan sekarang juga dan kamu tidak akan pernah ketinggalan berita lagi, karena kamu telah menjadi anggota Milis Tetangga!
Hihihihihihih :D
UPDATE 01 June 2004: Sampai hari ini MILIS TETANGGA sudah punya 59 tetangga yang berhuni di dalamnya hekehke, kok bisaaaaa :)
Aku berkaca
Ini muka penuh luka
Siapa punya
Baru nyadar rasanya kenapa kalo kita maen-maen Friendster.com kok kayaknya suasananya lebih manusiawi ya?
Ternyata penyebab yang gue temukan adalah selain nama atau nickname atau apa penanda kita lainnya, di Friendster.com kita juga bisa liat wajah atau muka lawan bicara atau lawan message-message-an kita.
Dari situ, ketemulah jawaban dari semua kekhawatiran para teknologis bahwa teknologi menyebabkan hilangnya unsur kemanusiaan dari kebudayaan umat manusia.
Individu digantikan oleh nomor-nomor: di sekolah (NIM dan NIP), di Bank (No kartu kredit dan no rekening). Kita digantikan oleh barcode, oleh alamat email, oleh Yahoo ID yang bahkan bisa jadi lebih penting daripada kitanya sendiri atas nama keefisienan.
Kamu bahkan bisa dianggap tidak pernah eksis di muka bumi jika kamu tidak punya bukti dokumentasi dengan nomor diatasnya, dari akte kelahiran, kartu keluarga, ijazah TK, ijazah SD, KTP, SIM, Kartu ATM dan sebagainya, dan sebagainya.
Tapi sekarang jangan khawatir, jawabannya sudah ketemu. Tinggal pasang MUKA kamu sebagai pengganti segala bentuk identifikasi diri tersebut.
Ide buruk? Belum tentu coba kita bahas.
- Spesifik, muka kita bisa dibilang cukup spesifiklah sebagai penanda tunggal diri kita. Ok memang ada orang yang kembar atau mirip tapi berapa persen sih memangnya di seluruh dunia ini orang yang kembar identik dan sama sekali ga bisa dibedain? Dan lagi teknologi ini nantinya akan bisa mengenali perbedaan kecil antara muka yang satu dengan muka yang lain.
- Instan, sudah ada sejak lahir, tidak dibutuhkan lagi proses pendaftaran/registrasi untuk memiliki muka.
- Meta-data, selain penanda identitas, muka kita juga memiliki data lainnya yang built in sudah ada bersama muka kita itu, misalnya tanpa harus ngasih informasi apa-apa, orang lain sudah langsung tahu/mengenali bahwa kita termasuk orang asia, cewek/cowok (ini bisa diperdebatkan hehe), umur (kira-kira), dan mungkin anaknya si anu, adik/kakaknya si ani atau orang tuanya si ana.
- Murah, karena tidak usah bikin lagi. Tidak ada biaya yang dikeluarkan untuk membuat “muka” untuk masing-masing orang.
- Alamiah dan merata, tidak akan ada lagi orang yang ketinggalan tidak terdaftar (misalnya pada pemilu kemaren) karena setiap orang sudah punya muka secara alami
- Mobile, bentuk dan sifatnya mobile mudah dibawa-bawa kemana-mana dan dijamin tidak akan ketinggalan atau tertukar.
- Populer, ini sejalan dengan kecenderungan manusia yang lebih menyenangi gambar daripada huruf ataupun angka yang dibuktikan oleh Microsoft dan Apple lewat Graphic User Interface (GUI)
Di sisi lain tentu aja ada kekurangan yg bukannya tidak bisa ditanggulangi oleh teknologi (nantinya) yang akan diciptakan untuk mengakomodasi sistem identitas muka (SIM) ini. Misalnya:
- Bagi mereka yang baru saja ditimpa malu hingga HILANG MUKA akan sulit untuk melakukan aktifitas SEMENTARA yg mensyaratkan bukti dirinya tersebut, hingga tidak lagi merasa malu. Tentu saja ini tidak berlaku bagi mereka yang TEBAL MUKA.
- Bagi mereka yang marah dan acuh, terutama pada cowok atau cewek-nya hingga BUANG MUKA. Ini juga akan berkibat hilangnya identitas, kecuali mukanya diambil lagi.
- Penggunaan CERMIN harus dikurangi karena potensi kekerasannya yang tinggi yang disinyalir akan terjadi pada cermin jika sistem identifkasi muka ini efektif diberlakukan seperti dalam peribahasa: “Buruk muka cermin dibelah”
- Hati-hatilah terhadap lahirnya para kriminal yang mengkhususkan diri dalam MENCORENG MUKA dengan maksud menghapus identitas kamu dengan cari mempemalukan kamu di depan umum agar kamu HILANG MUKA tadi (hehe)
- Dan terakhir dalam sistem ini tentu saja harus diingat selalu untuk MENGHINDARI menepuk air di dulang, karena akan terpecik ke muka sendiri (dulang apa sih? he).
Rekomendasi penggunaan Sistem Identitas Muka (SIM) dalam kehidupan sehari-hari:
Semua penanda individu kita yang saat ini diwakili oleh nomor, nama atau what have you HARUS diganti dengan MUKA kita. Pengunaan ini misalnya pada:
- Cellphone atau Handphone. Daripada menggunakan nomor lebih baik menggunakan muka. Sehinggal Phone Book kita di HP bukan menyimpan nomor telepon tapi menyimpan gambar-gambar muka. Termasuk juga nomor telepon rumah.
- Alamat email digantikan oleh muka.
- Alamat URL Blog, ganti sama MUKA.
- Kartu ATM dan Kartu Kredit digantikan oleh muka (ga akan kejadian lupa bawa kartu lagi)
- Nomor Rekening Bank, diganti oleh muka.
- Passport, KTP, KTM, Ijin Mengemudi, diganti oleh muka (ga akan ada razia KTP, ga bisa ujian atau kena tilang lagi)
- Nomor rumah ganti oleh FOTO MUKA para penghuni rumah
- Dan lain-lain.
Selain itu, tentu aja semua individu atau yang menyerupai dan berlaku seperti individu harus pula DIBERI muka. Misalnya sistem operasi komputer kita, pake MUKA (seperti di 2001: A Space Odyssey), mesin ATM (= mesin automated teller machine) pake muka, henpon kita ada mukanya.
Nama perusahaan atau brand, ganti dengan muka, jadi ga usah ada dua-dua lagi sudah ada nama pake logo. Satu aja.
Negara, daripada pake nama seperti “Indonesia” ganti dengan MUKA (seperti apa muka Indonesia?)
Nama planet, nama benda-benda angkasa, seluruh sistem identifikasi di muka bumi ini kita ganti dengan muka.
Dan tentu saja, dalam rangka menjunjung tinggi Sistem Identitas Muka (SIM) ini kita juga harus menghapuskan lagu-lagu TIDAK SOPAN dan ofensif terhadap muka seperti lagu “Pada hari minggu” (judulnya apa sih? hehe):
Pada hari minggu ku ikut ayah ke kota, naik delman istimewa ku DUDUK DI MUKA (!!)
Sangat ga sopan! Masa duduk di muka ??!!!
Bagaimana, setuju kan? :)
Dah lama ga ngisi-ngisi test personality lagi. Kali ini Inkblot Test (ditunjukkin gambar2x tinta abstrak) dari Ticke.com (dulunya EMode.com)
Kesini kalo mau nyoba testnya juga: Tickle’s Original Inkblot Test: Reveal Your Subconscious Mind
Hasil gue:
Enda, your subconscious mind is driven most by Curiosity
This means you are full of questions about life, people, and the potential of your future. You spend more time than others envisioning the possibilities of your life — things that others are too afraid to consider.
Your curiosity burns with an almost physical need to know and do more. It’s only through new experiences that you feel a greater understanding of yourself or the world — which ultimately is the greatest way for you to feel satisfied.
It is possible that the underlying reason for your drive towards curiosity is a deeply rooted fear of boredom. That means that you are probably more susceptible than others to feel like you’re falling into a rut when life slows down into a comfortable routine.
You need to make sure you have stimulation in your life — that makes you feel like you’re innovating or being exposed to the ideas and experiences that truly inspire you.
With such a strong orientation towards curiosity, you’re also prone to a rebellious quality that shows up when you feel you are just going through the motions, and are unable to really influence the world around you. But interestingly enough, your drive towards novel experiences also indicates an openness others don’t have, but wish they did.
Unconsciously, your curiosity presses you to learn more, experience more, and get the most out of life.
Atau dalam istilah Indonesia populer: MAUUU TAUUUU AJAAAA :D
Seperti juga “paying your dues” yang disebut Ucok diposting terdahulu, istilah “make my day” (atau making my day) juga rada-rada sulit buat diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia.
Paying your dues bisa diterjemahkan bebas sebagai membayar kewajiban atau membayar harga yang harus dibayar, cuma masalahnya “bayar” disini dalam tanda kutip bukan berarti membayar beneran, seperti kita membayar sebuah barang di toko.
“Make my day” karenanya juga sulit diterjemahkan dalam bentuk yang singkat yang sama. “You make my day” akan janggal ketika diterjemahkan jadi “Kamu membuat hari ku” :)
Tapi yang pasti You or something that make my day berarti seseorang atau sesuatu yang membuat hari kamu jadi bagus.
Dari istilah diatas bisa juga ditangkap konsep bahwa dalam bahasa (budaya) Inggris “hari” adalah sesuatu yang belum tentu terbentuk/terjadi. Jadi ada hari-hari yang ga jadi atau ga terbentuk dan ada hari-hari yang terbentuk, menjadi sebuah hari yang utuh, yaitu ketika you make my day maka my day got made. (? hehe)
Terus apa yang ngebuat hari ku? Apa yang ngebuat kamu pengen bilang “You make my day”?
Kayaknya banyak ya dan relatif dan kamu pasti punya pengalaman sendiri-sendiri soal ini. Mungkin bisa sesuatu yang sesederhana dapet tlepon/email/friend request (di prensters) dari seseorang, atau mungkin denger kabar bagus dari temen lama sampe ke yang mungkin super simpel, liat nama seseorang online di Yahoo MSGR.
Bisa juga dapet pujian dari temen kantor atau temen kuliah kamu (“Eh baju kamu matching deh hari ini. Sayang mukanya nggak”) atau diliatin orang di jalan atau di mobil (“Lho kayaknya ban mobil itu mau copot deh”) sampai nerima pake kiriman buku dari temen kamu yang kamu kira udah ngilang entah dimana.
Apalagi ya? Kamu mungkin dapet tawaran kerjaan di kantor baru, nemu blog keren, nemu duit di saku celana, atau ditantang duel (yg terakhir ini dalam kasus kalo kamu KOBOY dan kamu nantang KOBOY lain buat narik pistol “C’mon draw your gun, MAKE MY DAY!”).
Singkatnya yg bikin hari kamu biasanya adalah yang sesuatu yang terjadi sama kamu.
Tentu ga semuanya setuju, terutama kamu yang familiar sama triloginya Mbah Stephen Covey “Seven Habits Of Highly Effective People”, “First Things First” dan “Principle Centered Leadership” karena menurut dia salah satu nilai utama seseorang adalah PROAKTIF.
Jadi kamu ga seharusnya nunggu sesuatu terjadi sama kamu, tapi jadikanlah sendiri. Ini makanya ada konsep Daily Victory di ajarannya Mbah Covey, yaitu ketika kamu memenuhi rencana-rencana kamu untuk satu hari.
Aniwei sayangnya buat gue, walaupun memang memenuhi rencana harian bikin gue enak hati tetep aja ketika sesuatu terjadi ama gue, rasanya “day” gue tetep jadi lebih “made”.
Dan beberapa hari terakhir ini, sesuatu yang make my day itu adalah pulang ke rumah, dibukain pintu sama istri, makan bareng, tidur-tiduran sambil nonton DVD, dan nyadarin bahwa gimanapun beratnya dan susahnya sebuah hari, gue akan tetep punya seseorang yang mau dan rela meluk gue sampai gue tidur…
(PS: Buat kamu yg berprofesi sebagai KOBOY, C’MON, TUNGGU APA LAGI? MAKE MY DAY!!)
Restoran atau tempat makan “All you can eat” walaupun adalah tawaran marketing yang cerdas dan menarik tapi, menurut gue, adalah sebuah sistem yang misleading dan tidak alami, karena sebab-sebab dibawah ini.
Buat kamu yang ga familiar, “All you can eat” restaurant adalah tempat makan dengan sistem dimana kamu bayar sejumlah uang flat rate, yang biasanya lumayan mahal, dimana gantinya, kamu bisa makan sebanyak-banyaknya hence ALL YOU CAN EAT.
Yang biasa kita sadari dan pertama kali kita bayangin adalah, “Wow bisa makan sepuasnya, ini adalah tawaran yang sangat menarik!”.
Yang jarang dan biasanya ga kita sadari adalah bahwa ada batasan-batasan tidak terlihat yang perlu kita waspadai, misalnya:
- Batasan waktu: Restorannya ga akan buka 24 jam, sehingga harusnya kalo mau jujur, tulisannya harus dilengkapi dengan “All you can eat today, until we are close”.
- Batasan perut: Berapa banyak sih sebenernya yang bisa kamu makan. Ini sangat krusial, karena yg bisa kamu makan dan yg bisa cewek kamu makan berbeda, bisa jadi yg bisa kamu makan mungkin nilainya lebih sedikit daripada harga yang kamu bayar.
- Batasan malu: Percaya deh, kamu bakal malu buat terus-terusan makan dan nambah walo kamu masih bisa makan! Nilai-nilai hubungan manusia menghalangi kita untuk bisa bener-bener “All you can eat”. Pada suatu garis, dibawah tatapan merendahkan para pelayan restoran, kamu akan berhenti makan, apalagi kalo kamu cewek.
Dari tiga batasan diataslah kenapa gue bilang “All you can eat” restoran adalah sistem yang misleading.
Lalu apa filosofinya?
Ini berhubungan dengan pendapat gue yang menyatakan bahwa “All you can eat” juga tidak alami.
Sistem “all you can eat” memberikan ide bahwa dengan harga yang sama kamu bisa mendapatkan semua yang kamu mau.
This is sooo not true (baca dengan gaya Chandler), karena berlawanan dengan sifat alami tentang kehidupan.
Hidup sudah jelas dirancang untuk tidak mengikuti sistem “all you can eat”, kita tidak membayar sebuah harga flat rate untuk mendapatkan semua yang kita mau.
Masing-masing orang “membayar” apa yang dia mau dalam hidup dengan harga yang berbeda-beda tergantung pada apa yang dia mau dan berapa dia bersedia membayarnya.
Gue pengen pacar, bayar. Pengen lulus S1, bayar. Pengen punya kerjaan, bayar. Pengen punya istri, bayar. Pengen punya anak, bayar. Pengen punya mobil, bayar. Pengen punya rumah, bayar. Pengen punya kerjaan baru, bayar.
(Jangan dibaca literal yee)
Tiap kepengen harus kita “bayar”, ga ada yang gratis dalam hidup. Untuk setiap keinginan harus ada yg kita lakukan dan sudah pasti tidak ada “all you can eat” dalam hidup.
Tidak ada sekali bayar dan kita mendapatkan semua yang kita mau.
Kita harus membayar segala sesuatunya dalam hidup, mungkin “bayar” di depan atau “bayar” di belakang (bayar belakangan) atau dengan sistem kredit.
Tapi yang pasti tidak ada sistem dimana kita membayar sekali dan bisa mendapatkan semua yang kita mau, karena teman… (sebuah kutipan by me mau lahir).. Hidup bukan lah all you can eat restoran
Hari ini telah datang
Satu tahun baru lagi menjelang
Harapan dan impian buat kamu selalu
Tambah usia, bertambah umurmu
Peluk dan cium sekali lagi
Dengan rasa bahagia di hati
Buat kamu aku berdoa
Diberikan rahmat dan berkah dari-Nya
Hanya rasa syukur yang ku rasa
Kamu hadir dan kita bersama
Istri paling keren sedunia
Cuma kamu satu-satunya
Met ulang tahun ya hon
PERSETUJUAN ANTAR KITA
Ayo! Kita semua yang tidak mengecap dewasa di saat ORBA, kasi tangan mari kita bikin JANJI.
Kita sudah cukup lama dengar orang lain bicara. Komentator, politisi, ahli, artis, media dan entah siapa.
Dipanggang diatas api orang-orang tua (panaass), digarami laut orang-orang tua (assiiin)
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945 sampai sekarang, hampir 60 tahun berlalu.
Kita melangkah ke depan, menunggu sabar, bersiap-siap membuat barisan kita sendiri, TIDAK LAGI berdiri di sisi siapa-siapa.
Kita sekarang api! Kita sekarang laut!
Kita semua! Kau dan aku SATU ZAT SATU URAT
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar. DAN AKAN berlayar.
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh.
Modifikasi tanpa ijin dari puisi PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO-nya Chairil Anwar, terinspirasi oleh pertanyaannya oom wibie “piye hasilnya kok masih gitu-gitu aja pemilu”












